KISS (Second Meeting)


kiss

Biar nyambung ini cerita sebelumnya https://theuntouchedpart.wordpress.com/2014/05/10/ficlet-kiss/ , Happy reading ^^

 

****

 

“dad…” panggil Raya pada seorang pria paruh baya namun masih terlihat sangat tampan yang berjalan disampingnya.

“hm?” jawab pria itu singkat sambil melangkahkan kakinya memasuki ballroom mewah sebuah hotel diikuti oleh Kim Raya, putri tunggalnya.

“apa kita sedang berada di pesta yang diselenggarakan oleh pimpinan Yamaguchi-gumi?” tanya Raya penasaran sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ballroom hotel yang luas tersebut, menelisik para tamu yang hadir. Pertanyaan Raya sontak membuat perhatian sang ayah teralihkan dan menatap bingung putrinya yang masih asik dengan sekelilingnya.

Saat ini Raya dan ayahnya memang sedang berada di ballroom hotel mewah yang disulap menjadi tempat pesta yang berkelas didominasi oleh warna emas dan merah, tuan Kim mengajak putri satu-satunya itu untuk menghadari pesta rekan bisnisnya.

“dari mana kau tau tentang Yamaguchi-gumi?” tanya Tuan Kim bingung, bagaimana putri manjanya ini bisa mengetahui salah satu organisasi Yakuza terbesar di Jepang.

“aku melihat berkas mereka dimejamu kemarin sore” jawab Raya sambil lalu yang mendapat tatapan protes sang ayah karena kebiasaan buruk putrinya yang entah kenapa senang sekali menggeledah ruang kerjanya.

“Dan kenapa kau berpikiran bahwa kita menghadiri pesta dari kelompok Yakuza Jepang malam ini??” tuan Kim benar-benar tak mengerti dengan maksud putrinya.

“lantas kenapa Daddy mengajak dua pengawal utamaku turut serta bila bukan untuk melindungiku dari para mafia Jepang atau sebangsanya?” tanya Kim Raya polos mengingat dua orang pengawal pribadinya, Choi Seunghyun dan Kim Youngwoon atau Kangin yang mengekor dibelakang mereka berdua sejak tadi.

Sementara itu tuan Kim hanya mampu terkekeh dan menggelengkan kepalanya mendengar hipotesis tak masuk akal yang dikemukakan putri tunggalnya. “sepertinya kau terlalu banyak menonton film action akhir-akhir ini” balas tuan Kim pelan masih menyisakan senyum dibibirnya.

“itu karena Daddy terlalu sering mengurungku dirumah” protes Raya dengan wajah cemberut.

“itu hukumanmu”

Raya masih ingat dengan jelas kejadian beberapa hari lalu di club malam milik sepupunya Kim Ryeowook yang menyebabkan dirinya harus terkurung disangkar emasnya selama beberapa hari. Kim Raya yang saat itu berniat menghindar dari Choi Seunghyun justru tertangkap basah oleh pengawalnya itu karena ulah pria yang seenaknya saja mencuri ciumannya.

Raya menyentuh bibirnya, mengingat kembali bagaimana rasanya ketika pria asing itu mendaratkan bibirnya di bibir Kim Raya, kemudian mencumbunya lembut dan dengan bodohnya Raya membalas dan terbuai dalam cumbuan pria yang bahkan Raya tak ingat siapa namanya.

Raya sangat kesal dengan pria yang mengambil tanpa permisi ciumannya, namun tak bisa Raya pungkiri, Raya sempat merasa kehilangan saat bibir itu lepas dari bibirnya. Tanpa sadar, Raya menggigit bibir bawahnya, mengingat sensasi melenakan yang diciptakan bibir tipis pria itu dibibirnya.

Sebenarnya hal yang paling menyebalkan bukanlah ciuman itu, tapi respon orang-orang yang berada disekitar Raya pada saat itulah yang membuat Raya murka seketika. Karena Lee Donghae, Lee Hyukjae bahkan Jung Jaehyun menuduh Raya-lah yang memulai ciuman itu.

