Panic Attacks


hug

 

AN       : WARNING!!! MATURE CONTENT!! So, beware!

 

 

****

 

 

Kim Raya merasakan aliran darahnya mendidih dan membara di bibirnya, detak jantungnya semakin meningkat dan sekujur tubuhnya ikut menegang. Bibirnya bergerak bersamaan dengan bibir pria yang kini tengah mencumbunya lembut namun penuh hasrat.

Pria itu merengkuh wajah Raya lembut untuk memperdalam permainannya di bibir ranum milik wanitanya, kepala mereka bergerak berlawanan arah -kekanan dan kekiri- mencari posisi yang pas agar dapat meraih lebih banyak kenikmatan yang tercipta.

Kini tangan pria itu mulai melancarkan aksi-aksi menggodanya. Dengan sekuat tenaga Raya menjaga nafasnya agar tak terputus-putus, karena jujur saja setiap sentuhan yang diberikan oleh pria yang tengah mencumbunya kini selalu berhasil memicu indra peraba Raya menjadi lebih peka dan mematikan indra miliknya yang lain.

Saat ini Kim Raya tengah berada di bawah kuasa pria tampan bernama Choi Siwon, sudah semenjak lima belas menit lalu Siwon tak berhenti memberikan sentuhan-sentuhan lembut namun penuh hasrat pada seluruh kulit tubuhnya yang sensitive.

Perlahan tapi pasti dan dengan kelembutan yang berlebihan Siwon menempelkan bibirnya yang hangat ke relung leher milik Raya, dan itu semua membuat Raya semakin tak mampu bergerak. Dengan kelambatan yang disengaja, tangan-tangan kekar milik Siwon meluncur menuruni leher jenjang Raya, tindakan Siwon selanjutnya membuat Raya semakin gemetar dan kehilangan akal sehatnya.

Tangan kekar Siwon bergerak naik-turun dari leher menuju pundak kemudian berhenti di punggung wanita cantik itu, begitu seterusnya. Kemudian tak hanya sampai di situ, kini wajah pria tampan itu bergeser ke samping dengan hidung serta bibirnya yang terus mencumbu pelan bagian telinga kanan hingga rahang bulat milik Raya dan sesekali beralih mengendusi hingga leher bagian samping milik wanita itu.

Semua tindakan provokatif Siwon benar-benar semakin membuat Raya terlena dan hampir meruntuhkan benteng pertahanan yang sudah mati-matian Ia susun. Raya semakin terkesiap dengan aliran listrik yang mendera seluruh tubuhnya, dan itu membuat Raya semakin kesulitan mengatur nafasnya yang terengah.

Dorongan sinting untuk ikut meraih dan menyentuh tubuh sempurna milik Siwon serta membelai wajah tampan pria itu nyaris membuat Raya menggila. Raya tau, sekali saja ia kalah dan ikut menyentuh tubuh Siwon, Siwon pasti tak akan berhenti dan akan melanjutkan apa yang tengah mereka lakukan saat ini kearah yang lebih gila.

“Wonnie-ya~~” panggilan pelan Raya yang lebih pas di sebut desahan mengalun lembut ditelinga Siwon.

Alunan suara yang disertai hembusan nafas terengah dari wanita yang dicintainya justru ikut membuat Siwon semakin kehilangan pengendalian dirinya yang memang sudah sangat tipis, “mmmm…” Siwon mengeram.

Dengan segenap usaha Raya mencoba berkonsentrasi mengumpulkan segenap kesadaran dan akal sehatnya yang memang sudah tercecer akibat perlakuan seduktif pria di atasnya, sambil berbaring pasrah Raya mencoba mengeluarkan suaranya kembali, “mau… menjawab pertanyaanku?”

“hmmm…” desah Siwon mengiyakan.

“apa kau mencintaiku?”

