KISS | The Seeds Of Love


7

 

 

***

 

Raya melangkah pelan menuruni tangga lebar melingkar akses menuju ruang tengah dari lantai dua kediamannya. Pandangan mata Raya menyipit penuh selidik pada sesosok makhluk berwajah imut -yang tak sesuai dengan usianya- bersandar santai pada sofa disamping perapian dengan kaki bertopang pada kaki lainnya dan jemari ramping yang sibuk bermain di atas layar telepon genggam.

Begitu berada dihadapan pria yang masih duduk manis itu, Raya mengatur tampangnya sedikit angkuh. “apa yang kau lakukan di rumahku?” tanya Raya penuh curiga pada tamu tak diundang yang saat ini memainkan kakinya yang bertopang hingga membuat sandal rumah yang pria itu gunakan bergerak ke kanan ke kiri. Tidak sopan, pikir Raya jengkel.

Merasa diabaikan, Raya mengangkat lututnya dan menyenggol pelan sandal rumah yang digunakan pria itu hingga terjatuh.

“Hya~”

“Apa yang kau lakukan di rumahku?” ulang Raya, tak peduli pada protes singkat yang dikeluarkan pria itu.

“Menjemputmu.”

“Menjemputku?” jawaban santai yang keluar dari mulut pria yang masih setia duduk dihadapannya membuat Raya bingung dan berpikir sejenak. “Kemana?”

“COEX Theater.”

Jawaban singkat pria itu lagi-lagi membuat Raya bingung. “COEX Theater? Memangnya ada apa di COEX Theater?”

“Memangnya kau lupa jika hari ini private screening film terbaru Heechul Hyung?”

“Private Screening?” ulang Raya dengan alis berkerut, lagi-lagi tak mengerti.

“Iya. Film terbaru Heechul Hyung di putar untuk kalangan terbatas hari ini. Bukankah Heechul Hyung mengatakannya juga padamu kemarin.” Jelas pria itu sambil lalu karena kembali fokus pada ponsel miliknya.

“Heechul Oppa memang mengatakannya padaku. Tapi dia sama sekali tidak memintaku untuk datang. Sepengetahuanku, aku tidak berkepentingan untuk datang ke pemutaran film itu.” Ada jeda satu tarikan nafas, “Bukankah private screening film itu hanya ditujukan untuk para media, pengamat film dan investor?”

“Memang. Tapi, kau punya undangannya.”

“Aku punya undangannya?” ulang Raya tak percaya.

“Iya. Undangan atas namamu ada padaku. Ayo lekas ambil mantelmu. Kita harus segera berangkat.” Kim Ryeowook, pria mungil itu langsung bangkit dari duduknya sambil sedikit merapikan pakaian musim dingin yang dia kenakan.

“Tunggu… tunggu Wookie-ya~”

“Ayolah~ jangan bertanya lagi. Ambil saja mantelmu, atau kita akan terlambat.” Tegas Kim Ryeowook sambil berjalan ke menuju pintu utama, meninggalkan Raya yang masih tak mengerti.

 

 

 

***

 

 

 

“Kenapa dua pria berbadan besar itu tak bisa melepasmu barang sebentar?” Ryeowook menggerutu sambil melirik kaca spion depan. Memperhatikan pantulan sebuah BMW hitam yang mengikuti Audi yang dia kendarai.

Di dalam mobil keluaran Jerman itu, terdapat dua pengawal setia Kim Raya yang selalu mengikuti gadis itu kemana pun dia pergi. Tak pernah menjauh sedikit pun.

“Kau tentunya sangat tau jika hal itu adalah hal yang paling mustahil terjadi. Bahkan dirumahku pun, kau dapat melihat bayangan mereka ada disekitarku.” Gurau Raya sambil bersandar pada tangannya yang bertopang pada pintu mobil. “Tapi mereka berdua keren-kan?”

