Remember Me (?)


remember me

 

 

***

“Pusing?”

 

“Hm” jawab Siwon sambil menutup wajahnya dengan lengan kanan, menyingkirkan rasa sakit tiba-tiba yang akhir ini sering menyerang kepalanya.

 

“Pejamkan matamu, dan cobalah untuk tidur” saran Raya pelan sambil membelai lembut kepala Siwon yang terbaring di atas pangkuannya.

 

Tak ada jawaban dari mulut Siwon, dia mengikuti saran dari sang kekasih, memejamkan mata dan mencoba mengistirahatkan pikirannya, tapi ternyata itu tak berhasil, yang ada kepalanya justru tambah sakit dan semakin banyak bermunculan gambaran-gambaran singkat abstrak di pikirannya. Mobil melaju kencang, berlari, teriakkan, seorang wanita, seorang wanita, seorang wanita.

 

“Akh”

 

Erangan kesakitan yang keluar dari mulut Siwon membuat Raya bertambah khawatir, pasalnya setelah setahun lebih sejak kecelakaan yang Siwon alami dia tak pernah mengeluhkan sakit dikepalanya, “apakah sangat sakit? Butuh ibuprofen? Atau perlu aku menghubungi Jungsoo Oppa?” Cerca Raya panik.

 

“Tak perlu, jangan lakukan apapun. Tenanglah, aku hanya butuh kau” jawab Siwon pelan sambil menahan tangan Raya untuk tetap membelai kepalanya.

 

Jujur saja Raya merasa sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Siwon, dokter pribadi Siwon, Park Jungsoo selalu berpesan pada Raya untuk tak membiarkan Siwon terlalu lelah dan banyak pikiran karena itu bisa berakibat cukup buruk pada kesehatan Siwon.

 

“Apakah benar kau tak perlu apapun?” Tanya Raya masih diselimuti rasa cemas.

 

“Iya, benar”

 

“Sekarang apa yang kau rasakan?”

 

“Hanya sedikit sakit dikepalaku”

 

“Sedikit?”

 

“Iya Sayang, hanya sedikit sakit” ulang Siwon pelan meyakinkan.

 

“Lalu apalagi?”

 

“Apa?” Tanya Siwon tak mengerti.

 

“Apalagi yang kau rasakan?” Desak Raya dengan nada penuh kecemasan.

 

Siwon yang paham betul sifat keras Raya yang tak akan menyerah begitu saja sebelum mendapat jawaban yang dia inginkan, menarik nafasnya dalam sebelum menjawab, “sebenarnya saat ini ada beberapa bayangan kejadian yang berkelebat di kepalaku”

 

“Bayangan kejadian?” Raya terkejut.

 

“Seperti kilasan beberapa peristiwa”

 

Mata Raya membesar dari biasanya, “mungkin saja itu kilasan masa lalumu, bayangan kejadian dari masa lalu yang kau lupakan” duga Raya yang kini terdengar antusias.

 

“Mungkin, aku tak bisa memastikan, semuanya terasa samar”

 

Jawaban Siwon membuat Raya berpikir, mungkin saja itu benar potongan kisah masa lalu yang Siwon lupakan, setelah mengalami kecelakaan lebih dari satu tahun lalu dan koma selama hampir tiga minggu, Siwon terbangun dengan kondisi kehilangan semua ingatan masa lalunya, sepertinya Raya harus segera mendiskusikan ini dengan dokter pribadi Siwon, memastikan kemungkinan ingatan Siwon kembali secara penuh setelah sebelumnya Siwon divonis sangat tak mungkin untuk kembali memiliki memori masa lalunya.

 

“Apakah kau sering mendapat kilasan tentang masa lalu mu?”

 

“Sewaktu kita masih di Swiss tak pernah sama sekali, tapi kilasan itu mulai muncul justru ketika kita kembali ke Seoul dan mulai sering muncul dan terasa mengganggu sejak aku bekerja di tempat Sungmin Hyung”

 

Rasa kaget kembali menyelimuti Raya, “Kenapa kau tak pernah menceritakan padaku sebelumnya?” Tanya Raya panik mendengar jika ini bukan pertama Siwon mendapat gambaran potongan masa lalunya.

 

“Aku tak ingin membuatmu cemas, kupikir ini karena aku terlalu banyak pikiran karena pekerjaan” hibur Siwon sambil membelai lembut wajah Raya dengan punggung jarinya, posisi Siwon yang masih berbaring di atas pangkuan Raya memudahkan Siwon menenangkan wanitanya dengan cara seperti itu.

 

“Tetap saja aku khawatir” ucap Raya cemberut.

 

“Aku tau, karena itu aku tak memberi taumu, aku tak ingin kau terlalu mengkhawatirkanku” karena aku juga sebenarnya merasa sangat khawatir dengan semua yang terjadi pada diriku, lanjut Siwon dalam hati.

