My Groom


bride-and-groom-holding-hands

 

-My Groom-

 

 

“Oppa!! Calon pengantin pria melarikan diri!!”

“MWO??!! Apa maksudmu Sora-ya??!”

“Cho Kyuhyun melarikan diri bersama mantan kekasihnya!!” Sora yang baru saja mengabarkan berita menggemparkan itu pada tiga orang pengiring calon mempelai pria mulai menitikkan airmatanya, dia tak percaya bahwa nasib buruk di hari pernikahan menimpa sepupunya. Sepupunya yang setahun belakangan menjalin hubungan dengan pria bernama Cho Kyuhyun dan memutuskan menikah hari ini harus mengalami nasib ditinggalkan oleh calon suaminya sendiri di hari pernikahan.

“maksudmu, Kyuhyun dan Hyemi-??” Sora mengangguk cepat menjawab pertanyaan belum selesai dari salah satu pria dihadapannya.

“ini!” Sora menunjukkan telepon genggam calon mempelai wanita yang menunjukkan pesan yang beberapa menit lalu baru saja dikirimkan oleh seorang pria bermarga Cho.

 

‘From: uri kyunnie

‘mianhae, aku tak bisa menikah denganmu Raya, aku masih sangat mencintai Hyemi, sekali lagi maafkan aku’

 

“Cho Kyuhyun brengsek!!” maki pria bernama Lee Donghae yang tadi langsung menyambar ponsel yang di pegang oleh Kim Sora, istrinya, “Bagaimana mungkin dia melakukan ini, dasar pria bajingan!!”

“ya Tuhan, apa yang ada di pikiran Cho Kyuhyun itu, bagaimana mungkin dia melakukan tindakan sebrengsek ini pada Raya” gumam salah satu pria tak percaya pada apa yang baru saja diperbuat oleh sahabatnya yang ternyata adalah seorang pria yang benar-benar pas di beri label seorang bajingan.

Sementara pria yang satu lagi dari awal hanya mampu membisu mendengar berita tak masuk akal yang baru saja dikabarkan oleh istri sahabatnya. Yang ada dipikirannya hanya satu, Cho Kyuhyun, bagaimana mungkin pria itu meninggalkan calon istrinya di hari pernikahan mereka, bukankah dari dulu Kyuhyun mencintai Raya, salah satu wanita popular dikampus mereka yang juga merupakan putri dari professor Kim.

“Eon-nie..” ucapan putus-putus diselimuti isak tangis dari Kim Sora menarik kembali perhatian ketiga pria yang ada diruangan itu, “samchon… i-imo.. hiks”

“ayo! kita lihat kondisi mereka” ajak Donghae tergesa sambil merangkul pundak istrinya yang bergetar semakin hebat karena isakan yang semakin kuat, langkah Donghae dan Sora di ikuti oleh kedua pria lain yang mengikutinya keruang tunggu calon mempelai wanita.

Sesampainya mereka berempat diruangan itu, mereka langsung disuguhkan oleh pemandangan yang sangat memilukan. Dimana ibu dari calon mempelai wanita menangis histeris dalam pelukan seorang wanita paruh baya lain yang tak lain adalah ibu mertua Donghae, sedangkan professor Kim, ayah dari calon mempelai wanita hanya mampu berdiri diam seribu bahasa sambil memandangi lantai marmer dengan sorotan yang tak terbaca.

Sementara itu, sang calon mempelai wanita terduduk kaku dihadapan cermin rias yang menampakkan refleksi kesempurnaan dirinya yang saat ini betul-betul terlihat menyedihkan. Tak ada airmata yang nampak di wajah wanita itu, ekspresi yang ditunjukkannya hanya kekosongan, tapi entah mengapa siapapun yang melihat kondisi wanita itu saat ini pasti akan langsung bisa ikut merasakan kesakitan terkhianati yang amat sangat yang tengah dirasakan oleh wanita itu.

