Trapped in Choi’s Charm (chapt 9)


poster chapt 8&9

 

Author             : Silviani O.A Fyodour

 

****

 

# Previous Chapt

“Oppa, mianhae” ucap Kim Raya lemah masih diiringi oleh isakkannya.

“kau seharusnya tak meminta maaf kepadaku, harusnya kau katakan itu kepada Choi Siwon!” ucapan Heechul kembali tajam dan meninggi.

“aku tak mau tau!! Mulai saat ini, akhiri hubungan gelapmu dengan Choi Minho!!” perintah Heechul terdengar tegas, mendesak dan tak ingin dibantah.

“Oppa…” Raya berucap lirih disertai isak tangis pasrah mendengar titah Kim Heechul, namun lirihannya terdengar seperti nada protes ditelinga Heechul.

“Wae?! KAU TAK INGIN MENGAKHIRINYA, EO??!!!!” amarah Heechul kembali meluap.

“AKU TAK BISA OPPA!! AKU TAK BISA MENGAKHIRINYA!! AKU TAK MAMPU… AKU TAK MAMPU!!!” ucap Raya histeris sambil menggelengkan kepalanya cepat.

“kalau begitu aku yang akan mengakhirinya!” ucap Heechul tajam mengambil keputusannya. “aku akan pergi ke Ulsan untuk berbicara dengan Choi Minho!!”

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Aku lelah, sungguh! – Kim Raya –

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

# at Jeongja Beach, Ulsan

 

Angin pantai Jeongja yang berhembus kencang sama sekali tak mengusik keheningan yang tercipta diantara dua orang pria berperawakan tinggi dan berwajah tampan yang sejak tadi hanya fokus memandangi senja yang mulai terlihat di atas laut Jepang yang berombak.

 

Dinginnya angin musim gugur bercampur angin pantai yang mulai menusuk kulit betul-betul tak mereka hiraukan. Cukup lama mereka berdua berada dalam kondisi seperti ini, sejak keduanya menginjakkan kaki disalah satu pantai Ulsan yang terkenal indah ini, sama sekali tak terdengar suara apapun yang keluar dari mulut mereka, keduanya hanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing, larut dalam berbagai macam pikiran yang bermain di kepala mereka. Hingga akhirnya sebuah suara dari pria yang lebih tinggi memecah kesunyian.

 

“apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Minho pada pria disampingnya, tanpa mengalihkan pandangan mata dari suasana laut di depannya. Ucapan yang keluar dari mulut Choi Minho saat ini terdengar sangat dingin.

 

Sebenarnya Minho cukup penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh pria yang berada disampingnya kini. Setelah selesai mengamati Proyek Choi’s Resort yang sedang berlangsung, mereka berdua sepakat untuk berbicara empat mata di Pantai yang letaknya tak jauh dari lokasi dibangunnya Resort.

 

Semenjak pria itu memergoki Choi Minho dan Kim Raya di Pantai Songjeong, bisa dikatakan hubungannya dengan Minho menjadi tidak baik. Hubungan rekan bisnis yang seharusnya terjalin baik kini menjadi renggang.

 

“kuyakin kau tau apa yang akan aku bicarakan” Jawab Choi Seunghyun pasti, mengingat beberapa hal yang terjadi belakangan ini dan hal itu sangat mengusik dirinya.

 

“langsung katakan saja apa yang ingin kau katakan padaku” pinta Minho tegas tak ingin mendengar basa-basi Choi Seunghyun.

 

“tidakkah kau merasa menjadi adik yang sangat jahat?!” perkataan Seunghyun sontak membuat Minho memalingkan wajahnya menatap Choi Seunghyun yang masih fokus pada pemandangan senja didepannya. “kau mengkhianati kakakmu sendiri, merebut wanita miliknya!” lanjut Choi Seunghyun. Pernyataan yang keluar dari mulut Seunghyun barusan terdengar tak kalah dingin dan diselimuti oleh nada menghakimi yang terdengar jelas.

 

Ucapan penuh intimidasi Choi Seunghyun mengusik Minho, “sebaiknya kau tidak usah ikut campur Choi Seunghyun-ssi” pinta Minho tajam, “karena kau tak tau apapun!” lanjut Minho tegas sambil memalingkan wajahnya kembali menatap senja yang terukir di atas laut yang berombak.

