Trapped in Choi’s Charm (chapter 17)


Trap 17

 

 

#Previous Chapt

“Suruh orang untuk mencari tau keberadaan Minho! Periksa semua catatan transaksi terakhir yang dia lakukan! Satu lagi, perintahkan juga seseorang untuk diam-diam mengecek kemungkinan keberadaannya di Jenewa, untuk saat ini jangan sampai paman tau jika anaknya tidak ada di Seoul, aku tak ingin Minho mendapat masalah dari ayahnya. Entah kenapa saat ini aku merasa begitu khawatir dengan anak itu”

“Apakah menurutmu Raya tak pernah mengetahui perselingkuhan yang pernah kau lakukan?”

“Tidak, dia tidak pernah tau, dan dia tak boleh tau! Aku tak ingin dia meninggalkanku, aku sangat mencintainya”

“Buktikan saja semua yang kau katakan. Karena jika sampai kau kembali menyakiti dan mengkhianati sahabatku, akan kupastikan bukan Heechul Hyung lagi yang bertindak, tapi aku! Aku bahkan tak akan membiarkan kau memiliki kesempatan untuk meminta maaf kepada Raya, karena sebelum dia benar-benar mengetahui apa yang kembali kau lakukan, aku akan membunuhmu lebih dulu!”

 

 

 

****

 

 

 

‘I’ll Protect You.’ -Cho Kyuhyun-

 

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

Kim Raya menatap lurus kesibukan yang nampak pada jalan setapak kawasan waralaba Apgujeong Rodeo melalui kaca besar yang memenuhi bagian selatan Royal Fashion. Saat ini Raya tengah berada di tempat kerjanya, sebuah butik kenamaan milik Cho Ahra. Tapi, sejak pagi tadi tak ada satu pekerjaanpun yang dia lakukan. Raya tak menyentuh sama sekali laporan penjualan dan persedian barang yang seharusnya dia periksa. Dia hanya terus mematung, terpaku memandang satu titik lurus dengan pikiran yang berantakan.

Pikirannya saat ini dipenuhi kilas balik semua hal yang terjadi beberapa hari kebelakang dalam hidupnya. Semua kejadian yang membuat kehidupannya menjadi semakin kacau. Semua peristiwa yang membuatnya terjebak dalam kondisi tak menentu yang merusak seluruh akal sehatnya.

Mulai dari kembalinya Choi Seunghyun. Terbongkarnya hubungan rahasia dirinya bersama Choi Minho. Pertunangannya yang tiba-tiba dengan Choi Siwon. Keputusan Minho untuk meninggalkan Korea, hingga pertengkarannya dengan Choi Siwon yang menjadi puncak semua permasalahan dan sumber perasaan lelah yang meliputinya.

Semua yang terjadi akhir-akhir ini benar-benar membuat kepalanya serasa akan meledak. Mungkin jika dia diberi kesempatan untuk memilih, dia sangat ingin hilang ingatan agar dapat melupakan semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Sangat mengerikan memang, tapi sepertinya itu justru jalan keluar terbaik dari semua hal yang kini tengah menyiksanya.

Semua hal yang terjadi benar-benar terasa seolah menjebak Raya dalam sebuah lubang hitam yang tak berdasar. Menenggelamkan Raya pada sebuah perangkap takdir yang tak akan melepaskannya dengan mudah.

Karena justru ketika semuanya seperti menemukan jalan keluar masing-masing, dengan Raya yang memilih tetap dalam pelukan Siwon dan Minho yang pergi membawa lukanya sendiri. Masalah baru justru terjadi dengan Siwon yang salah paham akan hubungan dirinya dengan Choi Seunghyun, mantan cinta pertamanya. Semuanya seolah benar-benar diatur untuk tak akan pernah membaik.

Ditambah lagi dengan ucapan penuh keraguan Siwon yang terasa begitu tepat menusuk jantungnya, membuat Raya merasa semakin terpuruk dalam nestapanya sendiri. Selama ini, Raya mampu bertahan melewati semuanya dengan berpegang teguh pada satu keyakinan jika dia memiliki Siwon sebagai rumahnya, tempatnya kembali.

Tapi kalimat Siwon kemarin justru entah kenapa menegaskan jika Raya sebenarnya sendirian, dia tak punya siapapun sebagai tempatnya untuk bersandar dan berlindung dari semua permasalahan yang terjadi. Kalimat keraguan Siwon akan dirinya membuat Raya juga meragukan kembali pria itu, membuat Raya kembali dikungkung ragu akan keputusan akhir yang sudah dia ambil.

Sisi egoisnya sebagai seorang wanita merasa terluka ketika dia sudah rela melepaskan semuanya dan memilih tetap bertahan disisi Siwon, tapi pria itu justru meragukan dirinya sekarang. Hal ini benar-benar membuat Raya merasa tak berarti.