 

——

 

“Aku jadi berpikir, mungkin saja kau dulu memiliki seorang wanita yang sangat kau cintai, kau memiliki seorang belahan jiwa, atau bisa jadi ternyata kau sudah menikah dan memiliki seorang anak” Raya menghentikan ucapannya sambil meletakkan garpu yang sejak tadi ia pegang, “atau jangan-jangan ternyata kau seorang gay!”

 

Uhuk.. Uhuk..

 

“Hya, bisakah kau makan dengan tenang!” rutuk Junho sebal kemudian menenggak habis air minumnya setelah tadi terbatuk mendengar hipotesa ngawur dari Kim Raya, sementara Siwon justru hanya menampakkan senyum miringnya mendengar rentetan ucapan sang kekasih.

 

“Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan, hm?” Tanya Siwon diselimuti nada geli dalam ucapannya.

 

“Tidak ada, hanya menduga-duga” Raya melanjutkan makan siangnya, terlihat kembali tak acuh dengan topik yang tadi dia angkat sendiri.

 

Sambil mengelap sudut bibirnya dengan lap makan, Siwon memiringkan tubuhnya menatap Raya, “apapun yang terjadi di masa lalu denganku, kau tetap satu-satunya wanita yang aku cintai, berhentilah merasa khawatir” Siwon menutup kalimat tulusnya dengan sebuah kecupan dalam pada kening Raya, kemudian dia berlalu meninggalkan ruang makan menuju ruang kerjanya, meninggalkan Raya yang justru memandangnya dengan sebuah senyuman getir, ‘ucapanmu justru membuatku semakin khawatir’ sendu Raya dalam hati.

 

“Hey, apa yang sebenarnya mengganggumu, hm?” Tanya Lee Junho bingung yang tadi sempat terlupakan keberadaannya di ruang makan apartment Raya.

 

Raya menoleh menatap wajah sahabatnya yang diselimuti rasa peduli yang terlihat jelas. Dengan jahil, Raya mengubah mimik wajahnya menjadi lebih serius, kemudian seolah-olah ingin memastikan jika Siwon tak akan mendengar ucapannya, Raya mendekatkan wajahnya ke arah Junho, berucap dengan berbisik, “sepertinya Siwon benar seorang Gay” Ucap Raya dengan cengiran tanpa dosa yang justru membuat Junho ingin memukul kepalanya.

 

“Bodoh!”

 

Mendengar makian Junho ternyata mampu membuat Raya melanjutkan makannya dengan perasaan lebih ringan, walau tetap saja perasaan khawatir masih menyelimuti Raya untuk alasan yang tidak jelas.

 

—-

 

“Selama ini aku diam bukan berarti aku tak tau” Raya berusaha mati-matian menahan airmata yang mendesak keluar, “Aku sedang menunggu kapan kau akan jujur padaku”

 

“Aku memberimu banyak kesempatan, aku tau ingatanmu sudah kembali, aku pun tau kau sering bertemu dengan wanita itu. Tapi lagi-lagi, aku mencoba bersabar dan terus menunggu kapan kau akan jujur padaku, tapi apa yang aku dapat, kau justru menguji kesabaranku. Ini sudah melewati batas Siwon-ah, kau sudah melewati batas.”

 

“Aku terus membiarkanmu agar kau bisa mengambil sikap, tapi kau justru terlena dalam kesempatan yang ku berikan, kau justru membuatnya seolah-olah akulah orang ketiganya disini, akulah wanita pengganggunya.”

 

“Kau keterlaluan Choi Siwon” lirih Raya pelan dengan penekanan di setiap katanya, “Saat ini aku tak akan meminta kau memilih antara aku atau dirinya. Jelas-jelas disini akulah yang tak diharapkan” dengan kesesakkan tertahan Raya melepaskan kata terakhirnya, “aku pergi, terimakasih untuk semuanya”

 

 

****

 

 

 

 

 

 

 

Huaaa…. Ini apa XD entahlah… tadi tuh saya sebenernya lagi ngelanjutin ‘Make Up’ part 3 yang tinggal dikit lagi, pas ngetik adegan Donghae malah tiba-tiba muncul ide ini 😛 sayang aja kalo ga ditulis, eh pas ditulis malah dapet 1000 kata, lebih-lebih dari drabble dan pengen aja gitu aku share XD anggap ajalah ini iseng-iseng 😛

20 thoughts on “Remember Me (?)

  1. Iseng2 Mah…
    Tapi aKu mauny di Kasih Sequel, tangGung soalny Kak…
    Pengen dnger jwabaNny Siwon stlah Raya tau tntang penghiantanNy Mas Siwon…

  2. sequel sequel… blm knalan y ak via ikut nimbrung. baru nemu blog siwon diantara blog2 ber cast kyuhyun. buat sekuelnya dong biar siwon bingung diantra cwe yg slalu cnt dan menantinya ato yg merawatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s