Trapped in Choi’s Charm (chapter 16)


Trap 16

 

 

AN       : Jumpa lagi *sambil nyanyi/ketauan banget tuanya/pasti ga ada yang ngerti/plakk/ apaan sih :3 ya sudahlah selamat membaca ya, oh iya, ini belum sempet saya edit dan baca lagi /sebenernya lagi males ngedit dan baca lagi hehehe 😛 / jadi kalo aneh, bikin mual dan pusing, harap maklum ya :3 maaf juga untuk typo yang pastinya bertebaran :3 selamat menikmati :3

 

 

 

***

 

 

 

#Previous Chapt

 

“bukankah kau tadi ingin menjelaskan hal yang membuatku salah paham??!! Kenapa sekarang kau malah mengelak??!!! Apa kau tak punya jawaban yang cukup masuk akal untuk kau jelaskan padaku mengapa kau bisa makan siang bersama mantan kekasihmu selain jika kalian bermain api dibelakangku HAH??!!!”

“CHOI SIWON!!! cukup!! kau bertanya bagaimana aku bisa makan siang bersama Choi Seunghyun kan?! bagaimana jika sekarang pertanyaannya aku balik! bagaimana kau bisa makan siang bersama Nam Auri??!!”

“Nam Auri adalah salah satu mitra bisnisku, apa salah jika aku makan siang bersama mitra bisnisku sendiri, hah?!”

“HAHH… mitra bisnis!!! istilah yang kau gunakan benar-benar membuatku muak!! aku tak ingin bicara apapun saat ini denganmu! aku harus segera menemui ibumu sekarang, beliau sudah menungguku untuk memilih gaun pengantin”

“gaun pengantin?!! saat ini bahkan aku jadi ragu untuk menikah denganmu!!”

***

 

 

 

We Need Time…

 

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

 

PRAKKK…

Siwon meletakkan secara kasar ipad yang sejak tadi menjadi fokusnya ke atas meja, membuat pria yang duduk dihadapannya mengangkat wajah kemudian menatap dirinya bingung, “Waeyo?”

“aku tak bisa berpikir, kau lanjutkan saja sendiri.” jawab Siwon asal sambil bangkit dari duduknya, kemudian dia mengambil langkah mendekati jendela besar yang berada di sisi barat ruang kerjanya, memposisikan diri menghadap jalanan lengang pusat bisinis Teheran sekaligus membiarkan dirinya terkena hangat sinar redup matahari awal musim dingin yang sudah semakin condong ke barat.

“dua jam lagi teleconference dengan Peru akan dimulai, kau harus mempelajari semua laporan-laporan itu Choi Sajang” ucap pria yang sejak tadi duduk dihadapan Siwon, Lee Donghae, memperingatkan.

“aku tau,” helaan nafas lelah keluar dari mulut Siwon, “tapi aku benar-benar sedang tidak bisa berpikir saat ini,” Siwon menarik nafasnya dalam-dalam, “bisa kau re-schedul teleconference-nya?” pinta Siwon sambil menatap sang personal assistant penuh harap dengan arah tubuhnya tetap tertuju pada pemandangan distrik Gangnam dari lantai 20 Choi Tower.

“dari catatan yang ada padaku, kau sudah tiga kali mere-schedulnya, sangat tak mungkin untuk kembali mere-schedulnya, Sajangnim.” penuturan Donghae barusan semakin membuat Siwon memandangnya penuh rasa frustasi.

Donghae yang mengerti ada hal yang tengah mengganggu pikiran atasan sekaligus sahabatnya ini menghembuskan nafasnya, menyerah, “baiklah, aku akan membiarkan kau sendirian selama 1 jam kedepan, setelahnya aku akan kembali untuk mempersiapkan semuanya” tutur Donghae sekaligus undur diri.

“terimakasih”

Sepeninggal Donghae, Siwon berjalan menuju sofa set yang berada di sebelah timur ruangannya, sambil berjalan dia menanggalkan atasan Valentino suit yang dia kenakan, kemudian membuka serta kancing lengan eton putihnya, yang terakhir siwon sedikit melonggarkan ikatan dasi yang sejak tadi terasa begitu mencekik leher.

Setelah dirasa cukup nyaman, Siwon membaringkan dirinya pada sofa yang berukuran paling panjang, merebahkan diri dengan berbantalkan lengan sambil berusaha melepas segala penat yang begitu menyiksanya seharian ini.

Dengan berbaring, Siwon mensugestikan dirinya untuk lebih rileks sambil memandang bola-bola cristal hiasan lampu yang menggantung dilangit ruangannya. Bola-bola itu memantulkan spectrum pelangi yang sangat indah karena terkena sinar matahari yang semakin condong ke barat, entah mengapa memandangi pantulan warna-warni yang tercipta dari bola-bola cristal tersebut benar-benar mampu membuat Siwon merasa lebih nyaman.

Lama-kelamaan pandangan Siwon semakin menerawang, pikiran pria itu berkelana pada sosok wanita yang kini dia sadari telah dia sakiti karena ucapan tanpa berpikirnya kemarin siang, dan dia benar-benar mengutuk dirinya sendiri yang telah mengeluarkan kalimat penuh keraguan pada wanita yang sangat dia cintai.

