Trapped in Choi’s Charm (chapt 11)


poster chapt 11

 

# Previous Chapt

 

“aku ingin melihat apa yang akan Hyung lakukan untuk memisahkanku dengan Raya Noona”

“kau menantangku?!” tanya Heechul tak percaya.

“ani, aku tak akan pernah memiliki kekuatan untuk menantangmu, Hyung, tapi yang pasti aku akan menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan Hyung lakukan, karena sampai kapanpun aku tak akan melepaskan Raya Noona, bahkan jika dia memintaku pergi” lanjut Minho dengan tatapan datar tapi penuh makna.

 

“kumohon jangan pedulikan perasaanku, aku tak peduli apa yang terjadi dengan diriku asalkan kau tetap disampingku, Yang penting kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Itu sudah cukup” pinta Minho.

“kau tak benar-benar mencintainya, karena jika kau sangat mencintai Choi Siwon, tak mungkin ada Choi Minho” ucap Minho tegas.

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Forgive me – Kim Raya –

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

Siwon melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumah keluarga Kim. Kedua tangannya terlihat kerepotan membawa dua tumpuk box berukuran besar, box pertama berwarna hitam dan memiliki ukuran yang sangat besar namun lebih tipis dan ditengah-tengahnya terdapat inisial MCQ, sedangkan box kedua berwarna putih berukuran lebih kecil dan tebal dengan tulisan Manolo Blahnik diatasnya.

 

Walaupun merasa kesulitan dengan semua barang bawaannya, namun tak bisa dipungkiri raut wajah senang menghias seluruh bagian wajah tampan pria itu. Dengan sedikit usaha, Siwon meletakkan telunjuknya pada fingerprint yang terdapat pada intercom digital yang terletak disebelah pintu utama kediaman keluarga Kim.

 

Siwon memilih untuk menggunakan akses khusus yang dia miliki untuk langsung masuk kedalam rumah besar itu, karena Siwon ingin memberikan kejutan pada seorang penghuni cantik yang berada didalamnya.

 

Pintu ganda berwarna coklat itu pun terbuka. Dengan dorongan tubuhnya, Siwon membuat pintu itu terbuka lebih lebar kemudian menutupnya kembali dengan bantuan kaki panjangnya. Siwon mengedarkan pandangan matanya kesekeliling ruang tamu yang sepi tak berpenghuni.

 

Tanpa ragu, Siwon melanjutkan langkahnya membelah ruang tamu luas bergaya Victorian itu menuju ruang keluarga kediaman Kim yang terhubung langsung dengan tangga menuju lantai dua dan akses menuju dapur. Sebelum menaiki tangga, Siwon sempat mengalihkan pandangannya ke arah pintu dapur yang sedikit terbuka, namun dia tak menghiraukannya dan terus menaiki tangga mengarahkan kakinya menuju ruang pribadi milik wanitanya.

 

Lantai dua kediaman pribadi keluarga Kim pun sepenuhnya terlihat sepi, Siwon terus menggerakkan kaki mendekati kamar kekasihnya, “La Belle” panggil Siwon sambil mendekatkan bibirnya kearah pintu putih yang menjadi batas dirinya dan ruangan pribadi Kim Raya, terlihat sekali Siwon masih sangat kerepotan dengan dua buah box besar yang berada ditangannya, “La Belle” sekali lagi Siwon memanggil wanitanya namun tak juga ada sahutan dari dalam sana.

 

Karena tak ingin menunggu, dengan menggunakan tubuhnya Siwon kembali berusaha mendorong pintu kayu ek itu hingga terbuka lebar.

 

Pemandangan pertama yang Siwon liat lagi-lagi ruangan yang tak berpenghuni, tak ditemuinya sang wanita yang seharusnya ada didalam sana. Siwon merasa kebingungan tak mendapati kehadiran wanitanya itu. Sebelum melanjutkan pencarian sosok Raya, Siwon meletakkan dua buah box bawaannya ke atas tempat tidur King size milik Kim Raya.

 

Siwon menduga mungkin saja Raya ada dikamar mandi. Sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi Kim Raya yang menyatu dengan walk in closet, Siwon sempat menengokkan kepalanya kearah balkon, berharap dia dapat menemukan wanita yang dia cintai itu ditempat favoritnya, tapi balkon pun ternyata kosong.

 

“La Belle” panggil Siwon sambil mendorong handle pintu kamar mandi yang tak terkunci, didapatinya ruangan itu juga tak menunjukkan tanda-tanda keberadaan kekasihnya. Siwon benar-benar bingung kemana wanitanya pergi, pasalnya setau Siwon sore ini kekasihnya itu tak ada janji atau acara apapun.