Mereka menyalahkan dirinya, karena dirinyalah yang memanfaatkan kesempatan dan sifat polos dari pria yang tak tau apa-apa, karena menurut mereka Kim Rayalah yang dengan seenaknya mencium sahabat mereka yang polos.

Mereka semakin menyudutkan Kim Raya karena setelah dengan menggebunya Raya mencium bibir pria itu, Raya bukannya meminta maaf, tapi malah menampar pipi pria itu.

Raya benar-benar kesal dengan tuduhan salah sasaran yang dialamatkan padanya. Raya membela dirinya dengan mengatakan bahwa teman pria merekalah yang menciumnya lebih dulu. Tapi tak ada satu pun dari mereka yang percaya, karena menurut mereka, tak mungkin sahabat mereka itu dengan beraninya mencium seorang wanita asing yang baru dikenalnya. Dan yang lebih mengesalkan, Jung Jaehyun, sahabat Kim Raya sendiri juga ikut tak mempercayainya dan malah sependapat dengan Lee Donghae dan Lee Hyukjae.

Saat itu Raya benar-benar berteriak di ruangan kaca itu dan mengatakan bahwa pria itulah yang memanfaatkan kesempatan dan mencium Kim Raya, tapi tak ada satupun dari ketiga makhluk menyebalkan itu yang mempercayai ucapan Kim Raya dan lebih mempercayai ekspresi diam dan tak bersalah yang ditunjukkan oleh pria yang katanya menjadi korban sikap liar Kim Raya.

Hingga akhirnya Choi Seunghyun mendengar kehebohan yang dibuat olehnya dan menarik paksa Kim Raya keluar dari Club malam itu. Sehingga sebagai akibatnya, Raya harus merelakan diri menjadi tahanan rumah selama beberapa hari karena ulahnya yang lagi-lagi mencoba melarikan diri dari para pengawalnya.

“menteri Kim” panggilan seseorang pada ayahnya menarik Kim Raya dari lamunannya. Raya melihat sepasang suami istri paruh baya menghampiri tempat Raya dan Ayahnya berada kini.

“eo, tuan dan nyonya Choi selamat atas ulang tahun pernikahan anda” ucap tuan Kim tulus pada sepasang suami istri yang baru saja tiba dihadapannya.

“terimakasih banyak menteri pertahanan Kim” balas pria yang disapa tuan Choi itu dengan ramah, “dan terima kasih karena sudah menyempatkan diri hadir dalam pesta perayaan kami ditengah kesibukan anda”

“ah, tak usah sungkan tuan Choi, saya senang bisa ikut merayakan kebahagiaan anda dan istri anda malam ini”

“eo, menteri Kim, siapa gadis cantik yang berada disebelah anda? Apa itu putri anda?” tebak nyonya Choi melihat sosok Kim Raya yang menempel disamping ayahnya.

“ne, ini adalah putri saya” balas tuan Kim dengan bangga memperkenalkan putri kesayangannya.

“Annyeong hasimnika, jeoneun Kim Raya imnida, mannaseo bangapseumnida” ucap Raya ramah menyapa tuan dan nyonya Choi.

“aigoo… menteri Kim, anda mempunyai putri yang sangat cantik, Kim Raya Agasshi benar-benar mewarisi kecantikan mendiang ibunya, saya betul-betul seperti melihat nyonya Kim semasa muda dulu dalam diri putri anda” puji nyonya Choi yang menimbulkan senyum hangat dibibir Kim Raya begitu mendengar seseorang memuji dan menyinggung mendiang ibunya.

“terimakasih atas pujian anda nyonya Choi” balas Raya hangat.

“sebentar, aku akan mengenalkanmu dengan putraku, dia sangat tampan, kau pasti menyukainya” ucap nyonya Choi antusias sambil mengedarkan pandangannya cepat seperti tak ingin melewatkan discon 70% off sale Hermes Birkin totebag.

