Trapped in Choi’s Charm (chapt 10)


poster chapt 10

 

 

Author             : find me @oktasilviani

AN                   : langsung aja ya, mian for absurd story.

 

****

 

# Previous Chapt

“kau tau, tak ada satupun diantara kalian berdua yang berhak dan layak berada disamping Kim Raya!” Minho melanjutkan ucapannya, “Jika kau ingin tau siapa yang lebih pantas berada di samping wanita itu, maka AKU-lah jawabannya”

“akulah yang paling berhak berada disamping Kim Raya saat ini! karena kenapa?! karena hanya aku yang setia berada disampingnya! hanya aku yang mampu menyembuhkan luka-lukanya! hanya aku yang bisa membuat dia kembali menemukan tawa bahagianya! Hanya AKU!! laki-laki yang mencintainya tanpa pernah meninggalkannya ataupun menyakitinya seperti yang kau dan Siwon Hyung pernah lakukan!!” tegas Choi Minho.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Let me choose. – Kim Raya –

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

 

# an earlier at the Bella Di Notte Restaurant, Samsan-dong, Nam-gu, Ulsan.

“kenapa Hyung memintaku menjauhi Noona?” tanya Minho dengan nada terluka. Minho sudah mengira hal ini akan terjadi, ketika orang-orang sudah tau hubungan gelap yang dia dan Kim raya jalani, semua orang disekitarnya pasti akan menyuruhnya pergi menjauhi wanita yang sangat dia cintai itu. Tapi dia tak menyangka semuanya akan terjadi secepat ini.

 

“aku hanya ingin semuanya berada dalam track yang benar Minho-ya” jawab Heechul dengan nada lelah. Heechul seperti sedang berbicara dengan anak umur lima tahun yang terus memaksa minta dibelikan mainan.

 

“apakah Hyung yakin dengan aku menjauhi Noona, itu akan membuat semuanya baik-baik saja? Tidakkah Hyung berpikir Noona akan terluka” tanya Minho dengan nada sedih yang semakin meliputi ucapannya. Ini yang paling tak sanggup dihadapi Minho, ketika orang yang sangat dia hormati, yaitu kakak dari wanita yang dia cintai justru menyuruhnya untuk pergi. Sementara itu Heechul lagi-lagi hanya mampu terdiam menghadapi tatapan terluka Choi Minho.

 

“aku mencintai Noona, Hyung. Sangat!” ucap Minho semakin lirih.

 

“tapi kalian memulainya di atas jalur yang salah, dari awal ini tak sepatutnya dilanjutkan”

 

“apakah Hyung tau kalau Noona juga mencintaiku?” tanya Minho lemah, tak mendengarkan ucapan pria di depannya.

 

“kalian hanya akan saling melukai Minho-ya” ucap Heechul lembut, memberi pengertian pada Choi Minho.

 

“kami saling mencintai Hyung, bagaimana bisa kami saling melukai?” tanya Minho tak mengerti dengan nada dan tatapan terluka yang masih menyelimuti wajahnya.

 

“kalian juga akan melukai Choi Siwon”

 

“kenapa semuanya hanya peduli dengan perasaan Siwon Hyung?!” ucap Minho tak terima namun masih dengan nada lemah, “Tidakkah kau peduli dengan perasaan kami, Hyung?” Minho menghela nafasnya berat menahan sesak didadanya, “perasaan Raya Noona” ucap Minho semakin lirih. Sosok Choi Minho yang angkuh, arogan dan seenaknya sendiri hilang begitu saja ketika membicarakan perasaan terluka yang akan dirasakan oleh wanita yang sangat dia cintai, Minho berubah menjadi sosok pria lemah dan tak berdaya.

 

“ku mohon Minho-ya, jangan memaksakan diri” pinta Kim Heechul semakin terdengar lelah.

 

“disini kamilah korbannya Hyung, bukan Siwon Hyung yang-“

 

“Minho-ya!” potong Heechul tegas menghadapi sifat keras kepala Choi Minho.

 

“kenapa hyung tak bertanya langsung kepada Raya Noona, siapa yang paling dicintainya, dan dengan siapa Kim Raya Noona ingin bersama” tantang Minho dengan air mata yang mulai membendung disudut matanya.