Ryeowook mengangguk setuju atas pernyataan terakhir yang dikeluarkan Raya mengenai dua pengawal pribadinya. Pasukan pengawal milik Menteri Pertahanan Korea adalah pasukan pengawal terbaik yang pernah ada di Korea. Ryeowook tak meragukan hal itu sama sekali.

Sementara Ryeowook tenggelam dalam pikiran kagum akan pasukan yang dimiliki pamannya, Raya justru berusaha menekan beberapa dugaan liar yang tiba-tiba saja melesat tajam di kepalanya. Dugaan akan apa alasan sebenarnya di balik kebaikan hati sepupunya saat ini.

“Kau tau, saat ini aku tengah berpikir.” Raya menimbang kalimat lanjutannya sejenak, “Aku masih tak menemukan alasan yang tepat kenapa kau dengan murah hati mau menjemputku dan mengajakku pergi bersama. Ini sangat ‘Bukan Kau’, kau tau.”

Ryeowook yang mendengar dugaan cerdas yang dilontarkan Raya, mengatur wajahnya sesantai mungkin. Kemudian mencoba mengeluarkan kalimat elak-kan terbaiknya. “Jangan terlalu banyak berpikir. Nikmati saja kemurahan hatiku saat ini.”

Jawaban yang diberikan Ryeowook justru membuat Raya semakin curiga. Dibanding Kim Heechul, Ryeowook memang sepupunya yang paling baik. Tapi sebaik apapun seorang Kim Ryeowook, dia tak akan mungkin mau melakukan tindakan seheroik ini -mengingatkan Raya tentang pemutaran film kakak sepupunya yang lain lalu repot-repot datang menjemputnya- ini bukan hal yang akan dilakukan Kim Ryeowook untuknya. Tapi tunggu dulu, ada yang aneh dari semuanya. Heechul Oppa tak pernah berkata akan mengundangku. Pikir Raya semakin curiga akan apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Raya menatap Ryewook yang menyetir disampingnya dengan pandangan penuh selidik bak seorang detektif. “Darimana kau mendapatkan undangan atas namaku?”

Pertanyaan tepat sasaran Raya membuat Ryeowook salah tingkah, dia gugup. Dia memang tak pandai menyembunyikan apapun. Terkutuklah mereka yang mengutus Ryeowook untuk menjalankan misi ini. “Tentu saja dari Heechul Hyung, memang darimana lagi.”

“Benarkah?” tanya Raya menyudutkan mendengar jawaban gugup Ryeowook. “Kalau begitu aku akan menghubungi Heechul Oppa.”

“Eiyyy~ Kau tak perlu melakukan itu.” cegah Ryeowook sambil menahan tangan Raya yang akan mengeluarkan ponsel dari Dior clutch yang ada dipangkuan gadis itu.

“Jadi, undangan itu memang bukan dari Heechul Oppa-kan? Siapa yang memberikan undangannya padamu?”

Desakkan Raya semakin membuat Ryeowook kalang kabut, “Sudahlah, Kim Raya. Kenapa sih kau tak bisa menyimpan sendiri rasa penasaranmu itu tanpa mengusikku. Kau benar-benar membuatku gugup, kau tau!”

“Karena prilakumu terasa ganjil bagiku.” Raya menghembuskan nafas jengah, “Lagipula kenapa kau gugup? Apa yang kau sembunyikan dariku?!”

“Raya-ya~” Erang Ryeowook mulai frustasi sambil memutar kemudi memasuki kawasan COEX Mall, sekaligus mengalihkan tatapannya dari sorot butuh penjelasan Kim Raya.

Ryeowook melajukan Audinya melewati lobby utama COEX yang dipenuhi beberapa orang. Raya sempat terpukau melihat sekumpulan orang tersebut yang terlihat seperti juru warta, melupakan sejenak rasa penasarannya terhadap sang saudara sepupu.

