I Fall, Again! (Girl’s Story: Because of Affair part 2)


Kim Raya_1

 

AN : kalo ada yang bingung ini apa, ini lanjutan dari https://theuntouchedpart.wordpress.com/2014/04/13/i-fall-again-shes-bad-girl/ nih part 2nya… selamat membaca…

 

****

 

Kini mereka berdua sudah berada di ruang santai lantai dua kediaman Hwang Chansung. Hwang Chansung yang merasa berada di tempat kekuasaannya semakin agresif bertindak akan tubuh Kim Raya. Ditariknya wanita itu dalam pelukannya, Kim Raya pun tanpa ragu membalas pelukan penuh gairah Hwang Chansung.

Chansung benar-benar sudah tak mampu mengendalikan nafsu yang menguasai dirinya, dia menyambar bibir merah milik Kim Raya, dilumatnya dengan kasar bibir wanita itu. Chansung pun tak segan-segan melakukan gerakan-gerakan seduktif pada tubuh Kim Raya. Sementara Kim Raya hanya diam tak membalas semua perlakuan Hwang Chansung.

Raya bukannya merasa terlena akan perbuatan pembangkit gairah yang dilakukan Chansung, Raya justru merasa jijik dengan apa yang dilakukan pria itu terhadap dirinya, dia merasa sangat jengah dan muak, tapi dia sendiri tak mampu menolak perlakuan seduktif Chansung terhadap tubuhnya, tubuhnya seolah menolak menjauh dari perlakuan panas Hwang Chansung.

Chansung yang merasa gemas dengan aksi diam Kim Raya, mulai melepaskan kecupannya pada leher jenjang wanita itu, bibirnya kini menuju telinga Kim Raya, “wae? Kenapa kau diam saja? Apa Choi Siwon tak pernah melakukan ini padamu?”

Seketika bisikan lembut Chansung terasa bagai petir yang menyadarkan Kim Raya, Choi Siwon, Kim Raya sudah memiliki Choi Siwon, bagaimana bisa dia berada dalam pelukan pria lain padahal dia sudah memiliki Choi Siwon sebagai kekasihnya.

Kim Raya kembali pada dirinya yang sebelumnya, dirinya yang siang tadi masih memeluk Choi Siwon mesra di lobby kantornya sebelum dia datang kekantor ayahnya dan kejadian dikantor ayahnya mengubahnya menjadi sosok yang lain, membuat dia melupakan dirinya yang sebenarnya dan jatuh dalam sosok wanita yang diselimuti oleh dendam dan perasaan terlukanya, sehingga membuatnya kehilangan akal sehatnya. Ya, post-traumatic stress disorder yang di idap Kim Raya sewaktu-waktu mampu membuatnya kehilangan kesadarannya dan merubahnya menjadi sosok manusia yang lain.

Kim Raya mendorong tubuh Hwang Chansung kasar menjauhi dirinya. Dikepalanya kini dipenuhi oleh sosok kekasih yang sangat dicintainya.

“wae? Kau ingin pindah ke tempat lain?” tanya Chansung heran mendapat aksi penolakan dari Kim Raya.

“menjauh dariku!” perintah Kim Raya tegas.

“kau kenapa, eo?” tanya Hwang Chansung semakin kebingungan, Chansung mendekatkan dirinya pada Kim Raya, memastikan kondisi wanita dihadapannya baik-baik saja.

“ku bilang menjauh dariku!!” perintah Kim Raya semakin tegas.

“sebenarnya kau kenapa Kim Raya? Apa aku sudah bertindak terlalu kasar padamu?” Chansung benar-benar kebingungan menghadapi perubahan sikap yang ditunjukkan wanita cantik dihadapannya yang beberapa saat lalu terlihat baik-baik saja.

Raya tak menjawab pertanyaan Hwang Chansung, Raya hanya menundukkan kepalanya menatap lantai kayu tempatnya berpijak. Raya mencoba menormalkan kembali detak jantung dan aliran nafasnya yang tadi sempat memburu setelah dia menemukan kesadarannya kembali dan bayangan sosok Choi Siwon yang memenuhi kepalanya.

