Part of “Ivy Club”


Cho Kyuhyun-3

 

 

 

“apa kau menyukai nona Kim”

 

“Kim Raya, lelaki mana yang tak meyukai wanita itu” angin berhembus membelai wajah Kyuhyun, “dia adalah wanita yang sangat cantik, cerdas, berpendidikan dan dari kalangan terhormat, sikapnya yang ceria dan ramah membuat siapa saja mampu dekat dengannya walau untuk pertama kali bertemu, pembawaannya yang menyenangkan mampu membuat siapa saja betah berlama-lama disampingnya” Kyuhyun menghembuskan nafasnya, wanita yang berdiri disampingnya menggangguk pelan, seolah sependapat dengan semua alasan yang dikemukakan Kyuhyun bahwa wanita yang tengah mereka bicarakan betul-betul sosok yang sempurna.

 

“apa kau tau sebuah kutukan persahabatan yang akan menimpa persahabatan antara pria dan wanita?” tanya Kyuhyun tiba-tiba yang menimbulkan guratan kebingungan di wajah lawan bicaranya.

 

“didalam sebuah hubungan persahabatan antara wanita dan pria pasti ada sebuah perasaan cinta yang tak terbalas” terang Kyuhyun mencoba menjawab kebingungan wanita yang berada disampingnya.

 

“maksudmu??”

 

“didalam persahabatan antara wanita dan pria, pasti salah satu dari mereka ada yang memendam sebuah perasaan cinta yang dalam”

 

“dan kau salah satu yang memendam perasaan cinta yang dalam itu?” tanya sang wanita yang menimbulkan anggukan dari Kyuhyun, sementara sang wanita mencengkram ujung dressnya erat, tak menduga arah pembicaraan dari pria disampingnya.

 

“ aku mengenalnya saat kami masih sama-sama disekolah dasar, semenjak kecil dulu dia sudah menjadi siswa yang popular, dan tentu saja aku juga termasuk siswa yang popular” ucap penuh kebanggaan Kyuhyun menimbulkan tawa renyah dari wanita disampingnya, “sikapku yang berkuasa dan mendominasi mampu membuat siapapun memandangku hormat tapi tidak dengannya, dia adalah satu-satunya siswa yang berani mengangkat wajah dihadapanku, dia satu-satunya wanita yang mampu membalas setiap ucapan sinisku dan perkataan balasannya selalu mampu membuatku bungkam”

Entah mengapa tiba-tiba perasaan sesak meliputi wanita itu, wanita itu tau bahwa pria disampingnya, pria yang mulai dia cintai ternyata mencintai sahabat masa kecilnya.

 

“kami selalu bertengkar, tak pernah sedikitpun aura damai menyelimuti kami, tapi seiring berjalannya waktu kami justru menjadi semakin dekat dan saling melindungi, kami selalu bersama dan tak terpisahkan hingga dia dan keluarganya pindah ke Manchaster beberapa tahun lalu”

 

“apa kau pernah meyatakan perasaanmu padanya?” perasaan takut dihati wanita itu tiba-tiba saja muncul setelah melontarkan pertanyaan yang menurutnya cukup bodoh, wanita itu takut jawaban yang keluar dari mulut Cho Kyuhyun melukai hatinya.

 

Senyum pahit terukir di wajah Cho Kyuhyun, “tidak pernah” gelengan kepala menyertai jawabannya, “aku selalu terlambat” ada getir pahit muncul dari jawaban Cho Kyuhyun, “ketika aku mulai menyadari perasaan cintaku, dia juga mulai menyadari perasaan cintanya” Kyuhyun memandang wanita yang memandangnya intens, menyimak setiap kata yang keluar dari mulutnya, “perasaan cintanya yang bukan untukku ,dia menyukai kakak kelas kami sewaktu di junior highschool, kau tau, justru akulah yang mendekatkan mereka hingga mereka menjadi sepasang kekasih” senyum pahit semakin terukir jelas diwajah Cho Kyuhyun.

 

“dan aku ikut terluka ketika melihatnya begitu terpuruk ditinggalkan oleh kekasihnya itu begitu saja, diam-diam aku ikut menangis saat dia menangis dipelukanku” wanita itu merasakan matanya memanas mendengar penuturan perasaan Kyuhyun yang begitu dalam.

 

“Hingga akhirnya aku harus pergi ke Pensylvania untuk melanjutkan pendidikanku, begitupun dia yang harus ikut kedua orang tuanya menetap di Manchaster setahun kemudian” Kyuhyun meluruskan pandangannya, menatap sendu suasana taman bermain yang mulai sepi, angin sore yang sejuk masih bertiup membelai helaian rambutnya. Sementara wanita disampingnya ikut terhanyut dengan suasana nostalgia yang Kyuhyun ciptakan.