 

Dengan cepat Siwon meraih ponsel tipis yang berada di saku dalam jas yang dia gunakan, dengan tergesa pula dia men-Swap layarnya kemudian menyentuhkan tangannya pada speed dial milik kekasihnya. Namun hanya nada tunggu yang terdengar disana, baru setelah beberapa saat Siwon menyadari ada nada lain yang terdengar diruangan tempat dia berada.

 

Siwon mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan tanpa melepaskan ponsel yang masih menempel ditelinga kirinya. Dilihatnya sebuah ponsel yang sedang dia hubungi bergetar menyala di atas meja rias yang terdapat didekat pintu walk in closet milik kekasihnya.

 

Siwon mendekatkan dirinya ke arah ponsel yang berbunyi, “kemana dia?” gumam Siwon bingung pada diri sendiri sambil memandang ponsel milik wanitanya dan mematikan panggilan yang tadi dia lakukan.

 

Siwon memutuskan untuk keluar dari kamar pribadi milik Kim Raya, dia tau Kim Raya tak pergi kemanapun, Raya pasti berada di salah satu bagian rumah besar ini karena ponselnya ada dikamar.

 

“La Belle” Siwon menuruni tangga sambil memanggil kekasihnya. “La Belle” panggil Siwon lebih keras ketika dia sudah menginjakkan kakinya dilantai satu rumah bergaya renaissance era itu.

 

Pria tampan itu mengarahkan pandangannya kesekeliling ruangan, kemudian tatapannya berhenti ke arah pintu ganda dapur yang sedikit terbuka, Siwon mendengar samar-samar suara yang berasal dari ruangan itu, dengan pasti Siwon mendekatkan diri kearah dapur milik keluarga Kim, dan

 

“La Belle” panggil Siwon pada sosok wanita yang dia lihat tengah berdiri menghadap kitchen counter, “ternyata kau disini, aku mencarimu kemana-mana” lanjut Siwon sambil melangkahkan kaki mendekat pada sosok mungil Kim Raya yang berdiri membelakangi.

 

“eo, Minho-ya, kau ada disini?” seru Siwon kaget setelah menyadari kehadiran sosok lain yang duduk di salah satu kursi breakfast bar. Siwon melangkahkan kakinya berdiri dihadapan Choi Minho, tangannya dia letakkan pada breakfast bar tepat dihadapan adik sepupunya itu, hingga kini dia berdiri diantara Choi Minho dan Kim Raya.

 

Raya yang menyadari sosok Siwon sudah berada didekatnya langsung membalikkan badan, “Oppa, kau datang” sapa Raya pelan sambil menahan suaranya yang bergetar, Raya masih sangat dikagetkan dengan kehadiran Choi Siwon yang tiba-tiba, ada perasaan bersalah dan khawatir kalau apa yang baru saja Raya dan Minho lakukan diketahui oleh kekasihnya itu.

 

“ne, ku kira kau ada di kamar, ternyata kau disini” jawab Siwon sambil menampakkan senyum tipisnya.

 

“ada perlu apa kau kesini Minho-ya?” tanya Siwon sambil menatap penasaran wajah Minho yang terlihat sangat dingin, “Apa kau sedang curhat dengan Noona-mu?” tanya Siwon lagi dengan nada sedikit menggoda dan penuh selidik, Siwon tau Minho dan Raya cukup dekat, yang Siwon tau Minho sering menceritakan masalah pribadinya pada Kim Raya, tapi hanya sebatas itulah yang Siwon ketahui tentang hubungan dekat kekasih dan adik sepupunya.

 

“Noona aku pergi, I’ll call you later” ucap Minho sambil beranjak dari duduknya, tak mempedulikan pertanyaan dan kehadiran Choi Siwon dihadapannya, perasaan kesal dan jengah akan kehadiran Siwon benar-benar membuat Minho tak tahan berada disebelah kakak sepupunya itu. Sebelum benar-benar beranjak, Minho sempat menatap Kim Raya yang juga ikut menatapnya dengan pandangan sendu.

 

“Hya, Choi Minho! Kau mau kemana, eo?” tanya Siwon, “Kenapa kau malah pergi ketika aku datang?!” lanjut Siwon pada Minho yang mengabaikannya begitu saja.

 

Sementara itu, Raya benar-benar tak mengerti apa yang harus dia lakukan, dia hanya sanggup berdiri mematung ditempatnya tanpa melakukan pergerakan sedikit pun melihat kepergian Minho, perasaannya masih sangat tak menentu.

 

Kehadiran Minho yang tiba-tiba, klaim serta deklarasi Minho terhadap dirinya, dan kehadiran Siwon yang juga tiba-tiba serta hampir membuat jantungnya terlepas dari tubuh, benar-benar membuat Raya diselimuti rasa takut dan kebingungan saat ini, Raya merasa sesak dengan apa yang tengah berkecamuk dalam hati dan pikirannya.

