Trapped in Choi’s Charm (chapt 13)


poster chapt 13

AN       : finally… chapter 13 done! Mudah-mudahan kalian masih nungguin lanjutan kisah ini, and sorry for long update, mood aku bener-bener berantakan belakangan ini… and thank you so much to Megan… thanks dear :* dan untuk Yolanda, maaf ya sayang belum bisa Menuhin janji aku, setelah ini request-an kamu pasti langsung aku kerjain, jangan marah okay… xoxo…

Okay.. Let’s enjoy, happy reading

 

 

****

 

 

# Previous Chapt

 

“jadi kau sedang patah hati, eo?”

“ne Imo”

“wanita itu pasti akan sangat menyesal karena telah mencampakkanmu, Raya-ya, coba kau kenalkan teman-teman atau para model di butikmu pada Minho, mereka semua cantik-cantik, siapa tau ada yang mampu memikat hati Minho”

“aku tak mau Imo, mereka bukan tipeku”

“lantas memangnya yang seperti apa tipemu?

“seperti Raya Noona, bagaimana kalau Raya Noona saja yang menjadi kekasihku?”

 

“selamat atas pertunangan kalian”

“terimakasih Choi Seunghyun-ssi, terimakasih atas kedatangan anda, apakah anda datang sendiri?”

“aniya, aku datang bersama-”

“annyeong haseo Choi Siwon-ssi”

“Nam Auri!!”

 

 

****

 

 

More Complicated –Kim Raya–

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

Choi Siwon mengetuk-ngetukkan telunjuknya secara teratur di atas meja ruang kerja barunya sebagai presiden direktur Choi Group. Dia tak menghiraukan setumpuk berkas di atas meja yang harusnya menjadi menu pembukanya pada hari ini.

Walaupun tubuhnya berada disalah satu ruangan mewah Choi Tower, namun tidak dengan pikirannya. Pikiran Siwon berkelana pada moment semalam, moment dimana akhirnya Siwon mengikat Raya sebagai calon pendamping hidupnya. Moment dimana dia merasa amat sangat bahagia karena hanya dengan selangkah lagi dia akan menjadikan satu-satunya wanita yang dia cintai menjadi pelabuhan akhir hidupnya.

Namun entah mengapa Siwon merasakan perasaan bahagianya terusik, ada satu hal yang sangat mengganjal hatinya hingga saat ini, yaitu ekspresi kepedihan yang ditahan oleh wanita yang saat ini sudah berstatus sebagai tunangannya, Kim Raya.

Siwon memang sempat tak menyetujui ide Kim Heechul untuk menjadikan pesta pertunangan ini sebagai kejutan bagi Kim Raya, namun antusias yang ditunjukkan ayah dan ibunya membuat Siwon mengangguk setuju dengan ide yang disampaikan calon kakak iparnya.

Ada banyak hal aneh yang Siwon rasakan semalam, bekas airmata dan wajah sendu Kim Raya mengisyaratkan sesuatu sedang terjadi. Apa yang Raya coba tutupi darinya, apakah Raya tak bahagia bertunangan dengannya, pemikiran liar itu terus bermain dikepala Choi Siwon.

Siwon teringat beberapa hal malam tadi, mulai dari Raya yang tak segera menghampirinya ke podium sesaat sesudah ayahnya meminta Raya untuk menghampirinya, ekspresi kepedihan yang ditahan Kim Raya, Choi Seunghyun yang selalu mengikuti setiap langkah Kim Raya, hingga ketegangan dipinggir podium yang terjadi antara Raya, Minho dan Seunghyun, apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa dengan Choi Seunghyun yang terlihat sangat marah, semuanya benar-benar tak mampu dimengerti oleh Siwon.

Segala spekulasi negative tiba-tiba saja bermain di kepalanya, Apakah kembali terjadi sesuatu antara Kim Raya dan Choi Seunghyun, terlebih ketika di Busan dulu Siwon tau jika Seunghyun dan Raya sempat menghabiskan waktu bersama di pantai. Membayangkan itu semua tiba-tiba saja membuat Siwon merasa sangat pening.

“argghhhh Molla” erang Siwon frustasi akibat semua asumsi negative yang timbul dipikirannya.

Siwon mengambil salah satu berkas di atas mejanya, mencoba mengalihkan pikirannya dari dugaan buruk tentang hubungan Choi Seunghyun dan Kim Raya, namun semakin Siwon mencoba fokus semakin Siwon kehilangan konsentrasinya.

“aish, jeongmal!!” raung Siwon semakin kesal sambil bangkit dari duduknya, dia melonggarkan ikatan dasi yang entah mengapa terasa sangat mencekik lehernya saat ini.