 

Seunghyun yang mendapatkan ucapan tak terima Minho menjadi tersulut emosinya. “aku tau!” ada jeda sesaat, “Kau hanya dijadikan pelarian oleh Kim Raya, Raya berselingkuh denganmu hanya karena merasa sakit hati terhadap perbuatan Choi Siwon yang pernah berselingkuh darinya” Choi Minho tersenyum sinis mendengar jawaban dari Choi Seunghyun, entah mengapa dia merasa benar-benar terusik dengan tuduhan yang dilontarkan pria disampingnya ini.

 

“apakah hanya itu yang kau ketahui?!” tanya minho dengan pandangan tak percaya dan merendahkan, “Karena Raya Noona ingin balas dendam dengan Siwon Hyung!” Minho mengeluarkan kekehan sinisnya, “ternyata sebagai mantan kekasih kau terlalu rendah menilai seorang Kim Raya” lanjut Minho telak. Apa yang dikatakan Choi Minho barusan membuat Choi Seunghyun tersentak kaget, dia tak menyangka Minho akan berkata seperti itu kepada dirinya.

 

Kini tatapan mata Choi Seunghyun menghujam tajam laki-laki yang masih berdiri disampingnya. “yang aku tau, kau telah mengkhianati kakakmu sendiri dan kau malah menyakiti Kim Raya dengan menjalankan perselingkuhan ini!!” Seunghyun berkata sangat tajam, dia mencoba tak mengubris kalimat terakhir Minho barusan, walau dihatinya kini terbesit rasa tak terima akan tuduhan yang dilontarkan Choi Minho.

 

“ternyata kau benar-benar tak tau apapun Choi Seunghyun-ssi, kusarankan sebaiknya kau berhenti ikut campur!” perintah Minho tegas. “karena hal ini bukan urusanmu!” lanjut Choi Minho.

 

Minho merasa sudah tak perlu melanjutkan pembicaraannya dengan Choi Seunghyun, karena menurut Minho pembicaraan ini hanya omong kosong dan tak ada gunanya. Minho membalikkan badannya melangkah pergi, namun sebelum Minho benar-benar beranjak dari tempat itu, ucapan Choi Seunghyun selanjutnya menghentikan langkah kaki Choi Minho.

 

“lepaskan Kim Raya!!” perintah Seunghyun keras dan tegas.

 

Choi Minho yang mendengar perintah lantang Choi Seunghyun mendadak menjadi sangat geram. Minho kembali membalikkan badannya kemudian melangkahkan kakinya lebar-lebar mendekat kearah pria yang pernah menghuni hati wanita yang sangat dicintainya itu.

 

Saat ini Minho sudah berada di hadapan Choi Seunghyun, jaraknya bisa dikatakan sangat dekat, kurang dari satu meter. Sekujur tubuh Minho mengeluarkan aura panas, emosi Minho benar-benar memuncak karena ucapan pria didepannya, Minho mencoba menahan emosi yang melingkupi tubuhnya, dikepalkan tangannya erat sambil menatap lawan bicaranya dengan pandangan menghujam tajam.

 

“siapa kau hingga berani menyuruhku melepaskan Kim Raya?!” tanya Minho dengan pandangan penuh amarah, “kau hanya masa lalunya!!” tegas Minho dengan rahang yang mengeras. “lagi pula untuk apa?! untuk apa aku melepaskan Kim Raya?!” ucap Minho dalam, jelas sekali jika Minho sedang berusaha mati-matian menahan emosinya, mungkin kalau dia tak ingat laki-laki dihadapannya ini adalah rekan bisnis yang sangat penting, kepalan tangannya pasti sudah mendarat keras di wajah mulus laki-laki yang kini juga membalas tatapan tajamnya.

 

“kau tak berhak bersama Kim Raya, Choi Minho-ssi!!” jawaban penuh nada intimidasi mengalir lancar dari mulut seorang Choi Seunghyun.

 

Minho sama sekali tak terpengaruh oleh gertakan tajam Choi Seunghyun, Minho justru menampakkan senyum sinisnya kembali. “lalu siapa yang berhak?! Siapa yang berhak bersama Kim Raya, eo?!” tanya Minho dengan nada dan tatapan mengejek.