 

“apa yang dilakukan Minho disini?” tanya Siwon yang menyadarkan Raya dari lamunannya.

 

“tidak ada” jawab Raya terburu-buru yang justru menampakkan kebohongan yang sangat jelas.

 

“benarkah?” Raya mengangguk dengan yakin menjawab pertanyaan kekasihnya.

 

“ada apa dengan anak itu? Semenjak di Busan kemarin kulihat tampangnya selalu murung, dia bercerita sesuatu kepadamu?” tanya Siwon lagi sambil membalikkan tubuhnya kearah Kim Raya kemudian bersandar pada breakfast bar.

 

Raya hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan kekasihnya itu, kemudian, Raya kembali membalikkan badannya kearah kompor, bermaksud melanjutkan acara memasaknya yang tadi tertunda sekaligus menghindari tatapan penuh rasa ingin tau Choi Siwon yang membuatnya semakin merasa bersalah.

 

“jangan bohong, bocah itu sedang bermasalahkan? ku yakin dia menceritakan sesuatu padamu, diakan selalu menceritakan semua masalahnya padamu” tanya Siwon penuh selidik.

 

“sejak kapan kau menjadi sangat ingin tau dengan kehidupan pribadi adikmu?” tanya Raya dengan nada suara yang diusahakan senormal mungkin namun entah kenapa justru terdengar sangat dingin.

“jadi benar dia sedang ada masalah? masalah apa? Apa berhubungan dengan wanita?”

 

“sudahlah Oppa, itu bukan urusanmu” ucap Raya terdengar lelah.

 

“apa salahnya aku tau urusan adik sepupuku sendiri” jawab Siwon tak terima sambil mendekat kearah Kim Raya, “dan kenapa juga tadi dia mengabaikanku?” tanya Siwon dengan wajah cemberutnya.

 

“mungkin dia kesal padamu” jawab Raya singkat.

 

“padaku? memangnya apa yang aku lakukan?” tanya Siwon semakin bingung, tak mengerti dengan apa yang dia perbuat hingga membuat Choi minho kesal padanya.

 

Namun ada satu hal yang baru Siwon sadari, sejak tadi nada tak bersahabat selalu keluar dari setiap jawaban yang dikatakan kekasihnya, Siwon menduga-duga, apa wanitanya ini juga sedang merajuk padanya. Menyadari fakta itu, membuat Siwon langsung melancarkan aksinya mendekap tubuh Kim Raya dari belakang, “tapi kau tidak kesal denganku kan?” tanya Siwon sambil berbisik lembut ditelinga wanita yang dicintainya.

 

Raya yang merasa terkejut dengan tindakan impulsif yang dilakukan kekasihnya, justru terdiam kaku. Perasaan sakit terluka dan rasa bersalah kembali menyelimuti Kim Raya saat dia merasakan tubuhnya didekap lebih erat oleh pria yang hampir tiga tahun ini menjadi kekasihnya.

 

“kenapa aku harus kesal denganmu?” tanya Kim Raya dengan suara bergetar sambil mengeratkan rangkulan tangan Siwon diperutnya. Entah mengapa saat ini Raya merasa benar-benar ingin menangis, dekapan hangat Siwon selalu mampu membuatnya menjadi lemah dan ingin menumpahkan segalanya.

 

“lalu kenapa kau bersikap dingin padaku?” tanya Siwon lagi dengan nada merajuk tak terimanya, “kau tau, aku tak suka kau bersikap tak acuh padaku” lanjut Siwon sambil menopangkan dagunya di atas bahu Raya yang terbuka. Sikap manja dan merajuk Siwon saat ini justru semakin menambah perasaan bersalah dan sesak yang menjalar didada Kim Raya, Raya bungkam, tak mampu berkata apapun dan matanya mulai memanas.

 

“aku sangat mencintaimu” ucap Siwon tiba-tiba sambil mengecup lembut pundak Kim Raya yang sukses membuat airmata berhasil lolos dari mata bulat Kim Raya mendengar kalimat tulus dan dalam yang diucapkan kekasihnya.

 

“aku juga” balas Raya pelan dengan derai airmata.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

Raya menatap sendu dua box terbuka yang memenuhi hampir sebagian besar tempat tidurnya. Siwon sengaja membawakan gaun dan sepasang sepatu untuk Raya kenakan saat menghadiri pesta pengangkatan Choi Siwon sebagai Presiden direktur Choi Group.

