After Story Trilogi ‘Our Love Story’ | Pure Ray-chan


Pure Raya

 

A/N        :  Masih inget kisah complicated Choi Siwon dan Kim Raya di trilogi Wrecking Ball | Farewell | Make Up ? ini ada sedikit after storynya sebelum aku lanjutin ke kisah selanjutnya yang masih ada hubungannya sama kisah mereka. Let’s check this out 😉

 

 

 

***

 

 

 

“Hi, Sayang.”

 

Grepp…

 

“Omo.”

 

Raya yang sedang mengiris baguette, teman makan sup cream yang ia buat, tersentak kaget kala sepasang lengan kekar melingkari pinggangnya dengan erat. Raya langsung menolehkan wajahnya kesamping dan mendapati wajah sang suami yang tengah menatapnya dengan senyum komikal khas milik pria itu.

 

“Kapan Oppa pulang? Aku tak mendengarnya.”

 

“Kau terlalu fokus dengan masakanmu, makanya kau tak mendengarku datang.” Siwon berucap sambil meletakkan dagunya dipundak Raya. Ini adalah hal yang sangat dia sukai setiap selesai beraktifitas seharian diluar rumah.

 

Pulang kerumah dan mendapati istrinya yang tengah memasak makan malam, berdiri di dapur apartment mereka tanpa alas kaki dan rambut digelung berantakan. Ini adalah salah satu pemandangan seksi favoritenya.

 

Kemudian memeluk tubuh istrinya erat dari belakang sambil menyandarkan dagu pada pundak sang istri, seolah membantu melepaskan semua beban dan perasaan lelah yang melingkupinya karena permasalahan kantor.

 

Raya pun selalu menyukai kebiasaan suaminya setelah tiba dirumah ini. Hal-hal kecil dari interaksi tubuh mereka, seolah mengisi kekosongan rasa selama enam tahun ketika mereka berpisah dulu. Ini menciptakan banyak sensasi baru dan seolah menambah pasokan perasaan terdalam diantara mereka yang ternyata selama enam tahun ini tak pernah berkurang. Justru semakin kuat.

 

Raya terus melanjutkan pekerjaannya. Tak mempedulikan kecupan-kecupan kecil yang mulai dilabuhkan Siwon pada pundak, leher dan sesekali bagian belakang kepalanya.

 

“Tadi Eommonim menelepon. Beliau menawarkan bantuan dan tidak keberatan jika kita akan menitipkan Ray-chan disana selama kita pergi bulan madu. Tapi aku bilang itu tidak perlu. Karena kita akan pergi bertiga.”

 

“Bulan madu? Aku lebih suka menyebutnya liburan.” Ringan Siwon menanggapi sambil mengeratkan dekapannya pada pinggang Raya yang dia rasa terlalu ramping.

 

“Kenapa?”

 

“Sayang, tak ada pasangan yang pergi berbulan madu membawa serta anak mereka.”

 

Raya menghentikan kegiatan memotongnya sejenak, “tapi aku tak ingin meninggalkan Ray-chan. Kurasa kita sudah beberapa kali membicarakan ini.”

 

Sebelum menjawab, Siwon sempat mendesah lelah. “Aku tau. Aku tak akan mendebatnya lagi.” Tutup Siwon sambil mulai kembali menggoda leher Raya. Menempelkan hidungnya di leher jenjang sang istri kemudian menghirupnya dalam, menikmati feromen memabukkan milik istrinya.

 

“Oh iya, Ibu juga bertanya kapan kita akan pindah ke rumah yang dihadiahkan ibu untuk pernikahan kedua kita. Menurutmu kapan?” Tanya Raya sambil mendesah pelan, mulai merasa terlena dengan perlakuan suaminya.

 

“Kapanpun kau dan Ray-chan siap untuk pindah kerumah baru. Dan aku yakin dirumah itu Ray-chan akan memiliki kamarnya sendiri.”

 

Mendengar gagasan sang suami, membuat Raya melupakan kegiatannya lalu menyandarkan bagian belakang tubuhnya pada dada pria itu. Kemudian, dia menaruh lengannya di atas lengan Siwon, mengeratkan rangkulan lengan sang suami pada tubuhnya. “Apa menurutmu dia mau tidur terpisah dengan kita? Kau taukan, dia takut zombie.”