“Kim Raya, are you okay?!” tanya Chansung terlihat mulai sedikit kesal.

“kumohon menjauhlah dariku Hwang Chansung-ssi” pinta Kim Raya pelan.

“aish jeongmal! Kau benar-benar membuang waktuku” ucap Chansung kesal, “dasar wanita murahan!” lanjut Chansung dengan nada menghina yang sangat jelas. Raya yang mendengar hinaan Chansung, menatap pria dihadapannya dengan tajam.

“wae?! Kau tak terima aku memanggilmu wanita murahan?! Kau memang wanita murahan Kim Raya-ssi” lanjut Chansung membalas tatapan tajam Kim Raya.

“jaga ucapanmu Hwang Chansung-ssi!!”

“kau jangan sok suci! Kau betul-betul wanita murahan! Kau bahkan dapat dengan mudahnya ku ajak ketempatku. Kau wanita murahan sama dengan wanita lainnya yang biasa ku kencani!” balas Chansung dibarengi oleh senyuman mengejek yang nampak di bibirnya.

Plakkk… sebuah tamparan keras mendarat dipipi Hwang Chansung.

“sekali lagi kukatakan jaga ucapanmu padaku!” tunjuk Raya pada pria dihadapannya yang kini ikut menatapnya dengan pandangan tajam dan tak terima.

“jangan berlagak seolah kau wanita suci Kim Raya-ssi, jangan mentang-mentang kau berasal dari kalangan High society lalu kau merasa tak pantas disamakan dengan wanita murahan lainnya” cibir Hwang Chansung, “kau bahkan lebih murahan dari mereka! Sudah menjadi rahasia umum bahwa kau adalah lady butterfly” lanjut Chansung diakhiri dengan senyum miringnya yang merendahkan.

Kim Raya yang sejak tadi mendapatkan ucapan penuh hinaan dari Hwang Chansung hanya menatap pria itu dengan segala macam emosi yang tertahan. Jujur saja dia sangat membenci pria yang ada dihadapannya ini, tapi kebencian terbesarnya justru Raya alamatkan pada dirinya sendiri.

Bagaimana pun perkataan Hwang Chansung benar, dia adalah wanita murahan. Dia adalah wanita murahan karena dapat dengan mudahnya dia mengiyakan ajakan pria lain untuk menghabiskan malam bersama padahal dia sudah memiliki seorang kekasih.

Dia adalah wanita murahan, karena lagi-lagi dia terjebak pada cara yang sama, pada peristiwa yang sama, jatuh kedalam pelukan pria hidung belang padahal dia sudah memiliki Choi Siwon disisinya.

Kim Raya masih memandang Hwang Chansung, hingga tanpa wanita itu sadari matanya mulai berkaca-kaca, airmata yang sejak siang tadi dia tahan seolah memaksa turun. Tapi Raya tau dia berada dihadapan pria asing saat ini dan Kim Raya bukanlah tipe wanita yang mudah menunjukkan kelemahannya dengan airmata, ditambah lagi dihadapan manusia yang baru saja menjatuhkan harga dirinya.

Dengan airmata tertahan serta perasaan sesak dan terluka yang menghimpit dadanya, Raya memilih untuk pergi dari kediaman Hwang Chansung saat ini juga, meninggalkan pria itu dengan tatapan kesal dan amarah yang belum lepas dari wajah tampannya.

 

-I Fall, Again! (Girl’s Story: Because of Affair)-

Kim Raya mendorong pelan pintu kamarnya. Perasaan lega menyelimuti Kim Raya begitu mendapati sosok kekasihnya, Choi Siwon, berada di atas tempat tidurnya sambil memainkan ponsel. Raya merasakan kebahagiaan yang amat sangat, setidaknya kehadiran Choi Siwon selalu bisa menjadi penawar atas semua hal buruk yang dia alami seharian ini.

Raya menyunggingkan senyumnya melihat Pria itu bersandar santai di kepala tempat tidur masih mengenakan busana kantornya. Dia mendekatkan wajahnya kearah pria yang sudah lebih dari dua tahun menjadi kekasihnya.