Siwon sendiri tak mengerti, kemarin dia betul-betul lepas kendali karena dikuasai oleh emosi. Choi Siwon yang biasanya mampu berpikir jernih entah kenapa kehilangan kendali emosinya. Tapi jika di telisik, pria mana yang tak akan marah dan dikuasai emosi jika melihat wanita yang dia cintai menghabiskan waktu dengan bahagia bersama mantan kekasihnya. Pria mana yang tak akan terluka egonya, ketika melihat wanitanya bermesraan dengan pria lain, ditambah jika mengingat wanitanya dan pria itu punya masa lalu yang tak akan mudah dilupakan begitu saja, dilihat dari sudut manapun, itu sudah menjadi cukup alasan untuk Siwon melampiaskan amarahnya bukan?

Apa yang dilakukan Siwon kemarin sebenarnya adalah sebuah pelampiasan dari rasa takutnya. Saat ini dia benar-benar sangat mencintai Raya, dia takut akan kehilangan wanita itu. Kehadiran kembali Choi Seunghyun sudah merupakan sebuah ancaman bagi hubungan asmaranya, dan kemarin tunangannya dan pria itu justru menunjukkan kedekatan yang ternyata masih terjalin dengan baik diantara mereka, hal itu benar-benar membuat Siwon kehilangan akal untuk bertindak.

Tapi dari semua itu, hal yang paling dia sesali adalah ketika kalimat keraguan meluncur tajam dari bibirnya. Kalimat yang dengan lancangnya pasti telah menorehkan sebuah luka dihati wanitanya, dan ketika mengingat itu perasaan bersalah selalu menguasai Siwon.

Siwon tak pernah ingin menyakiti wanita yang dia cintai, tapi mengingat kembali ucapan tajam yang dia lontarkan kemarin, jantungnya terasa jatuh kedasar perut, hatinya mencelos. Raya pasti sangat terluka karena ucapannya, sejak semalam hingga detik ini wanita itu bahkan tak menghubunginya sama sekali. Dan dia pun tak berani untuk lebih dulu menghubungi wanitanya.

Siwon mengenal dirinya dengan baik, saat ini emosinya masih belum cukup stabil untuk berbicara dengan Raya, dia masih belum bisa berpikir jernih ketika bayangan Raya dan Seunghyun yang tertawa bahagia kembali melintas dalam pikirannya, dia takut ketika dia menghubungi Raya yang terjadi justru mereka akan kembali bertengkar. Siwon membutuhkan sedikit waktu untuk mendamaikan hati dan pikirannya.

Saat ini, suara-suara berisik benar-benar memenuhi kepala Siwon, perasaan terdalam dan pemikiran rasionalnya sedang beradu argument. Harga dirinya sebagai seorang pria yang memergoki tunangannya dengan pria lain memang terluka, tapi hati terdalam Siwon juga ikut sakit ketika mengingat kembali tatapan diselimuti luka yang diberikan Raya kemarin siang, semuanya membuat kepala Siwon serasa mau meledak.

Klek.

“HYA!!”

Brakk.

Siwon yang kaget karena seseorang datang keruangannya tanpa permisi kemudian membanting pintu dengan kasar, langsung terbangun dari posisi berbaringnya.

“Apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu?! Apa kau gila, eo?!” kedatangan tiba-tiba Cho Kyuhyun dikantornya, membuat Siwon refleks menutup wajah frustasi.

“apa lagi?” tanya Siwon lelah.

“aku langsung meninggalkan Incheon siang ini dan datang ke Seoul hanya untuk melihat wajah sok berkuasamu itu!!”

“apa maksudmu Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun meletakkan secara kasar sebuah berkas yang dia bawa ke atas meja tepat dihadapan sofa yang diduduki Siwon. “dokumen itu sampai ditanganku tadi pagi! apa yang sebenarnya terjadi dengan proyek di Ulsan?!” tanya Kyuhun kesal. Dia benar-benar kesal dengan keputusan sepihak yang diambil Siwon mengenai pekerjaannya, saking kesalnya, dia bahkan menghilangkan sopan santunnya dan sama sekali tak mempedulikan posisinya yang masih bawahan Choi Siwon.

Siwon yang sudah tau isi dari berkas yang dibawa Kyuhyun, hanya mampu memandang datar pria itu melampiaskan amarahnya.

“kenapa kau mengirim Minho ke Shanghai dan menunjukku sebagai penanggung jawab baru di Ulsan?! kau taukan proyek di Songdo bahkan baru akan selesai pertengahan tahun depan, kau ingin membunuhku, eo?!!” cerca Kyuhyun butuh penjelasan.

Saat ini, Choi Group tergabung dalam pembangunan Songdo International business district, yaitu a new smart city yang terletak di wilayah selatan Songdo, Incheon. Songdo International business district is the largest private real estate development in history, dan pembangunan district ini akan selesai pada pertengahan tahun 2015 nanti, oleh sebab itu hal ini mengharuskan Cho Kyuhyun sebagai perwakilan sekaligus penanggung jawab dari pihak Choi Group untuk selalu berada di Incheon.

Sedangkan proyek resort di Ulsan, yang merupakan proyek besar kerja sama Choi Group dan Mobile Price Group Korea pimpinan Choi Seunghyun merupakan tanggung jawab Choi Minho. Tapi karena Minho mengambil keputusan sepihak untuk bergabung dengan Choi Group di Shanghai menggantikan posisi kosong yang semula ditempati Lee Donghae, menyebabkan proyek Ulsan kehilangan penanggung jawab dan membuat Siwon mengambil langkah terbaik menurutnya dengan menggeser pekerjaan Cho Kyuhyun, tentu saja tanpa persetujuan pria itu.