Siwon melangkahkan kakinya kearah salah satu kaca besar ruangan barunya, mencoba me-refresh pikirannya dengan memandang kesibukan kawasan bisnis Teheranno dari ruang kerjanya di lantai dua puluh, jalanan Teheran terlihat sangat lengang mengingat ini memang masih jam kantor.

Bip… bip… bip…

Sebuah panggilan dari sekretarisnya menginterupsi keasikan Siwon dari lamunan buruknya, Siwon melangkahkan kakinya kearah telepon yang berada di atas meja kerja kemudian menekan tombol merah yang menyambungkannya dengan sang sekretaris.

“ne, sekretaris Park” sapa Siwon lebih dulu pada Park Jungsoo, sekretarisnya.

“Nona Nam sudah berada disini Presdir”

“persilahkan masuk”

Siwon merapikan kembali dasinya yang sempat dia longgarkan tadi, kemudian kembali duduk disinggasananya.

Tok… Tok… Tok…

“masuk” ucap Siwon mantap sambil merapikan duduknya, mata Siwon kini tertuju pada pintu besar ruangannya yang mulai bergerak perlahan, dilihatnya sosok wanita cantik yang mulai memasuki ruangannya dengan senyuman yang sangat menawan, Siwon sempat menikmati senyuman mempesona yang di berikan wanita itu. Sang wanita melangkah anggun membelah ruang kerja Choi Siwon.

“bagaimana perpanjangan kontraknya? Ada masalah?” tanya Siwon sambil berdiri kemudian melangkahkan kaki kearah sofa set yang berada di sudut ruangan, secara tak langsung menawarkan sang tamu untuk mengobrol santai dengan dirinya

“semuanya selesai dengan baik, aku tak pernah meragukan kemampuan Choi Group untuk memperlakukan secara istimewa siapa yang menjadi rekan kerjanya” jawab wanita itu diakhiri senyum tipis yang juga ikut menimbulkan senyuman di wajah Choi Siwon, “terimakasih karena kau masih memakai jasaku” lanjut wanita itu ringan.

“aku yang seharusnya berterimakasih karena kau mau bekerjasama kembali dengan perusahaanku” obrolan ringan mereka di interupsi oleh office boy yang mengangsurkan teh kepada mereka berdua.

Choi Siwon dan wanita itu menyesap perlahan teh mereka masing-masing, menikmati aliran hangat yang mengisi rongga mulut mereka. Siwon sempat memperhatikan wajah wanita yang duduk bersikuan dengannya, merasakan ada sesuatu yang berbeda dari ekspresi yang biasa wanita itu tunjukkan.

“anything happens?

“nothing” jawab wanita itu datar.

“still mad at me?” duga Siwon cepat dengan senyum miringnya.

“menurutmu??” wanita itu ikut menyunggingkan senyum miringnya, “kau bahkan tak mengundangku pada pesta pertunanganmu” ujar wanita itu sinis dengan nada tak percaya.

“tapi ternyata kau tetap datang walau tak ku undang” ucapan balasan Siwon semakin mengukir senyum sinis wanita dihadapannya, “aku masih tak percaya jika kau berkerabat dekat dengan Choi Seunghyun” lanjut Siwon.

“dunia memang kecil” ada jeda cukup lama, mereka berdua kembali menikmati teh masing-masing, menikmati harum teh hijau yang menenangkan.

Sambil meletakkan kembali cangkir tehnya, wanita itu kembali menatap wajah Choi Siwon, “aku tak menyangka kau akhirnya tetap bersama gadis manja itu” muncul perasaan tak suka dihati Siwon mendengar wanita dihadapannya membicarakan tunangannya dengan nada sinis, “kau bahkan lebih memilih dia daripada aku” lanjut wanita itu diiringi tawa meremehkannya.

“hey Nona Nam Auri, apa kau lupa?! Kau yang menolakku lebih dulu” Siwon mengucapkannya dengan nada jengkel, kembali mengingatkan wanita dihadapannya bagaimana dulu wanita cantik itu menolak cintanya semasa kuliah, “apa kau ingat bagaimana kau menolak cintaku waktu di Pensylvania dulu?” Auri menatap Siwon tak acuh, mencoba tak mempedulikan pertanyaan retoris Choi Siwon. Dari sikap tak acuhnya terlihat jelas bahwa Auri menyesali keputusannya menolak Siwon waktu mereka masih sama-sama mengenyam pendidikan di Wharton School karena dia lebih tertarik pada pria lain.

“itu masa lalu” kali ini gantian Siwon yang menampilkan senyum sinisnya mendengar pernyataan wanita yang pernah dia sukai setengah mati.