“pertanyaan macam apa itu?” gumaman Siwon terdengar cukup jelas karena saat ini Siwon sedang menggerakkan hidungnya ke sudut rahang Raya dan dengan ringan tangan Siwon menggerakkan wajah Raya kesamping sehingga bibirnya bisa menyentuh lekukan di bawah daun telinga Kim Raya.

“jawab saja” kalimat balasan Raya yang terdengar bergetar sontak membuat Siwon menghentikan kegiatannya dan menatap penuh arti wajah wanita yang berada dalam genggamannya.

“kenapa?” pertanyaan bingung yang keluar dari mulut Siwon tak mendapat tanggapan apapun dari Raya, saat ini Raya justru menatap balik Siwon dengan tatapan yang sulit diartikan oleh pria itu.

“sebenenarnya ada apa? Kau kenapa?”

Raya yang mendengar rentetan kebingungan Siwon, sebenarnya juga tak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya saat ini, dan tanpa dikomando mata Raya memanas dan mulai berkaca-kaca.

“Ya Tuhan, kau kenapa??!” tanya Siwon panik sambil berusaha bangkit dari atas tubuh Raya, kemudian dengan pelan membantu Raya bangkit dari posisi berbaringnya.

Raya yang mendengar seruan panik pria dihadapannya justru semakin sulit mengatasi perasaan tak jelas yang tiba-tiba saja menghantuinya saat ini, dengan sendirinya airmata yang memang sudah membendung di kedua bola mata bulatnya malah mengalir deras dan Raya terisak sambil menutup wajahnya.

“Ya Tuhan, kau kenapa sayang?? Kenapa kau menangis?” Siwon semakin berujar panik, “apa aku membuat kesalahan? Apa aku menyakitimu?? Apa… apa kau tak suka aku menyentuhmu??” cerca Siwon yang justru semakin membuat isakkan yang keluar dari mulut Raya semakin kencang.

“Raya, Ya Tuhan! Maafkan aku, ku mohon maafkan aku” dengan cepat Siwon menarik tubuh Raya dan memeluknya erat, mencoba meminta maaf sambil menyalurkan perasaan aman dan menenangkan pada wanita yang amat sangat dicintainya melalui dekapan dan belaian lembut di punggung milik wanita itu.

Namun Raya yang sepertinya merasa tak nyaman dengan apa yang dilakukan Siwon justru menarik diri dan mendorong tubuh pria itu jauh-jauh.

“jawab saja pertanyaanku! Apa kau mencintaiku??!!” Raya menatap Siwon garang yang justru semakin membuat pria itu kebingungan.

Sebagai jawaban, Siwon mengangguk cepat namun sepenuhnya tak mengerti dengan apa yang Raya, calon istrinya ini inginkan, “Kenapa kau mencintaiku?? Kenapa kau mau menikah denganku?? Kau bilang aku tidak cantik! tubuhku juga tak selangsing para karyawan wanitamu! Wajahku bulat! Pipiku… pipiku besar” cerca Raya sambil menangkup kedua pipinya, “aku juga tak sepintar teman-teman wanitamu! Kau bilang aku sangat manja dan kekanak-kanakkan! tindakanku tak sesuai dengan umurku! Kau selalu mengatakan sifatku yang suka merengek selalu merepotkanmu! Belum lagi semua kegilaanku, kau selalu mengatakan kalau aku sering membuatmu frustasi dengan semua sikapku yang gila! Lantas kenapa kau mau menikah denganku, HAH???!!!!”

Siwon semakin membulatkan matanya, menatap bingung dan tak percaya wajah wanita dihadapannya yang saat ini terlihat memerah dan cukup terengah akibat rentetan kalimat menghakimi yang keluar dari mulut wanita itu.

Siwon benar-benar bingung dan tak mengerti dengan apa yang terjadi pada calon istrinya ini, beberapa hari ini perubahan mood calon istrinya itu memang benar-benar terasa mengerikan, dan sepertinya malam ini adalah puncaknya.