“Hhhh….” Helaan nafas kasar terdengar dari mulut Raya sebagai bentuk pelampiasan rasa penat dan lelah yang terus melingkupinya. Saat ini dia benar-benar merasa tak berdaya dan tak tau harus bersikap seperti apa. Semuanya terasa begitu menghimpit hingga membuatnya tersiksa.

“Sillyehamnida”

“Ah… Ne.”

Lamunan Raya terinterupsi oleh suara seorang wanita yang berada tepat dibelakang tubuhnya. Raya langsung memutar posisi menghadapnya untuk mengetahui siapa wanita yang baru saja menyapanya. Padahal di pintu butik terdapat sebuah lonceng yang akan berbunyi jika ada seseorang yang memasuki ruangan, tapi karena begitu seriusnya Raya melamun dia sampai tidak mendengar suara lonceng pintu yang berbunyi.

“ada yang bisa- Eo, Jung Jaehyun-ssi?” ucapan Raya terpotong begitu dia mengenali siapa wanita berambut ikal yang berdiri dihadapannya.

“Omo. Kim Raya-ssi??”

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

“Saya senang tadi anda langsung mengenali saya.”

Raya memandang heran wanita yang duduk dengan anggun sambil memegang cangkir teh dihadapannya. Tentu saja Raya langsung mengenali sosok wanita cantik yang kini mulai menyesap tehnya secara perlahan itu. Jung Jaehyun memiliki paras menarik yang mudah sekali untuk di ingat, dan bahkan membuat siapa pun betah berlama-lama untuk memandang wajahnya tanpa rasa bosan sedikit pun.

Begitu mengenali ternyata pengunjung butiknya adalah Jung Jaehyun, adik dari rekan bisnis Tunangan sekaligus sahabat dari Kakak laki-lakinya. Tanpa ragu Raya mengajak Jaehyun minum teh bersama di ruangannya sebagai bentuk keramah-tamahan.

“Tentu saja saya langsung mengenali anda, Nona Jung. Siapa pun pasti akan sangat mudah mengingat wajah cantik anda. Anda memiliki wajah menarik yang sulit untuk dilupakan.”

Mendengar pujian Raya, senyum ramah langsung terpatri pada wajah bulat Jaehyun yang dibingkai oleh rambut hitam bergelombang dan cenderung ikal. Membuat wajahnya terlihat semakin manis.

“Terimakasih atas pujian anda, Raya-ssi. Tapi sebenarnya, jika Anda ingat, kita pernah bertemu sebelum ini.”

“Di pesta kerjasama Choi Group dan Mobile Price Group-kan?”

“Oh bukan. Kita pernah bertemu jauh sebelum itu.”

Sangkalan Jaehyun membuat Raya sedikit bingung.

“Kurang lebih setahun yang lalu. Italia, Milan, San Raffaele Hospital.”

Kerutan berbentuk huruf V tercetak jelas di antara kedua alis Raya begitu dia mendengar penuturan lanjutan Jaehyun. Raya mulai menggali memorinya.

“San Raffaele Hospital??” tanya Raya bingung.

“Ne. Apakah anda mengingat Dokter Paulo Rossi?”

Dokter Paulo Rossi?? Mata Raya menyipit. Berusaha merangkai semua informasi yang di ucapkan Jaehyun. Setahun lalu. Milan. San Raffaele Hospital. Dr. Paulo Rossi. Otaknya berputar cepat mencari peristiwa lebih dari setahun lalu yang ada kaitannya dengan Milan, rumah sakit dan dokter.

Dan seketika wajah Raya memucat begitu berhasil mengingat apa yang terjadi dengan dirinya setahun lalu di salah satu kota pusat fashion dunia yang ada di Italia, Milan, bersama Dr. Paulo Rossi di rumah sakit San Raffaele.

“Anda?”

“Saya adalah salah satu murid Dokter Rossi. Orang-orang di Milan lebih mengenal saya sebagai Emily, Emily Jung. Saat itu saya masih sebagai dokter resident. Saya adalah salah satu assistant beliau yang membantu proses penyembuhan anda akibat kecelakaan yang anda alami di Milan. Apakah anda sudah bisa mengingatnya sekarang?”

Raya terpaku. Ya, dia ingat. Dia ingat sekarang. Setahun lalu ketika Raya melarikan diri ke Italia akibat pengkhianatan Choi Siwon, dia mengalami kecelakaan serius di Milan hingga harus berada di rumah sakit hampir selama satu bulan. Dan ajaibnya tak seorang pun yang tau peristiwa dan penderitaan yang Raya alami kecuali… kecuali Choi Minho.

Tapi, dia tidak ingat ada sosok Jung Jaehyun atau bahkan Emily Jung disana. Tapi, tunggu dulu. Tidak, tidak. Dia bahkan tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya saat itu. Dia hanya ingat jika dia memang mengalami kecelakaan hebat di Milan, namun pikirannya terlalu frustasi untuk mengingat detailnya secara jelas.