“Songdo Smart City akan selesai pertengahan tahun inikan? Kalau begitu kau bisa menunjuk seseorang dari departmentmu untuk melanjutkan pengawasan tahap akhir disana, kemudian kau bisa memfokuskan perhatian dan tenagamu pada proyek di Ulsan.” Ringan Siwon memberi solusi.

“HYA!!! Kau pikir aku mesin pekerjamu, Eo?!! Panggil saja Minho kembali ke Seoul!!”

“Aishhh!! Berhentilah berteriak! kau semakin membuat kepalaku serasa akan meledak!” balas Siwon garang sambil menatap kesal Kyuhyun yang sejak tadi tak berhenti menyalahkannya, “bukan aku yang mengirim Minho ke Shanghai, dia sendiri yang memutuskan untuk bergabung dengan Shanghai! dia bahkan tak menemui ataupun menghubungiku sebelum dia pergi ke sana!”

“mwo?! Minho sendiri yang memutuskan??” Kyuhyun bertanya bingung, “Mana mungkin?! Itu tak masuk akal! Sejak awal, Minho begitu antusias dengan proyek pertamanya di Ulsan ini, dia bahkan merancang semuanya sendirian. Hanya dia yang mengerti semua konsepnya, dia yang memegang kendali penuh proyek di Ulsan, aku hanya membantunya dalam me-lobby, mana mungkin dia meninggalkan proyek pertamanya begitu saja?!” tanya Kyuhyun tak percaya dengan alasan yang diberikan Siwon.

Sebelum menjawab Siwon kembali menghembuskan nafas lelahnya, “aku sendiri tak mengerti Kyuhyun-ah, sampai detik ini aku belum mendapat kejelasan apapun darinya. Minho hanya mengatakannya pada Jungsoo Hyung, Jungsoo Hyung bilang Minho berangkat kemarin siang, tapi hingga saat ini pihak Shanghai bahkan belum mengkonfirmasi kedatangannya. Aku tak tau saat ini dia ada dimana, aku benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya berandal kecil itu inginkan!!” Siwon memijat pelipisnya, mengusir pening yang semakin menguasai, belum selesai masalahnya dengan sang tunangan, kini sang adik sepupu ikut menambah panjang daftar masalahnya.

“Sudah kuduga. Sejak awal alasannya ingin masuk ke perusahaan pasti hanya untuk sekedar main-main, adikmu itu memang senang membuat masalah!” balas Kyuhyun ikut melampiaskan rasa kesal karena semua pekerjaannya ikut berantakan.

“entahlah Kyu-ya, sampai detik ini aku bahkan belum bisa menghubunginya, aku mulai khawatir”

“kau sudah menghubungi Jenewa? Mungkin dia ada disana.” Saran Kyuhyun mencoba menebak keberadaan Minho.

“kalaupun dia ingin bermain-main, dia tak mungkin kembali ke Jenewa karena ayahnya pasti akan membunuhnya”

“coba hubungi saja salah satu temannya” saran Kyuhyun lagi.

“Menurutmu! walaupun jika benar Minho bersama mereka, apakah mereka akan memberitahuku keberadaanya?! Kau lupa jika mereka adalah sekelompok pembuat masalah?!” tutur Siwon yang jadi semakin kesal entah karena alasan apa.

“tapi setidaknya, kau tau keberadaan Choi Minho! Tak ada salahnya mencoba” ucap Kyuhyun sambil mendudukan diri disofa yang bersikuan dengan Siwon. Kyuhyun paham betul kelakuan Minho dan para sahabatnya yang sering membuat ulah kemudian melarikan diri bersama dan akan kembali dengan wajah tanpa dosa ketika masalah yang mereka buat sudah selesai.

Tok… Tok… Tok…

“masuk!”

“maaf mengganggumu Sajangnim”

“kali ini apalagi Donghae-ya??!” Siwon bertanya kesal pada pria yang dengan terburu memasuki ruangannya, “kau bilang akan membiarkanku sendirian selama satu jam, ini bahkan belum tiga puluh menit.” protes Siwon tak sabar.

“maafkan saya Sajangnim, saya baru mendapat kabar dari Shanghai. Tuan Hwang sudah mengecek semua daftar penumpang penerbangan dari Seoul ke Shanghai hingga esok hari, tapi beliau tidak menemukan nama Choi Minho ada dalam salah satu daftar tersebut”

“Ya Tuhan” Siwon memejamkan matanya penuh rasa frustasi setelah mendengar penjelasan personal assistannya, “sebenarnya pergi kemana bocah tengik itu? kenapa dia senang sekali membuatku sakit kepala”

“mereka sudah mengecek listnya dengan nama barat Choi Minho?” Kyuhyun ikut bertanya.

“Sudah. Hasilnya tetap nihil.” Jawab Donghae sambil menggeleng pelan.

Siwon menatap tajam personal assistantnya, “suruh orang untuk mencari tau keberadaan Minho! periksa semua catatan transaksi terakhir yang dia lakukan!” perintah Siwon tegas, “satu lagi, perintahkan juga seseorang untuk diam-diam mengecek kemungkinan keberadaannya di Jenewa, untuk saat ini jangan sampai paman tau jika anaknya tidak ada di Seoul, aku tak ingin Minho mendapat masalah dari ayahnya.” Siwon memfokuskan pandangannya ke satu titik, “entah kenapa saat ini aku merasa begitu khawatir dengan anak itu” Siwon merasa ada sesuatu yang tidak beres, ini tak seperti biasa cara Minho melarikan diri, tingkah aneh Minho beberapa hari kebelakang semakin menguatkan dugaan Siwon bahwa anak itu sedang dirundung masalah.