 

“jangan buat ini semakin sulit Choi Minho, turuti perintahku! Akhiri hubungan gelapmu dengan Kim Raya!!” perintah Heechul tegas.

 

“aku tak mau mengakhirinya, Hyung” pinta Minho dengan raut wajah memelas tak peduli desakan Kim Heechul.

 

“tak ada pilihan lain untukmu, satu-satunya yang harus kau lakukan adalah mengakhiri hubungan kalian berdua yang memang sudah tak sepatutnya terjalin” ucap Heechul dingin.

 

“bagaimana jika aku tak mau Hyung? Bagaimana jika aku tak ingin mengakhiri hubunganku dengan Raya Noona?” tanya Minho masih dengan tatapan penuh luka yang tak pernah lepas dari wajahnya. “apa yang akan Hyung lakukan jika aku tak mau mengakhirinya?” lanjut Minho khawatir.

 

“kau tau aku bisa melakukan apapun agar semuanya kembali pada jalurnya” jawab Heechul dengan tatapan matanya yang menusuk.

 

“Hyung…” Minho tau, Kim Heechul tak pernah main-main dengan ucapannya, Kim Heechul dapat melakukan apapun agar semuanya berjalan sesuai keinginannya, dan ini yang Minho takutkan.

 

“jangan menguji kesabaran dan kemampuanku Minho-ya” ucap Heechul memperingatkan, “aku bisa melakukan hal yang bahkan tak sanggup kau bayangkan untuk menjauhkan kau dari adikku” ancam Heechul diakhiri masih dengan tatapan tajamnya.

 

Sementara itu, Minho yang berada dalam tekanan Kim Heechul entah kenapa justru kini merasa terpacu, akibat ucapan mengancam Heechul, keberanian Minho yang tadi menghilang entah kemana, sekarang kembali dan menguasai setiap sendi dirinya. Dia tak ingin menyerah begitu saja terhadap hubungan yang baru beberapa bulan dijalaninya dengan Kim Raya.

 

“aku ingin melihat apa yang akan Hyung lakukan untuk memisahkanku dengan Raya Noona” ucap Minho pelan dengan kepala tertunduk namun masih terdengar jelas ditelinga Kim Heechul.

 

“kau menantangku?!” tanya Heechul tak percaya.

 

“ani, aku tak akan pernah memiliki kekuatan untuk menantangmu, Hyung” ada jeda sesaat, “tapi yang pasti aku akan menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan Hyung lakukan” Minho mengangkat kepalanya yang tadi menunduk lalu menatap Kim Heechul yang berada dihadapannya, “karena sampai kapanpun aku tak akan melepaskan Raya Noona, bahkan jika dia memintaku pergi” lanjut Minho dengan tatapan datar tapi penuh makna.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

# Kim’s House

 

“tidak apa-apa jika Ahjumma ingin pulang sekarang, lagipula ini sudah sore, putrimu pasti sudah menunggumu di rumah, biarkan aku yang melanjutkan ini semua” ucap Raya pada Han Ahjumma, saat ini Kim Raya sedang berada didapur membantu Han Ahjumma yang sedang menyiapkan makan malam karena Kim Heechul akan kembali dari Ulsan malam ini.

 

“apa benar tidak apa-apa jika bibi meninggalkan Agasshi sendirian?” tanya Han Ahjumma ragu, pasalnya dari gerak-geriknya saja Han Ahjumma dapat melihat bahwa nona mudanya ini sedang kurang sehat, wajahnya yang pucat dan kondisi tubuhnya yang kehilangan semangat membuat Han Ahjumma semakin ragu untuk meninggalkan Kim Raya seorang diri.

 

“gwenchana” jawab Raya dengan senyum dibibirnya, “lagipula sebentar lagi Heechul Oppa pulang” lanjut Kim Raya masih dengan senyum manisnya.

 

“arasso, baiklah kalau begitu bibi pulang dulu ya, besok pagi bibi akan datang lebih awal” ucap Han Ahjumma sambil mengelus bahu Kim Raya lembut, menyalurkan kasih sayangnya pada Kim Raya melalui sebuah sentuhan. kemudian Han Ahjumma melangkahkan kaki meninggalkan Raya yang masih berada di dapur untuk meneruskan memasak, tapi baru beberapa langkah Han Ahjumma pergi suara bell pintu terdengar menggema di seluruh ruangan.

