Trapped in Choi’s Charm (chapt 12)


poster chapt 12

 

 

AN                   : baca dari atas ya, soalnya banyak yang ditambahin, jangan di skip! Awas lo?! (ceritanya ngancem)

 

 

****

 

 

# Previous Chapt

“Oppa-ga… Mianhae”

“Oppa akan selalu melindungimu bahkan dari dirimu sendiri, dari semua tindakanmu yang akan menghancurkan hidupmu sendiri nantinya” ucap Heechul.

 

“engagement party? What?!”

 

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

Hancur?! Bahkan kata itu tak dapat mewakili bagaimana kondisi hatiku saat ini – Kim Raya –

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

 

Baru saja Raya berniat untuk melangkahkan kaki kearah Choi Minho, tiba-tiba empat buah sorot lampu menerpa tubuhnya, Raya pun membatu. Didapatinya semua orang yang berada di ballroom hotel mewah itu tengah menatapnya, Raya balik menatap manusia disekelilingnya satu persatu, Raya dapat melihat berbagai macam ekspresi dilayangkan oleh orang-orang disekitarnya, ada tatapan dalam menilai, kagum, iri, senang dan… kecewa, didapatinya satu-satunya sorot kecewa yang berasal dari Choi Minho untuknya.

 

Raya tak mengerti dengan apa yang tengah terjadi. Kemudian terdengar suara berat khas milik Tuan Choi Kiho yang membahana, “perkenalkan calon menantu kami, Nona Kim Raya” Raya menelan air liurnya saat mendengar perkataan ayah kekasihnya, “Nona Kim Raya inilah yang akan menjadi pendamping putra kami Choi Siwon, dan pada malam yang istimewa ini saya bermaksud melaksanakan pertunangan putra saya dengan cucu dari mendiang Abraham Lucas pemilik British Lucas Land Company” tubuh Raya sepenuhnya mematung, dia masih tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

 

“kemarilah nak” pinta Tuan Choi Kiho lembut pada Kim Raya masih menggunakan pengeras suara.

 

Raya memusatkan pandangannya kearah podium, menatap wajah bahagia Choi Siwon yang tak pernah lepas dari senyuman, kemudian Raya memandang Choi Minho yang berada disisi kanan podium menatapnya sarat akan rasa sakit dan luka.

 

Raya tak tau apa yang harus dia lakukan, kakinya seperti terpaku pada lantai yang dia pijak. Perasaan terluka kembali tertoreh dihatinya saat Raya menyadari mata Choi Minho yang memerah menahan emosi dan tangis. Raya melihat pria itu menggelengkan kepalanya pelan, seperti memberi intruksi padanya untuk tak melakukan perintah apapun yang dilayangkan padanya saat ini.

 

Mata Kim Raya memanas, seluruh tubuhnya kaku, Raya benar-benar tak mampu bergerak. Tidak, Raya tak siap dengan semua ini, Raya tak siap sekarang, Raya tak siap memilih, dia belum memutuskan apapun. Raya mengedarkan pandangannya panik, berusaha mencari jalan keluar akan apa yang tengah ia hadapi saat ini.

 

Kemudian ditatapnya kakak laki-laki yang berdiri disebelahnya sejak tadi, bermaksud meminta pertolongan. Namun kakak laki-lakinya itu justru menatapnya dengan pandangan yang sangat dingin, Raya sempat tak memahami tatapan tajam yang dilayangkan Kim Heechul untuknya, namun detik setelahnya Raya sadar, ini adalah ide kakak laki-lakinya, ini adalah rencana Kim Heechul! Kim Heechul-lah yang merencanakan pesta pertunangan ini, karena Siwon tak mungkin memutuskan apapun tanpa persetujuannya.

 

Raya masih terpenjara dalam pandangan dingin yang dilayangkan Kim Heechul, dia tak pernah menyangka bahwa kakak laki-lakinya mampu bertindak sejauh ini, bahwa kakak laki-lakinya sekali lagi memaksakan takdirnya. Airmata mulai menggenang dimata bulat Kim Raya menghadapi rasa sakit hatinya terhadap tindakan terencana sang kakak.

 

Tanpa sadar Raya memundurkan tubuhnya, kenyataan bahwa kakak laki-lakinya-lah yang berada dibalik rencana pertunangan ini benar-benar membuat Raya terluka, karena seharusnya kakaknya itu tau persis apa yang ada dalam hatinya. Raya benar-benar tak sanggup menerima semua kenyataan yang terjadi saat ini.