 

Tapi entah mengapa Raya merasa ada yang aneh, sepertinya itu bukan hanya sebuah pesta pengangkatan, karena jika itu hanya sebuah pesta pengangkatan Siwon sebagai pewaris utama Choi Group, pria itu tak akan repot-repot menyiapkan gaun indah berwarna brown sugar haute couter milik Alexander McQueen untuknya, ditambah lagi sepasang Manolo Pump Shoes yang Raya tau pasti Siwon pesankan secara khusus karena sangat serasi dengan gaun model straplessnya yang berbahan ceruti.

 

Raya mencoba menepiskan segala dugaan yang bermain dipikirannya, saat ini dia merasakan kepenatan yang amat sangat menghinggapi kepala hingga seluruh tubuh dan perasaannya. Semua hal yang terjadi belakangan hingga beberapa saat lalu membuatnya tak mampu berpikir dengan jernih.

 

Perlahan Raya menghembuskan nafasnya, mencoba mengendalikan semua perasaan tak menentu yang berkecamuk dalam dada. Kejadian sore tadi menambah kadar kekacauan perasaannya menjadi semakin parah.

 

Kepalanya dipenuhi percakapannya dengan Choi Minho, harapan Minho agar Raya dapat terus bertahan disisinya, keinginan Minho untuk Raya mengakhiri hubungannya dengan Choi Siwon, serta yang terakhir adalah kalimat pengakuan cinta Siwon yang biasanya terdengar sangat indah tapi entah mengapa tadi terasa begitu dalam, berarti dan menyesakkan. Semuanya benar-benar membuat Kim Raya berada dalam kekacauan.

 

Untuk meredam gejolak dalam dirinya, Raya mengeratkan rangkulan tangan pada kedua lututnya, memeluk tubuhnya sendiri lebih erat demi menghalau sensasi menyesakkan yang sejak tadi bermain didadanya.

 

Drttt…

 

Drttt…

 

Drttt…

 

Ponsel tipis yang berada disamping tubuh Kim Raya yang duduk di sudut tempat tidur bergetar menyala, menandakan ada sebuah panggilan masuk. Dilihatnya sebuah nama tak asing yang tertera pada layar ponsel tipisnya, tak ada sedikit pun niatan Raya untuk menjawab panggilan itu, matanya hanya terpaku pada ponsel yang terus bergetar, “maafkan aku” lirih Raya pelan pada ponsel yang masih menampakkan nama pria yang mengisi hatinya. Saat ini Raya benar-benar tak sanggup berbicara dengan siapapun.

 

Raya menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur, tak mempedulikan ponselnya yang masih saja terus bergetar. Raya menggelungkan tubuhnya, kedua matanya terpejam menikmati sensasi pergerakan udara yang mengisi tubuhnya serta udara akhir musim gugur yang berhembus dingin menerpa tubuhnya yang hanya dilapisi Gucci sleeveless mini dress. Raya mencoba menenangkan diri dari semua perasaan membingungkan yang sangat membuatnya kalut.

 

“Annabelle” samar-samar Raya mendengar suara kakak laki-lakinya memanggil lembut yang disertai suara pintu yang didorong secara perlahan. Kemudian Raya merasakan suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya yang masih bergelung sambil memejamkan mata di atas sudut tempat tidur.

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Kim Heechul memasuki kamar adik perempuannya secara perlahan, tak ingin mengganggu ketentraman Kim Raya yang sedang beristirahat. Dilihatnya sang adik tercinta yang sedang terpejam di bagian sudut tempat tidur sambil bergelung.

 

Heechul menatap sehelai gaun yang hampir memenuhi seluruh bagian tempat tidur serta sepasang Pump Shoes yang terlihat sangat cocok dengan gaunnya. Heechul bisa menebak gaun indah itu pasti pemberian Choi Siwon untuk adik perempuannya.

 

Heechul mengangkat gaun itu dengan sangat hati-hati kemudian memindahkannya ke atas sofa panjang yang berada didekat pintu kaca menuju balkon. Disingkirkannya juga box-box besar yang hampir menutupi seluruh bagian tempat tidur.

 

Lalu dengan sangat perlahan, Heechul meletakkan kedua tangannya dibawah lutut dan punggung Kim Raya, mengangkat tubuh Kim Raya dan membaringkannya dengan posisi yang benar di atas tempat tidur. Heechul menarik selimut tipis dan tebal untuk menutupi tubuh Raya, melindungi tubuh adiknya dari udara dingin akhir musim gugur yang secara sukarela masuk dari pintu kaca balkon yang terbuka.

 

Kemudian Heechul mendudukan dirinya tepat disamping tubuh sang adik. Diperhatikannya wajah cantik Eropa milik adiknya itu lekat-lekat, “Oppa-ga… Mianhae” ucap Heechul pelan sambil membelai wajah adik perempuannya, menyalurkan rasa sayangnya yang mendalam.