Raya mengendalikan nafasnya yang masih memburu karena emosinya tadi, “wae??? Kenapa kau mencintaiku? Kenapa kau mau menikah denganku?” ulang Raya lemah dengan airmata yang kembali mengalir.

Kemudian Raya membalikkan badan dan membaringkan dirinya cepat dengan posisi seluruh tubuh bagian depannya terbenam dalam tempat tidur besar tempat mereka menginap, wajahnya dia tenggelamkan dalam-dalam untuk meredam isakan.

Siwon menghela nafasnya berat, sikap Raya yang kekanak-kanakkan dan manja seperti ini memang sering membuatnya sakit kepala dan serba salah. Tapi Siwon tau, kali ini Raya bukan sekedar sedang ingin merajuk kepadanya. Wanita yang amat sangat dia cintai ini tengah berada pada kondisi psikis yang sangat rapuh, Raya amat sangat labil sekarang ini dan Siwon sangat amat tau apa yang menjadi penyebab wanita masa depannya ini berada pada titik terlemahanya.

Dengan gerakan perlahan Siwon mencondongkan tubuhnya dan menyamakan posisi dengan tubuh Raya yang tengah berbaring tengkurap sambil menangis. Dengan kehati-hatian dia mengelus lembut punggung wanita itu, dan setelah merasa yakin bahwa Raya tak menolak kontak fisik yang tengah dia lakukan, Siwon memajukan wajahnya dan mengecup lembut bahu terbuka milik Raya karena model gaun tidur yang Raya gunakan.

Kecupan-kecupan ringan dan lembut berulang kali Siwon labuhkan pada bagian belakang kepala, pangkal lengan, punggung dan bahu milik wanitanya, menyalurkan perasaan sayangnya yang teramat besar pada Raya yang masih asik dengan tangisnya.

“aku sendiri tak tau kenapa aku bisa mencintaimu” bisik Siwon pada telinga Raya, dan Raya meredakan isakkannya untuk dapat mendengar lebih jelas suara prianya, “tidak, lebih tepatnya ‘kenapa aku bisa sangat mencintaimu?’” Raya merasakan senyum tipis Siwon mengenai bagian belakang telinganya.

“aku sudah pernah mengatakan kepadamu-kan kalau teman-temanku sering menjuluki-ku ‘si gila’ karena aku jatuh cinta pada wanita sepertimu… wanita cengeng, sensitive, keras kepala, manja, egois-” ucapan Siwon terputus karena Raya membalikkan badannya cepat mendengar rentetan sifat buruknya di sebutkan oleh pria yang kini tengah menatapnya penuh senyum dengan sorot lembut… memuja dan penuh cinta. Benarkah sorot mata itu yang diberikan Siwon untuknya, Raya sendiri merasa sanksi mengartikannya.

Siwon meraih lembut wajah Raya yang terlihat cemberut dengan sebelah tangannya, membelai halus salah satu pipi Raya dengan ibu jari sambil mencoba menghilangkan jejak airmata yang masih nampak disana, “aku sendiri seperti tak mengenal diriku yang sedang bersamamu, yang bisa ku pahami adalah ketika bersamamu aku dapat merasakan semuanya, aku merasakan bahagia, senang, sedih, haru, bangga, marah, bahkan egois dan posesif disaat yang bersamaan” Siwon menatap dalam mata bulat Raya yang juga tengah menatapnya.

“bersamamu aku mampu merasakan kesempurnaan, aku merasa tak membutuhkan apapun lagi, cukup hanya kamu. Kau membuatku merasa menjadi seorang pria seutuhnya, sikap manjamu membuatku merasa menjadi sebuah sandaran, sikap kekanak-kanakanmu membuatku merasa menjadi sebuah pelindung, sikap sensitivemu membuatku merasa dibutuhkan” Raya menatap semakin dalam pria dihadapannya, mencoba memahami apa arti dirinya bagi seorang Choi Siwon.