 

Namun pergerakan Kim Raya terhenti karena punggungnya menabrak seseorang, Raya memalingkan wajahnya untuk mengetahui siapa orang yang dengan sengaja menghalangi jalannya, matanya menangkap sosok Choi Seunghyun.

 

“waeyo?” tanya pria itu dengan pandangan yang terasa menusuk bagi Kim Raya, pandangan yang dilayangkan Choi Seunghyun tak kalah dingin dengan pandangan yang tadi dilancarkan Kim Heechul, mengisyaratkan pada Raya bahwa Seunghyun juga terlibat dalam rencana tersembunyi kakak laki-lakinya.

 

Raya menatap Choi Seunghyun dalam, mencari sanggahan bahwa pria yang pernah dia cintai ikut ambil bagian dalam skenario yang di buat kakak laki-lakinya, tapi kenyataan yang didapat Kim Raya tak sesuai harapannya.

 

Raya memandang Kim Heechul dan Choi Seunghyun secara bergantian dengan tatapan terluka, dia masih tak percaya dengan koalisi yang dilakukan Heechul dan Seunghyun untuk mengatur takdirnya, matanya semakin membendung airmata menghadapi kenyataan tak terbantahkan yang membuatnya semakin dalam tersakiti.

 

“jangan bertindak gegabah Kim Raya, gunakan akal sehatmu” bisik Seunghyun yang masih berada dibelakang Raya, “jaga nama baik keluarga, jangan kecewakan orang-orang yang menyayangimu” Raya kembali menatap Choi Seunghyun saat mendengar kembali ucapan pelan pria itu, Raya menatapnya dalam dengan airmata yang semakin tak mampu dia tahan. Sorot terluka dan merasa dibohongi tak pernah lepas dari pandangan penuh airmata Kim Raya.

 

Sebenarnya Seunghyun ikut tersiksa melihat sorot mata berkaca-kaca yang dilayangkan Raya padanya, namun Seunghyun tau apa yang harus dia lakukan, terlebih lagi dia sudah terlanjur berjanji pada Kim Heechul dan dirinya sendiri, bahwa dia akan selalu melindungi Kim Raya dari luka yang akan dibuat sendiri oleh wanita itu.

 

“kumohon” pinta Seunghyun pelan.

 

Namun Raya yang seperti tak mendengar ucapan Seunghyun, justru kembali menatap kakak laki-lakinya, meminta pengertian dan pertolongan kakak laki-lakinya melalui airmata yang sejak tadi menggenang dimata bulatnya, “Oppa” lirih Raya pelan.

 

Kim Heechul yang ikut merasakan tatapan terluka Kim Raya kini balik menatap adik perempuannya itu, namun kali ini sorot mata Kim Heechul berubah menjadi penuh kelembutan. Ini bukan pertama kalinya Raya mendapatkan tatapan seperti itu dari Kim Heechul, tapi ini adalah pertama kalinya Raya dapat merasakan kepedihan yang selama ini dipendam kakak laki-lakinya.

 

“lakukan apapun yang kau inginkan” ucap Heechul pelan dan dalam namun sebenarnya sarat dengan ancaman.

 

Ucapan Heechul justru membuat Raya semakin tak tau dengan apa yang harus dia putuskan, hati dan pikirannya saat ini sedang tak sejalan, hati dan pikirannya berkata lain, berada dikondisi seperti ini benar-benar membuat Raya ingin melesakkan dirinya ke dalam lantai yang dia pijak, mengubur dirinya dalam-dalam dan menghilang untuk selamanya.

 

Diperhatikannya kembali dua orang laki-laki yang berada jauh dihadapannya. Choi Siwon yang mulai berdiri gelisah menanti dirinya yang tak kunjung mendekat, lalu Choi Minho yang menatapnya dalam dengan sorotan penuh luka.

 

Secara bergantian Raya memandang wajah kedua pria yang dia cintai di depan sana, Raya merasa sangat sesak, haruskah dia memutuskan semuanya saat ini, memutuskan siapa laki-laki yang tanpanya Raya tak mampu hidup.