Ryeowook terus menuju kearah selatan, melewati dua lobby yang seharusnya menjadi tempat dia berhenti. Dia justru berbelok ke kiri kemudian memasuki gate untuk tamu khusus. Dahi Raya berkerut bingung melihat arah yang mereka tuju.“Kenapa lewat pintu ini?”

“Karena kita akan menemui mereka dulu di VIP lounge.”

Ryeowook menghentikan mobilnya. Kemudian melangkah keluar melalui pintu yang telah di bukakan oleh salah satu petugas valet. Raya yang melihat semua sikap tergesa Ryeowook justru semakin didera rasa penasaran. Dia ikut segera keluar ketika pintu disampingnya juga telah dibukakan oleh seseorang.

“Siapa yang kau maksud mereka?” tanya Raya cepat ketika Ryeowook memutari bagian belakang mobil untuk mendekati pintu masuk.

“Ayo!” pura-pura tak mendengar pertanyaan Raya, Ryeowook justru melangkah lebih dulu melewati pintu pemindai metal detector, memandu Raya memasuki COEX Mall.

Raya yang memiliki kaki lebih pendek, merasa kesulitan mengimbangi langkah lebar Ryeowook. Dengan sedikit usaha dia mencoba mensejajarkan langkahnya dengan pria itu. Langkah Raya sendiri dibayangi tanpa suara oleh dua pengawal setianya.

“Siapa yang kau maksud dengan ‘Mereka’?” ulang Raya dengan nada yang lebih mendesak.

Sebelum menjawab, Ryeowook sempat berpikir sejenak. “Heechul Hyung dan teman-temannya.”

“Dan. Teman-Temannya. Itu. Adalah?” Raya menekan setiap kata dari pertanyaannya.

Helaan nafas pasrah membuka jawaban Ryeowook. “Jangan marah padaku, Oke!” Kalimat permintaan Ryeowook yang penuh arti justru memunculkan tawa remeh di wajah Raya. Jadi benar dugaanku. Pikir Raya sebal.

“Sepertinya aku tau dengan baik siapa yang kau maksud dengan ‘teman-temannya’. Dan salah satu dari mereka pasti menyuruhmu untuk menjemputku-kan?”

“Sudah ku bilang, jangan marah padaku.” Ulang Ryeowook memperingatkan.

Raya menghembuskan nafasnya jengkel. “Berapa yang dia bayar untuk membuatmu menjadi orang yang sangat murah hati hari ini?”

“Tak ternilai.” Seringaian penuh arti yang diberikan Ryeowook justru membuat Raya semakin kesal.

“kau menyebalkan!” Maki Raya kesal, “Sebaiknya aku pergi.”

“Jangan pernah berpikir untuk melakukan itu. Jika kau berani melangkah pergi, aku akan melakukan hal memalukan untukmu di tempat ini, saat ini.” Ancam Ryeowook berusaha mengerikan sambil menahan siku kanan Raya.

“Mwo?? Kau tak akan berani.” Tantang Raya sambil melirik dua pengawalnya sekilas, memberi kode pada Ryeowook bahwa pria itu tak bisa macam-macam dengannya.

“Kau taukan aku orang yang nekat.” Seringai menggelikan Kim Ryeowook justru membuat Raya merasa kalah.

“Wokiee-ya~ apa sih yang kau inginkan? Aku tak ingin bertemu dengan pria itu.” Raya mulai merengek sambil menahan langkahnya. Membuat Ryeowook harus kesusahan menarik tangan gadis itu hingga terseret ikut bergerak bersamanya.

“Hya~ dia kekasihmu, kenapa kau tak ingin bertemu dengannya? Apa kalian sedang bertengkar? Pantas saja Siwon Hyung meminta aku yang menjemputmu.”

“Mwo? Kekasih? Siapa yang kau bilang kekasihku? Jangan sembarangan bicara!”

“Tentu saja Siwon Hyung. Memangnya kau punya kekasih lain selain dia?? Cih, bahkan sampai saat ini kau masih berpura-pura bahwa kau tidak berkencan dengannya.”