“kalau saat ini aku memintamu untuk bersamaku, apa yang akan kau lakukan?” tanya Auri frontal mencoba peruntungannya untuk dapat memiliki Choi Siwon, pria yang pernah mencintainya, namun Siwon justru tertawa renyah mendengar permintaan tak masuk akal wanita dihadapannya.

“jawabanku masih sama seperti saat di Jepang tahun lalu” jawab Siwon ringan, “dan maaf, kali ini aku sudah bertunangan” ujar Siwon sambil menunjuk bangga salah satu koleksi Harry Winston yang melingkari jari manisnya, sementara Auri hanya tertawa ringan menerima gimik menyebalkan yang diberikan Choi Siwon.

“kalau begitu aku akan mengubah tawaranku” Siwon menatap bingung Auri yang memandangnya penuh senyum misteri, “bagaimana jika mengulang ‘kesenangan’ seperti di Jepang tahun lalu?” tawar Auri dengan senyum dan nada menggoda.

“tidak, terimakasih” tolak Siwon cepat, tak ingin kembali terjerat pada pesona wanita dihadapannya, “aku cukup waras kali ini, aku tak ingin berjudi dengan hubungan seriusku bersama Kim Raya” tahun lalu Siwon sudah cukup beruntung karena menurutnya sang kekasih tak mengetahui tingkah brengseknya yang menjalin hubungan rahasia dengan wanita disampingnya, tapi kali ini dia tak ingin mengulang kegilaan yang sama untuk kedua kalinya.

“kalau begitu kita buat peraturan yang sama” tawar Auri, “kita rahasiakan hubungan kita dari tunanganmu” ringan Auri memberi solusi yang entah mengapa justru terdengar mengerikan ditelinga Choi Siwon.

“tidak! aku tak ingin mengulangi kegilaanku, mungkin dulu aku beruntung karena kekasihku tak mengetahui permainan yang aku lakukan, tapi kali ini-“ Siwon menggelengkan kepalanya, menolak gagasan apapun yang berpotensi menghancurkan hubungannya dengan Kim Raya, “aku tak ingin kehilangan wanita yang aku cintai” jawab Siwon mantap.

Siwon tak ingin terjerat dalam lubang yang sama kembali menyakiti wanitanya, dia benar-benar tak mampu membayangkan apa yang akan terjadi pada Kim Raya jika wanita itu tau dia pernah mengkhianati cintanya. Terlebih lagi dengan dugaan Siwon bahwa wanitanya kembali dekat dengan Choi Seunghyun, Siwon tak sanggup membayangkan apa yang akan dilakukan wanita itu, Siwon tak ingin Raya meninggalkannya.

“kau terlihat seperti seorang pria yang sangat mencintai wanitanya” ejek Auri pelan.

“tentu saja aku sangat mencintai wanitaku, memangnya kau pikir apa?!” balas Siwon sengit.

“tapi affair-mu setahun lalu denganku sama sekali tak menunjukkan kalau kau mencintai Kim Raya” bantah Auri yang menimbulkan gurat amarah diwajah Choi Siwon, Siwon benar-benar tak terima jika orang lain mengganggapnya tak mencintai Kim Raya, jelas-jelas saat ini Siwon tak mampu hidup tanpa wanita itu.

“The world changes, every people has changed ” sangah Siwon dingin.

“kau terdengar memuakkan” ujar Auri dengan tawa sinis yang lagi-lagi mengiringi ucapannya.

“maafkan aku kalau begitu” balas Siwon tak acuh.

Keheningan mendadak kembali menyelimuti dua manusia itu, hanya sesekali terdengar suara cangkir yang beradu dengan piring kecil.

“bagaimana dengan makan siang?” ajak Auri, tak menyerah dengan usahanya untuk menarik perhatian pria yang beberapa waktu ini kembali menjadi obsesinya.

“hm?” tanya Siwon tak mengerti.

“untuk menebus rasa bersalahmu karena telah mencampakkanku dan tak mengundangku pada pesta pertunanganmu”

“baiklah” terima Siwon tanpa pikir panjang.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

“sekretaris Park”

“omo! Kim Raya Agasshi, kau mengagetkanku” Sekretaris Park berseru kaget menyadari kehadiran Kim Raya dihadapan meja kerjanya saat ini, karena pasalnya sejak tadi perhatiannya terfokus pada setumpuk kertas yang berada dibelakang meja kerjanya.

“memangnya apa yang sedang kau lakukan?” tanya Raya bingung pada apa yang sedang menjadi kesibukan sekretaris kekasihnya.

“hanya menyusun pengalihan tugas yang harus dilakukan oleh sekretaris Presdir Choi yang baru” jawab Sekretaris Park sambil beranjak dari duduknya.