“Saya masih mengingat anda dengan jelas karena anda satu dari sedikit orang Korea yang saya temui di Milan.” Lanjut Jaehyun ramah. “Kalau tidak salah waktu itu anda juga selalu bersama dengan Tuan Minho. Dia satu-satunya orang yang ada disamping anda kala itu dan membantu anda melalui masa-masa tersulit dalam proses penyembuhan. Saya baru tau sekarang jika Tuan Minho adalah salah satu kerabat anda. Dulu saya pikir anda dan Tuan Minho adalah sepasang kekasih. Anda berdua terlihat tak terpisahkan. Tuan Minho adalah sepupu tunangan anda kan, Choi Siwon?”

Semua penuturan ringan Jaehyun benar-benar membungkam Raya. Raya tak mengira jika Jaehyun adalah salah satu dokter yang ikut menanganinya setahun lalu.

Mengetahui ada orang lain yang dia kenal ikut terlibat dengan apa yang terjadi dengan dirinya setahun lalu, terlebih lagi Jaehyun juga mengetahui kedekatan yang terjalin antara dirinya dan Minho, walau Jaehyun menganggapnya hanya sebatas kepedulian antar kerabat. Tapi tetap saja, bagaimana pun Jaehyun sempat menganggap jika Minho dan dirinya memiliki hubungan. Tiba-tiba saja semua yang dikatakan Jaehyun membuat Raya merasa khawatir. Seketika wajah Raya memucat, dia diselimuti perasaan takut tak jelas yang membuatnya kehilangan kata-kata. Namun Jaehyun sepertinya salah menafsirkan perubahan raut wajah lawan bicaranya.

“Ah maaf. Maksud saya, Choi Minho adalah sepupu mantan tunangan anda, Choi Siwon.”

Raya terkejut, “Apa maksud anda dengan mantan tunangan?!” balas Raya keras. Ralatan kalimat Jaehyun benar-benar mengejutkan Raya dan sontak membuatnya marah. Raya tak mengerti dengan maksud Jaehyun dengan mengatakan Siwon adalah ‘Mantan Tunangan’nya.

“ye??” Jaehyun yang juga merasa tak mengerti dan merasa tak ada yang salah dengan ucapannya justru ikut bertanya bingung.

“Mengapa anda mengatakan jika Choi Siwon adalah mantan tunangan saya??!” Raya kembali bertanya dengan nada tak terima. Bisa-bisanya wanita dihadapannya ini mengatakan jika Siwon adalah mantan tunangannya, apa maksud wanita ini sebenarnya? Pikir Raya marah.

“Ah- itu- itu-” Jaehyun terlihat kebingungan dan tak enak hati, “Sebenarnya beberapa waktu lalu saya melihat anda di salah satu bar di Myeong-dong bersama dengan Tuan Choi Minho. Saya mendengar anda mengatakan pada bartender disana jika anda adalah kekasih Choi Minho, oleh karena itu saya berpikir bahwa pertunangan anda dengan Choi Siwon sudah berakhir.”

Penjelasan Jaehyun kembali membuat Raya memucat. Perasaan dingin tiba-tiba saja melingkupi Kim Raya. Raya kembali menatap Jaehyun -yang masih menatapnya dengan tatapan tak enak hati- dengan pandangan ngeri dan terkejut seperti orang yang baru saja mendapat hantaman telak dikepala.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

Cho Kyuhyun menyesap gelas kopinya secara perlahan sambil berjalan menuju salah satu sofa yang ada diruang tamu apartmentnya. Matanya fokus pada selembar kertas yang berada ditangan kirinya. Membaca sambil berjalan sederet tabel laporan dan perkembangan proyek resort Ulsan yang sudah dia ambil alih pengawasannya.

Kyuhyun harus bekerja ekstra dan mempelajari banyak hal mengingat dia hanya mengetahui konsep dan ide kasar proyek itu. Materi dan detail proyek sepenuhnya milik sang penanggung jawab utama sebelumnya, Choi Minho.

Setelah Minho mengambil keputusan sepihak untuk bergabung dengan Choi Group di Shanghai, Kyuhyun secara otomatis langsung menerima pengalihan tanggung jawab. Kenapa demikian? Tanyakan saja pada Presiden Direktur Choi Group yang terhormat tuan Choi Siwon.

Baru saja Kyuhyun akan duduk di salah satu sofa ruang tamunya, suara bel pintu menghentikan gerakkan tubuh Kyuhyun. Sambil mendengus, Ia meletakkan gelas kopi beserta laporan yang sedang dia tekuni ke atas meja, kemudian melangkah malas menuju intercom untuk melihat siapa tamu tak di undang yang mengusiknya saat ini.