Disaat yang sama, Kyuhyun dan Donghae menatap lurus Choi Siwon. Mereka cukup mengerti kekhawatiran pria itu terhadap adik sepupunya. Walaupun Minho sering merepotkan Siwon dan membuat kesal karena ulahnya yang tanpa berpikir dan merugikan orang lain, Minho tetaplah satu-satunya saudara yang Siwon miliki.

“ah iya, satu lagi” ucapan tiba-tiba Donghae membuat Siwon dan Kyuhyun menatap pria itu bersamaan, “tadi ibumu menelepon, beliau kesulitan menghubungimu, beliau juga kesulitan menghubungi tunanganmu sejak kemarin, kata beliau, kemarin Raya bahkan tak datang untuk memilih gaun pengantin. Beliau bertanya, apa terjadi masalah? apa kalian sedang bertengkar?”

“Aishh…” Siwon menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan, kemudian dia menghembuskan nafas keras-keras melalui sela-sela jemari besarnya, kenapa sekarang ibunya seolah-olah menjadi cenayang karena menebak tepat hal yang sedang terjadi.

“Apa kalian sedang bertengkar?!” pertanyaan sama kini justru terlontar dari mulut Cho Kyuhyun dengan nada yang sangat tajam.

“Bukan urusanmu!”

Tawa ringan meremehkan justru keluar dari mulut Kyuhyun mendengar jawaban Siwon yang tak kalah tajam, “Apa ini karena Nam Auri?!”

Lagi-lagi pertanyaan tiba-tiba dan menyudutkan keluar dari mulut Kyuhyun, Siwon yang mendengar pertanyaan tak terduga dari Kyuhyun langsung menatap kesal pria itu. Sementara Donghae yang merasa ini bukan ranahnya untuk ikut campur, memutuskan untuk keluar tanpa suara dari ruangan atasannya, membiarkan dua sahabat itu berbicara serius dengan sebelumnya memastikan bahwa tak ada benda tajam apapun disekitar mereka, karena saat ini Donghae merasakan tiba-tiba aura membunuh menyelimuti keduanya. Setidaknya Donghae bisa merasa tenang dan cukup aman meninggalkan mereka berdua tanpa khawatir mereka akan saling melukai satu sama lain. Ya, Donghae memang berlebihan.

“Ini tak ada sangkut pautnya dengan wanita itu.” balas Siwon dingin.

“Kau ingat janjimu padaku setahun lalu kan, Choi Siwon-ssi?!”

“Sudah Ku bilang ini tak ada sangkut pautnya dengan dia, Kyuhyun-ssi!”

“Kau yakin?!” Kyuhyun masih menatap tajam Siwon, “lantas kenapa dia ada di Seoul saat ini? Kenapa kau memperpanjang kontraknya?!”

Siwon menghembuskan nafas lelahnya keras-keras, pandangan muaknya tertuju lurus pada mata tajam Kyuhyun, “sudah berapa kali aku bilang padamu! Saat ini hubunganku dengan wanita itu Hanya. Hubungan. Bisnis!” Siwon menekan setiap kata diakhir kalimatnya.

“itu juga alasan yang kau katakan padaku saat aku memergoki kalian berdua mengkhianati sahabatku di Tokyo satu tahun lalu.” Balas Kyuhyun datar.

“itu semua sudah lama berakhir, Kyuhyun-ah!” jelas saja Siwon merasa tak terima mendapat tuduhan dari pria yang juga mengetahui tingkah brengseknya setahun lalu, saat ini Siwon sudah berubah, sudah benar-benar berubah, dia hanya mencintai seorang Kim Raya.

Pandangan menilai Kyuhyun kini tertuju pada wajah Siwon sepenuhnya, mencari kebenaran akan kata-kata yang dilontarkan tunangan sahabatnya itu, “tak akan ada yang pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya Siwon-ah, selama kau masih membiarkan kesempatan itu ada disekitarmu.”

“aku sudah berubah, Kyuhyun-ah” bela Siwon lelah.

“aku tau, tapi Nam Auri tak akan pernah berubah” ada jeda sesaat, “kau pria, akupun seorang pria. Kau pasti paham maksudku.”

Siwon tertegun mengerti maksud Kyuhyun. Bagaimana pun dia hanya seorang pria normal, tahun lalu dia sudah cukup bodoh karena terjebak pada pesona sesaat yang di suguhkan wanita berdarah campuran Korea-Jepang itu, dia masuk dalam perangkap gejolak muda yang muncul dalam dirinya sendiri.

Tapi itu dulu, ketika Siwon masih senang bermain-main menikmati masa mudanya. Saat ini, Siwon sudah cukup dewasa, dia menjalin hubungan dengan Raya bukan lagi untuk sekedar hubungan percintaan biasa, dia memiliki rencana matang untuk merajut masa depan dengan satu-satunya wanita yang mengisi relung hatinya, bukankah sudah dibilang sejak awal jika Siwon sudah benar-benar berubah.

“apakah menurutmu Raya tak pernah mengetahui perselingkuhan yang pernah kau lakukan?”