“aku sudah mendengar tentang kepindahanmu ke Singapura dari Siwon Oppa, aku ucapkan selamat atas kenaikan pangkatmu Sekretaris Park, atau mulai sekarang aku harus memanggilmu Direktur Park Jungsoo” goda Raya hangat diselingi senyum ramahnya.

“anda bisa saja Agasshi” balas Sekretaris Park malu-malu, “kalau boleh memilih sebenarnya saya ingin terus menjadi Sekretaris Presdir Choi Siwon, tapi ternyata kehadiran saya lebih dibutuhkan oleh Chairman di Singapura” lanjut Sekretaris Park rendah hati.

“ini adalah kesempatan emas agar kau bisa mengembangkan karirmu tuan Park”

“ye, Agasshi” sahut Park Jungsoo sopan, “anda ingin bertemu dengan Presdir Choi?”

“ne, aku kesini untuk mengantarkan makan siang yang kubuat bersama Eommonim tadi” jawab Raya senang sambil menunjukkan kotak bekal hasil karyanya bersama sang calon ibu mertua.

“wah, anda benar-benar calon istri dan menantu idaman Kim Agasshi”

“jangan memujiku, aku tak akan tertarik padamu tuan Park” goda Raya diakhiri tawa ringannya yang juga dibalas tawa ringan dari Park Jungsoo, “kalau begitu boleh aku bertemu dengan Presdir Choi?”

“tentu saja, Presdir ada didalam, tapi beliau sedang kedatangan tamu saat ini?”

“begitukah? Apakah masih lama? siapa tamunya?” tanya Raya penasaran.

“sepertinya akan segera selesai, Nona Nam Auri” jawaban Sekretaris Park sontak membuat Kim Raya kehilangan senyumnya, tubuh Raya mematung, Raya merasa jantungnya berdetak lebih cepat, aliran darahnya mengalir lebih deras, adrenalinnya terpacu, Raya merasa tubuhnya memanas akibat emosi yang tiba-tiba saja melingkupi dirinya.

“mau apa wanita itu datang kemari” geram Raya kesal sambil melangkah cepat kearah pintu yang menjadi pembatas ruang kerja Choi Siwon, menyisakan tanya pada Park Jungsoo yang melihat perubahan drastis pada suasana hati tunangan atasannya itu.

Tanpa permisi Raya mendorong kasar handle pintu besar itu, ingin mengetahui dengan segera apa yang tengah dilakukan laki-laki yang berstatus sebagai tunangannya bersama wanita selingkuhannya.

“Kim Raya” seru Siwon kaget menyadari kehadiran tiba-tiba kekasihnya, saat ini Siwon dan Auri baru saja bangkit dari duduk nyaman mereka, berniat untuk makan siang bersama diluar.

“apa aku menggangu kalian?” tanya Raya dingin, pandangan tajamnya terfokus pada sosok Nam Auri yang juga cukup tersentak kaget akan kehadiran tiba-tiba Kim Raya. Raya mati-matian mengontrol emosinya melihat wanita yang pernah ikut menghancurkan hidupnya berdiri tak jauh dihadapannya.

“tentu saja tidak, kami baru saja selesai membicarakan masalah pekerjaan, ada apa sayang?” tanya Siwon sambil melangkah mendekati tubuh kekasihnya.

Masalah pekerjaaan? Cih, Raya mencemooh dalam hati. “apa aku membutuhkan alasan untuk berada disini?” Siwon yang bingung mendengar nada dingin keluar dari mulut kekasihnya, berinisiatif merangkulkan tangannya pada pinggang ramping Kim Raya, dan bersyukur Raya tak menolak aksinya.

“tentu saja kau bebas berada disini sayang, kapanpun kau mau, hanya sedikit penasaran dengan kehadiran tiba-tiba kekasihku” balas Siwon hangat sambil membelai lembut pinggang Kim Raya, mencoba meredam emosi kekasihnya yang dia rasa sedang tak stabil. Sementara itu, Nam Auri hanya memandang malas romansa picisan dihadapannya, dia merasa seperti serangga pengganggu saat ini.

“aku hanya mengantar bekal makan siang yang sudah disiapkan Eommonim untukmu” Raya mencoba menekan dalam-dalam emosi yang masih melingkupi tubuhnya, jujur saja dia merasakan sesak yang cukup menggangu dadanya saat ini, namun Raya tak ingin kehilangan kendali dan harga diri dihadapan wanita yang juga memandangnya dengan sorot mata dingin.