Wajah malas Kyuhyun langsung berubah menjadi wajah penuh senyum menyeringai, begitu dia melihat siapa sosok yang juga tengah menyeringai lebar sambil balas menatap lurus ke arah dirinya melalui micro camera yang terletak di bagian atas intercom yang juga terpasang di samping pintu bagian luar.

Kyuhyun memulai pikiran usilnya, “Nuguseyo?”

Sosok cantik itu kini terlihat sedikit bingung mendengar pertanyaan yang terlontar. Namun seperti sadar dengan permainan yang dilakukan Kyuhyun, sedetik kemudian wanita itu kembali memasang wajah penuh senyum yang kali ini dibarengi dengan lambaian tangan penuh semangat.

“Annyeong haseyo Cho Kyuhyun-ssi. Jeoneun Kim Raya imnida.” Sapaan ringan Raya yang disertai aksi membungkukkan badan ikut menimbulkan senyum ringan pada wajah Kyuhyun.

Masih dengan seringaian jahil, Kyuhyun membalas perkenalan diri Raya. “Sepertinya aku tak punya janji dengan siapapun hari ini. Apa yang anda inginkan Kim Raya-ssi?”

“Ah~ sebenarnya aku berniat mengunjungi sahabatku. Setauku sampai tadi pagi sahabatku itu masih tinggal di sini.” Raya menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan wajah pura-pura berpikirnya yang terlihat menggemaskan dan membuat seringaian Kyuhyun semakin lebar.

“Memangnya siapa nama sahabatmu?”

“Si BODOH CHO KYUHYUN!”

“HYAA!!”

Raya membalas teriakan tak terima Kyuhyun dengan senyuman tanpa dosa.

Kyuhyun yang terlanjur kesal, menatap Raya sinis dengan matanya yang hampir membentuk garis lurus. “Tuan Cho yang tampan itu sudah tidak tinggal disini lagi. Sebaiknya anda pulang saja Kim Raya-ssi.”

Mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun membuat Raya merubah mimik wajahnya seperti orang yang benar-benar kecewa, “Ah~ sayang sekali. Padahal aku membawa sekotak sayap ayam pedas dan bir.” Tiba-tiba saja kantung plastik putih berlabel restoran Cina memenuhi layar intercom Kyuhyun. “Kalau begitu aku akan mencari ‘Cho Kyuhyun’ yang lain saja.” Belum sempat Kyuhyun menjawab, kantung plastik serta sosok Raya langsung menghilang dari layar intercom, digantikan dengan pemandangan kosong lorong depan apartment Cho Kyuhyun.

“TUNGGU!! Diam di situ!”

Dengan segera Kyuhyun memasukkan kode apartmentnya dan berjalan cepat menuju pintu. Sementara Raya langsung kembali menegakkan posisi tubuhnya yang tadi sempat ia miringkan agar membuatnya tak terlihat dari kamera depan apartment Kyuhyun.

Klek…

Kepala Kyuhyun menyembul dari balik pintu. “Berapa kaleng bir yang kau bawa?”

“Enam?” Jawab Raya dengan nada yang lebih terdengar seperti pertanyaan.

“Oke. Ayo Masuk!”

Kyuhyun memiringkan tubuh kemudian melebarkan pintu apartmentnya. Membiarkan Raya melangkah masuk melewati tubuhnya sambil berdesis sinis, “Dasar Cho Kyuhyun!”

 

-Trapped in Choi’s Charm-

“Jadi, kau kembali ke Seoul? Apa itu berarti pekerjaanmu di Incheon sudah selesai?”

“Sebetulnya belum. Songdo Smart City mulai memasuki tahap akhir.” Kyuhyun menenggak hampir setengah kaleng bir keduanya. “Impian dari setiap penanggung jawab sekaligus pelaksana tugas adalah melihat hasil dari perencanaanya selama bertahun-tahun berdiri tegak dengan kokoh dan menjadi nyata. Tapi tunanganmu itu justru membuat aku melewati euphoria itu dengan mengirimku ke Ulsan. Dia benar-benar atasan yang tak berperasaan.” Lanjut Kyuhyun sambil menggeleng pelan mengingat kembali keputusan sepihak Siwon yang mengirimnya ke Ulsan. Sedangkan Raya hanya bisa tersenyum tipis menanggapi kekesalan sahabatnya itu.

Sejak tadi, mereka berdua membicarakan banyak hal. Mulai dari pesta kejutan pertunangan Raya dengan Siwon, pengangkatan Siwon menjadi pewaris Choi Group, kesibukan Kyuhyun di Incheon hingga ke hal-hal remeh mengenai kejadian yang mereka alami beberapa hari kebelakang. Mereka berbincang seru sambil menikmati makanan ringan yang dibawa Raya.