“Aku memang tidak berkencan dengannya.” Bantah Raya tak terima.

“Sudahlah Raya, jangan menyangkal lagi. Jelas-jelas kalian bermesraan di Bar-ku malam itu. Foto-foto kalian yang sedang berciuman juga banyak beredar di internet. Kenapa sih kalian merahasiakan hubungan kalian dari kami?”

“Wookie-ya~ Kau salah paham. Ini tidak seperti yang kau bayangkan.”

Tepat setelah Raya menyelesaikan kalimatnya, mereka telah sampai di depan pintu ganda yang dijaga oleh dua orang berbadan besar dengan setelan hitam, sama seperti setelan yang digunakan Kangin dan Seunghyun, setelan khas para bodyguard.

Setelah meminta Raya diam sejenak dengan pandangan galaknya, Ryeowook menunjukkan pass yang dia miliki kepada salah satu dari mereka, kemudian berkata santai “Mereka bersamaku, tamu tuan Choi.”

Mendengar nama tuan Choi bagai sebuah kata kunci bagi kedua penjaga pintu bertubuh besar itu. Pintu ganda langsung terayun terbuka, menampakkan ruang tunggu mewah bergaya Eropa abad pertengahan yang dikhususkan bagi para tamu VIP. Menyadari jika dirinya tak lagi bisa melarikan diri, Raya menarik nafas sambil menyiapkan mentalnya.

Tak dapat Raya pungkiri, selain rasa sebal dan kesal. Ada suatu perasaan asing baru yang ikut menyusup secara tak sopan dalam dirinya. Entah dari mana datangnya semua perasaan itu. Rasa bersemangat justru semakin mendominasi ketika Raya melangkah lebih dalam.

Mengetahui dugaan tepatnya tentang siapa sebenarnya orang yang dengan sengaja mengutus Ryeowook untuk menjemputnya, justru menimbulkan perasaan gugup dan antusias yang terasa tak wajar. Lihat! Perasaannya bahkan berkhianat dengan tampilan luarnya yang cenderung terlihat kesal karena wajah yang ditekuk.

Karena entah mengapa. Setelah pertemuan terakhir Raya dengan pria yang terlibat dengan konspirasi hari ini di restoran beberapa hari lalu. Perasaan antusias selalu melingkupi Raya ketika dia memikirkan tentang pria itu. Bukan perasaan rindu, butuh atau selalu ingin bertemu, hanya sebuah rasa penasaran yang tinggi terhadap sosok yang dengan intens tanpa dia sadari mulai selalu mengisi pikirannya.

Raya penasaran, apalagi yang akan terjadi dalam pertemuannya kali ini dengan pria itu. Karena setiap pertemuan yang terjadi entah kenapa selalu membuat kesan yang dalam pada bagian tersembunyi dalam diri Kim Raya.

“Eo, Raya. Kau sudah datang.” Suara ringan khas milik Eunhyuk membuat Raya mengalihkan pandangan lurusnya kearah kiri, melihat pria yang tadi memanggil dirinya duduk dengan santai bersikuan dengan Lee Donghae di deretan sofa utama yang berada di ruang tunggu khusus itu.

“Eo, Hyuk Oppa. Hae Oppa. Anyeonghaseo.” Raya menyapa ramah keduanya sambil melangkah mendekat, di ikuti oleh Ryeowook yang langsung mengambil tempat duduk di samping Donghae.

“Ini melelahkan.” Keluh Ryeowook ringan yang dibalas seringaian pengertian Donghae.

“Bagaimana kabarmu?” Pertanyaan Eunhyuk membuat Raya kembali menatap pria itu.

“Menyebalkan. Seseorang berusaha menculikku hari ini.”

Mendengar jawaban Raya justru membuat Donghae dan Hyukjae tertawa bersamaan, “Sudah ku bilang kan, dia tidak bisa memikirkan cara yang lebih keren untuk menjemput kekasihnya.”