 

Raya yang memang masih dikuasai kesadaran, mendengarkan dan menerima semua perlakuan lembut Heechul dalam diamnya, namun dadanya merasakan perasaan yang sangat sesak, matanya yang terpejam kembali terasa memanas, dia ingin sekali menangis dipelukan hangat kakak laki-lakinya karena semua perasaan tak menentu yang menyita seluruh bagian tubuhnya saat ini, namun hal itu Raya urungkan karena sesungguhnya Raya masih merasa sangat terluka akan sikap kasar kakak laki-lakinya kemarin.

 

“Oppa tau tadi Minho datang kemari” Heechul yang ternyata tau Raya tidak sedang terlelap mencoba berbicara dengan adik perempuannya itu, “Oppa juga tau tadi Siwon datang” lanjut Heechul. Heechul merasa kalau pembicaraannya saat ini hanya akan menjadi sebuah monolog karena adik perempuannya menolak berbicara langsung padanya.

 

“kau bukan anak kecil lagi, kau adalah wanita dewasa saat ini” ucap Heechul lembut sambil kembali membelai wajah Kim Raya, “jadi Oppa yakin kau akan bertindak menggunakan akal sehatmu, bukan dengan nafsumu” Raya yang masih mendengarkan perkataan kakak laki-lakinya hanya terus membisu sambil menahan tangis.

 

“Oppa sangat menyayangimu Bell” ucap Heechul pelan, ucapan Heechul sukses membuat pertahanan Raya runtuh. Raya kembali menggelungkan dirinya, menelusupkan wajahnya kedalam bantal, menyembunyikan wajahnya yang sudah siap mengeluarkan airmata, dirasakannya tangan kakak laki-lakinya kini membelai punggungnya perlahan, dan tindakan kasih sayang Heechul semakin berhasil membuat Kim Raya menangis dalam diamnya.

 

“kau adalah adik yang paling Oppa sayangi” ujar Heechul lembut tanpa melepaskan belaian lembutnya, “Oppa akan selalu melindungimu bahkan dari dirimu sendiri, dari semua tindakanmu yang akan menghancurkan hidupmu sendiri nantinya” lanjut Heechul masih tetap menyalurkan rasa sayangnya dengan sentuhan lembut menenangkan.

 

Tapi justru mendapat perlakuan lembut dan mendengar kalimat perlindungan Kim Heechul membuat Kim Raya semakin tenggelam dalam tangisnya, Raya menangis tanpa suara, hanya matanya yang terus basah akibat rasa sesak menyakitkan dan rasa bersalah yang semakin mendominasi hatinya. Raya tau, bukan hanya hidupnya yang akan hancur karena ulahnya sendiri, tapi hidup orang-orang yang mencintainya pun akan ikut hancur berantakan.

 

Heechul beranjak dari duduknya, meninggalkan sosok Kim Raya yang semakin tenggelam dalam tangis diamnya. Heechul menutup pintu kaca balkon yang terbuka lebar, menghalau angin akhir musim gugur yang terasa sangat membekukan mengganggu saat istirahat adik yang sangat dia sayangi.

 

Dengan perlahan Heechul melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Kim Raya, “karena Oppa tau, akhirnya pasti kau yang akan sangat terluka dan Oppa tak ingin hal itu terjadi” ucap Heechul pelan sebelum benar-benar meninggalkan ruang istirahat adik perempuannya, namun sayang Raya tak mendengar perkataan khawatir kakak laki-lakinya karena dia sudah terlelap dalam kelelahan.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Pesta yang diselenggarakan keluarga Choi di salah satu ballroom Hotel Four Season berlangsung sangat mewah dan meriah. Pesta yang bertujuan untuk memperkenalkan penerus kerajaan bisnis Choi dihadiri oleh kerabat, board of directors Choi Group, rekan dan relasi bahkan para petinggi Korea Selatan yang mempunyai hubungan dekat dengan keluarga Choi.

 

Kim Raya yang malam itu menggunakan gaun khusus yang dipilihkan Choi Siwon, terlihat sangat cantik dan anggun dalam balutan long dress coklat model strapless yang menampakkan bagian pundaknya yang putih sempurna.

 

Raya tak pernah beranjak dari sisi Choi Siwon, mendampingi sang kekasih yang juga terlihat sangat gagah dan tampan dalam balutan Tux Armani-nya. Tampilan mereka berdua yang sangat menawan bak pasangan dari negeri dongeng tak ayal membuat para tamu berdecak kagum, tak jarang beberapa tamu pria dan wanita juga menampakkan wajah iri mereka. Terlihat sekali jika pasangan sempurna ini menjadi bintang pesta pada malam ini.