 

“bisakah Ahjumma sekalian membukakan pintu untukku?” pinta Kim Raya pada sosok Han Ahjumma yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

 

“tentu saja, bibi pamit ne” Raya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecil membalas salam perpisahan Han ahjumma.

 

Sepeninggal Han Ahjumma, Raya kembali fokus dengan kegiatannya memasakkan sup ayam gingseng kesukaan kakak laki-lakinya. Walaupun tubuhnya berada di dapur rumah keluarga Kim, tapi tidak dengan pikirannya, pikiran Kim Raya sepenuhnya tersita pada berbagai kemungkinan apa yang akan terjadi setelah hari ini, setelah hubungan gelapnya terbongkar, setelah kakak laki-lakinya memutuskan untuk ambil bagian dalam drama pelik yang Kim Raya ciptakan, Raya benar-benar tak mampu membayangkan akan seperti apa kedepannya.

 

Tepat ketika Kim Raya sibuk dengan lamunannya, sebuah tangan kekar menarik tubuh Kim Raya dari belakang. “Omo!” Raya berseru kaget saat tangan itu melingkar sempurna dipinggangnya. Namun kekagetan itu segera lenyap dan digantikan senyuman indah dibibirnya saat menyadari bahwa kekasihnyalah yang tengah mendekapnya kini.

 

“Oppa, kau mengagetkanku” ucap Raya lembut sambil mengelus tangan pria yang melingkar disekeliling pinggangnya.

 

Namun kekagetan Kim Raya yang kedua muncul saat tiba-tiba lengan kekar yang sedang dia belai itu menghilang dari pinggangnya, Raya merasa heran karena kekasihnya langsung melepaskan diri dan menarik lengan kekarnya begitu saja dari pinggang rampingnya.

 

Raya langsung membalikkan badannya karena merasakan tingkah aneh dari pria yang berada dibelakangnya, namun setelah Raya membalikkan tubuhnya secara sempurna, dia justru tersentak kaget melihat sosok yang terpaku memandangnya dengan sorot mata terluka.

 

“Minho-ya” ucap Raya tak percaya melihat kehadiran Choi Minho di hadapannya dan memandangnya dengan sorot mata yang entah mengapa membuat Kim Raya seketika merasakan kepedihan yang amat dalam.

 

“kau bahkan sudah tak bisa mengenaliku” ucap Minho pelan namun justru menyisakan perasaan bersalah di hati Kim Raya.

 

“mianhae, aku tak tau itu kau” ucap Raya dengan segenap rasa bersalahnya, Raya tak menduga sama sekali kehadiran Choi Minho di kediaman pribadinya. Pasalnya jika Minho ingin bertemu dengannya, Minho pasti akan menyuruh Kim Raya datang ke apartment mereka dikawasan Gangseo-gu, bukan datang langsung ke tempat Kim Raya seperti saat ini.

 

“gwenchana” balas Minho dengan senyum yang dipaksakan namun justru menimbulkan perasaan terluka di hati Kim Raya.

 

“kenapa kau bisa berada disini?” tanya Raya pelan dengan kebingungan yang masih meliputinya.

 

“wae? Apakah aku tak boleh mengunjungi kekasihku sendiri?” perasaan bersalah dihati Kim Raya semakin bertambah mendengar pertanyaan terluka yang terlontar dari mulut Choi Minho.

 

“aniya, bukan begitu- hanya saja- ” Raya benar-benar kebingungan dengan jawaban yang akan dia keluarkan, dia benar-benar tak menyangka Choi Minho berada dihadapannya kini.

 

“aku sangat lelah hari ini” potong Minho sendu.

 

Seketika raut wajah kebingungan Raya berubah menjadi sebuah kepanikan setelah mendengar ucapan sendu Choi Minho, “kau baik-baik saja,eo? Apa kau baru tiba dari Ulsan?” tanya Raya sepenuhnya diliputi perasaan khawatir sambil mengusap lembut pipi pria dihadapannya, memastikan bahwa kondisi fisik pria itu baik-baik saja, namun Raya tak bisa menjamin kondisi hati pria yang dicintainya ini.