 

Siwon sempat terkekeh geli mendengar penjelasan konyol Raya. Harus dia akui, putri kecilnya itu memang mempunyai imaginasi yang tak terbatas dan sulit untuk diikuti. “Dia harus mau.” Tegas Siwon. “Aku tak ingin membagimu selamanya dengan dia. Ditempat tidur, kau seutuhnya milikku.” Lanjut Siwon sambil berbisik.

 

“Isshhh…” Wajah Raya langsung merona mendengar nada menggoda suaminya. “Bagaimana jika setelah kita pulang dari bulan madu?”

 

“Ide bagus.” Angguk Siwon menyetujui. “Sekarang mana peri kecilmu itu? Dia tidak membuat ulah lagikan disekolahnya?”

 

“Tidak.” Raya membalikkan tubuh kemudian mengalungkan lengannya pada leher sang suami. “Hanya tadi guru kelasnya menelpon jika dia dan Young Hyun bersembunyi di ruang menari selama jam bercerita.”

 

Siwon bersedekap, “Itu berarti dia membuat ulah lagi. Berhentilah membelanya, Sayang.”

 

“Kupikir dia hanya tidak menyukai mendengarkan hal yang membosankan.” Raya berucap sambil menepuk pelan bagian depan pakaian kerja Siwon, menghilangkan noda kasat mata dari sana. “Dia sama sepertimu. Sulit sekali menjadi pendengar yang baik.”

 

“Dan sekarang berhentilah membuat seolah-olah semua sifat buruknya diturunkan dariku.”

 

“Hehehe…” kali ini Raya yang terkekeh geli. “Memangnya dari siapa lagi?”

 

Siwon sempat memutar bola matanya, “Sepertinya aku harus mulai memperingatkan Kyuhyun jika putranya selalu memberi pengaruh buruk pada putri kita.”

 

“Tapi Sayang, putri kitalah yang memberikan pengaruh buruk pada putra keluarga Cho. Ulah mereka berdua disekolah selalu dilakukan berdasarkan ide Ray-chan.”

 

Kali ini Siwon meletakkan kedua tangannya dipinggang. Kembali harus dia akui, putri kecilnya itu memang terlalu mempunyai banyak pikiran kreatif yang sering membuatnya sakit kepala. “Sekarang mana dia?”

 

“Sejak tadi dia bermain di kamar.”

 

Siwon mengerutkan kedua alisnya, “Sendirian??”

 

“Mungkin dia tertidur.”

Setelah mengecup singkat bibir istrinya. Siwon berbalik menuju kamar tidur satu-satunya yang ada di tempat tinggal mereka.

 

Begitu berada didepan pintu, Siwon mendorong pintu kamar secara perlahan. Sebelum masuk, pandangan matanya sempat menyapu seluruh ruangan, lalu berhenti setelah menemukan sosok putri kecilnya yang berdiri di depan meja rias sang istri.

 

Merasa penasaran dengan apa yang tengah dilakukan putrinya, Siwon mendekat sambil menjaga suara langkah kakinya. Ray-Chan yang sedang sibuk dengan apa yang dikerjakan, belum menyadari kehadiran sang ayah.

 

“OH. MY. GOD.” Baru saja Siwon berniat mengejutkan putrinya, pemandangan yang terhampar dihadapannya justru membuat dia terkejut lebih dulu.

 

“Appaa!” Ray-Chan berbalik cepat menghadap sang ayah.

 

“apa yang kau lakukan??” Siwon bertanya ngeri sambil melihat wajah putrinya.

 

“Aku cantik tidak??”

 

“Mwo-mworago??” Siwon semakin menatap ngeri rupa putri kecilnya. Wajah mungil Ray-chan yang putih bersih, saat ini penuh dengan riasan asal yang membuat wajah gadis kecilnya itu terlihat merah berantakan. Ditambah dengan sapuan acak bedak tabur berwarna putih, membuat wajahnya terlihat seperti habis terkena lemparan tepung. Lalu, Siwon menatap meringis bibir mungil Ray-chan yang berwarna merah terang.

 

“aku terlihat cantik-kan?”