“dimana keluarga Cho?” tanya Donghae pada salah satu kerabat keluarga Kim yang berdiri didekatnya.

“mereka baru saja pergi, setelah meminta maaf atas semua kekacauan yang terjadi, tuan dan nyonya Cho langsung pergi untuk mencari putra mereka”

“aku akan membunuh pria brengsek itu jika aku menemukannya saat ini!” gumam Donghae geram tak mampu menahan emosi merasakan perasaan malu yang baru saja ditinggalkan oleh pria perusak harga diri bernama Cho Kyuhyun pada keluarga besar istrinya.

“apa yang akan kita lakukan? Pernikahannya satu jam lagi dan para tamu sudah semakin ramai berkumpul?” tanya kerabat Kim yang lain, merasa bingung dengan kondisi yang tercipta saat ini.

“bagaimana ini Donghae-ya??” tanya Lee Hyukjae, salah satu pria yang selalu menyertai Lee Donghae sejak dari ruang tunggu calon mempelai pria tadi.

Disudut ruangan sana ibu mertua Donghae masih berusaha menenangkan Nyonya Kim, “Aigooooo….. Aigooooo….. Ya Tuhaannnn… dosa apa yang telah keluarga kami lakukan hingga Kau harus memberikan rasa malu kepada keluarga kami seperti iniiii…..” nyonya Kim terus meraung sambil memukul dadanya sendiri, beliau tak kuasa menahan malu akan aib yang menimpa keluarganya saat ini, harga diri dan nama besar keluarganya benar-benar telah direndahkan oleh seorang pria tak bertanggung jawab yang katanya mencintai putrinya, “aigoooo…. bagaimana nasib putriku kelak??? Siapa yang mau menikahi seorang wanita yang ditinggal lari oleh calon suaminya sendiri di hari pernikahannya??? Siapa??? Ya Tuhaaannn”

“Imoo..” Sora berucap panik sambil melepaskan rangkulan Donghae kemudian mendekat kearah ibunya yang mulai kesulitan menahan nyonya Kim yang sudah mulai terlihat kehilangan kemampuan untuk terus berdiri, “Imoo” lirih Sora dengan airmata yang semakin menderas melihat musibah yang dialami keluarga bibinya.

Sementara yang lain larut dalam kebingungan serta erangan isak tangis dan putus asa yang juga terus keluar dari mulut nyonya Kim, seorang pria lain yang berdiri di samping Lee Donghae justru terus memusatkan perhatiannya ke arah calon mempelai wanita yang duduk diam tak bergeming terhadap kekacauan yang terjadi disekelilingnya.

Pria itu, Choi Siwon, entah mengapa tak mampu mengalihkan pandangannya dari calon mempelai wanita, Kim Raya, Siwon sepertinya mampu merasakan sakit yang tengah dirasakan oleh wanita itu, sakit akan luka terkhianati yang begitu dalam hingga bahkan sudah tak mampu membuat wanita itu mengeluarkan airmata untuk menangisi keadaannya.

Tanpa dikomando oleh pikirannya, langkah kaki Siwon secara reflex bergerak mendekati Raya yang masih diam menunduk meratapi dalam diam semua yang terjadi dalam hidupnya. Donghae dan Eunhyuk yang melihat pergerakan sahabatnya menatap bingung punggung Siwon yang berlalu menjauhi mereka.

“apa yang akan dilakukan olehnya?” tanya Eunhyuk bingung dengan suara berbisik.

“Entahlah”

Begitu berada dihadapan Raya, Siwon berjongkok, menumpukan tubuh pada lutut kanannya. Siwon mengangkat wajahnya agar dapat melihat wajah Raya yang terlihat pucat kehilangan rona, sementara itu, Raya yang merasakan keberadaan seseorang dihadapannya, ikut mengangkat sedikit wajahnya agar dapat melihat siapa orang yang tengah memperhatikannya kini. Raya mengenali pria dihadapannya, dia adalah Choi Siwon, salah satu sahabat Kyuhyun sejak semasa kuliah dulu, walaupun Raya tak mengenal dekat, tapi Raya cukup tau dengan baik siapa Choi Siwon.