Kesibukan mereka yang sama-sama menggila, membuat mereka jarang bertemu dan kesulitan memiliki quality time bersama layaknya sahabat pada umumnya. Walaupun nyatanya ketika mereka bertemu mereka justru sering bertengkar, tapi tak dapat mereka pungkiri mereka saling merindukan satu sama lain. Kyuhyun dan Raya bahkan sama-sama merindukan pertengkaran-pertengkaran kecil mereka. Pertengkaran mereka justru menandakan bahwa hubungan mereka baik-baik saja.

“Kau sudah selesai-kan? Aku akan mencuci piring-piring ini.” Putus Raya sambil bangkit dari kursinya begitu dia melihat Kyuhyun mengambil potongan sayap ayam terakhir.

Setelah melepas sarung tangan plastiknya, Raya berjalan menuju bak cuci piring untuk membersihkan piring-piring yang mereka gunakan untuk menikmati hidangan tadi.

Ketika Raya sedang berkonsentrasi dengan piring-piring kotor, pandangan menyelidik justru dilayangkan Kyuhyun pada sosok sahabatnya ini.

Kyuhyun memandangi belakang tubuh Raya dengan pandangan bertanya diselimuti berbagai macam dugaan. Ada yang aneh dengan sahabatnya saat ini, Raya bersikap terlalu tenang. Dan ini mengganggunya. Kyuhyun mengenal Raya cukup baik. Dia tau Raya sedang bertengkar dengan tunangannya. Tapi, Kyuhyun merasa seperti ada sesuatu yang lain yang terjadi dengan sahabatnya ini.

Kyuhyun mencoba menahan diri untuk tak bertanya apapun pada Raya mengenai masalahnya dengan Siwon. Kyuhyun hanya tak ingin mengusik Raya. Dia ingin Raya menceritakan sendiri masalahnya tanpa perlu dia desak.

Tapi tetap saja, rasa pedulinya yang cukup besar membuat Kyuhyun tak sabar menanti Raya untuk membuka mulutnya menceritakan apa yang terjadi. Kyuhyun paham betul, Raya tak akan pernah menemuinya secara khusus jika masalahnya hanya mengenai Choi Siwon. Pasti ada hal lain yang terjadi pada sahabatnya ini.

Dari tempat duduknya, Kyuhyun dapat melihat dengan jelas jika gesture tubuh Raya benar-benar terukur. Raya terlihat sangat berhati-hati dengan semua pergerakan yang dia lakukan. Ini sangat ‘bukan Raya’ dan ini membuatnya amat sangat terganggu.

Tanpa suara, Kyuhyun beranjak dari duduknya. Lalu melangkah pelan dan berhenti tepat dibelakang tubuh Kim Raya. Dengan karet rambut yang tadi sempat dia ambil dari saku tas Raya, Kyuhyun menggerakkan kedua tangannya disekeliling kepala Raya, kemudian menyisir dan merapikan rambut wanita itu dengan jemarinya, mengumpulkan rambut panjang dan tebal Raya menjadi satu kemudian mengikatnya.

Raya yang bingung dengan apa yang dilakukan Kyuhyun, langsung terdiam dan menghentikan kegiatannya yang sedang membilas piring-piring kotor.

“Kyu?”

“Hhm…?”

“Apa yang kau lakukan?”

Alis Kyuhyun saling bertaut, bukankah sudah jelas apa yang tengah dia lakukan saat ini. “Mengikat rambutmu.” Jawabnya sambil lalu.

“Aku tau. Maksudku, kenapa? Kenapa kau menguncir rambutku?”

Lagi-lagi alis Kyuhyun berkerut bingung, “Memangnya kau tak merasa risih mencuci piring dengan rambut tergerai? Aku saja yang melihatnya merasa tak nyaman. Rambutmu jadi basah terkena air cucian piring.”

Kini berganti jawaban Kyuhyun yang membuat Raya bingung.

“Kyu?”

“Hmm?”

“Kau menyukaiku ya?”

Deg.

Gerakan tangan Kyuhyun terhenti. Kyuhyun paham betul maksud ‘menyukai’ dari pertanyaan Raya. Perasaan dingin tak jelas langsung menyelimuti Kyuhyun, tiba-tiba saja dia merasa seperti maling yang tertangkap basah.

“A-a-aw-aw-AW! Rambutkuuu!!!” Raya berteriak ketika merasakan rambutnya tertarik kebelakang. Ternyata tanpa sadar Kyuhyun menarik rambutnya cukup keras.

Dengan segera Kyuhyun merubah raut terkejutnya atas pertanyaan Raya barusan.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Tanya Kyuhyun dengan nada sebal yang sangat meyakinkan untuk menutupi gejolak perasaannya yang tiba-tiba muncul, masih dengan tetap menarik rambut Raya.

“Hyaa~ Lepaskan dulu rambutku, bodoh!”

Dengan segera Kyuhyun melepaskan tangannya dari ikatan rambut Raya, membuat Raya langsung memutar tubuh menghadap dirinya.