 

Siwon menghela nafasnya, “apa yang kau lakukan, Sayang?” ulangnya dengan suara lebih pelan.

 

“Merias wajahku.” Ray-chan menjawabnya dengan cengiran bahagia yang langsung membuat bahu Siwon merosot dari tempatnya. Seketika dia tak bisa berkata-kata.

 

Merasa tak berdaya melihat wajah bahagia putri kecilnya, membuat Siwon mengalihkan tatapan ke arah meja rias sang istri. Seketika seringaian ngeri kembali tercetak pada wajah Siwon melihat kondisi meja rias istrinya yang berantakan.

 

Tumpahan bedak tabur yang bertebaran di hampir seluruh bagian meja. Bekas lipstick yang tertinggal di meja. Lotion pelembab yang tumpah. Kotak perona wajah yang berantakan, dan sederetan tube lain yang kehilangan penutupnya. Siwon menatapnya horror.

 

Tatapan Siwon menjadi semakin terkejut kala dia mendapati tirai putih kesayangan istrinya yang tepat berada disebelah meja rias memiliki banyak bercak warna merah dan coklat. Terlihat seperti kain bekas yang habis digunakan sebagai kain lap.

 

“Tirainya kenapa?”

 

Ray-chan mengikuti arah telunjuk ayahnya, “Itu. Kugunakan untuk mengelap wajahku. Tissuenya habis. Jadi aku pakai kain itu.”

 

Glek.

 

Kembali mendengar jawaban polos Ray-chan, membuat Siwon menelan salivanya keras-keras. Ya Tuhan, dia benar-benar tak habis pikir. Sebenarnya selain merasa terkejut, saat ini dia merasa lucu dan kesal secara bersamaan. Tapi, Siwon sendiri bingung dengan apa yang harus dia katakan menghadapi tingkah polah gadis kecilnya yang baru genap berusia lima tahun beberapa bulan yang lalu.

 

Sambil menarik nafas dalam, Siwon menurunkan tubuhnya. Bertumpu dengan kedua lutut dan mensejajarkan tatapannya dengan tatapan si pembuat onar.

 

“Katakan pada Appa, kenapa kau menggunakan itu semua diwajahmu?” tanya Siwon sambil menunjuk wajah Ray-chan dengan dagunya.

“Aku ingin merias wajahku.”

 

Alis Siwon berkerut, “Kenapa kau ingin merias wajahmu?”

 

“Aku ingin terlihat cantik seperti Eomma. Appa selalu mengatakan jika Eomma terlihat sangat cantik setelah memakai semua ini diwajahnya. Aku juga ingin Appa memujiku cantik.” Jelas Ray-chan dengan wajah merajuknya.

 

Siwon menatap Ray-chan tak percaya. Dia terkejut dengan alasan yang diberikan putrinya. “Ternyata akulah yang sebenarnya berada dalam masalah besar.” Rutuk Siwon sambil menunduk.

 

“Waeyo?” Ray-chan bertanya bingung.

 

Siwon teringat ucapan istrinya, Kim Raya. Di usianya saat ini, putrinya itu memang sangat suka sekali meniru prilaku orang dewasa disekitarnya. Rasa ingin tau dan ingin mencoba yang dimiliki putrinya, memang selalu membuat gadis kecil itu penasaran. Dan saat ini, dia merasakan sendiri salah satu polah putrinya yang memusingkan namun sebenarnya terlihat cukup menggemaskan.

 

“Eomma akan marah besar dan menghukum kita.”

 

“Kenapa?”

 

“Karena kau benar-benar merias wajahmu.”

 

Ray-chan yang tidak mengerti maksud perkataan sang ayah, menatap ayahnya bingung kemudian menggeleng. “Tidak. Eomma tak akan marah dan menghukum kita.”

 

“Mwo?”

 

“Eomma akan berkata jika aku terlihat cantik”

 

“Mwo? Cantik? Ray-chan, Eomma pasti akan marah dan menghukum kita.”

 

“Tidak, Appa! Eomma justru akan memujiku.” Ray-chan bersikukuh.

 

“Memujimu??”

 

Ray-chan mengangguk mengiyakan dengan yakin.