Raya mengecup atas kepala kekasihnya cukup lama, Raya menghirup dalam-dalam aroma citrus yang keluar dari rambut prianya. Sementara sang pria hanya diam tak peduli dan tetap sibuk dengan benda yang digenggamnya.

“kau sudah makan?” tanya Raya sambil mendudukan dirinya disamping Choi Siwon yang masih bersandar santai di kepala tempat tidur. Choi Siwon menganggukkan kepalanya singkat menjawab pertanyaan Raya tanpa memalingkan wajahnya dari ponsel yang sejak tadi menjadi kesibukannya.

Raya yang mendapatkan sikap tak acuh kekasihnya lagi-lagi hanya menyunggingkan senyumnya, Raya berpikir mungkin kekasihnya ini sedang marah karena Raya baru kembali ke kediaman pribadinya lewat tengah malam.

“aku mandi dulu ya” ucap Kim Raya lembut kemudian kembali mendekatkan wajah kearah kekasihnya bermaksud mencium pipi pria itu. Tapi reaksi yang dilakukan Choi Siwon justru diluar dugaan Kim Raya, pria itu menjauhkan wajahnya mencoba menghindar dari perlakuan mesranya.

Lagi-lagi Raya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Siwon yang sedang merajuk padanya.

Raya menghabiskan waktu hampir satu jam di kamar mandi, Raya mencoba menenangkan dirinya dan mengatur segala emosi yang menguasai hatinya dengan berendam air hangat, air hangat beraroma vanilla itu sedikit banyak membuat dirinya diliputi ketenangan.

Kini dia sudah selesai dengan proses meditasinya dan keluar dari kamar mandi dengan berbalut bathrobe. Raya mendudukan dirinya di depan meja rias, mengikat rambut panjang bergelombangnya kemudian mengoleskan cream malam diwajahnya. Sesekali dia melirik kearah pria yang masih sibuk dengan keasikannya bersama benda kesayangannya.

“kau tidak mau membersihkan diri?” tanya Raya sambil menatap kekasihnya dari cermin riasnya.

Raya melihat Siwon menegakkan tubuh sebelum menjawab pertanyaannya, “kau dari mana?” pertanyaan yang keluar dari mulut Choi Siwon terasa sangat dingin ditelinga Kim Raya, Raya berpikir mungkin Siwon masih sangat marah karena kebiasaan buruknya yang pulang di atas jam dua belas malam.

“tempat teman” jawab Raya singkat.

“Hah! teman?!” Kim Raya mengalihkan wajahnya menatap Siwon yang masih berada di tempat tidurnya mendengar ucapan Siwon yang terdengar mengejek.

“wae?” tanya Kim Raya heran melihat tingkah kekasihnya.

“kau bersama Hwang Chansung-kan tadi?! Apa yang kalian berdua lakukan dibelakangku?!!” tubuh Kim Raya mendadak kaku mendengar pertanyaan Choi Siwon, nada menghakimi dan penuh amarah terdengar jelas keluar dari mulut kekasihnya itu.

Raya tak menyangka kalau kekasihnya tau perbuatannya malam ini, bagai pencuri yang tertangkap basah, tubuh Raya diselimuti oleh ketakutan, Raya benar-benar tak sanggup menghadapi amarah Siwon setelah semua hal buruk dan mengguncang akal sehatnya yang dilaluinya seharian ini.

“kau mengikutiku lagi?” tanya Raya dengan keterpakuannya, namun entah kenapa justru nada dingin yang menyelimuti ucapannya.

“demi Tuhan Kim Raya, aku kekasihmu! Sebenarnya apa yang kau inginkan?!” kini Siwon sudah berdiri disamping tempat tidur dengan tatapan tajam terluka yang terasa menusuk menghujam jantung Kim Raya. Raya yang merasakan tatapan terluka dari prianya, ikut merasa terluka, airmata mulai membendung dipelupuk matanya menyadari bahwa lagi-lagi dia melukai pria yang sangat dicintainya.

“KENAPA KAU SELALU MELAKUKAN INI PADAKU HAH?!”