Raya tak mengerti apa yang diinginkan oleh pria bermarga Choi ini karena tiba-tiba saja pria ini menggenggam tangannya yang tengah memegang bouqet bunga mawar putih dengan erat, pria itu menampakkan senyuman yang sangat indah, sebuah senyum yang menciptakan ceruk cukup dalam dikedua pipinya, senyuman hangat yang terasa amat tulus karena begitu tergambar jelas dari sorot matanya, senyuman yang entah mengapa mampu membuat Raya mencair seperti es yang sejak tadi membeku dan membuat Raya seperti mampu merasakan perasaan sakit yang sangat membunuh dalam dirinya. Akibat dari senyuman itu sangat fatal karena perlahan Raya mulai mampu mengeluarkan perasaan sakit yang sejak tadi menyiksanya hingga mati rasa, mata bulat Kim Raya mulai berkaca-kaca.

“semuanya akan baik-baik aja”

Bruukkkk…

“Yeobo!”   “Appa!” “Samchon!!”   “Hyung-nim!!”

Tepat setelah Choi Siwon mengucapkan kalimatnya, tetua keluarga Kim, professor Kim ambruk, beliau sudah tak kuasa menahan beban rasa malu dan sakit yang tengah menimpanya saat ini akibat kenyataan pahit yang harus mendera putri satu-satunya yang sangat dia sayangi. Semua orang, termasuk Raya, mendekati tubuh professor Kim yang sudah jatuh dilantai, “Appaaa… Apppaa” dengan isak tangis yang sudah meliputi dirinya Raya menghambur ke tubuh ayahnya yang telah lebih dulu ditopang oleh salah satu pamannya, “Apppaaaa ireonnaaa… ireonnaaaaa…..” lirih Raya sambil mengguncang tubuh ayahnya.

Raya dapat bernafas lega begitu melihat sang ayah yang mulai membuka matanya, namun kelegaan itu berganti dengan kesesakkan dan rasa sakit yang semakin dalam ketika untuk pertama kalinya Raya melihat orang yang paling kuat dan tangguh yang pernah dia miliki ikut menangis lirih akibat dari nasib buruk yang terjadi padanya, tuan Kim menangis tanpa suara dengan airmata yang sangat deras, membuat semua orang yang berada ditempat itu ikut merasakan sakit dan pilu akan musibah yang tengah menimpa keluarga kecil Kim.

Dengan cepat Raya memeluk tubuh pria paruh baya yang mulai ringkih itu, “Apppaaaa… mianhaee, jeongmal Mianhaeee hiks hiks hiks” Raya menangis sambil memeluk dengan erat tubuh ayahnya, “Yeobooo….”disusul oleh nyonya Kim yang juga semakin dalam menangis sambil ikut memeluk tubuh dua manusia yang berarti dalam hidupnya.

Siapapun orang yang berada di ruangan itu tak ada yang mampu menyembunyikan airmatanya, termasuk Sora yang menangis dalam pelukan suaminya, Donghae, dan Eunhyuk yang ikut menangis sambil memeluk tubuh Donghae dari belakang, mereka semua ikut terlarut dalam duka dan tangis akibat dari ulah pria brengsek yang telah memberikan rasa malu dan menginjak-injak harga diri keluarga Kim.

Hujan airmata dan isak tangis tak henti meliputi hampir seluruh orang yang ada diruang tunggu calon mempelai wanita hingga mereka tak menyadari sosok yang tadi sempat menyelinap keluar dan kini kembali membawa pasangan suami istri yang tetap terlihat sangat mempesona di usia mereka yang sudah melebihi separuh abad.

“professor Kim” panggil pria itu yang menginterupsi acara duka yang tengah menyelimuti Kim sekeluarga. Sambil tetap memeluk putrinya dengan erat ,Professor Kim dan sang istri mengangkat kedua wajahnya, mengenali sosok pria muda yang memanggilnya, Choi Siwon, salah satu bekas mahasiswanya.