Pertanyaan tiba-tiba Kyuhyun kembali menyentakkan Siwon, “tidak, dia tidak pernah tau, dan dia tak boleh tau!” tegas Siwon dengan nada tak suka.

“kenapa? Apakah kau tak pernah berniat untuk meminta maaf padanya akan kesalahan yang pernah kau lakukan itu?”

“bukan begitu” entah kenapa perasaan dingin karena rasa takut tiba-tiba saja melingkupi Choi Siwon, “kalau dia tau, dia pasti akan meninggalkanku” tutur Siwon mulai sendu, “aku tak ingin dia meninggalkanku, aku sangat mencintainya”

Kyuhyun dapat melihat dengan jelas kekhawatiran yang terpancar dari sorot mata Siwon, tak bisa Kyuhyun pungkiri jika Siwon sudah berubah dan benar-benar mencintai sahabatnya. “kau tak perlu mendeklarasikan rasa cintamu berulang kali dihadapanku” balas Kyuhyun berpura-pura muak dengan penuturan perasaan Siwon, “Buktikan saja semua yang kau katakan. Karena jika sampai kau kembali menyakiti dan mengkhianatinya, akan kupastikan bukan Heechul Hyung lagi yang bertindak, tapi aku! Aku bahkan tak akan membiarkan kau memiliki kesempatan untuk meminta maaf kepada Raya, karena sebelum dia benar-benar mengetahui apa yang kembali kau lakukan, aku akan membunuhmu lebih dulu.” ancaman dari Kyuhyun terdengar tak main-main, sama sekali tak ada keraguan yang terpancar dari pandangan dingin menusuknya, Siwon bahkan merasakan aura dingin mengerikan yang tiba-tiba muncul disekitarnya, bukan karena dia takut karena ancaman yang dilontarkan Kyuhyun, bukan, tapi karena semua kesungguhan yang terpancar jelas dari setiap kata yang keluar dari mulut pria itu.

Karena sebenarnya, sebagai seorang pria Siwon sangat tau. Cho Kyuhyun, pria yang berstatus sebagai sahabat sedari kecil tunangannya ini, juga memiliki perasaan terpendam pada wanitanya, Kim Raya.

“Seekor keledai bahkan tak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya, Kyuhyun-ah”

Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban penuh arti pria yang bersikuan dengannya. Untuk saat ini, Kyuhyun cukup yakin bila Siwon sangat mencintai sahabatnya dan tak akan lagi mengkhianati sahabat terkasihnya itu. Tapi sekali lagi, Kyuhyun juga tak pernah tau apa yang akan terjadi dimasa depankan? Siwon juga seorang manusia biasa, bila sampai Siwon mengingkari sendiri kata-katanya, tanpa keraguan sedikit pun Kyuhyun akan membalas setiap luka yang ditorehkan Siwon pada Raya, dan dia akan membuktikkan ancamannya barusan.

“kalau begitu, kenapa kalian bertengkar?” tanya Kyuhyun kali ini dengan nada yang kembali ringan.

“sudah ku bilangkan, ini bukan urusanmu!”

“ayolah, ceritakan semuanya padaku, mungkin aku bisa membantu” desak Kyuhyun dipenuhi rasa penasaran yang menimbulkan guratan tak yakin diwajah Choi Siwon, “tapi jika kau tak ingin menceritakannya, aku bisa bertanya langsung pada Raya” lanjut Kyuhyun sambil bersandar santai pada sandaran sofa dibelakang tubuhnya.

Mendengar apa yang akan dilakukan Kyuhyun entah kenapa membuat Siwon menghembuskan nafasnya keras, Kyuhyun benar-benar menyebalkan, dia terdengar seperti wanita yang senang bergosip. Sambil ikut menyandarkan tubuh, Siwon mulai membuka mulutnya, “Choi Seunghyun”

“mwo?” sebuah nama yang diucapkan Siwon justru membuat Kyuhyun bingung.

“kemarin aku melihat Raya dan mantan kekasihnya itu makan siang bersama.”

“lalu?”

Siwon menatap Kyuhyun dengan pandangan ‘apa maksudmu dengan lalu?!’. “Mereka makan siang bersama, Kyuhyun-ah!” ulang Siwon sebal karena Kyuhyun tak langsung menangkap maksudnya.

“hanya karena makan siang bersama???”

Siwon mengalihkan wajahnya jengah mendengar kata ‘Hanya’ terlontar dari mulut Cho Kyuhyun, “Mereka makan siang bersama! Tertawa bersama! Mereka bahkan berpegangan tangan! Choi Seunghyun, laki-laki itu bahkan membelai wajah tunanganku!! Mereka berdua melakukan semuanya dibelakangku!!” tutur Siwon dengan setiap kata yang bisa dibilang penuh emosi dan berselimut kekesalan.

“hanya itu?”

“HYA!! APA MAKSUDMU HANYA ITU, HAH??!!”

“Aishh! kau punya hobi baru berteriak ditelinga ya?!” gerutu Kyuhyun sebal sambil menutup buka lubang telinganya, memastikan bahwa kondisi telinganya masih baik-baik saja setelah mendapat serangan suara delapan oktaf Choi Siwon.

“memangnya apa yang salah dengan semua itu?” tanya Kyuhyun santai.