Prakk…

Tubuh Raya kaku merasakan semua amarah yang dikeluarkan oleh kekasihnya Choi Siwon. Dilihatnya ponsel tipis milik Choi Siwon yang sudah hancur berantakan, menandakkan begitu besar kekuatan yang dikeluarkan pria itu untuk membantingnya.

“kenapa kau selalu menyakitiku dengan cara ini?! ini bukan pertama kalinya kau mengkhianatiku, selama ini aku selalu menutup mata dan telingaku akan semua tingkahmu dengan pria lain, apa selama ini semua yang kau lakukan belum cukup HAH?!” Raya tak mampu menjawab semua pertanyaan Choi Siwon, yang dirasakannya kini dadanya semakin sesak, rasa sakit dan terluka kembali muncul merasakan semua amarah dan rasa kecewa Siwon.

Prang…

Kali ini Siwon menyapukan tangannya ke nakas di sebelah tempat tidur, hingga lampu tidur kaca yang berada ditempat itu pecah berserakan.

“katakan apa yang kau inginkan? Apa yang kau inginkan dariku?! Apa selama ini semua yang kuberikan belum cukup?! Kenapa kau tidak bisa puas hanya denganku?! Tidak bisakah kau hanya menyerahkan hatimu padaku?! Harus berapa laki-laki lain lagi yang menjadi simpananmu?! JAWAB AKU KIM RAYA!!!”

Raya masih tak beranjak dari diamnya, dibiarkannya Siwon melampiaskan semua perasaan yang ditahannya selama ini, sementara itu Raya semakin tenggelam dalam perasaan luka dan rasa bersalahnya, Raya merasakan dadanya kembali sesak, dirasakannya keberadaan oksigen yang mulai menipis didadanya, tarikan nafas Kim Raya semakin berat, rasa sakit seperti tertusuk benda tajam kini terasa semakin jelas dalam paru-parunya. Raya benar-benar kesulitan bernafas.

“maaf” Raya mengucapkan kata itu dengan sisa-sisa udara yang ada diparu-parunya, rasa sakit itu semakin mendominasi, Raya menegangkan otot dadanya berusaha mengurangi rasa sakit yang semakin mendera.

“what?! Maaf?!” konsentrasi Kim Raya buyar, tak lagi didengarnya ucapan Choi Siwon yang di iringi tawa lelahnya, Raya hanya mampu mendengar teriakan kesal Choi Siwon di iringi bunyi benda keras yang membentur dinding, Raya benar-benar kehilangan fokusnya, perhatian Kim Raya benar-benar tersita pada rasa sakit yang kini menguasai seluruh tubuhnya.

Saat Raya mencoba kembali meraih oksigennya, samar-samar dia dapat mendengar putusan akhir Choi Siwon akan dirinya, “it’s over! I’m tired!!” kemudian kesesakkan semakin menyelimuti Kim Raya.

Brakk…

Siwon membanting pintu kamar itu dengan sangat keras. Bersamaan dengan tubuh Kim Raya yang ambruk kelantai karena kehilangan kesadarannya.

 

-I Fall, Again! (Girl’s Story: Because of Affair)-

 

Kim Raya membuka kedua matanya perlahan, dia mengerjapkan matanya sesaat mencoba menyesuaikan cahaya terang yang menusuk matanya. Putih, hanya warna itu yang ditangkap oleh indra penglihatannya. Raya mengedarkan seluruh pandangannya, tiang infus, gorden bewarna biru cerah, dan selang oksigen yang berada dibawah hidungnya menegaskan kalau saat ini dia berada di rumah sakit.

Ingatan Raya seketika melayang pada moment terakhir saat dia sadar, moment menyakitkan ketika lagi-lagi Choi Siwon memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Ini bukan kali pertama Siwon memutuskan untuk menjauh dari hidupnya, namun entah mengapa keputusan Siwon semalam seperti vonis terakhir baginya, bahwa Siwon benar-benar memutuskan untuk melangkah keluar dari kehidupan Kim Raya. Perasaan terluka dan sesak seperti dihimpit ribuan batu besar kini kembali melingkupi Kim Raya.