“benarkah??” tanya Siwon antusias, mengalihkan perhatian Raya dari wajah angkuh rival terselubungnya, “apa kau juga ikut menyiapkannya untukku?” lanjut Siwon penasaran sambil menelisik paper bag yang berada dalam genggaman Kim Raya, Siwon benar-benar tak menyadari suasana hati kekasihnya yang buruk.

“kalau begitu sepertinya makan siang kita harus ditunda, aku tak ingin mengganggu anda dan tunangan anda Presdir Choi” ucap Auri datar yang sejak awal sudah menyadari tatapan tak bersahabat yang dilayangkan Kim Raya, dan Raya yang mendengar ucapan Auri semakin bertambah geram dan panas, bagaimana mungkin kekasihnya berencana untuk makan siang bersama dengan wanita iblis itu.

“jika kau mau kau bisa bergabung bersama dengan kami Nona Nam” tawar Siwon sopan, yang membuahkan tatapan membulat marah dan tak percaya dari Kim Raya, namun sayang Siwon tak menyadari tatapan geram kekasihnya itu.

“terimakasih banyak Presdir Choi, tapi aku tak ingin mengganggu kalian berdua, kalau begitu aku permisi dulu, dan sampai bertemu lagi Presdir Choi, Nona Kim” entah mengapa Raya yang mendengar kalimat undur diri Nam Auri merasa seperti sedang menerima deklarasi perang dingin. Mata bulat Kim Raya tak lepas dari sosok Auri yang berjalan angkuh meninggalkan ruangan Choi Siwon.

“apa yang kau perhatikan?” pertanyaan ingin tau Siwon menarik Raya dari tatapan mematikannya.

“apa yang wanita itu lakukan disini?” tanya Raya sambil melangkah menuju sofa set yang tadi di duduki oleh Auri, di ikuti oleh Choi Siwon yang merasa aneh mendapati sikap dingin kekasihnya sejak tadi.

“Nam Auri” Raya menahan kekesalan mendengar Siwon tanpa rasa berdosa menyebut nama wanita itu, seolah-olah menegaskan padanya bahwa wanita iblis itu mempunyai nama untuk disebut, “untuk perpanjangan kontrak” lanjut Siwon sambil membongkar bekal makan siang yang dibawa oleh Raya.

“perpanjangan kontrak?”

“ne, dia adalah brand ambassador Choi Group di Jepang” seperti tak henti mendapat efek kejut hari ini, Raya menatap tak percaya Choi Siwon yang sedang fokus menyusun makan siangnya di atas meja, entah mengapa Raya mendadak merasa dibohongi, dia seolah melewatkan informasi penting bahwa wanita selingkuhan kekasihnya itu bekerja pada Choi Group.

Raya menghembuskan nafasnya keras, seolah membebaskan udara yang terasa sangat menghimpit dadanya, Raya benar-benar tak menyangka dengan informasi yang baru saja dia dengar, pantas saja Raya memergoki perselingkuhan Siwon dan wanita itu saat mereka berada di Tokyo, jadi ini alasan sebenarnya tahun lalu Siwon sering berkunjung ke Jepang, jadi selain urusan pekerjaan ada urusan asmara yang lebih penting.

“sejak kapan dia menjadi model Choi Group?” tanya Raya datar, masih berusaha menahan segala emosi dan sesak yang melingkupi tubuhnya.

“sejak Choi Group memasuki pasar Tokyo” jawab Siwon santai sambil mencicipi hidangannya, lagi-lagi Raya dikagetkan dengan jawaban yang keluar dari mulut Choi Siwon. Sejak memasuki pasar Tokyo? Itu berarti dua tahun lalu, ya Tuhan, jangan bilang kalau mereka berdua sudah berhubungan selama itu, Raya bergumam dalam hati. Tiba-tiba saja dia merasa sangat sesak, kepala Raya benar-benar pening, tak sanggup membayangkan spekulasi yang tiba-tiba saja melesat tajam bermain dikepalanya.

“ini enak, kau atau eomma yang membuatnya” Siwon benar-benar tak menyadari perubahan suasana hati dan ekspresi keras tunangannya.

“bukankah wanita itu juga datang pada pesta pertunangan kita?” tanya Raya butuh penegasan, tak mendengarkan ucapan Siwon sebelumnya.

“hhmm, wae?” Siwon mengangguk sambil mengunyah makanannya.

“apa kau sengaja mengundangnya?”

“tidak, memangnya kau tak ingat kalau semalam dia datang bersama Choi Seunghyun”

“dia datang bersama Seunghyun Oppa??!!” tanya Raya dengan nada tak percaya dalam setiap susunan katanya.