“apa yang salah katamu?!” mata Siwon membulat tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut pria yang katanya genius ini. Siwon benar-benar tak paham apa yang ada di otak pria ini, dengan ringan Kyuhyun bertanya apa yang salah dari semua yang terjadi. Apa dia lupa jika dua orang yang tengah mereka bicarakan ini pernah saling mencintai, dan dari dua orang ini salah satunya adalah tunangannya, calon istri Choi Siwon.

“maksudku-” Kyuhyun mulai gelagapan mendapat tatapan ingin mencabik-cabik dari Siwon, “itu hal wajar, aku juga sering berlaku seperti itu dengan Raya bila kami sedang akur, bahkan lebih dari itu, Raya juga sering tertidur dalam pelukanku, kau tau itukan” Siwon tau, sangat tau, dan saat itu rasanya Siwon ingin sekali mematahkan lengan Kyuhyun, “ya, walaupun setelahnya kau akan menghadiahiku sebuah pukulan telak” lanjut Kyuhyun sambil tertawa tanpa dosa melihat ekspresi murka menghiasi wajah pria yang juga sahabatnya.

Siwon mengalihkan wajahnya lagi dari Kyuhyun, berbicara dengan Kyuhyun justru membuat rasa kesalnya semakin bertambah. Ternyata tak ada gunanya berbicara dengan pria menyebalkan ini.

“Begini. Dengarkan aku Siwon-ah” Kyuhyun memaksa Siwon melihat dirinya, “terkadang, pernahkah muncul sebuah perasaan di hatimu ketika kau tak mengerti persahabatan macam apa yang aku dan Raya jalin?”

Siwon sepenuhnya tak paham maksud dan arah pembicaraan Kyuhyun, tapi dia menyadari, terkadang memang ada sebuah kondisi yang membuat dia tak mengerti jenis persahabatan macam apa yang Kyuhyun dan Raya miliki. Mereka terlihat tak pernah akur tapi saling mengerti satu sama lain bahkan dalam taraf yang Siwon sendiri tak bisa memahami. Hubungan persahabatan mereka berada dalam ranah yang sama sekali tak dapat Siwon jangkau.

“kau mengerti maksud perkataanku-kan?” duga Kyuhyun setelah mengamati perubahan air muka Siwon, “Nah! Seperti itu jugalah hubungan yang terjadi antara Raya dan Choi Seunghyun, mereka berada dalam zona dimana keduanya merasa saling memiliki namun bukan untuk dimiliki, dan hanya mereka berdualah yang memahami perasaan itu, kau pasti mengerti maksudku.”

“hipotesamu justru semakin membuatku sakit kepala” jawab Siwon sebal.

“kau saja yang terlalu bodoh!” Siwon mendelik kesal, “Jadi pada intinya, kau tak perlu curiga mengira mereka berdua mengkhianatimu, itu tak akan pernah terjadi! Lagi pula, kurasa mereka berdua cukup pintar, jika memang benar mereka berdua berselingkuh mereka tak akan melakukannya saat makan siang dan ditempat umum, harusnya kau bisa berpikir sampai kesitu.”

Hanya helaan nafas lelah yang keluar dari mulut Siwon sebagai balasan dari semua ucapan Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun merasa cukup maklum jika Siwon merasa marah dan kesal pada Raya, mungkin jika Kyuhyun ada diposisi Siwon, Kyuhyun akan merasakan hal yang sama, atau mungkin Kyuhyun bahkan akan menghajar habis-habisan Choi Seunghyun tanpa bertanya apapun. Tapi, Kyuhyun kan tidak sedang berada diposisi Siwon saat ini.

Lagipula, Kyuhyun adalah sahabat Raya dari kecil, entah yang terjadi itu benar atau salah, tentunya dia pasti akan lebih membela sahabatnya itu bukan. Sebenarnya Kyuhyun sendiri tak begitu yakin dengan semua ucapannya pada Choi Siwon. Ya Tuhan, maafkanlah seorang Cho Kyuhyun.

“percayalah padaku, kau hanya salah paham, tak ada hubungan apapun yang terjalin diantara mereka selain persahabatan, aku bisa jamin itu.” Kyuhyun menatap lurus Choi Siwon, “Saat ini hanya kau yang ada di hati Raya, hanya kau satu-satunya pria yang dicintai oleh seorang Kim Raya” tutur Kyuhyun yakin, tanpa Siwon sadari ada nada sendu diakhir kalimat Cho Kyuhyun.

-Trapped in Choi’s Charm-

“setelah dari kantor tunangannya, Nona Kim langsung menuju sebuah kompleks apartment mewah dikawasan Gangseo-gu, beliau berada disana sampai pukul sepuluh malam. Kemudian beliau terlihat pergi ke Resto dan Bar yang berada di Myeong-dong, tapi beliau tak lama berada disana, beliau langsung keluar bersama-“

 

“tunggu! Kau bilang tadi apartment di Gangseo?”

 

“ne, Choi Seunghyun-ssi”

 

“apa kau tau dia mengunjungi siapa di sana?” tanya Seunghyun dengan pandangan penuh pada pria dihadapannya.

 

“saya tidak tau dengan pasti, tapi saya meretas data ini” selanjutnya pria berperawakan pendek yang sejak tadi melaporkan hasil pekerjaannya menyerahkan kembali sebuah map pada pria yang tadi sibuk meneliti foto-foto yang tampil di layar ipadnya, “saya menemukan nama yang familiar disana”

 

“Choi Minho?!” Seunghyun berseru kaget ketika menemukan sebuah nama yang sangat dia kenal ada pada baris daftar pemilik apartment dikawasan elite Gangseo-gu yang baru saja diterimanya.