Kim Raya menghela nafasnya cukup keras, menyadari kenyataan kalau saat ini dia benar-benar sendirian. Dia telah kehilangan semuanya, kehilangan tempat bergantungnya yang terakhir dan kenyataan ini benar-benar membuat Kim Raya kehilangan tempat berpijaknya.

Ketika Raya sedang tenggelam dalam duka mendalamnya, dirasakan pintu tempatnya dirawat terbuka secara perlahan. Dilihatnya seorang pria yang menggunakan busana putih khas makhluk rumah sakit menyembulkan kepalanya lalu menyunggingkan wajah penuh senyum menyadari Kim Raya yang sudah sadar dari tidur panjangnya, Raya kenal betul siapa pria itu.

“kau sudah sadar?” tanya pria itu sambil mendekatkan diri kearah tempat tidur yang dihuni Kim Raya.

“aku benci bertemu denganmu Ajusshi, terlebih melihat senyummu itu” ucap Raya tak peduli sambil memiringkan tubuhnya.

“Hya Kim Raya, kau pikir aku senang kembali bertemu denganmu, eo?” jawab pria itu sambil mendudukan dirinya di tempat tidur Kim Raya. “dan Hya! Sudah berapa kali kubilang, jangan panggil aku Ajusshi, aku bahkan belum berumur empat puluh tahun” protes pria itu kesal.

“aish… hanya kau dokter yang berteriak pada pasiennya” ucap Raya sebal terganggu pada protes keras yang dilayangkan pria yang sudah duduk nyaman di atas tempat tidurnya, “tapi wajahmu benar-benar terlihat seperti seorang Ajusshi, dokter Song” lanjut Kim Raya datar namun terdengar menyebalkan.

“aish jeongmal! Kalau kau bukan pasienku, mungkin aku akan menguburmu hidup-hidup saat ini” balas dokter Song dengan wajah kesal.

“bagaimana aku bisa ada disini?” tanya Kim Raya tak peduli dengan ancaman yang dilancarkan dokter pribadinya, seingatnya dia pingsan dalam kamarnya setelah Choi Siwon meninggalkan dirinya.

“Hya! Apa kau ingin mati, eo??” tanya dokter Song keras. Sementara Raya hanya memandang dokter pribadinya itu dengan tatapan tak mengerti.

“sudah berapa kali kubilang, kau harus menemuiku setiap hari jika emosimu sedang tidak stabil! dan sudah kubilang jangan terlalu tergantung pada obat yang kuberikan, kau bisa mengalami gagal jantung jika terus mengkonsumsinya dalam dosis besar” omel dokter Song pada Kim Raya yang hanya memandangnya sejak tadi, “Beruntung Minyoung datang ketempatmu dan menemukanmu pingsan, kalau tidak, mungkin saat ini aku sedang menghadiri pemakamanmu”

Mungkin akan lebih baik jika aku dimakamkan saat ini, lirih Raya dalam hati, mengingat rasa sakit dan sesak yang selalu menghimpit dadanya, ditambah lagi dengan perasaan terluka yang ditinggalkan Siwon semalam, melihat pria yang sangat dicintainya terluka justru membuat Kim Raya lebih terluka.

“jangan berlebihan, aku baik-baik saja dan sekarang ijinkan aku pulang” ucap Raya datar.

“aku doktermu, aku yang berhak mengatakan kau baik-baik saja atau tidak” balas dokter Song dengan tajam.

“aku merasakan tubuhku baik-baik saja, dan sekarang biarkan aku pulang!” balas Kim Raya tak kalah tajam.

“kau tau, kau adalah pasienku yang paling menyebalkan”

“dan kau dokterku yang sangat menyebalkan”

“aku tak akan membiarkan kau meninggalkan rumah sakit ini sampai aku selesai mengobservasimu” ucap dokter Song tegas sambil berlalu meninggalkan ruang inap Kim Raya.

“hya! Song Seungheon! aku bisa mati bosan bila terus berada disini!” teriak Kim Raya keras, sama sekali tidak menunjukkan kalau dia seorang pasien yang sedang sakit.