 

Dengan airmata yang mulai menetes di pipinya Raya kembali menatap wajah kakak laki-lakinya, “mianhae, jeongmal mianhae, Oppa” lirih Raya semakin pelan pada sang kakak sambil menahan isakannya. Dihelanya udara yang menghimpit dadanya secara perlahan, ‘maafkan aku’ lirihnya kembali dalam hati pada salah satu pria yang masih menunggunya di depan sana.

 

Sambil mengusap airmata yang semakin deras mengalir di kedua matanya, dengan kemantapan hati dan segala perasaan luka tertahan serta mengabaikan tatapan bingung orang-orang disekitarnya, Raya melangkah pasti menuju dua pria yang sama-sama menantinya dengan perasaan khawatir dalam arti berbeda. Raya telah memutuskan, memutuskan siapa pria yang akan menjadi masa depannya.

 

Sambil berjalan, Raya kembali menatap bergantian wajah dua pria yang sangat dia cintai, menatap dua pria yang telah mengisi rongga hatinya. Wajah kekasihnya, Choi Siwon, yang sangat dia cintai dan hampir tiga tahun ini bersama saling mengisi, walaupun Siwon pernah sangat melukainya, tapi Raya tau, Raya tak mampu bertahan hidup tanpa pria yang justru pernah menjatuhkan Raya pada lubang terkelam dalam fase kehidupannya.

 

Kemudian wajah pria rahasianya, Choi Minho, yang hampir satu tahun ini berada disamping Kim Raya, mencintainya dengan sangat tulus dan tanpa syarat, mengenal segala sesuatu tentang Kim Raya tanpa Raya harus mengatakannya, Minho-lah yang menjadi obat bagi semua luka dan sakit yang diderita Kim Raya. Choi Minho satu-satunya pria yang mampu membawa tawa bahagia Kim Raya kembali dalam hidupnya.

 

Berusaha memantapkan hati dan mengisi rongga dadanya dengan satu keyakinan yang sudah dia ambil sebagai keputusan akhirnya, tanpa ragu Raya mendekati sosok Choi Minho yang sejak tadi berdiri gelisah menunggunya dengan mata memerah, rasa bersalah dan terluka semakin menyelimuti hati Kim Raya.

“mianhae” ucapan pelan Kim Raya seketika menghancurkan seluruh perasaan Choi Minho, Minho paham betul maksud dari perkataan maaf dari wanita yang kini berada dihadapannya.

 

“aniya, kau tak bisa melakukan ini padaku Kim Raya” ucap Minho pelan dengan nada terluka dan tak terima yang terdengar sangat jelas.

 

Sementara itu, Choi Siwon dari atas podium sana hanya mampu menatap heran apa yang dibicarakan kekasihnya dengan adik sepupunya, dia merasa bingung dengan sikap Kim Raya yang tak kunjung mendekatinya.

 

“maafkan aku Minho-ya” ucap Raya lirih tak mampu menahan lukanya.

 

Tanpa mendengar ucapan balasan apapun dari mulut Choi Minho, Raya melanjutkan langkah kakinya kearah podium, menuju tempat dimana semestinya dia berada, disamping kekasihnya.

 

Namun baru satu langkah Raya menggerakkan kakinya, tangan kanan Minho menahan lengan kirinya, tak membiarkan Raya melangkah lebih jauh meninggalkannya.

 

“andwae!” perintah Minho tegas.

 

“mianhae Minho-ya, jeongmal mianhae” mohon Raya lirih dengan airmata berlinang sambil berusaha melepas cengkraman erat Choi Minho pada lengan kirinya.

 

Sementara itu, Siwon semakin diselimuti kebingungan menatap perseteruan Minho dan Raya yang terjadi di sudut podium, dengan langkah lebar Siwon beranjak dari tempatnya berdiri menghampiri Kim Raya dan Choi Minho yang terlihat sedang bersitegang.

 

“lepaskan tanganmu Choi Minho!” terdengar suara berat dan dalam seorang laki-laki memerintahkan Minho melepas cengkramannya pada lengan Kim Raya.

 

Tanpa mempedulikan perintah yang baru didengarnya, Minho mengalihkan pandangannya kearah sumber suara yang berasal dari belakang tubuhnya, dilihatnya Choi Seunghyun yang sedang menatapnya garang, “kubilang lepaskan!” Choi Seunghyun mengulangi perintah tajamnya.

 

“kalau aku tak mau melepaskannya, apa yang akan kau lakukan?!” tantang Minho tak kalah tajam.