“ah itu dia” tunjuk nyonya Choi pada seseorang, “won-ah” panggil nyonya Choi pada sosok pria yang memang sedang berjalan mendekat kearahnya. Kim Raya yang posisinya membelakangi arah datang pria yang dipanggil nyonya Choi tadi, sama sekali tak menduga siapa sosok yang akan ditemuinya.

“Kim Raya Agasshi, perkenalkan itu putraku, Choi Siwon” tunjuk nyonya Choi pada pria yang berada dibelakang Kim Raya, seketika Raya membalikkan badannya ingin menyapa pria itu, dan ketika tubuhnya sudah sepenuhnya berbalik dan menghadap pria itu, mata Kim Raya membulat lebih besar mengenali siapa pria yang ada dihadapannya.

“kau!” ucap Raya tajam, sementara pria yang mendapat tatapan mematikan dari Kim Raya justru menyunggingkan senyum miringnya yang menggoda.

“omo, kalian sudah saling mengenal rupanya” tebak nyonya Choi.

“iya”, “tidak”

Jawaban berbeda keluar dari mulut Kim Raya dan Choi Siwon. Kim Raya yang masih merasa sangat kesal dengan pria dihadapannya tentu saja menolak jika dianggap mengenal pria yang ternyata bernama Choi Siwon itu. Sementara itu para tetua yang berada disekitar mereka hanya berpandangan heran melihat gelagat aneh putra dan putri mereka.

“Siwon-ah, kau sudah mengenal putri menteri Kim?” tanya nyonya Choi kebingungan.

“ne Eommonim, aku mengenalnya” jawab Siwon mantap sambil menatap lekat Kim Raya, lagi-lagi diakhiri dengan senyuman yang sangat menggoda dan Kim Raya betul-betul tak suka tatapan dan senyuman yang keluar dari wajah Choi Siwon saat ini.

“tapi tadi Kim Raya Agasshi bilang dia tak mengenalmu?” sanggah tuan Choi masih dengan kebingungannya, sementara itu tuan Kim hanya mampu memandang penuh selidik ekspresi kesal yang ditunjukkan putrinya.

“tuan Choi, nyonya Choi” panggil tuan Kim pada pasangan suami istri Choi itu yang langsung memalingkan wajah mereka menatap dirinya, “sepertinya ada yang harus diselesaikan oleh putra-putri kita” tebak tuan Kim masih sambil memperhatikan wajah putrinya, “bagaimana kalau kita menyingkir, memberikan waktu bagi dua anak muda ini untuk menyelesaikan masalah mereka” saran tuan Kim yang langsung mendapatkan tatapan protes keras dari Kim Raya.

“ah, kau benar menteri Kim. Sepertinya salah satu diantara mereka ada yang sedang merajuk” duga nyonya Choi yang ikut melihat ekspresi kesal bermain diwajah cantik Kim Raya.

“adeul-ah, bersikap baiklah pada putri menteri Kim” bisik nyonya Choi pelan yang hanya dibalas senyuman penuh arti oleh Choi Siwon.

“Seunghyun-ssi, Kangin-ssi, kalian berdua ikut aku” perintah tuan Kim pada dua pengawal pribadi Kim Raya yang sejak tadi berdiri dibelakang nona muda itu.

Sementara itu, Kim Raya semakin menunjukkan wajah protes dan tak setujunya melihat sang ayah membawa dua pengawal pribadinya. Setidaknya, Kalau mereka tetap bersama Kim Raya saat ini, mungkin Raya akan meminta Seunghyun atau Kangin untuk memukul tuan muda yang sok tampan dihadapannya ini.

Sepeninggal para orang tua, Raya hanya diam menatap kesal pria dihadapannya. Masih terekam jelas bagaimana tindakan impulsif pria ini beberapa hari lalu yang membuatnya harus menahan malu dihadapan para temannya sekaligus hukuman beberapa hari larangan keluar rumah dari ayahnya.