“siapa bilang kau tak pintar? Mungkin pintar dalam hal akademik tidak” mata bulat bentuk protes Raya menimbulkan kekehan ringan dari mulut Siwon, “tapi kau sangat pintar menempatkan dirimu” Siwon mengecup ujung hidung Raya pelan.

“kau sangat pintar membawa diri, dihadapan teman-temanku kau tak hanya mampu menjadi sosok kekasihku yang sempurna tapi kau juga menjadi sosok yang dapat dengan mudah menjadi lawan bicara yang menyenangkan bagi aku dan teman-temanku.”

“tak hanya itu, terkadang kasih sayang dan semua ketulusan yang kau berikan kepadaku, membuat kau seperti menjadi sosok ibu yang sempurna bagiku, kau menjaga dan merawatku dengan sangat baik, tanpa cela dan tanpa pamrih” Raya tersentuh mendapatkan sorot mata penuh rasa terimakasih yang diberikan Siwon.

“em, ada yang harus kau tau” Siwon ragu melanjutkan ucapannya, “terkadang kebiasaanmu yang suka menggodaku dengan tampilan seksi dan menggemaskan pun sering membuatku tak tahan dan ingin menghukummu saat itu juga” Siwon menggerling nakal, dan wajah Raya justru berubah panik memahami arti tersirat perkataan Siwon barusan.

“Ya Tuhan” Raya menutup wajahnya yang pasti sudah memerah dengan kedua tangan.

“kenapa malu? Aku sangat suka ketika kau mulai menggodaku” Siwon tersenyum penuh arti.

“maaf aku sering menyusahkanmu”

“aku suka kau buat susah” balas Siwon penuh senyum sambil menarik lembut kedua tangan Raya yang masih setia menutupi wajah, “kan sudah pernah ku bilang, jangan sembunyikan wajah merajukmu dariku” Raya mengangguk mengiyakan.

Kemudian dia menatap penuh rasa bersalah wajah Siwon yang tak pernah lepas dari senyum, “ternyata kau benar-benar mencintaiku” ucap Raya pelan namun penuh keyakinan.

“tentu saja aku benar-benar mencintaimu, memangnya ada alasan lain aku bersama mu selama ini” protes Siwon dengan nada tak terima.

“tapi kau taukan pernikahan hanya dengan rasa cinta itu tak cukup, karena perasaan cinta bisa berkurang seiring berjalannya wak-“

“aku membutuhkanmu” potong Siwon cepat pelan namun penuh kesungguhan yang langsung membuat Raya terdiam, “aku ingin menikahimu karena aku membutuhkanmu, dan aku tau aku tak bisa hidup tanpa kau -orang yang aku butuhkan-, dan aku tak mau menikah jika bukan denganmu”

Raya menatap dalam pria dihadapannya, pria yang beberapa saat lalu sempat Raya ragukan ketulusannya namun ternyata begitu mencintainya, Raya sendiri tak mengerti kenapa tadi dia sempat meragukan pria yang dengan jelas-jelas mencintainya tanpa syarat ini.

“jadi, masih meragukanku?” Raya menggeleng pelan.

“aku juga mencintaimu, dan aku sangat membutuhkanmu” balas Raya dengan senyuman yang sangat indah.

“aku tau” sambut Siwon dengan tatapan cintanya, “tunggu sebentar, jangan-jangan?” Siwon merubah mimik wajahnya, “apa kau sedang mengalami panic attacks, lebih tepatnya perasaan panik sebelum pernikahan??” tanya Siwon tak terduga.

“panik sebelum pernikahan? apa maksudmu? Memangnya ada yang seperti itu??”

“tentu saja ada, kau contohnya” jawab Siwon sambil menunjuk Raya dengan dagunya.

“benarkah??!!”