 

“kalau begitu aku yang akan membantumu untuk melepaskannya” ucap Kim Heechul tenang sambil menarik lengan adik perempuannya dari cengkeraman kuat Choi Minho, tak mempedulikan ringisan sakit dan warna lengan Kim Raya yang mulai memerah. Raya tak menyadari jika sejak awal Kim Heechul dan Choi Seunghyun mengikuti langkahnya dalam menetapkan keputusan.

 

“ada apa ini?” tanya Siwon bingung ketika dia semakin dekat pada area konfrontasi yang berlangsung panas tanpa dia sadari.

 

“tidak ada” jawab Heechul cepat pada sosok Choi Siwon yang saat ini sudah mulai menuruni undakan podium, “hanya Choi Minho yang ingin mengucapkan selamat pada calon kakak iparnya” lanjut Heechul yakin sambil menarik lembut lengan Kim Raya, menjauhkan adik perempuannya dari Choi Minho dan mendekatkannya pada calon tunangannya.

 

Siwon tak menyadari, bahwa tak jauh dari posisinya saat ini Choi Seunghyun sedang menahan kuat tubuh dan lengan Choi Minho agar pria itu tak mendekat kearah Kim Raya yang saat ini sudah berada dalam rangkulannya dan berusaha membawa kabur wanita yang sebentar lagi akan menjadi tunangan sekaligus calon istrinya.

 

“aku pikir terjadi sesuatu” ucap Siwon khawatir sambil mengeratkan rangkulannya pada pinggang Kim Raya, “aku sempat merasa cemas saat kau tak kunjung mendekat ke arahku La Belle” lanjut Siwon sambil membelai lembut pipi wanita yang dia cintai. Siwon melihat jejak airmata disana, namun hal itu dia abaikan, saat ini dia tak mau memikirkan apapun. Disingkirkannya segala perasaan curiga yang melingkupi dirinya, yang hanya ingin segera dia lakukan adalah mengikat wanita yang saat ini berada dalam rangkulannya dan memastikan bahwa wanita ini hanya akan menjadi miliknya.

 

“saat ini aku sudah berada didekatmu, dalam dekapanmu” balas Kim Raya dengan senyum palsu yang menutupi segala lukanya.

 

Mendengar ucapan penuh makna Kim Raya dan melihat senyumnya yang terasa pahit, Siwon tau ada sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi. “ayo kita naik ke podium, Aboji dan Eomma sudah menunggumu sejak tadi” ajak Siwon cepat, mencoba tak mempedulikan segala perasaan tak menentu yang tiba-tiba saja menyelimuti dirinya, menghalau segala dugaan yang bermain dikepalanya.

 

Sementara itu, Choi Minho yang masih berada dalam cekalan tangan Choi Seunghyun hanya mampu menatap sendu penuh luka sosok wanita yang sangat dia cintai berjalan menjauh meninggalkan dirinya dalam kesakitan.

 

Minho tak mampu menggerakkan tubuhnya sedikitpun, kekuatannya seperti hilang entah kemana saat melihat Kim Raya memutuskan untuk meninggalkannya. Minho sudah menduga kemungkinan ini pasti akan terjadi, Minho sadar sepenuhnya bahwa dirinya hanyalah sosok pelengkap, sudah jauh-jauh hari Minho menyiapkan diri dan hatinya untuk menghadapi kondisi seperti ini, namun kenyataannya rasa sakit yang harus dia dapatkan ternyata jauh lebih membunuhnya dari apa yang dia bayangkan selama ini. Minho terluka, teramat dalam.

 

Mata minho memerah menatap wanita yang hampir setahun ini bersamanya dan pernah dia bayangkan menjadi istrinya justru bersanding dengan pria lain. Setetes airmata meluncur bebas melewati wajah tampannya saat melihat Kim Raya, wanita yang sangat dia cintai, menyematkan sebuah cincin pada jari manis Choi Siwon.

 

Sementara itu, masih dalam ruangan yang sama tatapan berbeda dilayangkan oleh seorang wanita yang berdiri anggun berbalut red Valentino yang membungkus sempurna tubuh menawannya, wanita itu menatap prosesi penyematan cincin yang sedang terjadi di podium sana dari sudut ballroom yang sedikit gelap dengan senyum miring penuh keangkuhan menghias wajah cantiknya, “ternyata kau benar-benar sudah melupakanku, Choi Siwon”

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

Selesai acara tukar cincin, Siwon dan Raya tak henti-hentinya menerima ucapan selamat dari para tamu. Senyum bahagia tak pernah lepas dari wajah tampan Choi Siwon, ini merupakan hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya, karena selain hari ini adalah hari pengangkatannya sebagai pemimpin utama di Choi Group, di hari ini juga dia mengikat wanita yang paling dia cintai untuk terus bersamanya dan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius sebelum akhirnya menuju gerbang pernikahan yang sakral.