“Dasar!” gerutu Raya sebal, “Ternyata pengalamanmu dalam berkencan benar-benar minim ya! Sudah berapa kali ku bilang, kau harus benar-benar pergi berkencan.” Kyuhyun sepenuhnya tak mengerti maksud Raya yang mengusik salah satu pengalaman hidup yang memang tak pernah dia lakukan, “Yang baru saja kau lakukan -mengikat rambut seorang wanita- adalah hal yang biasa dilakukan oleh pria pada wanita yang dia sukai. Dasar bodoh!”

Kyuhyun yang terus-terusan dikatai bodoh, menjadi benar-benar kesal. “Kau yang bodoh!” balasnya kemudian berbalik pergi.

“Aw-” sambil berlalu Kyuhyun menyempatkan diri menarik kembali hasil kunciran tangannya yang memancing jeritan khas milik Kim Raya, “CHO KYUHYUN BODOH!”

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

Cho Kyuhyun kembali larut dengan pekerjaannya, mengabaikan keberadaan Raya yang duduk disampingnya yang juga sedang fokus pada ponsel pribadinya. Air muka Kyuhyun yang memang sejak awal terlihat berantakan semakin berubah frustasi ketika dia mencoba memahami laporan perkembangan proyek yang benar-benar membutuhkan konsentrasi tinggi untuk dimengerti.

Perencanaan yang dibuat Choi Minho benar-benar sangat terperinci dan detail, sehingga justru membuat Kyuhyun semakin pusing karena dia harus ekstra jeli untuk melihat kemungkinan adanya sedikit saja lubang pada perencanaan proyek itu yang tak sesuai dengan kondisi lapangan. Dan hal ini sangat membuatnya sakit kepala.

“HHhhh….” Dengusan nafas lelah penuh rasa frustasi akhirnya keluar dari mulut Cho Kyuhyun, dia mendaratkan punggungnya ke bagian atas sofa dengan cukup keras. “Sekarang aku benar-benar kesal kepada tunanganmu!” Maki Kyuhyun dengan pandangan mata yang kembali tertuju pada Mac-nya.

“Lihat apa yang dia lakukan padaku. Dengan se-enaknya saja dia mengalihkan tanggung jawab Minho.” Kyuhyun kembali mendengus sebal, “Minho memang sangat cerdas, lihat saja hasil pekerjaannya yang hampir tak ada cela. Tapi tetap saja, Choi Minho tetap seorang Choi Minho. Dia bukan tipikal orang yang bisa kau percayai untuk sebuah hal yang sangat penting dan membutuhkan tanggung jawab besar. Dia tak akan pernah bisa serius, yang ada di pikirannya hanya main-main, dia hanya tau bersenang-senang.”

“Dan lihat sekarang,” Kyuhyun melambaikan tangannya ke arah kertas yang berserakan di atas meja, “Perusahaan mengalami kesulitan karena sikap tak dewasanya, dan akulah yang ditumbalkan untuk membereskannya. Ini benar-benar membuat frustasi. Apa kau tau jika hingga detik ini Minho bahkan belum memberi kabar apapun pada Siwon? Dia belum tiba di Shanghai.”

“Apa?!”

Kyuhyun yang merasa terkejut dengan pilihan nada yang digunakan Raya untuk bertanya padanya, sontak menolehkan kepala dan mendapati ekspresi terkejut yang sepenuhnya menyelimuti wajah cantik Raya.

“Calon adik iparmu itu belum tiba di Shanghai dan dia belum menghubungi Siwon hingga detik ini.” Ulang Kyuhyun jelas pada setiap katanya. Kyuhyun sama sekali tak memperhatikan perubahan air muka yang terjadi pada wajah Raya saat ini. “Kupikir dia pasti takut menghubungi Siwon. Dia pasti sedang bersembunyi sambil bersenang-senang bersama para sahabatnya setelah berhasil menciptakan kekacauan disini.” Lanjut Kyuhyun tanpa mengetahui jika wanita yang duduk disampingnya saat ini mulai diselimuti kepanikan akibat informasi yang dia katakan.

Kyuhyun kembali berkutat dengan pekerjaannya, sepenuhnya mengabaikan Raya yang kini mulai tenggelam dengan segala pemikiran negatif tentang keadaan Minho. Mendadak Raya merasa hatinya tak karuan. Kenyataan bahwa Minho tidak berada di Shanghai dan belum mengabari siapapun entah mengapa sangat membuatnya cemas.

Sepanjang yang Raya tau, Minho adalah orang yang sangat nekat. Saat ini Minho dalam keadaan tidak baik-baik saja, Raya khawatir Minho melakukan sesuatu diluar akal sehatnya. Bermacam dugaan yang bermain di kepalanya saat ini mengantarkan Raya kembali pada sisi terlemahnya. Satu hal yang baru Raya sadari sekarang, jika Choi Siwon adalah sumber kekuatannya maka Choi Minho adalah sumber kelemahannya. Dan dia akan menjadi rapuh dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Minho.