Tapi bukannya Siwon yang mendekat, sepasang suami istri paruh baya yang datang bersama Siwon tadilah yang justru mendekat kearah professor Kim dan ikut berjongkok mensejajarkan diri dengan posisi keluarga Kim yang masih terduduk dilantai.

“saya Choi Kiho dan ini istri saya Lee Hanna” ucap tuan Choi sambil membantu sang tetua Kim berdiri, membantu mempertahankan harga diri yang masih dimiliki oleh guru besar University of Seoul itu.

“maaf saya mengganggu anda disaat yang tidak tepat, tapi saya rasa justru ini adalah saat yang paling tepat” tuan Choi menyampaikannya dengan penuh senyum, “saya ingin meminta putri anda, Kim Raya, untuk menikah dengan putra saya Choi Siwon”

 

 

****

 

 

Pesta pernikahan berjalan dengan lancar, tepat waktu dan sangat meriah. Para tamu yang hadir sama sekali tak mengetahui kejadian yang menguras emosi dibalik pernikahan antara putri guru besar University of Seoul dan putra pengusaha Choi, hanya segelintir orang yang merasa cukup aneh dengan mempelai pria yang tak mereka kenal dan berbeda dengan yang tertera di undangan, tapi toh lama-kelamaan mereka tak peduli, kemeriahan pesta yang terjadi benar-benar menenggelamkan semua rasa penuh tanya yang sempat menguasai sebagian tamu undangan yang hadir.

Pinangan yang dilakukan oleh tuan Choi di detik-detik terakhir laksana sebuah oase bagi keluarga Kim, setidaknya dengan ini mereka mampu melindungi keluarga besar mereka dari rasa malu dan kehilangan harga diri. Lamaran Choi Siwon yang dilakukan melalui ayahnya benar-benar laksana sebuah sekoci penyelamat di detik-detik akhir tenggelamnya sebuah kapal.

Pesta pernikahan sudah selesai, saat ini Kim Raya dan Choi Siwon sudah berada di kediaman keluarga Choi. Raya yang walaupun disambut baik oleh seluruh anggota keluarga Choi yang lain, tetap saja merasa cukup tak nyaman dengan suasana asing disekitarnya.

“kau mandilah dulu, aku akan meminjam baju Jiwon untuk kau gunakan malam ini, besok baru kita ambil semua bajumu”

“Choi Siwon-ssi” baru saja Siwon akan melangkah keluar dari kamarnya, suara Raya membuatnya berhenti, “itu.. itu..” Raya tertunduk gugup sambil memainkan jemari yang tertaut satu sama lain.

Siwon yang mengerti akan perasaan tak nyaman yang dirasakan Raya melangkahkan kakinya mendekati sosok wanita yang tengah duduk dipinggir tempat tidur besarnya. Raya yang merasakan pergerakan Siwon ke arahnya berusaha mengangkat wajahnya dengan keberanian yang mati-matian dia kumpulkan.

“terimakasih.. terimakasih karena sudah menyelamatkan harga diri keluargaku di depan semua orang, aku.. aku berhutang budi padamu” Raya menatap dalam pria yang sudah berdiri dengan sempurna dihadapannya, “setelah ini, aku menerima semua keputusan apapun yang akan kau ambil, jika kau ingin menceraikanku saat ini juga… aku benar-benar tak masalah”

Siwon yang mendengarkan semua penuturan Raya entah mengapa merasa sangat tak suka dengan setiap kata yang keluar dari mulut indah wanita itu. Dengan gerakan perlahan dia mendudukan dirinya disamping wanita yang kini sudah berstatus sebagai istrinya, dan dengan gerakan yang sangat hati-hati dia menyentuhkan tangannya pada tangan sang wanita yang masih saling tertaut terkepal erat diatas pangkuan, kemudian dengan perlahan juga dia menggenggam erat tangan itu dan memindahkan kepangkuannya, membuat pemiliknya merasa cukup terkejut.