 

“aku bertemu dengan Heechul Hyung siang tadi” seketika Raya mengerti, Raya tau dengan pasti alasan kenapa Choi Minho ada dihadapannya kini dan hal itu pulalah yang pastinya menjadi penyebab wajah tampan Choi Minho diselimuti kedukaan. Minho baru saja bertemu dengan kakak laki-lakinya dan Raya tau Minho pasti tengah terluka dengan semua kata dan perlakuan yang diucapkan oleh Kim Heechul, sama sepertinya dirinya yang saat ini juga sedang menahan luka.

 

Airmata mulai menggenang di pelupuk mata Kim Raya melihat kondisi Minho dihadapannya saat ini, bagaimanapun melihat orang yang dicintainya terluka juga menimbulkan luka bagi Kim Raya. “Mianhae Minho-ya” ucap Raya Lirih sambil meraih wajah Minho dengan kedua tangannya.

 

Minho yang merasakan rasa sedih dan terluka ada dalam nada bicara Kim Raya memandang wanita yang dicintainya itu dengan tatapan dalam. “uljimaseyo” ucap Minho sambil mengusap butir airmata yang siap lolos dari mata bulat Kim Raya. “aku datang kesini bukan untuk melihatmu menangis, eo” ucap Minho dengan nada bicara yang juga terdengar lirih penuh duka.

 

“eotteokhae, semuanya menjadi jauh lebih sulit sekarang. mianhae… jeongmal mianhae” ucap Raya diiringi airmata yang meluncur bebas dari kedua mata bulatnya.

 

“ssttt… kenapa kau meminta maaf, eo? Tak ada yang perlu dimaafkan disini” airmata Raya semakin deras mendengar kalimat hiburan dari Choi Minho.

 

Saat ini Raya benar-benar bingung dengan semua yang terjadi, dia tak mengerti dengan apa yang harus dia lakukan. Ini semua terlanjur menjadi sulit untuk diakhiri begitu saja. Dia sangat mencintai Choi Minho dengan kadar yang ternyata lebih dari yang dia bayangkan selama ini, Minho menempati tempat sendiri dihatinya, dia bahkan tak rela melihat pria ini terluka, apalagi jika dia harus benar-benar kehilangan pria dihadapannya ini. Raya sungguh tak mampu membayangkan kemungkinan terpahit itu.

 

Namun Raya juga sadar bagaimana posisi Choi Siwon dihati dan hidupnya, pria itu menempati tempat tak tergantikan. Raya bahkan tak mampu membayangkan hidup tanpa Choi Siwon disisinya, Choi Siwon adalah oksigennya, sumber kehidupannya. Tapi Choi Minho juga mataharinya, Choi Minholah yang mampu menerangi hari-harinya. Mereka berdua adalah sumber kehidupan bagi Kim Raya.

 

Tapi ada satu hal yang sangat Raya pahami, yaitu bagaimana mungkin seorang wanita mempunyai dua sumber kehidupan? Bagaimana mungkin seorang wanita membutuhkan dua pria dalam hidupnya? Bukan kebutuhan lagi namanya jika wanita itu tak mampu melepas salah satunya, itu adalah keserakahan. Dan Raya sepenuhnya sadar saat ini dia menjadi wanita yang paling serakah karena menginginkan kedua sumber kehidupannya, kedua prianya, berada disisinya secara bersamaan.

 

“apakah kita harus mengakhiri semuanya?” tanya Raya semakin sendu setelah proses monolog singkat yang tadi dilakukannya.

 

“apa kau tak mencintaiku, eo?” potong Minho cepat dan tak percaya dengan perkataan yang baru saja dilontarkan wanitanya.

 

“aku lelah Minho-ya, dan aku tak sanggup melihat kau terus terluka karena keserakahanku” jawab Raya masih diiringi airmata kepedihannya. Kim Raya benar-benar tak ingin melihat Choi Minho terluka karena perlakuan tak adilnya.