 

Raya yang sedang menggenggam mesra lengan Choi Siwon yang asik berbincang dengan rekan bisnisnya, tersentak kaget saat merasakan sebuah tangan besar seorang pria melingkari pundaknya. Raya langsung memalingkan wajahnya menatap tajam siapa pria yang berani merangkulnya dengan seenaknya, “Anthony Lucas?!” seru Raya tak percaya mengenali siapa sosok pria asing yang tengah merangkulnya tanpa ijin.

 

“Hello dear” balas pria asing itu sambil menampakkan senyum lebar yang membuat wajah Eropanya terlihat semakin tampan. Raya yang masih tak menyangka dengan kehadiran sosok pria berwajah asing yang sangat dia kenal, hanya mampu menatap pria itu dengan pandangan terpaku, “surprise” ucap pria bernama Anthony itu ringan.

 

“what are you doing in here?”

 

“whether I should not be here?” tanya Anthony balik, seolah-olah wanita cantik dihadapannya tak menginginkan keberadaannya.

 

“Hi, what’s up, dude!” potong Siwon antusias sambil mengulurkan tangannya, menyapa hangat pria yang dia kenal sebagai sepupu kekasihnya itu.

 

“Hi what’s up” sambut Anthony tak kalah antusias menerima uluran tangan Choi Siwon, “great party huh” puji pria itu pada pesta yang diselenggarakan kekasih sepupunya ini.

 

“thank’s bro, and thank’s for coming” Anthony hanya tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya menerima ucapan terimakasih yang dilancarkan Choi Siwon, kemudian matanya kembali menatap wajah sepupunya yang masih terlihat terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba.

 

“hey, what’s wrong with you Bell? Do you don’t glad me in here?”

 

“pardon me” ucap Raya sadar dari keterpakuannya, “of course I’m glad you are here, you just… Surprising me” balas Raya menjelaskan, “when are you coming?”

 

“I was come yesterday, I have a business trip in Japan actually, and I took time to come to your engagement party”

 

“engagement party? What?!” tanya Raya tak mengerti dengan maksud perkataan terakhir sepupunya itu.

 

“Anthony?!” belum sempat Raya mendapat jawaban dari pertanyaannya, suara seorang laki-laki memotong interaksinya dengan pria berwajah Eropa itu.

 

“Hyung!” seru Anthony dengan aksen British sambil merangkulkan lengannya ditubuh laki-laki yang memanggilnya.

 

“Anthony Lucas” ucap Kim Heechul sambil membalas rangkulan hangat pria yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri, “I thought you wouldn’t come” lanjut Kim Heechul senang, tubuh kecilnya tenggelam dalam pelukan tubuh Anthony yang tinggi besar khas pria daratan Inggris Raya.

 

“how could I not attend to my cousin’s engagement party” balas Anthony dengan nada tak terima, “for the God sake I’m so miss you Hyung, Square Mile feel boring without you”

 

Sementara itu Raya semakin mematung melihat reuni kecil yang dilakukan sepupu dan kakak laki-lakinya. Dikepalanya berputar ucapan Anthony, engagement party? Pesta pertunangan?! Apa sebenarnya maksud pria itu.

 

“selamat malam hadirin sekalian, terimakasih atas kehadiran anda semua malam ini” sebuah suara dari arah podium yang terdengar melalui sound system yang memenuhi ballroom menginterupsi Raya dengan pikirannya.

 

“it’s the time, aku ke kesana dulu, kau tunggu disini” bisik Siwon ditelinga Kim Raya yang hanya mendapat balasan anggukan kepala dari wanita yang masih memancarkan pandangan bingung tak mengerti.

 

Raya kembali melirik sepupunya, Anthony, yang masih terlihat asik mengobrol hangat dengan kakak laki-lakinya dan Choi Seunghyun yang ternyata sudah ikut bergabung, Seunghyun memang mengenal cukup baik siapa Anthony.

 

Kim Raya kembali tenggelam dalam pikirannya, ada hal yang harus segera dikonfirmasi olehnya, dia harus meminta penjelasan dari ucapan Anthony tadi.

 

Perasaan Raya semakin tak menentu, dia sepenuhnya diselimuti oleh kecemasan, perasaan takut mulai merayapinya, dia takut bahwa apa yang dia duga selama ini ternyata bukan sebuah dugaan semata, bahwa ada maksud tersembunyi dibalik penyelenggaraan secara mewah pengangkatan Choi Siwon sebagai pewaris utama Choi Group.

 

Diliriknya lagi tiga orang pria yang berada didekatnya. Sama seperti dirinya, ketiga pria itu juga tak memperhatikan prosesi pengangkatan Choi Siwon yang sedang berlangsung dipodium sana. Ingin sekali Raya menarik tubuh sepupunya itu, meminta penjelasan akan maksud perkataan Anthony tadi tentang pesta pertunangan. Tapi itu tak mungkin dia lakukan, tak mungkin dia lakukan dihadapan kakak laki-laki yang tak pernah beranjak sedikit pun dari sisinya sejak seharian ini.