“aku tak peduli” balas dokter Song Seunghoen ringan sambil berlalu.

“aish… Dasar ajusshi tua menyebalkan” rutuk Kim Raya pada sosok yang baru saja meninggalkan ruangannya.

 

-I Fall, Again! (Girl’s Story: Because of Affair)-

 

Setelah menjalani proses pemeriksaan yang sangat membosankan selama beberapa minggu, Raya akhirnya di ijinkan keluar dari rumah sakit. Song Seungheon, dokter pribadi Kim Raya, mengijinkan Raya pulang dengan berbagai macam catatan dan prasyarat yang harus dipatuhi Kim Raya.

Pasalnya depresi yang di idap Kim Raya itu ibarat anak tangga, depresi itu akan terus bergerak berkembang menjadi lebih parah jika tak segera ditangani secara serius. Terlebih lagi tahap gangguan yang di alami Kim Raya sudah mulai memasuki gangguan kedua, bila biasanya Kim Raya hanya dilingkupi perasaan sesak nafas, sekarang Raya dapat sewaktu-waktu pingsan akibat depresi yang dideritanya, ditambah lagi dengan bayang-bayang ke-gagal-an jantung yang sewaktu-waktu bisa menyerang Kim Raya –karena kondisi lemah jantung yang diderita Kim Raya- , membuat dokter Song benar-benar melakukan pengawasan intensif bagi Kim Raya.

Sebenarnya ada perasaan khawatir yang dirasakan oleh dokter Song ketika mengijinkan Kim Raya meninggalkan rumah sakitnya, pasalnya dokter Song tau Raya tinggal sendirian dan tak seorangpun keluarga atau kerabat terdekat Raya mengetahui depresi yang di derita wanita ini. Namun bagaimana pun keluar dari rumah sakit dan kembali berbaur dengan lingkungan sekitarnya adalah proses healing terbaik bagi Kim Raya.

Raya sudah kembali ke penthouse apartmentnya, dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dibantu oleh dokter Park Minyoung yang mengantarnya pulang dari rumah sakit.

“kau yakin tak ingin menginap dan tinggal sementara dengan kami?” rayu dokter Park Minyoung pada salah satu pasien suaminya yang keras kepala ini. Kim Raya yang merupakan pasien dokter Song mengenal sangat dekat istri dari dokter pribadinya yang tampan itu.

“ani, aku tak ingin melihat wajah dokter Song setiap saat” cibir Raya membayangkan dirinya harus bertemu dengan dokter pribadinya yang menyebalkan itu setiap waktu, “eonnie, kenapa kau bisa tahan tinggal bersamanya?” Park Minyoung hanya mampu tersenyum lebar mendengar pertanyaan pasien cantik suaminya ini, pasalnya hanya seorang Kim Raya-lah satu-satunya wanita yang menanyakan hal itu, karena biasanya wanita lain akan berdecak iri padanya begitu mengetahui kalau dia ternyata istri dari seorang Song Seungheon, dokter muda yang sangat tampan, hangat dan baik hati.

“terkadang aku memang tak tahan menghadapi sikap menyebalkannya, tapi ada satu hal yang membuatku terus berada disampingnya hingga saat ini” Raya terlihat serius mendengar penuturan wanita cantik dihadapannya, “karena aku mencintainya” Raya terpaku mendengar jawaban yang keluar dari mulut Park Minyoung.

Cinta, pria itu juga mencintainya, tapi ternyata pria itu tak mampu bertahan disisinya. Tapi Raya sepenuhnya sadar, ini bukan salah prianya, ini murni kesalahannya, dialah yang selalu menyakiti cinta milik prianya, hingga pria itu akhirnya memilih pergi dari hidupnya.

“ditambah lagi kami memiliki Song Minji. Ketika aku sedang kesal dengan suamiku, dengan Song Seungheon yang sangat menyebalkan itu, aku hanya perlu memandang wajah anak perempuanku yang merupakan duplikat sempurna dari ayahnya, dan entah bagaimana prosesnya, perasaan kesalku seketika menghilang digantikan oleh perasaan cintaku yang bertambah dalam” ada perasaan iri yang amat sangat menyelimuti perasaan Kim Raya, dia iri dengan kehidupan bahagia yang dimiliki Park Minyoung.