 

“kumohon jangan pedulikan perasaanku, aku tak peduli apa yang terjadi dengan diriku asalkan kau tetap disampingku” pinta Minho yang justru membuat airmata Kim Raya semakin deras mengalir.

 

“tapi ini terlalu melelahkan Minho ya, ini terlalu melelahkan untukku” jawab Raya diiringi isak tangisnya.

 

“sekarang jawab aku” Minho meletakkan tangannya dipundak Kim Raya meminta wanitanya fokus menatap dirinya, “kau mencintaiku kan?” tanya Minho sungguh-sungguh yang langsung mendapat anggukkan cepat dan tanpa ragu dari Kim Raya.

 

“lalu apalagi yang kau permasalahkan? Yang penting kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Itu sudah cukup” ucap Minho meyakinkan.

 

“tapi sampai kapan semua ini akan berlangsung? aku lelah dengan semua ini Minho-ya, aku benar-benar lelah”

 

“kalau begitu tinggalkan dia!” pinta Minho tegas. Raya menatap Minho tak percaya karena ucapan yang baru saja keluar dari mulut Choi Minho.

 

Raya tersentak, tangisnya seketika berhenti, mendadak dia diselimuti kebisuan. Inilah yang tak sanggup Raya hadapi, ketika sosok Choi Minho-lah yang memintanya untuk menentukan pilihan. Raya tau pria dihadapannya ini juga memiliki batas kesabaran dan sewaktu-waktu akan meminta Raya untuk memilih antara dirinya atau Choi Siwon. Dan hal inilah yang paling tak mampu Raya lakukan saat ini, memilih diantara Choi Minho atau Choi Siwon.

 

Pikiran Raya melayang pada sosok Choi Siwon kekasihnya, “aku tak bisa meninggalkannya” ucap Raya lirih masih dalam keterpakuannya, “aku sangat mencintainya” lanjut Raya lagi-lagi diiringi airmata yang kembali mengalir dipipinya, Raya tak sadar jika ucapan singkatnya baru saja melukai perasaan terdalam Choi Minho.

 

Namun Minho tak peduli, pria itu harus meyakinkan wanita dihadapannya dengan perasaan yang sebenarnya wanita itu rasakan, “tatap aku!” pinta Minho tegas sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah cantik Kim Raya.

 

“kau tak benar-benar mencintainya” Raya hanya memandang Minho dengan pandangan tak terima, namun sebelum Raya sempat mengeluarkan protesnya, Choi Minho membungkam bibir Kim Raya dengan ciuman yang mendesak.

 

Minho melumat bibir Kim Raya dengan ketergesaan yang amat sangat, tak memberikan waktu bagi Raya untuk mengeluarkan penolakkannya ataupun untuk membalas dan menikmati ciuman milik prianya. Tapi sejujurnya ciuman ganas Minho justru menambah perasaan sesak didada Kim Raya. Raya tau pria yang mencumbunya ini tengah menyalurkan rasa lukanya melalui ciuman tak manusiawinya. Dan kenyataan ini membuat Raya kembali meneteskan airmatanya.

 

Minho yang merasakan cairan hangat menempel dipipinya mendadak tersadar kalau tindakannya baru saja menyakiti wanitanya. Seketika Minho melepaskan cumbuan kasarnya, ditatapnya wajah Kim Raya yang semakin sembab karena airmata, bibir indah Kim Raya pun terlihat membengkak karena perlakuan kasarnya tadi.

 

“mianhae” ucap Minho lembut sambil mengusapkan ibu jarinya membelai lembut bibir Kim Raya. Minho kembali memajukan wajahnya meraih bibir ranum milik wanitanya. Kalau tadi Minho dengan tak berperasaan menyiksa bibir itu, kali ini Minho mendaratkan bibirnya dengan sangat lembut di atas bibir merah milik Kim Raya. Minho melumatnya secara perlahan dan hati-hati seolah bibir itu adalah sebuah cristal dandelion yang sangat mudah pecah.

 

Jika tadi Raya hanya mampu diam membalas perlakuan membabi buta Choi Minho, kali ini Raya ikut membalas lumatan yang Minho lakukan dibibirnya tak kalah lembut. Raya menghisap dalam-dalam bibir bagian atas Choi Minho, menyesap rasanya untuk Raya nikmati. Begitupun dengan Choi Minho, pria itu sudah jauh terlena dalam cumbuan lembut namun panas yang dia ciptakan sendiri.