 

Raya mendengar suara tepuk tangan bergemuruh diseluruh ruangan, ketiga pria yang sejak tadi dia perhatikan kompak memalingkan pandangan mereka kearah podium yang menjadi pusat perhatian semua orang. Raya juga ikut mengalihkan pandangannya, melihat apa yang terjadi di podium sana, dilihatnya Choi Siwon yang tengah dirangkul hangat oleh Tuan Choi Kiho, ayah kandungnya.

 

Kemudian pandangan Raya beralih, Raya menatap sekeliling, mencoba mencari sosok pria lain yang juga mengisi hatinya. Dilihatnya Choi Minho yang berdiri di dekat podium dan dengan khidmat mendengarkan sambutan yang sedang diberikan oleh sepupu laki-lakinya dari atas podium sana.

 

Ingin sekali Raya memanggil Choi Minho, membicarakan segala dugaan yang bermain dipikirannya. Baru saja dia berniat untuk melangkahkan kaki, tiba-tiba empat buah sorot lampu menerpa tubuhnya, Raya pun membatu.

 

Semua orang yang berada di ballroom hotel mewah itu tengah menatapnya, Raya balik menatap manusia disekelilingnya satu persatu, ada tatapan dalam menilai, kagum, iri, senang dan… kecewa, didapatinya sorot kecewa yang dilayangkan Choi Minho untuknya.

 

Raya tak mengerti apa yang tengah terjadi, kemudian terdengar suara berat khas milik Tuan Choi Kiho yang membahana, “perkenalkan calon menantu kami, Nona Kim Raya” Raya menelan air liurnya saat mendengar perkataan ayah kekasihnya, “Nona Kim Raya inilah yang akan menjadi pendamping putra kami Choi Siwon, dan pada malam yang istimewa ini saya bermaksud melaksanakan pertunangan putra saya dengan cucu dari mendiang Abraham Lucas pemilik British Lucas Land Company” tubuh Raya sepenuhnya membatu, dia masih tak percaya dengan apa yang didengarnya.

 

Dilihatnya wajah bahagia Choi Siwon yang tak pernah lepas dari senyuman dari atas podium dan kemudian wajah Choi Minho yang menatapnya sarat akan rasa sakit dan luka.

 

“kemarilah nak” pinta Tuan Choi Kiho lembut padanya. Raya tak tau apa yang harus dia lakukan, kakinya seperti terpaku pada lantai yang dia pijak. Perasaan terluka kembali tertoreh dihatinya saat menyadari mata Choi Minho yang memerah menahan tangis. Dilihatnya pria itu menggelengkan kepalanya pelan, seperti memberi intruksi padanya untuk tak melakukan perintah apapun yang dilayangkan padanya.

 

Mata Kim Raya memanas. Tidak, Raya tak siap dengan semua ini, Raya tak siap sekarang, dia belum memutuskan apapun. Raya memandang kakak laki-laki yang berdiri disebelahnya bermaksud meminta pertolongan. Namun kakak laki-lakinya itu justru menatapnya dengan pandangan yang sangat dingin, detik itu juga Raya sadar, ini adalah ide kakak laki-lakinya, ini adalah rencana Kim Heechul! karena Siwon tak mungkin memutuskan apapun tanpa persetujuannya.

 

Tanpa sadar Raya memundurkan tubuhnya, kenyataan bahwa kakak laki-lakinya-lah yang berada dibalik rencana pertunangan ini membuat Raya terluka, karena seharusnya kakaknya itu tau persis apa yang ada dalam hatinya. Raya benar-benar tak sanggup menerima semuanya saat ini.

 

Namun pergerakan Kim Raya terhenti karena punggungnya menabrak seseorang, Raya memalingkan wajahnya untuk mengetahui siapa yang dengan sengaja menghalangi jalannya, dan matanya menangkap sosok Choi Seunghyun.

 

“waeyo?” tanya pria itu dengan pandangan yang tak kalah dingin, mengisyaratkan bahwa Seunghyun juga terlibat dalam rencana tersembunyi kakak laki-lakinya. Raya menatap Choi Seunghyun dalam, mencari sanggahan bahwa pria yang pernah dia cintai ikut memaksakan takdirnya, tapi kenyataan tak sesuai harapannya.

 

Raya memandang Kim Heechul dan Choi Seunghyun secara bergantian dengan tatapan terluka, dia masih tak percaya dengan koalisi yang dilakukan Heechul dan Seunghyun untuk mengatur takdirnya, matanya membendung airmata menghadapi kenyataan tak terbantahkan yang membuatnya semakin terluka.