“jika di ibaratkan, pernikahan adalah sebuah perahu layar, ketika kau mengambil langkah untuk menikah, berarti kau sudah siapa mengarungi samudra. Kita berdua sudah ada dalam sebuah perahu yang sama, layarnya juga sudah terkembang, aku nahkodanya dan kau adalah sang navigator, kita sudah memiliki semua yang kita berdua butuhkan untuk mengarungi samudra, lalu apa ada alasan yang cukup untuk mendukung kita kembali ke dermaga?”

“apa maksudmu?” tanya Raya bingung memastikan arah pembicaran dari pria yang baru beberapa jam lalu menjadi suaminya.

“bagiku sebuah pernikahan adalah sebuah janji yang sangat suci karena kau mengikatnya dihadapan Tuhan, ketika aku memutuskan untuk menikahimu itu berarti aku telah membawamu kehadapan Tuhan dan menunjukkan padaNya bahwa kau adalah wanita yang akan mengarungi samudra kehidupan bersamaku, dan aku yakin Tuhan pun merestui kau sebagai pendampingku, karena kedua orangtuaku juga merestuinya, karena orangtua adalah perpanjangan tangan Tuhan bagi putra-putrinya, jadi tak ada alasan bagiku untuk mengakhiri pernikahan yang mendapat restu dan berkat dari semua orang” tutur Siwon diakhiri senyum menenangkan yang mampu menembus relung sukma Raya yang tadi sempat terasa hancur karena duka pengkhianatan yang baru saja dia alami, tanpa Raya sadari setiap ucapan Siwon sedikit banyak menjadi penyembuh dari luka yang bersarang didirinya, dan kehangatan mulai merayapi dirinya.

Raya menatap dalam pria yang masih duduk disampingnya sambil tetap setia membelai lembut genggaman tangannya, “apa kau mencintaiku?” tanya Raya spontan yang justru menimbulkan kekehan ringan dari mulut Choi Siwon, dan hal itu langsung membuat Raya menampakkan wajah cemberut yang terlihat sangat menggemaskan dimata suaminya, “kalau kau tak mencintaiku kenapa kau mau menikah denganku?”

Kini tawa ringan Siwon digantikan oleh senyuman lebar yang menyetuh mata indahnya mendengar pertanyaan lanjutan sang istri, “terlalu naïf jika kukatakan aku mencintaimu saat ini, karena kita bahkan tak pernah dekat dan tak mengenal cukup baik satu sama lain” Siwon menarik nafasnya sambil balik menatap wajah Raya dalam, “dan kenapa aku bisa meminta ayahku melamarmu untukku saat itu, karena saat aku melihatmu, aku dapat merasakan sakit seperti yang tengah kau rasakan, begitu sakit hingga aku lupa caranya menangis, kemudian tanpa dikomando tubuhku dengan sendirinya melangkah mendekat kearahmu dan memandang wajahmu, seketika saat itu juga aku tau apa yang harus aku lakukan” Raya merasa matanya mulai berkaca-kaca mendengar penuturan pria yang baru saja resmi menjadi suaminya.

Pria dihadapannya memiliki hati yang sangat tulus, dan Raya dengan jelas menyadari bahwa direlung hatinya yang paling dalam Raya merasa begitu bersyukur memiliki Choi Siwon sebagai suaminya, “kau pria yang sangat baik” ucap Raya sambil memberanikan diri menggenggam lembut rahang tegas milik suaminya sebagai ucapan terimakasih, dan Siwon bersumpah dia merasakan perasaan hangat menjalari dirinya saat ini akibat sentuhan lembut yang diberikan istrinya.