“Hai Sweetie.” Belum sempat Raya membalas ucapan Donghae, sebuah lengan merangkul pundaknya akrab.

“Eo, Heechul Oppa.”

“Aku senang kau ternyata datang. Kekasihmu ada di ruangan sebelah jika kau ingin menemuinya.”

Baru saja akan menjawab, Raya menutup mulutnya kembali. Sepertinya tak akan ada gunanya terus-terusan menyangkal jika dia dan pria yang sejak tadi mereka panggil ‘Kekasihmu’ benar-benar memiliki hubungan.

Dengan tergesa Raya langsung melepaskan rangkulan Kim Heechul. Membalikkan tubuhnya kemudian menuju ruangan lain yang hanya dibatasi oleh sebuah dinding untuk menemui pria yang dengan seenaknya saja menyuruh orang untuk membawanya ke tempat ini.

Tapi sebenarnya Raya sendiri tak bisa mengenali perasaan apa yang lebih mendominasinya saat ini. Rasa kesal sudah tidak ia rasakan lagi, telah tertutupi oleh perasaan tak sabar dan antusias yang semakin lama semakin membuncah. Tapi lagi-lagi, Raya mampu dengan baik menutupi semua perasaannya itu.

“Sebaiknya kita tak ada disini bila mereka akan bertengkar.” Bisik Donghae terdengar khawatir.

“Memangnya kau pikir mereka akan bertengkar?” Eunhyuk bertanya bingung disertai senyuman jahil.

“Kurasa mereka justru akan membuat kita malu jika kita tetap berada di ruangan ini.” Goda Heechul dengan senyum penuh arti. Eunhyuk yang paham maksud Heechul, ikut menahan tawa bersama pria itu.

“Tapi, apakah mereka benar-benar berkencan?”

“Tentu saja bodoh!” Ryeowook yang sebelumnya bertanya, mendapat serangan bantal akibat pertanyaan yang terdengar bodoh dari para pria di ruangan itu.

 

 

 

***

 

 

 

Dengan perasaan berdebar, Raya semakin mendekati dinding pemisah. Kemudian dalam beberapa langkah, dia dapat melihat ruang tunggu lain yang lebih besar dan terdapat beberapa orang didalamnya. Raya masuk semakin dalam, kemudian mengedarkan pandangannya mencari sesosok makhluk tinggi yang seharusnya mudah ia temui.

“Raya.” Baru saja Raya akan berbalik, sebuah suara menghentikan pergerakkannya. Raya membalikkan tubuhnya kearah sumber suara.

1 Siwon

Jantung Raya berdetak lebih cepat dan tiba-tiba saja perasaan tak nyaman seperti tergelitik dalam perutnya mendominasi saat Raya melihat sosok yang sejak tadi dia cari berdiri sambil separuh bersandar pada sebuah meja disebelah dinding dengan pandangan tertuju padanya.

Pandangan Raya ikut mengunci pada pria itu. Pria yang mau tidak mau kini harus Raya akui memiliki daya tarik dan sejuta pesona layaknya pangeran-pangeran dari negeri dongeng. Raya terpaku, nafasnya tercekat karena pandangan dalam Siwon yang terus menuju padanya.

Rasa panas karena gugup seketika menyelimuti tubuh Raya. Jika Raya terbuat dari coklat, mungkin tubuhnya akan meleleh akibat tatapan intens yang tak henti diberikan Siwon untukknya.

Sepertinya seseorang harus memutus koneksi tatapan mereka. Karena entah kenapa, hanya dengan sebuah tatapan, aura yang melingkupi ruangan itu berubah menjadi hangat, menggoda dan terasa lebih intim.

Semua orang yang berada di ruangan itu seperti dapat merasakan perubahan suasana yang terjadi, mereka pun perlahan menyingkir dengan sendirinya tanpa instruksi dari siapapun. Meninggalkan dua sejoli yang tak pernah sadar jika mereka sudah saling terkait.