 

Kim Raya pun yang sejak tadi berada disamping Choi Siwon dan dengan setia menggenggam mesra lengan tunangannya, ikut menyunggingkan topeng senyum menawannya, menyembunyikan semua dukanya dalam-dalam untuk saat ini dan akan dia tangisi nanti saat dia sedang sendirian.

 

Saat ini Kim Raya bak aktris berbakat, senyum di wajahnya sama sekali tak menunjukkan bahwa dia sedang menahan perih akibat luka berdarah yang dia ciptakan sendiri karena telah menyakiti sangat dalam pria yang dia cintai.

 

Raya tau, cepat atau lambat kegilaaan yang dia ciptakan harus segera di akhiri. Keegoisan dan keserakahannya akan kehidupan dua pria yang dia cintai harus segera diselesaikan, dan akibatnya harus ada yang terluka. Dan melihat salah satu pria yang dia cintai terluka sangat dalam akibat sikap egoisnya adalah hal yang paling tak sanggup Raya hadapi. Jika bisa, Raya rela melakukan apapun agar hanya dia yang merasakan sakitnya.

 

“Raya-ya” panggil seorang wanita paruh baya pada Raya yang baru saja menjadi tunangan putra tunggalnya.

 

“ne Eommonim” jawab Raya singkat sambil menatap hormat wanita yang telah melahirkan pria yang saat ini berdiri disampingnya yang tengah berbincang seru dengan ayah serta para kolega bisnisnya.

 

“Eomma sangat senang, akhirnya Siwon akan segera membuktikan janjinya pada Eomma” ucap Nyonya Choi lembut sambil membelai sayang wajah cantik calon menantunya.

 

“janji apa Eommonim?”

 

“bahwa dia akan segera menjadikan kau menantu Eomma” jawab wanita paruh baya itu dengan wajah penuh senyum sambil memeluk tubuh Kim Raya. Hingga akhirnya, pertahanan yang sudah Raya bangun langsung runtuh seketika begitu Raya merasakan perlakuan hangat calon mertuanya, perlakuan lembut dan menenangkan seorang ibu.

 

Airmata mengalir tanpa kendali dipipi Kim Raya, Raya merasa sudah tak kuat menahan dukanya. Raya lelah, Raya teramat lelah. Dan saat ini Raya begitu merindukan sosok ibu kandungnya yang telah lama tiada, mungkin jika saat ini ibunya masih hidup, Raya akan berlindung dan menumpahkan segala perasaan yang dia rasakan dalam dekapan hangat milik sang ibu.

 

“kau menangis? kenapa kau menangis, eo? Apa kau tak bahagia?” tanya Nyonya Choi bingung merasakan tubuh calon menantunya bergetar hebat dan terdengar isakan tertahan penuh luka.

 

“aku merindukan ibuku, Eomma” lirih Raya pelan dengan airmata yang semakin deras sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh hangat Nyonya Choi, menenggelamkan dirinya dalam dekapan perlindungan seorang ibu.

 

Jawaban Raya membuat Nyonya Choi ikut merasakan apa yang Raya rasakan, kerinduan tertahan Kim Raya pada sosok ibu kandungnya, tanpa terasa tetes airmata juga ikut membasahi wajah teduh Nyonya Choi, “Eomma mengerti perasaanmu nak, tapi sekarang kau sudah memiliki Eomma, Eomma sudah menganggapmu seperti putri kandung Eomma sendiri” jawaban Nyonyai Choi membuat Raya semakin larut dalam tangisnya, menyalurkan luka yang selama ini dia tahan, melepaskan rasa sakit yang selama ini dia pendam seorang diri.

 

Sementara itu Nyonya Choi semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh calon menantunya, menyalurkan rasa aman serta kekuatan yang selama ini sangat Raya butuhkan. Raya begitu bersyukur merasakan besarnya kasih sayang yang diberikan oleh calon mertuanya.