 

Siwon mendesah kalah, “Baiklah, Appa mengerti. Kau terlihat cantik.” Ray-chan terseyum lebar mendengar kalimat sang ayah. “Sekarang, setelah Appa memuji kau cantik, apalagi yang kau inginkan?”

 

“Aku ingin jadi mirip Eomma. Teman-temanku di sekolah bilang jika mereka mirip dengan Eomma mereka, tapi Youngie mengatakan jika aku tidak mirip dengan Raya Eomma.”

 

Jawaban jujur Ray-chan kali ini membuat perasaan Siwon mencelos tak nyaman.

 

“Apa sekarang aku sudah mirip dengan Raya Eomma, Appa?” Tanya Ray-chan kembali, yang kali ini tampak lebih bahagia setelah sang ayah memujinya tadi.

 

Siwon tersenyum diselimuti rasa haru menyadari putri dan istrinya begitu saling menyayangi. “Emm, kau sudah mirip dengan Raya Eomma.” Dikecupnya pipi Ray-chan yang memerah dengan gemas.

 

Ray-chan yang menerima kecupan bertubi sang ayah, tergelak sambil berusaha meronta. Siwon sendiri ikut tergelak bersama hingga-

 

“OMONA!”

 

Seruan kaget Kim Raya yang melihat kekacauan yang terjadi dikamar mereka menghentikan gelak tawa ayah anak tersebut. “Choi Raya! Ige mwoya??”

 

Ray-chan yang mulai paham akan masalah yang sudah ia timbulkan, melepaskan pelukan sang ayah dan mulai berdiri bersembunyi dibelakang tubuh besar ayahnya yang masih berjongkok sejajar dengannya. “Appa, Eomma tak akan menghukum kita, tapi dia akan menghukumku. Eomma terlihat menyeramkan, aku tak ingin menjadi seperti Eomma.” Siwon kembali tergelak keras mendengar bisikan polos putrinya. Dasar anak-anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

****

 

 

 

 

 

 

 

 

Gagal? *bow ._.v maaf juga ya kalo terlalu maksa ._.

Kisah ini terinspirasi sama salah satu kisah yang ada di vemale.com

 

Oh iya, masih ingetkan keluarga Cho dengan putranya Cho Young Hyun yang aku jadiin cameo di Make Up part 1? Nah, ternyata keluarga kecil itu juga punya permasalahannya sendiri 😉 Coming up next…

10653880_953302614680742_7213892425434059756_n

 

Doakan ya, semoga rasa malas dan bosan aku dalam mengetik cerita bisa cepat pergi dan aku bisa produktif lagi. Sampai jumpa 😀

 

 

Advertisements

19 thoughts on “After Story Trilogi ‘Our Love Story’ | Pure Ray-chan

  1. Hehehehehehehe awalnya bikin melting yak mesra-mesraan, kecup-kecup bahu sana-sini, eh terakhiran ulah Ray-chan…
    Tapi suka banget sm Ray-chan mmmmmm♥♥ Eon, kapan-kapan kalo ada Ray-chan, kirimin foto dia yaa, pengen liat dia itu lucu & cantiknya gimana (yg lebih banyak) wkwkwk

  2. haha entah kenapa si Ray-chan saking polos sifatnya jadi ngakak sendiri liat kelakuannya, next buat program utk dongsaeng nya Ray-chan ya chingu hehe

    • eyyyy… poster color ring yang itu bukan bikinan aku, tapi si Nadia… ceritanya pengen yang kaya poster dramanya Jongki, minta dibuatin deh sama dia ._.

  3. Wahhhh seneng bgt ada after story nya. Ternyata siwon n raya udh nikah ne. Kapan dpt dedek buat raya? Btw d tgu color ring ny

  4. jadi Raya & Siwon kembali bersama alias rujuk 🙂 cinta mereka kuat bgt 😀
    ya ampun Ray-chan ada2 aja deh, cuma mo di bilang cantik kayak Raya eomma sampe bikin berantakan~ tp jd ngebayangin gimana lucu’y muka Ray-chan pas pake make up awut2an hahahaha 😀 😀

    ditunggu kisah selanjut’y dr Silvia eonni ^^

  5. Smw anak pengen dikatakan cantik pas kecil tp klo udah dewasa pengen dikatakan cute. Manusiawi sekali itu. Hahahhaha.
    Ya ga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s