“kau tak akan pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi istri kemudian mengandung anak dari pria yang kau cintai” Raya melihat binar bahagia terpancar jelas dari wajah Park Minyoung, “terlebih ketika anakmu lahir kedunia dan kau melihatnya sebagai percampuran yang sempurna antara dirimu dan dirinya, kau seperti melihat bukti cinta yang nyata dihadapanmu, tak ada yang lebih membahagiakan dari pada itu semua”

Seketika perasaan haru dan duka menyelimuti Kim Raya, akankah dia bisa merasakan kebahagiaan yang sama, kebahagian yang dirasakan oleh setiap wanita, menjadi istri dari pria yang dicintainya dan mencintainya, kemudian melahirkan anak-anak mereka ke dunia, impian sederhana namun entah kenapa terlalu sulit dia gapai mengingat pria yang sangat mencintai dan dicintainya kini sudah terlalu lelah dengan dirinya dan memilih meninggalkannya berkubang dalam kesakitan seorang diri.

“eonnie, aku iri padamu” ada airmata membendung disudut mata Kim Raya.

“oleh karena itu, lekaslah sembuh dan raih cintamu kembali” saran Minyoung tulus.

Kim Raya benar-benar terharu mendengarkan pernyataan tulus Park Minyoung. Dia benar-benar ingin memiliki kehidupan bahagia dan sempurna seperti Park Minyoung, memiliki suami yang walaupun menyebalkan tapi sangat mencintainya dan memiliki malaikat kecil yang akan selalu menghibur duka-dukanya.

Tapi entah kenapa dia terlalu tak berani membayangkan hal itu, dia terlalu takut akan berbagai kenyataan pahit yang selalu melingkupi hidupnya. Bayang-bayang perselingkuhan ayahnya, kebahagiaan semu yang dirasakan ibunya, ini membuat Kim Raya semakin tak berani membayangkan kehidupan yang bahagia untuknya.

Tapi ada satu hal yang Raya lupakan, bukankah setiap orang dilahirkan dengan masalahnya masing-masing, mereka hanya perlu lebih kuat dan melapangkan dadanya menghadapi setiap masalah yang mendera, dan inilah yang tak mampu dilakukan Kim Raya, menghadapi masalahnya, dia terlalu takut akan sesuatu yang belum terjadi dan lebih memilih menyimpannya sendiri hingga dia terluka lebih dalam tanpa penyelesaian.

Sepeninggal dokter Park Minyoung, Kim Raya tetap membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, tak ada niatan sedikit pun untuk sekedar keluar dan mencari udara segar, entah kenapa Raya merasa sangat lelah padahal selama berminggu-minggu ini kegiatannya hanya berkisar diranjang rumah sakit. Baru sebentar dia berbaring, alam mimpi sudah menguasainya.

 

-I Fall, Again! (Girl’s Story: Because of Affair)-

 

“hmmm..” Raya mulai terjaga dari lelapnya, dia merasakan sebuah tangan kekar melingkari pinggangnya, mendekap tubuhnya erat sehingga tak menyisakan sedikit pun jarak antara tubuhnya dan tubuh seseorang yang memeluknya dari belakang. Kemudian Raya merasakan sebuah material basah dan hangat mulai menjelajah bagian pundaknya yang terbuka.

Tubuh Raya menegang dan bergerak panik menjauhkan diri dari kungkungan tangan kekar yang membuatnya sulit bergerak. Raya mencoba melepaskan tubuhnya dari tangan kekar itu, namun bukannya terlepas, tangan kekar itu justru menariknya lebih dalam mendekat kepada dada pemiliknya.

Dengan tergesa Raya membalikkan badannya, menghadapkan wajahnya ke arah pria yang mengganggu tidurnya, mata bulat Kim Raya membulat kaget menyadari pria yang beberapa minggu lalu masih menjadi kekasihnya kini berada dihadapannya dan tersenyum lembut kepadanya.