 

Cukup lama mereka menikmati moment ini, saling menyesap dan menikmati bibir dari pasangan masing-masing, saling terlena dan tenggelam dalam ciuman-ciuman dalam yang memabukkan hingga ketika mereka berdua mulai merasa kehilangan suplai oksigen, Minho dengan tak rela melepaskan pagutan mesranya dibibir Kim Raya.

 

Raya dan Choi Minho saling mengatur nafas, menikmati sisa-sisa cumbuan mereka berdua dengan posisi kening yang masih saling menempel, “kau tak benar-benar mencintainya” ulang Minho dengan nafasnya yang masih memburu sementara Kim Raya hanya diam mendengar nada pembenaran dari mulut Choi Minho.

 

“karena jika kau sangat mencintai yang pertama, tidak mungkin ada yang kedua” Raya sepenuhnya tak mengerti dengan ucapan pria yang masih memenjarakan wajahnya dengan tangan kekarnya ini, “jika kau sangat mencintai Choi Siwon, tak mungkin ada Choi Minho” seketika Raya mengerti, Raya betul-betul mengerti maksud ucapan pria dihadapnnya. Tubuh Raya mendadak kaku setelah mendengar fakta sepihak yang diungkapkan Choi Minho. Entah kenapa ucapan Minho seperti sebuah kebenaran yang baru saja terungkap bagi Raya, jika Raya sangat mencintai Choi Siwon tak mungkin ada Choi Minho.

 

“kau tak benar-benar mencintainya, kau hanya mencintaiku” lanjut Minho yakin, “kau hanya akan menjadi milikku, bukan miliknya” ucap Minho sambil memberikan jarak antara wajahnya dan wajah Kim Raya. Ditatapnya mata bulat wanita itu dalam-dalam. “kumohon tetaplah bersamaku dan tinggalkan dia” pinta Minho dengan sungguh-sungguh yang justru menimbulkan desiran hangat dihati Kim Raya.

 

Airmata kembali turun diwajah cantik Kim Raya, yang kali ini dirasakan Kim Raya bukan airmata kesedihan, tapi entah mengapa Raya merasa sebuah kelegaan, sebuah kelegaan yang amat sangat seolah dia sudah menemukan sebuah jalan keluar dari labirin menyesakkan yang melingkupi hidupnya selama ini.

 

“kau egois” ucap Raya dengan suara parau dan linangan airmata.

 

“biar, biar aku menjadi pria egois asalkan kau tetap berada disampingku” balas Minho sungguh-sungguh.

 

“sikap egoismu itu menyakitiku” rajuk Kim Raya yang justru diiringi dengan tatapan penuh cintanya.

 

“maaf, maafkan aku, tapi kumohon jangan meninggalkanku, aku sangat mencintaimu!” ucap Minho semakin sungguh-sungguh sambil meng-eratkan dekapan tangannya diwajah cantik Kim Raya, seseolah memenjarakan wanita cantik itu untuk tetap berada dalam jarak pandangnya.

 

“bagaimana jika aku tak sanggup menjalankan semuanya” tutur Raya.

 

“kumohon bertahan disisiku, hanya bertahan disisiku” pinta Minho yakin, “aku hanya butuh kau bertahan disisiku, dan biar sisanya aku yang mengurus” lanjut Minho tanpa keraguan sedikitpun.

 

“aku mencintaimu, sangat!”

 

“aku juga sangat mencintaimu” balas Raya diiringi airmata yang kembali deras.

 

Kim Raya dan Choi Minho tau, ini adalah awal mula deklarasi sesungguhnya hubungan mereka, dan hubungan yang mereka jalin pasti tak akan berjalan mulus. Akan ada banyak rintangan yang menghadang nantinya, akan ada banyak halangan yang siap menerjang dan memporak-porandakan mereka karena ini bukan lagi sebuah hubungan rahasia. Mereka tak peduli dengan orang-orang yang akan menghalangi dan menghujat mereka. Yang terpenting saat ini mereka bersama, selama mereka berdua masih bersama, semuanya akan baik-baik saja.