“aku berjanji akan belajar untuk mengenalmu, memahami sepenuhnya dirimu, aku akan membantumu menyembuhkan lukamu dan aku berjanji akan belajar untuk mencintaimu”Siwon memainkan bibirnya, “tapi rasanya yang terakhir akan sangat mudah, sekarang saja aku sudah mulai terpesona dari caramu menyentuhku” jujur Siwon sambil menggenggam erat tangan Raya yang masih berada diwajahnya dan apa yang dilakukan Siwon menimbulkan senyum indah merekah diwajah wanita itu disertai pipi yang memerah.

Raya tertunduk tersipu karena pujian yang baru saja dilontarkan suaminya, Raya juga sudah mulai merasakan jika semua perkataan dan perlakuan Siwon membuat perasaannya berangsur-angur menghangat.

“aku tau ini tak akan mudah, tapi ku mohon bersabarlah menghadapiku, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu dan aku… juga akan belajar untuk mencintaimu, suamiku” senyum indah penuh ketulusan terukir di wajah cantik Kim Raya melupakan semua duka dan rasa sakit yang ditorehkan oleh pria yang beberapa jam lalu baru saja menghancurkan hatinya, senyum bahagia yang menular dan terasa begitu menentramkan dihati Choi Siwon, dan pada detik itu juga Siwon bersumpah tak akan pernah membiarkan senyum itu terhapus dari wajah wanitanya.

“ayo kita sama-sama belajar saling mencintai” tutur Choi Siwon diakhiri dengan kecupan dalam di kening milik Kim Raya.

 

 

 

****

 

 

 

 

 

Huwaaaaaa >_< ini apaaaa?????

Maaf kalo absurd *bow* ide cerita ini aku dapet gitu aja pas lagi nunggu sambil baca cerpen yang ada di majalah yang aku temuin di airport lounge tadi pagi, trus aku bikin coret-coretannya dan pas disusun jadinya begini :3 maaf banget kalo aneh, buat yang mau mengeluarkan unek-uneknya di cerita ini aku persilahkan deh, karena aku tau ini emang unexpected banget :3 yasudahlah, BYE!!

 

 

Advertisements

36 thoughts on “My Groom

  1. Wach siwon …Superhero…
    Superman….Siwon suju the last man standing….
    Disini kyu cm numpang lewat doank ya…

  2. raya enak bgt y ditinggal kyuhyun tp dapetnya siwon beruntung bgt itu mah. keren bgt neh simpel tp romantis. btw ini ada sequal nya g chingu? ??? please

  3. Oohh..o..oo.. Gak nyangka siwon bisa sebijak itu dlm mengambil keputusan utk menikahi raya….
    Moga aja kyu nyesel udah ninggalin raya disaat pernikahan mereka…

  4. Kyu ny kurang ajar. Kalo msh cinta ama mantan kenapa ngajak ank orang nikah.
    Nappeun

    Untung ada siwon yg busa menyelamatkan keluarga raya

  5. Astaga si cho main lari aja dari pernikahan, well walaupun sedikit tapi cerita ini sederhana dan simple aku suka. Ditunggu udpate ff yg lainnya chingu 😉

  6. Kereenn (y) setelah di tinggal kyuhyun yang gantengnya gak abis2, eh malah dapat siwon yang gantengnya gak ketulungan.. Hhehee ^,^v

  7. simple tapi mengharukan.

    Raya udah kamu lupain kyuhyun dan berbahagialah dengan siwon 😉

    Maaf aku bukan nya mau mempermalukan dan menyakitimu tapi aku dan kyuhyun masih saling mencintai *LOL
    #stress gara2 ditinggal kawin sama sungmin#

  8. eoh ? Betul… Betul… Betul

    because I love him and he’s love me bwahahaha
    #english ala vicky
    #RSJ semakin dekat

  9. siwon jd penyelamat di saat genting nie,,,
    kyu tega bgd ya ninggalin pas saat mau nikah,,,napa gak dr sebelum nya kalo emang gak cinta,,,,
    masih ngegantung ya rasa nya,,,ada sequel nya gak ni thor??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s