 

“ne, dia adalah adik sepupu dari tunangan Nona Kim”

 

“Aku tau.” Tegas Seunghyun cepat, “Jadi, Choi Minho tinggal Gangseo?”

 

“dari informasi yang saya dapatkan, apartment itu hanya sesekali didatangi oleh Tuan Choi Minho, Nona Kim juga beberapa kali datang kesana”

 

“jadi disini tempat mereka biasa bertemu?”

 

“Iya, Tuan Choi”

 

Seunghyun terpaku, dia tak menyangka Minho dan Raya bahkan memiliki tempat khusus untuk mereka bersama,“Ya Tuhan Kim Raya, mengapa bisa sejauh ini!” secara refleks Seunghyun menjatuhkan punggung pada sandaran kursi dibelakangnya, kemudian dia menutup mulutnya dengan punggung jemarinya yang saling terkait, merasa frustasi dan tak percaya pada semua bukti dan kebenaran yang baru saja dia dapatkan dari orang kepercayaannya.

 

Akal sehat dan nurani Seunghyun masih menolak kenyataan jika wanita yang pernah sangat dia cintai mampu melakukan pengkhianatan sejauh ini. Seunghyun tak percaya, Raya yang dia kenal sangat baik sejak masih sama-sama di sekolah menengah telah terperangkap terlalu jauh dalam lubang pengkhianatan yang justru semakin melukai wanita itu.

 

“lalu?” Seunghyun meminta lanjutan laporan pria dihadapannya.

 

“setelah dari Resto dan Bar, Nona Kim keluar bersama Tuan Choi Minho. Tuan Choi Minho terlihat mabuk berat, mereka dibantu oleh seorang pelayan dari Resto dan Bar yang bernama Shin Donghee. Setelahnya mereka kembali menuju apartment di Gangseo, mereka-“

 

“menghabiskan waktu disana?” potong Seunghyun cepat dengan rahang mengeras.

 

“benar Tuan Choi, mereka baru keluar ketika matahari mulai terbit”

 

Hembusan nafas keras keluar dari mulut Choi Seunghyun, mendadak kepalanya sakit. Menurutnya Raya benar-benar keterlaluan, kenapa wanita yang masih sangat dia sayangi itu saat ini terlihat seperti wanita murahan.

 

Tapi Seunghyun sadar betul, ini bukan haknya untuk ikut campur terlalu jauh. Kim Heechul hanya meminta Seunghyun untuk ikut mengawasi Raya, hanya sekedar mengawasi dan menjaga wanita itu, bukan menghakimi. Lagipula kemarin Raya sudah menceritakan pada Seunghyun jika Choi Minho sudah meninggalkan Seoul, itu berarti Minho juga meninggalkan Raya-kan? Dan itu menandakan hubungan mereka sudah berakhir, Seunghyun harus percaya pada apa yang dikatakan Raya kemarin siang.

 

“Taeyang-ssi, apa kau tau dimana keberadaan Choi Minho saat ini?” Seunghyun kembali mengarahkan pandangannya ke wajah orang kepercayaannya.

 

“dari kabar yang saya dapat Tuan Choi Minho sudah meninggalkan Seoul, tapi anehnya tak ada satu orang pun dari Choi Group yang tau dengan pasti dimana keberadaan Choi Minho saat ini, bahkan Tuan Choi Siwon pun sedang mencari keberadaan sepupunya itu.”

 

“lalu, apa kau tau dia ada dimana?”

 

“ya, saya tau. Dia ada di Tibet”

 

“Tibet?!”

 

 

 

 

 

 

 

 

*tbc*

 

 

 

 

 

 

Hehehehe…. Mungkin masih ada yang bertanya kenapa saya memutuskan untuk ngelanjutin ngeshare kisah ini, sebagian juga pasti udah ada yang tau jawabannya. Jadi intinya, setelah saya mengobrol banyak sama seseorang yang membuat pikiran saya tambah terbuka, saya masih BELUM SIAP untuk membiarkan orang lain mengacak-ngacak ‘anak pertama’ saya #IstilahnyaAnehBanget :3 intinya mah terlalu menakjubkan lah ya, dan hati saya ga rela, saya terlalu mencintai ‘anak pertama’ saya ini, dan saya terlampau egois untuk tak bisa membiarkan orang lain untuk ikut menyentuhnya hehehe 😛

Oh iya, sedikit informasi untuk cerita di part ini, Kyuhyun belum tau loh ya tentang hubungan Raya sama Minho. Nah gimana reaksinya kalo dia sampe tau??? Dan Raya juga ga tau kalo ternyata Kyuhyun tau perselingkuhan Siwon dulu… *kedip jail 😛

Buat yang penasaran gimana sebenernya perasaan Kyuhyun ke Raya, bisa baca cerita yang ini 😉

Sebenernya saya merasa cukup ga percaya diri untuk ngelanjutin kisah ini, dan saya juga ngerasa deg-degan masa pas mau posting ini :3 hhhh….

tapi, apa yang sudah dimulai harus diakhiri kan?! Jadi, Sampai ketemu lagi :*

Advertisements

31 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapter 16)

  1. Kmn si minhoo? Wow hubungan raya-siwon makin complicated nih. Semangat lanjutin ff ini ya chingu semoga happy ending utk semua ^^