 

Minho mengusap airmata diwajah cantik Kim Raya dengan lembut, tak akan lagi dia biarkan wajah cantik milik wanitanya dipenuhi airmata, cukup ini yang terakhir kalinya Choi Minho melihat Kim Raya menangis. Kemudian Minho menatap penuh sayang wanita yang akan selalu berada disampingnya. Menyelami keindahan mata abu-abu milik wanitanya yang selalu berhasil memenjarakan Minho seutuhnya.

 

Minho memajukan wajahnya untuk kembali meraih bibir manis milik wanita yang sangat dia cintai itu. Minho mengecupnya dengan kecupan-kecupan ringan tapi terasa melenakan, namun kecupan ringan yang dilayangkan Choi Minho seketika berubah menjadi lumatan-lumatan cepat dan menggebu saat Kim Raya mulai membalasnya. Aksi saling lumat dan hisap pun tak terelakkan lagi.

 

Cumbuan dan lumatan penuh hasrat menghanyutkan mereka. Mereka berdua terhanyut dalam moment kebersamaan mereka, terhanyut dalam sebuah moment intim yang mengunci perasaan mereka. Hingga suara berat seorang pria menginterupsi kegiatan keduanya.

 

“La Belle…”

 

 

-to be continue-

 

*nyengir kuda* tau dong siapa yang suka mengeluarkan panggilan terakhir di atas? Kita liat aja apa yang akan terjadi pada chapter selanjutnya *lambai-lambai tangan ala-ala miss universe*. Maaf banget kalo alurnya berasa kecepetan. Dan jangan tanya kenapa Chapter ini pendek banget, I’m STUCK!!

Oh iya, kalimat “jika kau sangat mencintai yang pertama, tidak mungkin ada yang kedua” aku dapet dari FF siapa gitu, lupa. Maaf banget make tanpa ijin *bow* but thanks alot for the amazing words.

SOME PEOPLE! GIVE ME INSPIRATION PLEASEEEEEEEEEEEEEEE!!!! *tereak frustasi*

Maaf buat cerita yang semakin kesini semakin gak jelas *bow dalam-dalem sambil narik Siwon*

Advertisements

5 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapt 10)

  1. “karena jika kau sangat mencintai yang pertama, tidak mungkin ada yang kedua” 

    “kumohon bertahan disisiku, hanya bertahan disisiku” 

    posesif bgt. Hahahahahaha

    Mau dibawa kemana nih. Apa minho bakal mengeluarkan taringnya,
    Siwon mulai mencium gelagat hububungan mereka,
    Seunghyun memulai aksi utk merebut Raya,
    Heechul blm melaksanakan ancamannya,

    Di part yg lalu Raya nyeseknya dpt bgt Sil. Sprt yg kamu bilang bhw co kalo dah mendua itu biasa. Tp kalo ce yg mendua pasti ……. ehmmmm

    Ayooo Sil lanjutkannnn….. 🙂
    Juga… siwon kan blm keungkap. Beneran ga dia selingkuh. Kalau iya, alasan nya kenapa. Siapa ce itu. Dan nanti keluarin lah ce itu kembali . Konfliknya jd banyak

    banyak bgt cuap2nya aku. 🙂

    • hahaha… aku bingung jawab analisa kamu yang banyak banget :p

      kita liat aja deh apa yang akan terjadi nanti, serahkan semua keputusannya ditangan Kim Raya…

      doakan aja ya aku semangat nyusunnya, coz lagi males banget nerusin kisah memusingkan empat orang ini.. heheheh…

      theng kiu… :*

  2. Annyeong, aku reader baru thor,
    Ya ampun , aku malah greget sama kim raya, sebenernya dia milih sapa??, kasian abang siwon,

    Salam kenal thor 🙂

  3. Minho is Raya’s sun, but Siwon is Raya’s oxygen..
    Manusia hidup lebih membutuhkan oksigen, jadi Raya membutuhkan Siwon…
    Gimana kalo akhirnya dengan Minho?
    Aaa eonni aku lebih milih Raya dengan Siwon ><

    "La Bell"? ITU SIWON YANG MANGGIL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s