Raya benar-benar tak habis pikir bagaimana pria dihadapannya ini dapat dengan mudah menciumnya padahal mereka baru bertemu saat itu. Raya saja yang lahir dan dibesarkan dengan budaya barat yang sangat kental tak akan pernah berani mencium lebih dulu orang asing.

Ya nenavizhu etot krasavets!” gumam Raya dengan bahasa kedua yang biasa dia gunakan kepada dirinya sendiri.

“walaupun kau membenciku setidaknya aku tampan, spasibo za compliment” balas Siwon yang ternyata mengerti bahasa ibu yang digunakan Kim Raya.

Sementara itu Raya tak terpengaruh sindiran balasan Siwon akan ucapannya dalam bahasa Rusia yang tadi dia lontarkan. Raya justru menyunggingkan senyum sinisnya, membayangkan berbagai macam hal yang akan dia lakukan untuk membalas pria dihadapannya ini. Tatapan tajam menusuknya tak pernah lepas dari pria itu. Siwonpun memandang Raya cukup dalam tapi Raya tak mengerti maksud dari tatapan penuh arti Choi Siwon.

Sementara Raya sangat kesal dengan kehadiran Choi siwon, kondisi yang berbanding terbalik dirasakan Siwon. Siwon justru sangat senang dengan kehadiran Kim Raya. Siwon tak menyangka sama sekali kalau mereka akan bertemu lagi.

Karena semenjak peristiwa malam itu, bayang-bayang Kim Raya selalu memenuhi pikiran Choi Siwon. Siwon benar-benar sudah tak mampu berpikir jernih, seolah-olah hatinya sudah dibawa lari oleh sosok cantik yang sejak tadi memandangnya tajam.

Jujur saja kehadiran Kim Raya benar-benar membuat semua yang biasanya berjalan sempurna di hidup Siwon menjadi kacau balau. Hampir setiap hari Siwon tak mampu melakukan apapun, semua pekerjaannya benar-benar terbengkalai, karena kenangan dan bekas ciuman wanita itu selalu meliuk dan menari indah dipikiran Choi Siwon. Siwon benar-benar sudah gila dengan pikirannya.

Dia tak mengerti apa yang sudah dilakukan wanita ini terhadapnya. Tubuh dan pikiran Choi Siwon benar-benar tak berhenti menginginkan wanita cantik dihadapannya ini. Ketika Kim Raya melihatnya, mata bulat Kim Raya membuatnya gila, bersamaan dengan senyum misterius yang menghiasi bibir indah idaman Choi Siwon itu.

“tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu padaku, Choi Siwon-ssi?” tanya Kim Raya dingin, tapi justru sapaan dingin itu terdengar sangat merdu ditelinga Choi Siwon, ditambah lagi beberapa isyarat mata yang dikeluarkan wanita itu, semuanya benar-benar membuat Choi Siwon menggila.

Siwon seolah anak kecil dan Kim Raya telah mengambil permen kesukaan miliknya. Siwon benar-benar tak ingin melepaskan Kim Raya, dia begitu ingin memiliki wanita cantik bermata bulat ini. Karena sesungguhnya Siwon sudah tenggelam dan tenggelam semakin dalam pada pesona yang disuguhkan oleh Kim Raya.

Siwon masih menatap Kim Raya dalam, tak mampu mengeluarkan sepatah katapun karena bibirnya mendadak kelu. “aish jeongmal! Ayo ikut aku!” perintah Kim Raya sambil menarik pergelangan tangan Choi Siwon agar ikut bersamanya meninggalkan tempat mereka berada saat ini.

Sementara itu, tubuh Choi Siwon mendadak kaku, ditatapnya pergelangan tangan kirinya yang digenggam erat oleh tangan halus milik Kim Raya. Siwon merasa tubuh dan pikirannya terbakar saat lengan halus itu menggenggamnya.