Siwon menegakkan tubuhnya. Kemudian berjalan pelan mendekati Raya yang masih berdiri mematung di tempatnya.

Dengan senyuman yang paling indah yang dia miliki, mengalahkan senyuman milik dari dewa Yunani manapun. Siwon menyapa Raya dengan semua pesonanya.

“Hai. Aku senang kau sudah disini.” Raya yang mendapati Siwon sudah dihadapannya, seperti kehilangan akal sehat. Dia bahkan tak bisa memerintahkan otaknya untuk bergerak saat dengan luwesnya Siwon memajukan wajahnya kemudian mendaratkan sebuah kecupan ringan pada kening Kim Raya. Kecupan selembut bulu yang berhasil mematikan semua indra milik Raya dan membuatnya sulit bernafas.

“Ya Tuhan, bagaimana mungkin pria ini bisa menjeratku hanya dengan semua yang dia lakukan dengan bibir indahnya.’ takjub Raya dalam hati.

 

 

 

 

 

****

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

19 thoughts on “KISS | The Seeds Of Love

  1. Langsung klepek klepek deh thu yang raya. Hahhahaha.
    Won punya pesona yg bgt sih.ya ga. Tp Kshn wookie Tp t tetep aja pengawal raya msh lbh keren. Huhuuu.

  2. Akhirnya ff favorku muncul…. please chingu jgn lama2. Ne ff bikin senyum2 sendiri ternyata raya udh mule suka. siwon maen sosor aja y

  3. hyaaaaa…. ..bonus Pict nya keren oey!!!! tp koq aq ngrasa ga ada klimaksnya ya?? atw aq yg blom meresapi?? ky ada yg kurang gitu, tapi opo yo??. mlh bingung dewe

  4. baru sempet baca ^_^

    Yg pasti Raya dongkol tp seneng tuh pasti karna diculik RyeoWook disuruh Won ahjussi 😀 😀
    Suka bgt tatapan mengintimidasi Siwon ke Raya, langsung nusuk kehati’y Raya ^o^ ❤ 😀

  5. Lholho, tiba2 udah to be continue ya…

    Lama nunggu kisah kiss ini.

    Raya mulai galau..hehheeee, siapacoba yg ga terpana sama siwon..

    Di tunggu krya2 berikutnya thor..

  6. Hahaa…..lucu juga
    Siwon main sosor aje
    Hmmn rayanya rah klepek2 nih
    Senyum siwon itu mengalahkan keindahan dewa yunani

  7. Hahaha bilang aja Raya mw ketemu ama siwon tapi terlalu gengsi.
    Apa Raya mulai jatuh cinya ama siwon 😉

  8. Eonni sepupunya banyak 😀
    Mungkin Siwon mau ngasih kejutan sama Raya, makanya yang jemput Wookie. Tapi agak ribet juga ya’-‘/ Tinggal jemput aja pacar /eh/ trus bawa deh ke situ wkwk

    Eonni, kenapa sebentar? Gapapadeh, mungkin ini hadiah untuk saya menjelang UN /ngarep/

    Fighting ffnya eonni! ❤

  9. elah liat photonya Siwon pose begitu bikin lumer:v ciee yang pengin ketemu sampe nyuruh orang.

  10. Wow,, raya sok nolak,, gtu da smpe t4nya,, ga bisa berkutik ,, pesona siwon kok di tolak •• ћàá=)) •• ћàá=)) •• ћàá=)) ••

  11. raya mulai jatuh cinta, sedangkan siwon kan emang dr awal sudah suka 🙂 lucu bgt mungkin kalo raya bengong terpesona gtu

  12. Eeeh? Scroll k bwah trus, kirain ada lnjutannya.. Gak tau nya mlah iklan 🙂
    Kyaaa,,, mreka so sweet… Jd malu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s