 

“apa dirimu?! Laki-laki yang pernah meninggalkannya tanpa pesan atau kabar berita sedikitpun, hingga membuat dia terluka dan kebingungan seperti orang yang kehilangan akal sehatnya!!” ucapan telak Minho benar-benar membuat Seunghyun diam kehabisan kata-kata.

 

“Atau Choi Siwon?! Laki-laki yang katanya sangat mencintainya, tapi justru menyakitinya begitu dalam!!” Minho mengakhiri perkataannya dengan tatapan mematikan. Choi Seunghyun benar-benar tak berkutik, dia tak tau harus berkata apa untuk membalas ucapan tepat sasaran Choi Minho.

 

“kau tau, tak ada satupun diantara kalian berdua yang berhak dan layak berada disamping Kim Raya!” Minho melanjutkan ucapannya, ada nada empati tapi sarat ejekan didalamnya. “Jika kau ingin tau siapa yang lebih pantas berada di samping wanita itu, maka AKU-lah jawabannya” ada penekanan dalam nada bicara Choi Minho, Seunghyun yang sejak tadi mendengarkan penuturan pembenaran sikap dari Choi Minho berusaha mati-matian menahan emosinya.

 

“akulah yang paling berhak berada disamping Kim Raya saat ini! karena kenapa?!” mulut Seunghyun benar-benar terkunci, dia hanya bisa mendengarkan semua penuturan Minho dengan rahang yang mengeras. “karena hanya aku yang setia berada disampingnya! hanya aku yang mampu menyembuhkan luka-lukanya! hanya aku yang bisa membuat dia kembali menemukan tawa bahagianya! Hanya AKU!! laki-laki yang mencintainya tanpa pernah meninggalkannya ataupun menyakitinya seperti yang kau dan Siwon Hyung pernah lakukan!!” selesai mengatakan ucapan pamungkasnya Minho membalikkan tubuhnya dengan angkuh, beranjak pergi meninggalkan sosok Choi Seunghyun yang seperti habis mendapatkan pukulan telak hingga mematikan seluruh sistem organ tubuhnya.

 

Penuturan panjang Choi Minho seperti sebuah tamparan dahsyat bagi Choi Seunghyun, kenyataan yang baru saja dia dapat benar-benar membuatnya terpaku, dia tak mampu berkata apapun, bagaimanapun ucapan Minho seratus persen benar. Mereka berdua, Siwon dan Seunghyun pernah sangat menyakiti Kim Raya, inilah fakta yang tak bisa Choi Seunghyun abaikan. Inilah fakta yang selama ini dia lupakan, dan ucapan Choi Minho barusan berhasil menorehkan sebuah perasaan luka dan rasa bersalah mendalam yang selama ini dia abaikan.

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Raya baru saja kembali dari Busan, Siwon sendiri yang menjemputnya langsung di Gimpo Airport. Raya mendarat di Gimpo karena jet plane milik kakaknya yang dia tumpangi biasa menggunakan privat port milik Choi Siwon yang berada di bagian timur landasan Gimpo Airport.

 

Saat ini mereka berdua sudah duduk manis dalam Maybach Choi Siwon. Mobil limousine dengan empat pintu yang dikendarai oleh seorang pria paruh baya itu melaju cukup kencang membelah jalanan lengang kota Seoul di malam hari.

 

“kau yakin sudah merasa lebih baik?” tanya Siwon pada Kim Raya yang sejak tadi berada dalam rangkulannya. Sejak turun dari pesawat tadi Raya tak pernah melepaskan diri dari dekapan hangat milik prianya itu.

 

“iyaa.. ” jawab Raya lemah sambil menganggukkan kepalanya, Raya yang masih berada dalam dekapan erat Siwon terlihat cukup kelelahan, padahal jarak perjalanan yang ditempuhnya tidak terlalu jauh. Raya kembali mengeratkan pelukan kedua tangannya di pinggang Choi Siwon. Saat ini dia menyandarkan seluruh tubuhnya pada tubuh Siwon, kepalanya terletak nyaman di atas dada bidang kekasihnya.