 

“Eomma, apa yang kau lakukan pada calon istriku?” tanya Siwon bingung melihat adegan airmata ibu dan calon istrinya.

 

“aish anak nakal” ucap Nyonya Choi sambil mengusap wajahnya sendiri yang sudah basah karena ikut terlarut dalam suasana haru yang tercipta, “kau pikir Eomma tipe ibu mertua yang kejam, eo?!” lanjut Nyonya Choi sambil memukul pelan pundak putra satu-satunya, “belum apa-apa kau sudah menuduh Eomma melakukan hal buruk pada menantunya, Eomma bukan seperti tipe ibu mertua kejam yang suka muncul dalam drama” bela Nyonya Choi tak terima.

 

“lalu kenapa kalian berdua menangis??” tanya Siwon lagi sambil merangkulkan kedua tangannya pada bahu kedua wanita yang memberikan pengaruh besar dalam hidupnya.

 

“hanya menunjukkan hubungan baik antara ibu dan putrinya” jawab Nyonya Choi sambil membantu Kim Raya mengusap airmatanya, merapikan balutan make up di wajah Kim Raya yang terlihat sedikit rusak akibat airmata.

 

“oh God, aku begitu mencintai kalian berdua” ujar Siwon senang sambil membawa dua wanita yang masih berada dalam rangkulannya tenggelam dalam rengkuhan hangat miliknya, kemudian mengecup lembut kening kedua wanita itu satu persatu menyalurkan rasa cintanya yang begitu dalam, sementara Kim Raya dan Nyonya Choi hanya tertawa renyah mendapat perlakuan hangat dari pria yang sama-sama berarti dalam hidup mereka.

 

“Imo” panggilan seorang pria menginterupsi moment bahagia yang baru saja tercipta di antara Raya, Siwon dan Nyonya Choi.

 

“eo, Minho-ya” Nyonya Choi memeluk singkat keponakan tersayangnya. “aish, Imo masih kesal pada Ayah dan Ibumu, bagaimana bisa mereka tak datang padahal seluruh keluarga berkumpul saat ini” lanjut Nyonya Choi sambil menepuk sayang wajah keponakannya.

 

“maafkan Eomma dan Appa, Imo” pinta Minho sambil mengecup singkat pipi Nyonya Choi, membalas perlakuan hangat kakak ipar ayahnya, “perusahaan di Jenewa benar-benar tak bisa ditinggalkan saat ini” jelas Minho sambil menunjukkan raut wajah menyesalnya, sama sekali tak menggambarkan perasaan sakit yang sedang mati-matian dia tahan.

 

“kan bisa hanya Eomma-mu saja yang datang”

 

“menurut Imo, Appa mau ditinggal sendirian oleh Eomma?” potong Minho cepat dengan wajah tak percaya, seolah-olah apa yang dikatakan bibinya barusan adalah hal yang paling mustahil terjadi.

 

“kau benar, ayahmu itu benar-benar kekanak-kanakkan” setuju Nyonya Choi yang menimbulkan tawa renyah dari Choi Minho.

 

“Hyung, Chukaeyo” ucap Minho sambil merangkulkan lengannya singkat pada tubuh kakak sepupunya.

 

“Gomawoyo Minho-ya”

 

“Chukae Noona” lanjut Minho ringan namun dengan pandangan penuh arti, menatap wanita yang masih sangat dia cintai hingga detik ini berada dalam rengkuhan posesif kakak sepupunya.

 

Raya yang merasakan pandangan penuh arti Choi Minho, merasa semakin terpuruk. Raya sangat tau jika pria dihadapannya ini sedang menahan sakit dan luka yang sangat dalam akibat ulahnya. “gomawo Minho-ya” jawab Raya pelan yang hanya menambah rasa sakit dalam dirinya. Raya menundukkan kepalanya menerima tatapan dalam yang tak henti dilayangkan Choi Minho.

 

“Minho-ya, kapan kau akan menyusul Hyung-mu?” pertanyaan tiba-tiba Nyonya Choi sontak membuat Minho mengalihkan pandangannya dari Kim Raya, “Imo tak pernah melihat sekali pun kau berkencan dengan seorang wanita”

 

“tak ada wanita yang mau denganku, Imo” jawab Minho ringan.

 

“Aigoo… bagaimana bisa?! kau keponakan Imo yang paling tampan”

 

“ternyata ketampanan ku ini tak berguna, buktinya wanita yang sangat aku cintai baru saja meninggalkanku” jawab Minho sendu, dan ini membuat Raya semakin tenggelam dalam rasa bersalahnya.