“benar!” Siwon mengiyakan. “ah, aku mengerti skarang. apa kau tidak sadar beberapa hari kebelakang sikapmu seperti orang yang sedang kebingungan, kau terlihat seperti orang yang sedang melupakan sesuatu dan berusaha mengingatnya, kau sangat tidak fokus dan terlihat ragu-ragu” Raya merenungi setiap perkataan Siwon, benarkah dia seperti itu beberapa hari kebelakang.

“kau juga sangat sensitive, moodmu berubah sangat cepat, mood swingmu sekarang-sekarang ini lebih mengerikan dari pada saat kau kedatangan tamu bulananmu, dan yang paling parah adalah kau sempat meragukanku tadi, kau benar-benar terlihat kacau sayang”

“begitukah??” ujar Raya tak percaya sambil memegang kedua wajahnya.

“emm” Siwon kembali mengiyakan, “sebenarnya tujuanku mengajak kau dan keluargamu berlibur saat ini adalah untuk membuatmu bersenang-senang dan mengurangi stress yang saat ini tengah kau rasakan”

Raya menatap Siwon bingung, “bersenang-senang dan mengurangi stress bagaimana, kau tau! liburan kali ini justru membuatku bertambah stress!” dengus Raya kesal.

“kenapa??”

“apakah kau tak berpikir?! bagaimana mungkin kau sempat-sempatnya mengajak kami semua –aku dan keluargaku- berlibur padahal aku sedang sibuk menyiapkan pernikahan kita” jawab Raya tak terima.

“sayang, kau terlalu memforsir dirimu sendiri, semua persiapan pernikahan sudah ada yang mengurusnya, ditambah lagi dengan bantuan dari sahabat-sahabatmu, bukankah sudah ku bilang kau tak perlu mengkhawatirkan apapun, kau hanya perlu menjadi wanita yang paling cantik di hari pernikahan kita”

Raya mengerucutkan bibirnya, “aku hanya ingin memastikan semuanya berjalan sempurna sesuai keinginanku”

“tentu saja semuanya harus sempurna sesuai keinginanmu, tapi kau tak perlu ikut pusing hingga stress memikirkannya, kau hanya perlu mengatakan kepada orang-orang yang menyiapkan pernikahan kita apa yang kau inginkan, dan mereka akan bekerja sesuai keinginanamu, itulah tujuannya aku membayar mahal mereka”

Raya terdiam, mencoba memahami maksud perkataan calon suaminya yang ternyata seratus persen benar. “kau benar, aku terlalu memaksakan diri, maaf karena aku mengacaukan liburannya” hembusan nafas lelah terdengar di akhir ucapan Kim Raya.

“kau tak pernah mengacau sayang, hanya terlalu sering membuat banyak cerita” Siwon menampilkan senyum komikalnya, “jadi… bisa kita lanjutkan salah satu kegiatan liburan kita tadi? Atau kau berpikiran untuk mempercepat proses bulan madu kita?”

Raya tertawa ringan mendengar permintaan dari pria yang masih setia berada di atas tubuhnya ini. Kemudian dengan segenap perasaan Raya membawa wajah Siwon kedalam genggamannya, memandangi penuh arti wajah pria yang Raya tak bisa bayangkan bagaimana hidupnya akan berjalan dengan baik tanpa pria ini disisinya.

Siwon yang merasakan kelembutan tangan wanita yang dia cintai, refleks memejamkan mata.

Melihat Siwon yang siap menikmati sentuhannya, dengan hati-hati dan perlahan Raya menggerakan salah satu tangannya membelai kening hingga Rahang tegas milik Siwon, merasakan kontur wajah pria yang amat sangat dia cintai, pria yang Raya amat sadari bahwa dia tak sanggup hidup tanpanya.

Kemudian dengan lembut Raya mengusap kelopak mata Siwon, bayangan abu-abu di bawah mata pria itu juga tak luput dari belaian tanganya. Raya menelusuri bentuk hidung Siwon yang sempurna, kemudian dengan lembut ditelusuri bibir tipis pria itu.