Seperti saat ini, kabar yang baru saja disampaikan Kyuhyun seolah-olah menarik seluruh kekuatan yang tersisa pada diri Raya dalam menghadapi minggu-minggu penuh krisis dalam hidupnya. Raya merasa sudah tak memiliki daya apapun untuk mengantisipasi semua hal yang akan terjadi nanti. Dengan segenap kelelahan yang menyita, Raya menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa, sepenuhnya memasrahkan diri pada ketidakberdayaan yang merenggut sisa tenaganya.

Kyuhyun yang merasakan perubahan aura dan keheningan tak nyaman yang tiba-tiba saja menyelimuti, langsung menolehkan kepalanya ke arah Raya. Perasaan Kyuhyun langsung berantakan ketika dia melihat raut sendu yang jelas tergambar pada wajah Raya. Lama-kelamaan jantung Kyuhyun terasa seperti jatuh ke dasar perut begitu dia melihat ada airmata yang menggumpal di sudut mata sahabat terkasihnya.

“Ya Tuhan.” Seru Kyuhyun sambil merubah posisi duduknya hingga menghadap Raya sepenuhnya. “Kau kenapa, Ray?” Tanya Kyuhyun bingung. Saat ini Kyuhyun dapat melihat dengan jelas jika Raya berusaha mati-matian menahan semua perasaannya.

Kyuhyun yang mendapati sikap diam Raya, mulai merasa tak sabar. “Sebenarnya kau kenapa? Katakan padaku, Kim Raya.” Pertanyaan Kyuhyun dengan nada yang lebih tegas justru menjadi pintu gerbang mengalirnya airmata Raya. Kali ini Kyuhyun yakin seratus persen, jika ada hal lain yang tidak beres yang tengah terjadi pada sahabatnya ini.

“Aku sudah dapat menduga ada hal lain yang tengah terjadi. Kau tak akan datang ke apartmentku jika semuanya baik-baik saja. Dan masalahnya pasti lebih pelik dari sekedar kesalahpahaman Choi Siwon terhadapmu. Iya-kan?”

Mendengar penuturan Kyuhyun membuat Raya menatap pria itu dengan airmata yang sudah membasahi wajah.

“Aku tau kau sedang bertengkar dengan Siwon, tadi siang aku menemuinya.” Tutur Kyuhyun menjawab pertanyaan tak terucap yang terpancar jelas dari wajah Raya. “Dan aku yakin ini pasti lebih dari sekedar masalah salah paham Siwon terhadap Seunghyun. Katakan. Ada apa sebenarnya?”

Raya tau, saat ini dia tak bisa mengelak. Dia tak mungkin bisa lari dari desakkan Kyuhyun. Dia mungkin bisa menyembunyikan semuanya dari orang lain, tapi tidak dari sahabat masa kecilnya ini. Tatapan dalam dan penuh tuntutan Kyuhyun semakin membuat Raya tak berdaya, Raya tak sadar airmata terus mengalir dari matanya dan membuat Kyuhyun semakin kebingungan.

“Raya~!” desak Kyuhyun semakin tak sabar.

Dengan segala keyakinan dan harapan semuanya akan lebih baik, Raya mencoba menemukan suaranya, sekaligus berusaha menemukan segenap keberaniannya. “Minho. Dia- dia meninggalkan Seoul karena aku.”

Kyuhyun menatap Raya tak mengerti. “Minho? Minho meninggalkan Seoul karena dirimu? Maksudmu?”

“Aku- Minho-” Raya menahan isakkannya. “Aku dan Minho, kami- kami menjalin hubungan.”

“Hubungan??”

“Kami menjalin hubungan dibelakang Siwon Oppa. Kami saling mencintai, Kyuhyun-ah.”

Bagai tersambar petir, tubuh Kyuhyun tersentak menegang. Dia tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, “Kau sedang bercanda-kan?!”

Gelengan kepala tanda sangkalan Kim Raya membuat tubuh Kyuhyun mendadak kaku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*tbc*

 

 

 

 

 

 

Maaf ._.v saya mandek…

Stress juga mikirin lebih dari dua minggu ga nge-post apa-apa :3

saya bikin beberapa one shot yang niatnya mau saya share pas ulang taunnya pria tampan nan penuh pesona Choi Siwon, namun apa daya, saya pergi keluar kota dan semua one shot saya mentok ditengah-tengah :3 chapter ini pun niatnya masih ada satu part tambahan. Tapi, udah dua hari saya susun malah ga kelar-kelar. Jadinya, segini dulu ya yang bisa saya share. Mungkin untuk chapter selanjutnya saya akan kasih prequel dari kisah ini, biar Raya ga ribet-ribet nyeritain latar belakang masalahnya ke Kyuhyun. Oke, terimakasih untuk yang sudah sabar menunggu /sini aku cium satu-satu :* / maaf ya kalo chapter ini mengecewakan. Sampai ketemu lagi :* :* :* I Love You ❤