 

“benarkah?!” tanya nyonya Choi tak percaya, “jadi kau sedang patah hati, eo?”

 

“ne Imo” jawab Minho lemah, kali ini jelas sekali terlihat jika Minho sedang terluka, Minho tak segan menampakkan wajah sedihnya yang membuat orang lain iba.

 

Raya yang tau betul luka yang dirasakan Choi Minho, semakin merasa terpuruk, dia benar-benar merasa sebagai wanita yang sangat kejam karena telah menyakiti hati pria yang mencintainya dengan tulus.

 

Raya benar-benar lelah dengan keadaan yang terjadi saat ini, dia merasa kakinya sudah tak mampu berpijak dengan benar. Untuk membantu menopang tubuhnya, Raya menyandarkan tubuhnya pada Choi Siwon yang masih merangkulnya.

 

Choi Siwon yang merasakan perubahan tubuh Kim Raya, menatap penuh tanya wajah tunangannya, tatapannya mengisyaratkan pertanyaan ‘apa kau baik-baik saja’, Raya menyunggingkan senyum tipisnya menjawab pertanyaan tak tersampaikan sang kekasih, memastikan kalau dirinya baik-baik saja.

 

“Aigoo, kasihan sekali keponakan Imo ini” ucap Nyonya Choi iba, menginterupsi komunikasi singkat Choi Siwon dan Kim Raya, “wanita itu pasti akan sangat menyesal karena telah mencampakkanmu” ucapan Nyonya Choi selanjutnya benar-benar membuat Raya luluh lantak. Nyonya Choi benar, Raya merasa amat sangat menyesal telah menyakiti hati Choi Minho, pria yang mencintainya.

 

“Raya-ya, coba kau kenalkan teman-temanmu pada Minho” pinta Nyonya Choi pada Kim Raya yang masih larut dalam kehancuran hatinya, “atau para model di butikmu, mereka semua cantik-cantik, siapa tau ada yang mampu memikat hati Minho”

 

“aku tak mau Imo, mereka bukan tipeku” tolak Minho dengan wajah tak sukanya.

 

“lantas memangnya yang seperti apa tipemu?

 

“seperti Raya Noona” jawab Minho cepat yang sontak membuahkan tatapan kaget dan tak percaya dari Kim Raya, “bagaimana kalau Raya Noona saja yang menjadi kekasihku?” jantung Raya berhenti berdetak mendengar permintaan tak terduga Choi Minho, Raya benar-benar tak percaya dengan kalimat permohonan yang baru saja dilancarkan pria yang masih mengisi hatinya.

 

“lantas bagaimana dengan aku?!” potong Siwon cepat.

 

“Hyung cari saja yang lain, kan banyak wanita yang menyukai Hyung, biar Raya Noona untukku” jawab Minho ringan memberi solusi.

 

“seenaknya saja kau” balas Siwon tak terima dengan wajah cemberutnya.

 

“Dasar anak nakal” sahut Nyonya Choi sambil memukul pelan bahu keponakan tersayangnya yang menimbulkan tawa ringan diantara Siwon, Minho dan Nyonya Choi, tak termasuk Kim Raya yang justru memandang Minho sarat akan luka.

 

“Presdir Choi” sapaan hangat seorang laki-laki menghentikan tiga anggota keluarga Choi dari tawa ringan mereka.

 

“eo, Choi Seunghyun Sajangnim”

 

“selamat atas pengangkatan anda Choi Siwon-ssi” ucap Seunghyun ramah, “dan selamat juga atas pertunangan kalian” lanjut Seunghyun sambil menatap wajah Siwon dan Raya bergantian.

 

Sementara Siwon menyambut hangat ucapan selamat dari rekan bisnis sekaligus rival masa lalunya, Raya justru menatap penuh spekulasi sosok Choi Seunghyun, masih menolak kenyataan bahwa pria yang pernah berarti dihidupnya bersekongol dengan kakak laki-lakinya.

 

“terimakasih Choi Seunghyun-ssi, terimakasih atas kedatangan anda, apakah anda datang sendiri?”

 

“aniya, aku datang bersama-”

 

“annyeong haseo Choi Siwon-ssi” potong seorang wanita cantik bergaun merah yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Choi Seunghyun.