Bibir Siwon membuka dibawah sentuhan jari Raya dan Raya bisa merasakan hembusan sejuk nafas pria itu di ujung jemarinya. Raya sedikit mengangkat tubuhnya untuk coba menghirup aroma segar papermint dari mulut pria itu, namun sebelum Raya melakukannya kedua mata Siwon membuka sempurna dan keduanya tampak dipenuhi hasrat yang membuat otot perut Raya menegang dan jantungnya berdetak lebih kencang.

Raya sadar jika kali ini dia tak akan selamat karena telah membangunkan singa yang benar-benar kelaparan. Raya semakin tak mampu mengelak ketika dengan pelan Siwon kembali mendekatkan wajahnya kemudian,

DUG… DUG… DUG…

“Hya!! Choi Siwon!! Buka pintunya!! Inikan kamarku juga dan ini bukan kamar bulan madu kalian!!Aku tau Raya ada didalam, jangan coba-coba bertindak macam-macam pada adikku sebelum kau menikahinya!!!”

*the end*

 

 

Huft saya tau ini aneh, gak jelas dan terasa maksa, sudahlah… pay pay

Advertisements

39 thoughts on “Panic Attacks

  1. Hahaha entah liat bagian akhirnya lucu bgt, kirain aku mereka udh pasangan suami-istri ternyata baru mau married. Well keren ff nya ringan gak banyak konflik, seru deh pokoknya. Ditunggu update ff yg lainnya chingu 😉

  2. hiiiiiii lucu itu heemin teriak2 ganggu orang aja. awalnya a kira mereka bener2 suami istri eh taunya blm nikah. tp seru siwon mendeskripsikan arti cintanya ke raya keren. yak heemin g ush ganggu. d tgu ff lainnya

  3. Stres sebelom pernikahan yach ^^
    Good Story (。´-┏┓-)乃

    Ini mah kyak’y Curhatan Author yg bntar lagi mo merried, hehehehe 😀

  4. Eiyyy aduh adegan nya agak menjurus eonni 😝 coba diterusin wkwk 😄 eh tapi jngan deh blum nikah jngan nglakuin dulu, sabar ya Siwonnie oppa bntar lagi “Sah” kok 😄 kkk

  5. siwon raya itu pasangan paling wow disini hahha aduh kalo punya calon suami kaya siwon …wjwkwk semangat nulis yah author-nim kkk

  6. Hahahaha ……. pasti siwon oppa kecewa deh, pas ada yang menggengu hasratnya ke Raya tertahan (^-^)

    Aku tunggu ya Eonni ff selanjutnya (^_^).

  7. huahahahaha…..
    lgi seru2 ny, koq ada yg gedor pintu.
    haduh siwon kasihan sekalinasib mu. hehehehe

  8. Lah –” udah seru seru mau liat kelanjutannya lagi malah end .
    Tapi ini keren bangett ,, yang baca aja nge fly 😀
    Hallo aku readers baru ^^

  9. hohoho oppanya raya ganggu moment romantice mrk ajh..
    mskipun pendek tetep menghibur hehe

  10. AAAAA….
    Enceh, Tapi tangung aKak… :p

    pas bgian Raya ngomng, Kalo dia itu gag seseksi karywan kantor siwon, ppinya juga buLat..
    Gag Tau knpa aKu jd kfikran kalo in ff curahn dri Curcol kak Silvi buat Cs-nya…
    Hahahahaa…. :p
    Tp wlpun bgtu, Kak siLvi ttap mnis dngang snyuamnnya…
    Cantik itu Realatif, Tp kalo Manis itu gag smua org bisa memliki Kak…
    Hehehehe…

    Kak…
    aKu NuRul, dgn nma fb Nurul Xiangelbeiby…
    Wuehehehee…
    Promosi… :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s