“ne, kau kan juga melihatnya semalam, mereka kerabat dekat” kenyataan apalagi ini, wanita itu berkerabat dengan Choi Seungyun. Semalam Raya benar-benar tak menyadari jika wanita itu datang bersama Choi Seunghyun karena pikiran dan hatinya sibuk dikuasai oleh emosi yang mati-matian dia tahan agar tak menampar wajah wanita itu di depan umum.

“Kau kenapa, hm?” tanya Siwon yang mulai merasa aneh dengan setiap ekspresi dan tanggapan yang dikeluarkan wanitanya sejak tadi.

Tok… Tok… Tok…

Belum sempat Raya menjawab pertanyaan Siwon tentang kondisi hati dan dirinya yang sedang tidak baik-baik saja saat ini, sebuah suara ketukan pintu menginterupsinya.

“masuk”

“maaf mengganggu anda, Presdir Choi” ucap Sekretaris Park begitu sudah berada didekat Choi Siwon, “ini berkas yang harus anda pelajari untuk meeting jam dua nanti” Siwon menerima laporan penting yang diserahkan sekretarisnya.

“tuan Lee Donghae akan mendarat siang ini dari Shanghai, dan beliau siap mendampingi anda mulai besok” lanjut Park Jungsoo pada Choi Siwon yang terlihat mulai sibuk membolak-balikkan kertas yang baru saja dia berikan. Sementara Kim Raya hanya diam mematung dengan pikirannya, sama sekali tak berminat untuk mengikuti pembicaraan Park Jungsoo dan Choi Siwon.

“untuk sementara ini kami sedang menyiapkan Sekretaris yang pas untuk anda, jadi sampai Sekretaris anda betul-betul siap, tuan Lee akan melakukan tugas rangkap sebagai personal assistant sekaligus sekretaris anda, Presdir”

“kapan Sekretarisku siap? kau tak bisa membebankan semua pekerjaan pada Lee Donghae, aku memintanya kembali ke Seoul untuk meng-assist semua kegiatanku, bukan mengurusi pekerjaan kantor secara penuh” tutur Siwon tak suka.

“akan siap dalam waktu satu minggu Presdir, saat ini saya sedang melakukan pengalihan semua tugas padanya”

“Chairman sudah menghubungimu lagi? Kapan kau akan mulai ditempatkan disana?”

“secepatnya setelah semua urusan dan tanggung jawab saya disini selesai, Presdir” jawab Park Jungsoo sambil menyerahkan dua lembar kertas pada atasannya.

“apa ini?”

“surat pengalihan tugas” Siwon membaca dengan teliti dua lembar kertas yang diangsurkan Sekretarisnya, Siwon mengangguk mengerti pada lembar pertama yang dia baca, namun begitu dia mulai membaca lembar kedua matanya membulat kaget.

“Apa ini?!” tanya Siwon mendesak dengan tatapan butuh penjelasan kepada Park Jungsoo.

“surat pemindahan tuan Choi Minho pada cabang Choi Group di Shanghai, Presdir” Raya yang sejak tadi sibuk dengan pikirannya sendiri mendadak menatap tak mengerti Park Jungsoo setelah mendengar nama Choi Minho keluar dari mulut pria itu.

“apa maksudmu?! Kenapa bisa Minho yang dipindahkan?! Bukankah sudah kubilang untuk tidak mengusik kedudukan Choi Minho saat ini” tanya Siwon tak mengerti, jelas sekali nada tak suka mendominasi setiap kata yang keluar dari bibirnya, dan Raya hanya mampu memandang penuh rasa ingin tau obrolan Choi Siwon dan Park Jungsoo yang menyangkut Choi Minho,sejenak melupakan emosi yang menguasai dirinya.

“ne Presdir, tapi tuan Choi Minho sendiri yang menawarkan diri untuk menggantikan posisi tuan Lee Donghae di Shanghai, tadi pagi pihak HRD langsung menghubungi saya dan menyerahkan surat itu” Raya yang ikut mendengarkan pembicaraan Park Jungsoo dan Choi Siwon, mulai mengerti apa yang sedang terjadi, Raya merasa tubuhnya menegang panik akan semua informasi yang baru saja dia dengar.

“dia sendiri yang menawarkan diri?”

“Choi Minho pindah ke Shanghai??” potong Raya cepat yang langsung mendapat anggukkan mengiyakan dari Park Jungsoo, dan Raya tau, pertunangannya semalam lah yang pasti menjadi alasan terbesar pria itu meninggalkan Korea, dan kenyataan ini membuat Raya merasa semakin terpuruk.