 

“Nam Auri!!” ucap Siwon terperangah dengan kehadiran tak terduga sosok wanita yang sangat dia kenal baik berdiri anggun dihadapannya.

 

“ne, oraemanieyo” jawab wanita itu dengan senyum penuh arti menghias wajah cantiknya.

 

Sementara itu, Kim Raya menatap kaget sosok wanita dihadapannya, tubuh Kim Raya membeku, matanya memanas, perasaan amarah bercampur luka menyelimuti tubuhnya, dia merasa hatinya hancur untuk kedua kalinya. Lubang besar akibat luka bernanah dihatinya kembali terbuka mendapati sosok wanita cantik yang pernah ikut menghancurkan hidupnya berdiri dengan angkuh dihadapannya. Dia, wanita itu, wanita yang pernah Raya lihat bermesraan dengan kekasihnya, Choi Siwon.

 

 

 

 

 

*to be continue*

 

 

 

Tadinya gak ada niatan untuk munculin sosoknya Nam Auri, tapi karena ide salah satu pembaca (si Levha Nuri, thanks dear *kecup basah) akhirnya sosok ini saya muncullin juga. Alhasil, kisah ini kayanya bakal lebih panjang dari prediksi awal saya (hayoloh… tanggung jawab Nuriiii). Dan kalo ada yang penasaran itu kok si Auri bisa dateng sama Seunghyun, sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka berdua, tunggu jawabannya di chapter selanjutnya *evil’s laugh

Mudah-mudahan kisah ini masih ada yang nungguin dan masih ada yang mau baca…. Hehehehe.

Dan beribu-ribu-ribu-ribu terimakasih saya sampein sama pembaca setia saya, mau itu para silent readers yang numpang baca doang trus menghilang ataopun para pembaca yang sering cuap-cuap dan ngasih ide ditulisan saya (aku cinta kalian), thanks a lot guys *cium satu-satu*

Oh iya, sekarang-sekarang ini saya gak bisa janji bakal apdet cepet, hal-hal yang terjadi didunia nyata belakangan ini membuat waktu senggang saya teralihkan (apa coba?!). dan mohon maaf ya untuk spell yang kacau balau ditulisan saya.

Oke, author dadakan ini pamit, sampai jumpa dikisah selanjutnya, Bye!!

9 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapt 12)

  1. Semalam udah komen disini. Tapi koq ga ada komenan aku. Dah lupa apa yang aku ketik disini semalam.

    Ga ada kritik , ga ada koreksi . Cuma mau bilang “kurang panjanggggggg” (setelah lama ga nge’post) dan lanjutttt.

    Dah mematuhi instruksi utk ga skip. Dibaca semuanya.

    Auri . Jangan bilang itu nyomot namaku (kepedean). Moga inspirasi datang terus sil. SEMANGAT…..

    aku juga suka lupa menapak ke dunia nyata. Arghhh…. kenapa dunia maya lebih indah.
    (Terkadang jantungku menghalangi langkahku dan berkata “imajinasimu tidak banyak menuntut seperti nyatamu”)
    *drakor surgeon Bong Dal Hee

    • gak ada notif apa-apa yang masuk semalem…

      oh god, segini kurang panjang, setelah seharian nongkrongin laptop kaya orang lagi ngerjain skripsi….

      *lol

      aku baru ngeh nama kamu mirip sama si Auri, Auri udah muncul dari awal aku bikin cerita ini (gara-gara aku nonton iklan SAORI saos tiram *lol jadi JANGAN KEPEDEAN hahahaha..

      thanks for reading *ketcup*

  2. Dag dig dug wkt raya bingung milih antara siwon&minho, tp untungx milih siwon hehehe :p

    Dan entah knp sy ngerasa raya yang jahat dan siwon adalah korban, meskipun siwon yg lbh dulu berselingkuh tapi… Hahh… Raya menurutku sangat egois.. Hehehe ._.v
    Wanita yg menjadi selingkuhan siwon dtg? 😮

    Maaf baru komen di part 12 ini yaaa hehehe… Sy keenakan baca jadi lupa komen hehehe 😀 di tunggu kelanjutannya dan di panjangin doongg ;;) fighting! (งˆ▽ˆ)ง

  3. Masalah satu udh slesai, muncul lg masalah lain knp mantan selingkuhannya siwon dateng goyah lagi nanti hati nya si raya, trus sama seunghyun ada hubungan apa ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s