Raya melangkah mantap didepan Choi Siwon masih dengan menarik tangan pria itu. Raya mencari tempat yang lebih privasi agar dia dapat dengan mudah melampiaskan kekesalannya pada pria yang hanya memandangnya diam tanpa berkata apapun, Raya benar-benar harus meminta penjelasan dari pria ini.

Sementara itu, Siwon benar-benar semakin kehilangan akal sehatnya. He try to act cool,
but honestly he’s freaking out. Saat Raya melangkah didepannya, Siwon benar-benar tak mampu mengalihkan pandangannya dari tubuh belakang Kim Raya. Siwon merasakan aroma vanilla yang menguar lembut dari tubuh wanita itu, seketika dia merasa tubuhnya seperti dialiri arus listrik bertegangan rendah, jantungnya terus berdegup kencang. Like a dog standing next to a dinner table, he can’t stand it anymore.

Dengan akal sehat yang semakin menipis, Siwon menarik lengan Kim Raya hingga membuat tubuh mungil itu bergerak kebelakang dan dengan sedikit usaha Siwon memutar tubuh Kim Raya hingga entah bagaimana prosesnya tubuh wanita itu sudah terpenjara oleh tubuh kekar Siwon dihadapannya.

“kau!” protes Raya keras pada aksi yang dilancarkan Choi Siwon, tapi belum sempat Raya melanjutkan protesnya bibir tipis Siwon membungkam Kim Raya. Raya yang tak siap dengan serangan Choi Siwon lagi-lagi hanya mampu terpaku, kesadarannya kembali ketika dia merasakan bibir pria itu mulai bergerak bermain di atas bibir merahnya.

Dengan segenap usaha untuk mempertahankan harga dirinya, Raya mendorong tubuh Siwon yang berada dihadapannya, namun Siwon yang mengetahui usaha yang dilakukan Kim Raya langsung memegang kedua siku Raya erat dan menguncinya disamping tubuh wanita itu dengan kedua tangannya. Siwon benar-benar mengunci tubuh Kim Raya, Raya yang merasa tak mampu melakukan perlawanan apapun hanya bisa diam menerima aksi lembut bibir Choi Siwon dibibirnya.

Tapi seperti entah mendapat bisikan darimana, semakin lama Raya bertahan dengan aksi diamnya, Raya justru semakin merasa terlena dengan cumbuan lembut yang dilakukan oleh Choi Siwon, dan lagi-lagi pertahanan Kim Raya runtuh. Entah sejak kapan, Raya mulai membalas lumatan-lumatan Siwon dengan lumatan yang tak kalah lembut. Lagi-lagi Raya ikut terbuai dengan permainan yang dilakukan Choi Siwon terhadap dirinya.

Siwon yang memang menginginkan Kim Raya, berteriak senang dalam hati merasakan aksi sambutan hangat yang diberikan wanita yang tengah dicumbunya kini, mereka terus terhanyut dan semakin terhanyut dalam cumbuan dan lumatan yang mereka ciptakan, semuanya semakin didukung oleh suasana mesra dan romantis disekeliling mereka. Hingga tiba saat ketika Siwon merasa mulai kehabisan nafas, Siwon melepas secara perlahan bibirnya dari bibir apel milik Kim Raya.

Nafas cepat dan memburu keluar dari keduanya, Siwon membuka matanya dan menatap wajah Kim Raya yang juga sudah mulai membuka matanya, ditatapnya dalam mata abu-abu bulat milik wanita yang telah memenjarakan hatinya. Siwon terhanyut cukup lama dalam tatapan memabukkan Kim Raya, hingga akhirnya Siwon seperti menyadari sesuatu dan kemudian menyunggingkan senyum miringnya, “setidaknya kau tidak menamparku saat ini” ucap Siwon sambil melirik lengan Kim Raya yang ditahan oleh kedua tangannya.