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

Choi Seunghyun menatap tajam lembar informasi yang berada dihadapannya, dia masih tak percaya dengan kebenaran yang baru saja dia dapat, seolah ini semua adalah mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

Setelah obrolannya dengan Kim Raya di Busan beberapa waktu lalu, Seunghyun memutuskan untuk mencari tau kebenaran dari kesimpulan yang selama ini Kim Raya pegang teguh, Seunghyun memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki apa benar Choi Siwon sudah tak memiliki hubungan apapun dengan wanita lain selain Kim Raya.

Namun Choi Seunghyun justru mendapatkan kejutan keduanya begitu mengetahui sosok wanita yang pernah menjadi duri dalam daging hubungan Choi Siwon dan Kim Raya. Seunghyun masih tak sanggup mempercayai informasi yang baru saja dia dapat, bahwa Nam Auri, wanita yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya ternyata adalah wanita yang pernah merusak kebahagian milik Kim Raya. Semuanya benar-benar tak masuk dalam nalar Choi Seunghyun.

Sekali lagi Seunghyun menekuni lembar informasi yang baru didapatnya, mencermati alasan terjadinya hubungan gelap antara Choi Siwon dan Nam Auri, bahwa mereka berdua mempunyai latar belakang yang sama yaitu pernah mengenyam pendidikan di Wharton School, University of Pennsylvania, walau dengan tahun kelulusan yang berbeda.

“tumben sekali kau sudah berada di rumah di jam seperti ini” suara feminim seorang wanita menginterupsi Seunghyun dari analisisnya, saat ini Seunghyun memang sedang berada diruang kerja di kediaman keluarganya, Seunghyun langsung memutuskan untuk pulang kerumah dan menunggu kedatangan Nam Auri begitu dia mengetahui fakta tersembunyi dari kesakitan Kim Raya setahun lalu.

“sebenarnya apa tujuanmu datang ke Korea?” tanya Seunghyun langsung tanpa tedeng alih-alih, yang menimbulkan raut pertanyaan tak mengerti dari wanita dihadapannya.

“untuk memperpanjang kontrak kerjaku, aku kan sudah menceritakannya padamu kemarin” jawab wanita itu santai sambil mendudukan diri disalah satu sofa yang berada pada ruang kerja Choi Seunghyun, membuat jarak yang cukup jauh dari Seunghyun yang duduk dimeja kerjanya.

“sejak kapan kau menjadi brand ambassador Choi Group?” tanya Seunghyun lagi cukup tajam, terdengar seperti detektif yang sedang mencari kebenaran dari seorang kriminal.

“kenapa?” Nam Auri balik bertanya melihat cara bicara Seunghyun yang jauh dari kata bersahabat saat ini.

“jawab saja pertanyaanku, Nam Auri!” desak Seunghyun.

“sejak perusahaan itu membuka kantor perwakilannya di Jepang. Memangnya kenapa, Choi Seunghyun?” tanya Auri bingung.

“sejak kapan kau kenal dengan Presdir Choi Group?” tanya Seunghyun cepat, tak menghiraukan pertanyaan yang juga dilontarkan Nam Auri.

“maksudmu Choi Siwon?” tanya Auri retoris, “kami sudah saling mengenal saat masih sama-sama di Pennsylvania dulu, dia kakak kelasku dan kami berteman baik”

“hanya teman baik??” tanya Seunghyun lagi, terdengar mencemooh.

“apa maksudmu sebenarnya?”

“sejak kapan kau menjalin affair dengannya?!” tanya Seunghyun tajam.

“Choi Seunghyun!” protes Auri tak terima dengan tuduhan langsung yang dilayangkan Choi Seunghyun.

“apa kau tau dia sudah memiliki kekasih saat kau menjalin affair dengannya?!” lanjut Seunghyun tajam, benar-benar tak mempedulikan protes keras yang dilayangkan Nam Auri.

“aku benar-benar tak mengerti maksudmu Mr.Choi”

“jangan pura-pura bodoh Nam Auri” balas Seunghyun keras, “aku tau tentang hubungan rahasia yang kalian jalin selama di Tokyo tahun lalu” Auri tertawa sinis mendengar semua ucapan keras yang dilancarkan Choi Seunghyun padanya.

“kurasa itu bukan urusanmu Mr.Choi!” tegas Auri tak terima, “dengan siapa pun aku menjalin hubungan, itu tak ada hubungannya denganmu” lanjut Auri tajam sambil bangkit dari duduk anggunnya, “dan masalah dia sudah memiliki kekasih atau belum, kurasa itu tak penting, selama kami sama-sama menikmati hubungan yang kami jalin”

“NAM AURI!!!”