 

“jangan bertindak gegabah Kim Raya, gunakan akal sehatmu” bisik Seunghyun yang masih berada dibelakang Kim Raya, “jaga nama baik keluarga, jangan kecewakan orang-orang yang menyayangimu” Raya kembali menatap Choi Seunghyun dalam dengan airmata yang semakin tak mampu dia tahan.

 

Ada sorot khawatir dan peduli dimata Seunghyun, sebenarnya Seunghyun ikut tersiksa melihat sorot mata berkaca-kaca penuh luka yang dilayangkan Raya padanya.

 

Raya menatap kakak laki-lakinya kembali, Heechul masih menatapnya dalam namun kali ini sarat akan kelembutan. Ini bukan pertama kalinya Kim Heechul memandang Raya seperti itu, tapi entah mengapa Raya dapat merasakan kepedihan yang dipendam kakak laki-lakinya.

 

Raya semakin tak tau dengan apa yang harus dia lakukan, hati dan pikirannya saat ini sedang tak sejalan, hati dan pikirannya berkata lain. Diperhatikannya kembali dua orang laki-laki yang berada jauh dihadapannya. Choi Siwon yang mulai berdiri gelisah menanti dirinya yang tak kunjung mendekat, Choi Minho yang menatapnya dalam dengan sorotan penuh luka.

 

Secara bergantian Raya memandang wajah kedua pria yang dia cintai itu, Raya merasa sangat sesak, tapi Raya tau dia harus segera memutuskan, dihelanya udara yang menghimpit dadanya secara perlahan, ‘maafkan aku’ lirihnya dalam hati dengan airmata tertahan.

 

Dengan kemantapan hati dan mengabaikan orang-orang disekitarnya, Raya melangkah pasti menuju dua pria yang yang sama-sama menantinya dengan perasaan khawatir dalam arti berbeda. Raya telah memutuskan, memutuskan siapa pria yang akan menjadi masa depannya.

 

 

 

*to be continue*

 

 

 

Hehehe… maaf harus di cut, biar dapet efek dramatis maksudnya 😛

lama tak bersua, masih adakah yang menanti kelanjutan kisah ini, beberapa minggu lalu saya lagi sibuk-sibuknya sama kerjaan yang dikejar-kejar deadline karena mau summer holiday, and now! Happy Summer holiday 😀

beberapa waktu lalu saya juga sempet ilang kepercayaan diri buat ngelanjutin kisah ini, makanya maklum aja ya kalau kisahnya terasa semakin maksa, soalnya saya juga gak enjoy nyusunnya.

Saya juga sempet kecewa banget karena banyak yang ngunjungi blog saya tiap harinya tapi sedikit sekali yang ninggalin jejak, itu bikin saya gak pede dan bikin mood saya ngedown banget buat lanjut nulis lagi dan jujur lama-lama saya ngerasa gak dihargai. 😥

Tapi saya inget tujuan awal saya, saya nulis buat nyalurin ide-ide gila yang menghuni kepala saya, dan itu cukup berhasil untuk membesarkan hati saya kembali.

Jadi buat pembaca yang udah nyempatin waktu buat baca cerita-cerita saya, saya ucapin beribu-ribu terimakasih.

Dan buat pembaca yang udah ngeluangin waktu buat ngomentarin atau ngasih saran saya ucapin makasih yang gak terkira jumlahnya *bow bareng Kim Raya* kan, jadi curhat sayanya, hehehe maaf ya ^^V

Dan maaaaaff banget untuk English conversation yang ancur berantakan, bahasa Inggris saya payah.

Pokoknya makasih-makasih-makasih *cium satu-satu*

Sampai ketemu lagi *lambai-lambai tangan*

7 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapt 11)

  1. Nye to the sek
    Emosinya dpt bgt.
    Seolah-olah aku ada di posisi Raya.
    Rasa marah,kecewa, bingung, dan rasanya ingin menenggelamkan diri di samudera dan ga kembali lg.
    Arghhhhhhhh
    *kira2 rasanya begitu

  2. Annyeong chingu aku reader baru disini, maaf sebelumnya baru komen di part ini karna jujur terlalu enjoy baca ff nya. Well aku udh menjelajah beberapa ff nya dan hampir semua ff yg ada disini aku suka bgt!!! Walaupun bias bukan siwon tapi keren” semua ceritanya apalagi cast nya tampan” semua hihi. Ditunggu kelanjutannya ya chingu. Dan sekali lg maaf baru komen disini 😉

  3. Kebayang jadi Raya…
    rasanya tertekan, sesak, kecewa, kita belum memutuskan/menjelaskan sesuatu, seolah-olah orang yg disekitar seperti menuntut sesuatu secepatnya..
    Kasian Raya 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s