 

“hingga akhirnya peristiwa mengerikan itu datang” wanita itu mengalihkan pandangannya, menatap Kyuhyun serius, “Raya terbaring koma lebih dari dua minggu karena kecelakaan tunggal yang menimpa keluarganya dan menyebabkan ayah dan ibunya meninggal dunia” aura kelam meliputi Kyuhyun seutuhnya, membayangkan kembali duka terdalam yang ikut dia rasakan beberapa tahun lalu, duka yang telah merebut kebahagiaan Kim Raya-nya.

 

“aku tak sanggup jika harus membayangkan kembali hari-hari yang kujalani setelah itu” Kyuhyun memutar memori kelamnya, hari-hari menyedihkannya ketika dia mendampingi Kim Raya, wanita yang dia cintai laksana raga yang telah kehilangan jiwanya, kosong.

 

“Peristiwa mengerikan itu mengubah Raya menjadi pribadi yang sangat berbeda, dia menjadi wanita yang sangat dingin dan diam, diam dalam arti kata sebenarnya karena dia tak pernah melakukan apapun” Kyuhyun menerawang jauh.

 

“aku tak pernah ingin meninggalkannya saat itu, namun pendidikanku di Whartonschool-pun tak bisa ku abaikan, dengan jaminan dari Kim Heechul, kakak Kim Raya, bahwa Raya akan baik-baik saja, dengan berat hati aku meninggalkannya”

 

Tercipta keheningan cukup lama, kedua insan manusia ini terlarut dalam samudra pikiran masing-masing, Kyuhyun dengan kepedihannya dan wanita itu dengan kegundahan dan kesesakkan hatinya menyadari fakta bahwa pria disampingnya begitu mencintai wanita lain, walaupun itu sahabat pria itu sendiri.

 

“kkk~” kekehan ringan keluar dari mulut Kyuhyun, wanita yang sejak tadi diselimuti kesedihan sontak memandang Kyuhyun bingung, “kau tau, aku jugalah yang mendekatkan Kim Raya dengan kekasihnya yang sekarang” jelas Kyuhyun masih dengan tawa canggungnya.

 

“kenapa?” tanya wanita itu begitu mendengar tawa pahit yang didendangkan Kyuhyun, ada sekelumit pertanyaan dihati wanita itu, jika Kyuhyun mencintai Raya mengapa tak Kyuhyun saja yang menjadi kekasih Kim Raya dan kenapa malah mendekatkan Raya dengan pria lain.

 

“karena hanya Choi Siwon-lah yang mampu membuat Kim Raya menjadi Raya-ku yang dulu” ujar Kyuhyun pelan dengan tatapan tak terbaca.

 

Jawaban pelan Cho Kyuhyun sukses menorehkan sebuah luka dihati wanita itu, seketika wanita itu paham bahwa pria disampingnya bukan hanya mencintai Kim Raya, tapi Cho Kyuhyun justru teramat mencintai wanita itu hingga dia rela melakukan apapun demi kebahagian wanita yang dicintainya. Entah mengapa wanita itu mendadak ingin menangis, matanya semakin memanas dan hatinya didominasi oleh rasa sesak dan luka.

 

“apa kau masih mencintai Kim Raya hingga saat ini?” tanya wanita itu pelan sambil menundukkan pandangannya, dia tak mampu menatap wajah Kyuhyun.

 

Sementara itu Kyuhyun justru memandang wanita disampingnya dengan pandangan penuh arti.

 

 

 

-secuil adegan dalam “Ivy Club”-

 

 

Advertisements

14 thoughts on “Part of “Ivy Club”

  1. Eh ? Itu sequel yaa ?
    Kereenn banget 🙂 ditunggu kelanjutannya yaa chingu 😉

  2. Kasihan cewek ny. Cinta bertepuk sebelah tangan. Kira2 kyu ny bakal sadar ngga ya kalo ada wanita yg menyukai diri ny..

    Kayak lirik lagu One Man.

  3. Kasihan cewek ny. Cinta bertepuk sebelah tangan. Kira2 kyu ny bakal sadar ngga ya kalo ada wanita yg menyukai diri ny..

    Kayak lirik lagu One Man yg pernah dibawain ole yesung di immortal song.

  4. Ini ada kaitannya sama trapped in choi charm ya chingu?? Jadi si kyu cinta jg sama raya ya ampun sungguh beruntung jadi raya dicintai pria” tampan dan mapan :’)

  5. Baru baca FF ini nih=D
    Itu Kyuhyun kasian banget ya. Saking cintanya sama Ra-Ya sampe nyakitin dirinya sendiri. Di dunia ini jarang2 ada cowok kyak gitu. Mau dong satu buat aku *plak*
    Good job:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s