 

 

 

*to be continue*

 

 

 

 

 

Kebahagiaan seorang penulis adalah ketika tulisannya –seburuk apapun tulisan itu- dinikmati lalu di tanggapi sebagai bentuk apresiasi, bukan dinikmati lalu ditinggal pergi, karena itu seringkali membuat mereka sakit hati. #UdahSihSegituAja

 

 

 

pengaturan wordpress yang berubah bikin saya pusing but Thanks for reading 😀

Advertisements

33 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapt 13)

  1. Hua … gak apa-apa kok kak diri ku masih setia menungu kkk~
    Huaaa FF nya keren kak. part selanjutnya jan lupa ngetag aku lagi ya yayaya ^^

  2. hoho mian kak baru bisa komen di part ini soalnya bacanya ngebut/? XD
    ntahlah aku lebih srek minho sama raya —
    auri nya nyebelin ih -..-
    ditunggu next part nya kak.-.

  3. bagus author
    kyknya ada aj konflik’nya:-)
    jdi makin penasaran gmna endingnya nnti
    good job^^

  4. annyeong thor. ^^
    aku new reader.
    aku suka bgt ff ini ^^
    mian baru bisa comment di part ini ne, soalnya kalo bacanya pengen langsung baca part selanjutnya.
    ff ini beda bgt dari yg lain bkin greget tiap partnya. 😀

    ditunggu part selanjutnya ne. ^^
    fighting thor ^_~

    • salam kenal 😀 makasih udah baca 😀

      but please, don’t call me ‘thor’ or ‘min’… kamu bisa panggil nama aku 🙂

      sabar menunggu ya, gomawo ^_^

  5. Baru nemu fanfic ini dan ceritanya daebakkk!!!
    Awalnya aku pikir sama Seunghyun tapi ternyata Raya malah cinta sama Minho.
    Dan bayangan wajah Siwon yang polos, dekapan protektifnya sama Raya bikin pengen meluk (?)
    Lanjutkan terus kakak author~ ganbatte tratak dung jess *pasang ikat kepala* *tabuh drum*

  6. Wow perang dingin dimulai duh knp jadi mikirin nasib si minho ya kasian, well jgn sampe si siwon affair lg deh sama si auri. Udh suka bgt raya sama siwon jadinya titik gak pake koma!!!

  7. hi,
    aku reader baru….
    aku males baca ff ini…..
    soalnya konfliknya g berahir terus.
    temen2 aku aneh ngeliat aku ngeluarin napas dalemdalem.
    padahal aku teh lagi ‘galau’ lanjutin apa jangan.
    lanjut, aku ga kuat baca kelanjutannya, yg mungkin g sesuai harapan.
    tapi di sisi lain aku penasaran. buktinya sampe juga ke part ini.—sadar,part berikutnya belum ada
    maaf juga ngga bisa komen satu pe satu di setiap part. meskipun aku ngerasa kesiksa sama ni ff, ternyata aku tnpa sadar aku udah nyampe ke part ini.
    dan aku sukses g merhatiin sekalipn sama guru yang dari tadi berkoar-koar…
    sukses. ff y bikin aku jadi kaya orang bego pas ditanya sama guru aku…lol —-eh,ngomong apasi

    apa 3 choi g cukup, kayanya raya kena choi syndrom
    ntar klo ketemu choi jin hyuk juga cinta,
    atau yang lebih parah cinta juga sama choi min sik —0……oooooo…..becanda.

    • kkkk~ :v aku ga tau harus bales apa review-an kamu ini, cuma bisa nyengir-nyengir akunya 😛

      senangnya kamu tetap memilih melanjutkan baca FF absurd ini, aku ngijinin siapa aja baca FF aku, tapi efek dan akibatnya tanggung masing2 ya, aku angkat tangan hehehe…

      sepertinya kamu benar, Raya terkena sindrom Choi :3 tapi cuma tiga Choi ini yang mampu mengalihkan dunia Kim Raya kok 😛

      salam kenal yaa ^_^

  8. oeni ff y bagus banget….. aku suka.. suka… banget. hehe. aku tuh sebenernya pengennya rayanya sama siwon aja. tapi, tapi, tapi, tapi, tapi, deh. aku juga bingung. klo liat alur cerita, kenapa kok jadi malah kayanya cinta mino tuh pure banget. udah dehlah sama minho, tapi g mau juga. heuheu

  9. Bukannya Siwon udah gak nganggep apa-apa Auri?
    Ishhh gregett bener jadinya-_- Pede abis…

    Apa hubungan Auri dengan Seunghyun? Cuma kerabat dekatkah?

    Kepo berat 😮

  10. Annyeeoonngg…..
    Suka bgt sma ff ini… Aku bca’y d sjff, nggu lnjutan’y ampe lumutan, eh tiba2 ktemu wp ini kmrn, huaaaa seneng pake banget…… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s