Advertisements

20 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapter 17)

  1. Yeyyyy akhirnya ff chapter favoritku muncul juga.. makin ribet ya eon terus cast nya nambah terus.. penasaran itu minho nyumput dimana.. 😀 makin seru aja nih ceritanya.. kalo mau komen tentang rapih atau gk nya.. menurut ku si rapih tulisannya jadi nyaman(?) Baca ff nya.. ditunggu next part nya JJang..! 😀

    • Makasih >_<
      Ga nambah kok castnya itu, mereka semua udah muncul di part awal.
      Cuma disini emang ditambahin aja kapasitas mereka dalam cerita, biar tambah rame hohoho…

      Sabar menunggu ya kamu 😀

  2. Huaaaa makin complicated trus itu covernya knp kaya jadi kyu ya yg peran utamanya jd bingung sebenernya peran si kyu disini selain sebagai sahabat ada peran lain kah?

  3. woooaa nngunya lumutan 😉 tp sneeng jg uda d post akhirnya …. sllu d tnggu lnjutannya 😀

  4. cieee kyuhyun perhatian banget.. dan akhirnya diceritakan juga hehehe apa reaksi kyuhyun yaa dan minho ya kau hebat bisa membuat kyuhyun frustasi wkwkwk..lalu apa keputusan raya pada akhirnya yaa .. aku penasaran kekekeke

  5. Persahabatan mereka bikin ngiri aja, sering berantem tapi itu tandanya saling perhatian~~ tapi kasian juga si Kyu memendam perasaan sma Raya :3
    Dan akhirnya si Kyu tau Raya punya hubungan sma Minho >…< aduh penasaran gmna reaksi si Kyu nanti setelah Raya ceritain semua tentang hubungannya sma Minho.. next part ditunggu kak~~^^ 👍

  6. Kenapa tiba-tiba Kyuhyun? Eonni, udah pening lihat Raya dikelilingin serta punya hubungan dengan triple Choi, ini ditambah Cho lagi?
    Tapi gapapa, makin grewegeeeeeeet..

    Tunggu,

    Kyuhyun belum tahu hubungan Minho-Raya? Jinjja?

    ps: sikap malas kadangan bikin bete ya eon? sini deh saya semangatinn . Fighting!! ❤

    • biar tambah rumit dah kisahnya si Raya, aku masukin semua cast cowo yang ada di cerita ini 😛

      MAKASIH SEMANGATNYAAAA XD

  7. Akhirnya bertambah 1 orang lg yang mengetahui hbngan gelap raya n minho. Apa ya yg akan dilakukan kyu stlh mengetahui hbgn itu dr mulut raya sendiri??????

  8. Woow…….. Benar2 menegangkan!!
    Akhirmya raya mau mengakui hubungan gelapnya dgn minho ke kyuhyun. Tapi semoga aja kyu gak menyalahkan raya, karena raya selingkuhkan gara2 siwon yg selingkuh duluan dari raya….

  9. Saolloh….
    TBC-nya Gg pas Kak….
    HuWaaa….
    Menyebalkan!!!?!

    Raya Kog ngomong am Kyuhyun, pasti Kyuhyun Cemburu klw Raya Menjalin Hubngan dgn MinHo dblakang Siwon, paN Kyuhyun diam2 Sukak am RaYa….
    AAAAA….
    Klw bisa itu Raya bisa ngelupain Minho, dan bner2 menta hatinya Buat Siwon seorang, klw bisa ceptan dah Kawin, Biar Tak terpisahkan Lg Kak…

  10. wktu raya crita ma kyu, akhirnya nnti kyu tau deh kl pnyebab raya slingkuh gra2 udh tau siwon slingkuh dluan…
    siwon jngan menye2 dong..yg tegas dong..
    author bkin siwon gentle dong siwon akhirnya tau n dia jga ngrasa brsalah n ngerasa gk pntes buat raya.. bkin mereka break dlu ja 1 or 2 thun buat mstiin prsaan mreka…
    raya dengan perasaannya k minho n siwon dengan sgala ksalahnnya
    bkin siwon jadi sosok yg dingin n workholic kl perlu, buat nglupain rsa bersalahnya…
    nnti mereka ktmu deh..slnjutnya gmn author ja 😀

    • eh ya ampuuuunnnnnn XD
      kenapa kamu jadi ngebocorin draft akuuu????
      ini kenapa bisa hampir mirip coba apa yang terjadi kedepannya –?

  11. Geregetan sama Raya.
    Siapa si yg sebenernya pilih siapa si siwon/minho?ko aku liat Raya ga tegas si ngambil keputusan buat hubungannya.
    Arrrggghh aku bacanya geregetan kaka sama Raya ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s