  2. Akhirnya ini ff dilanjut juga, thanks Ka 😀
    Aduh knpa masalahnya makin rumit? Perselingkuhan, cinta segiempat juga aih semoga ngga ditambah lagi ya Ka masalahnya..
    Entah gmna reaksi Kyu tau Raya selingkuh sma Minho ngebayanginnya udah ngga tega apalagi Siwon yg tau walah ngga tau apa yg bakalan terjadi…
    Makin bikin greget ini ff Ka >< , Next part ditunggu~~ semangat Kaka ^^)9

    • sama-sama 😀

      tenang aja, masalahnya akan selesai satu persatu dan ga bakal ditambah lagi kok karena aku juga ikutan pusing hehehe 😛

      makasih semangatnyaa XD

  3. Siwon minta maaf sana sm raya kasian kan raya… sejujurnya a takut klw siwon tw raya selingkuh sm minho apa yg terjadi, duhhh complicated bgt hub siwon sm raya.

  4. wuuuaaaaa
    ooooo kenapa raya tidak muncul di part ini yaaa,, dan dimana raya????
    kyuhyun punya perasaan sama raya woooaaah mengagumkan sekali si raya itu mendpatkan banyak cinta dari banyak pria lagi wkwkwk. aku setuju sama kyuhyun buat bunuh siwon kalau siwon selingkuh lagi wwkwkwkw,,,,
    sebenarnya yang paling terluka itu minho yaa,, ampe segitunya wuuuaaaaa…..
    aku tunggu di part selajutnya yaaa

  5. Allhamdulilah akhir nya ttp bisa bca ff nie, td nya sempet sedih gk bisa bc ff nie lg, makin seru nich konflik nya, thaks author nim udah lanjut updet,

  6. baru komen aku >.<
    padahal udah baca 4 chapter sebelumnya
    maafkan daku Kaka *-* /\

    Rayanya dimanehh ??
    terus ngapain coba si Minho pergi ke Tibet..
    mau ikutan Barbie Explorer/? :3

    keren deh pokoknya… aku suka aku suka :3

    aku tunggu part selanjutnya

    Ddangkomang :3

  7. Kog MaLah jadi beginii….
    Siwon Sibuk dgn duanianya Sendiri, Mikrin keslahnya ats kata2ny yg kasar Ke RaYa….
    Sedgkan Raya Lagi menikmti Hari berdua dgn Choi Min Ho…

    aKu jadi bingung, mau belain siapa, Trus yg slah Sp?
    Tp aKu lbih ngbelain Choi Siwon, Ya Wlpun di dLu juGa pernah berslngkuh dgn Nam Auri. Tp in Kim RaYa dan Choi Minho ud trllu Jauh hbngan mreka…
    Gg ngbyangin gimna nnti Siwon tau tntg hbngn Mereka…
    Ugh….

  8. blm bnyk yg tau hubungan raya ma minho yh..kyuhyun siwon bahkan salah mengira raya mash berhubungan dengn seunghyun..hahaa

  9. Penasaran banget sama hubungan mereka nantinya , Aeri mending tak usah muncul lagi lahhh . Ceritanya menarikkm sekaliiiiiiiii , cepet cepet ya lanjutnya , Aku suka banget sama karakter Raya jadi seneng banget Raya di temenin Minho,siwon,seunghyun,kyuhyun habaha

    Semangat 🙂

    • woaahhh… biasanya yang lain pada gondok sama Raya, tapi kamu malah seneng XD menakjubkan 😛

      Auri-kan sumber masalah, tentu dia akan muncul kembali hehehe 😛

  10. yaampun serius dah mending yah cepet2 deh Siwon tau kalo Raya selingkuh..biar jelas masalahnya.saya gregetan liat Raya sm Minho trus huaaa

  11. semakin membingungkan :/ jadi Raya blum tahu kalo kyuhyun ska ma dia dan tahu ttg perselingkuhan siwon ? haaaaah

  12. jd cinta karakter choi seunghyun yg dewasa bgt.. jd pgn raya ma dy aja tp kasian siwon. Bisa gila nantinya tanpa raya. Ditunggu next part. Fighting.

  13. Sepertinya ff ni menarik, tidak….tidak…tidak…

    Memank menarik koq, meskipun msh bca di part ni za. Jd sptny aq hrs bca dr awal de…

    Ok…. Ok… Ok…

    Thor minta ijin bca dr awal ya…… Tx

  14. Sepertinya ff ni menarik, tidak….tidak…tidak…

    Memank menarik koq, meskipun msh bca di part ni za. Jd sptny aq hrs bca dr awal deh…

    Ok…. Ok… Ok…

    Thor minta ijin bca dr awal ya…… Tx

  15. Sebenarny td aq da krm komen 2 x, tpi ga msk2. Ini yg ke 3 x nya. Klo g msk jg, gak tw lah aq lg.

    Aq cma mau blg, ff ny keren, menarik. Tpi aq msh bca chap ni doang. Jd aq tertarik utk bca chap sblm2nya.

    Aq mta iji bca chap sblmny ya thor. Tx

  16. Sebenarny td aq da krm komen 2 x, tpi ga msk2. Ini yg ke 3 x nya. Klo g msk jg, gak tw lah aq lg.

    Aq cma mau blg, ff ny keren, menarik. Tpi aq msh bca chap ni doang. Jd aq tertarik utk bca chap sblm2nya.

    Aq mta iji bca chap sblmny ya thor. Tx…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s