Raya ikut melirikkan matanya kearah kedua lengannya yang dikunci dengan erat oleh kedua tangan Siwon, seketika Raya mengerti maksud Choi Siwon. Ekspresi kesal sempat bermain diwajah Kim Raya karena Raya merasa telah dipermainkan oleh pria dihadapannya ini, namun ekspresi itu hanya sesaat, kemudian digantikan oleh senyuman licik yang justru terasa indah dimata Choi Siwon.

Lalu tanpa diduga, Raya kembali memajukan wajahnya meraih bibir Choi Siwon dengan bibirnya, Siwon yang merasakan tindakan tak terduga Kim Raya hanya membulatkan mata, dia tak menyangka Raya akan balas menciumnya lebih dulu. Lalu setelah mendapatkan kembali kesadarannya, Siwon membalas lumatan lembut Kim Raya hingga akhirnya,

Crash…

“AAAAWWWWW” jeritan Siwon memenuhi tempat mereka berada, “Kim Raya! KAU MENGIGIT BIBIRKU!!” Teriak Siwon pada Raya, Siwon dapat merasakan rasa asin dimulutnya. sementara Kim Raya dengan wajah kekanak-kanakkannya malah menjulurkan lidahnya kearah Choi Siwon, kemudian berbalik pergi meninggalkan pria tampan itu yang masih mengerang kesakitan.

Siwon tak pernah tau, sambil berlalu, senyum manis tersungging pada wajah cantik Kim Raya. Raya berlalu sambil menggigit bibir bawahnya.

 

 

****

 

Lagi-lagi, ini apa???!!!

Entahlah, lagi ngutak-ngatik kerjaan sambil dengerin 2PM eh malah tiba-tiba dapet ide cerita ini, ditambah inget peristiwa mengenaskan tadi pagi yang terjadi di daycare-nya kakak, lagi asik-asik main tiba-tiba Fikri dengan santainya gigit bibir Hanan sampe lecet, emang kanibal tuh bocah. Hehehe…

Thanks to 2PM & JYP untuk lagu-lagu mereka yang begitu menginspirasi. Dan FF ini terinspirasi sepenuhnya oleh lagu KISS (JYP) dan A.D.T.O.Y (2PM). Sorry untuk cerita-cerita yang semakin gak jelas. ^^V

Advertisements

27 thoughts on “KISS (Second Meeting)

  1. “sementara Kim Raya dengan wajah kekanak-kanakkannya malah menjulurkan lidahnya kearah Choi Siwon, kemudian berbalik pergi meninggalkan pria tampan itu ”
    -inget adegan serial Taiwan. Ce co musuh bebuyutan. Mrk lg berantem, si co tiba2 nyium si ce. Ce kaget. Blm smp Si ce sadar, si co dah lepasin. Trs si co menjulurkan lidah ke ce dan berlalu begitu aja.
    Lucu bgt ekspresinya

    g ada kritik dan saran. Puas sm ff ini. bahasa dan alurnya sempurna

  2. huahahahhaaaa.. si won dapat hadiahnya tthu.. hihiihiii..
    anak polos yyg bisa jd buas krn seorang cwe,,ya kan??

  3. Kemaren ditampar, hari ini di gigit, mungkinkah besok ditendang ? Huahaha

    kenapa di fanfic eon chia ngerasa won dad jadi liar ya, kayak Kyuhyun 🙂

  4. Omgggg mereka ketemu lagi dan lagi’ sih csw malah nyium anak org sembarangan, anak mentri pula wkwkwk
    Lucu liat adegan raya gigit bibir csw

  5. aaah kakaaak aku baru baca ini (sebelumnya udah baca yang previous story beberapa menit yg lalu :P) dan sumpah aku pengen jd kim raya disini!!! ><

  6. Hahaahaa
    lucu deehh merekaa..
    Stiap pertemuan slalu ada ciuman manis. Tp brakhir dg kjdian brutalnya yg dilkukan raya.. Lol 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s