“aku merindukanmu” ucapan lembut yang keluar dari pria dihadapannya seketika membuat senyum lebar terukir sempurna di bibir indah milik Kim Raya.

Raya tak menyangka, sosok pria yang sangat dirindukannya kini berada dihadapannya, pria yang beberapa minggu lalu telah disakitinya kini hadir kembali. Tak ada kata yang mampu mewakili perasaannya selain kata bahagia.

Kemudian Raya ikut melingkarkan tangannya dibagian atas tubuh pria itu. Raya mendekatkan wajahnya sambil menarik tengkuk pria yang berada dalam rengkuhannya. Kim Raya mendaratkan bibirnya di bibir pria dihadapannya, memastikan kehadiran nyata pria yang akan selalu menjadi miliknya, memberikan kecupan hangat pada pria yang akan selalu ada disampingnya.

Mata abu-abu Kim Raya menatap dalam mata milik pria dihadapannya. Kim Raya berusaha menyelami keindahan mata milik prianya itu, Raya benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa dia bertahan tanpa tatapan indah ini beberapa minggu belakangan, pantas saja hidupnya benar-benar terasa kosong belakangan ini dan dia juga seperti kehilangan pegangannya, hal itu juga yang dikatakan dokter Park, bahwa Kim Raya terlihat seperti orang yang kebingungan beberapa waktu belakangan.

Kini Choi Siwon, pria itu, memajukan wajahnya, kembali meraih bibir ranum milik Kim Raya yang tadi menyentuh lembut bibirnya. Kecupan-kecupan ringan dilakukan Choi Siwon untuk menyalurkan rindunya, Raya pun tak ragu untuk membalasnya.

Kecupan ringan keduanya berubah menjadi lumatan-lumatan yang lembut. Hingga akhirnya lumatan-lumatan itu berubah menjadi lebih dalam dan mendesak. Kim Raya dan Choi Siwon menyalurkan rasa rindu masing-masing dengan lumatan-lumatan intens mereka.

Perasaan bahagia semakin menyelimuti Kim Raya seutuhnya, dia tak pernah menyangka pria yang selalu disakitinya lagi-lagi kembali dalam pelukannya, tak peduli berapa dalam Kim Raya menyakiti Choi Siwon, pria ini pasti akan selalu kembali dalam pelukannya. Dan ini membuat kadar bahagia di hati Kim Raya semakin bertambah.

Kini tangan Kim Raya sudah menjelajah disekitar rahang Choi Siwon, “aku tau, kau akan selalu kembali kepadaku” bisik Kim Raya dengan segala keyakinan di sela-sela ciumannya. Ada satu hal yang Raya sadari dan sangat Raya yakini, pria ini mencintainya teramat sangat.

 

****

The end? Entahlah… sepertinya masih ada yang harus saya selesaikan dalam cerita ini. Sekali lagi maaf buat cerita yang maksaaaa banget. Thanx for reading ^^V

Advertisements

12 thoughts on “I Fall, Again! (Girl’s Story: Because of Affair part 2)

  1. Bagus koq ini.
    Jangan rampung dulu. Kan Raya belum sembuh. Siwon jg blm tau kejadian yg sebenarnya. Ayolahhhhh……

    Trapped in choi’s charm nya jgn lupa ya xixixixiixi
    화이팅…..

  2. hallo kak, aku readers baru/? Wkwk
    aku suka sama ceritanya kak, eum itu sama kaya kehidupan aku/? Haha
    keren deh pokok nya 😀
    ditunggu lanjutannya ya xD

    • makasih udah mampir 😀

      kok serem sih, sama kaya kehidupan kamu? aduh jangan sampe dong, ini ceritanya sedih loh…

      but, thanks for reading 😀

  3. Yg dibutuhin Raya itu sebener’y support & kepercayaan~ 🙂 #Sotoy
    Kenapa Raya gak bilang aja ttg apa yg dy alami, mungkin Won Ahjussi kan gak akan salah paham =_=”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s