 

Siwon yang merasakan pelukan ditubuhnya semakin erat, ikut mengeratkan rangkulannya pada tubuh wanita itu, tak ayal kedua tangan Siwon kini melingkari tubuh Kim Raya, sehingga membuat Raya terbenam seutuhnya dalam dekapan protektif milik Choi Siwon.

 

Entah mengapa pelukan erat Choi Siwon selalu membuat Raya merasa sangat nyaman. Raya seperti melupakan semua hal yang telah terjadi padanya, yang dia rasakan saat ini hanya kedamaian. Rengkuhan hangat Choi Siwon terasa begitu aman dan menenangkan, Raya lagi-lagi merasa terlindungi seperti berada kembali di rumah.

 

Raya tau, seharusnya disinilah tempat dia berada, inilah tempatnya sesungguhnya, tempat yang seharusnya menjadi akhir dari setiap tujuannya, seutuhnya berada dalam dekapan pria yang menghuni hampir sebagian besar hatinya. Siwon sudah seperti rumah baginya. Bukankah yang harus dia lakukan sekarang hanyalah kembali ke rumah? kembali ke sisi Choi Siwon.

 

Tapi keraguan lagi-lagi menyelimutinya. Apakah benar Siwon adalah tujuan akhirnya? Apakah benar pria ini masih menghuni sebagian besar tempat dihatinya? Apakah benar pria ini masih menjadi sumber kebahagiaannya? Apakah benar rasa cintanya kepada pria ini masih sama seperti dulu? tak pernah berkurang.

 

Tak bisa dipungkiri, keraguan itu datang lagi menyelimuti Kim Raya, ditambah jika mengingat fakta yang sangat menyakitkan setahun lalu, pria ini, yang katanya sangat mencintainya, justru pernah mengkhianati cintanya sendiri. Tapi bukankah kini Raya juga mengkhianati cinta Choi Siwon?! Itu artinya mereka impas bukan?!

 

Tetapi ini bukan tentang siapa membalas siapa. Ini seutuhnya tentang keraguan Kim Raya, keraguan akan dirinya sendiri, keraguan akan kebahagiaannya dimasa nanti. Keraguan yang justru membawanya kepada kondisi yang sangat rumit karena sudah mengorbankan perasaan orang-orang yang mencintainya dengan teramat dalam.

 

Sesungguhnya Raya hanya ingin memastikan bahwa orang yang akan terus bersamanya adalah orang yang tepat, orang yang dia cintai dan mencintainya secara utuh. Sehingga dia tidak akan pernah menyesal dengan apapun yang akan terjadi nantinya, karena dia hanya ingin kebahagiaan, kebahagiaan seutuhnya.

 

Sebut Raya wanita egois karena hanya memikirkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain disekitarnya. Dan sekarang Raya terlihat seperti wanita yang sangat kejam karena memilih jalan bahagianya justru dengan menyakiti orang-orang yang mencintainya.

 

“kenapa Heechul hyung tidak kembali bersamamu?” pertanyaan tiba-tiba Choi Siwon mengagetkan Kim Raya, pasalnya pertanyaan itu menarik Kim Raya dari monolog yang dia lakukan dengan dirinya sendiri.

 

“entahlah, mungkin dia ada urusan” seketika ingatan Raya melayang pada moment siang tadi saat kakak laki-lakinya itu berkata akan mengakhiri hubungan cinta terlarang yang dia jalin bersama Choi Minho, dan mengingat moment itu membuat Raya terluka kembali, terluka akan sikap kasar kakak laki-lakinya yang bahkan tidak memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan semua masalah yang terjadi, yang bahkan tak memberikan Raya pilihan yang dikehendaki hatinya.

 

“Ketika dia memintaku menjemputmu, dia memberitahuku bahwa dia akan ke Ulsan. apa yang akan dia lakukan di sana?”

 

“aku tak tau, mungkin dia ada urusan dengan Choi Seunghyun” ucap Raya berbohong, jelas-jelas dia sangat tau alasan dibalik tujuan kakaknya pergi ke Ulsan.

 

Bukan hanya perasaan terluka, kini perasaan cemas juga ikut menyelimuti Kim Raya, dia tak mampu membayangkan apa yang akan dikatakan kakak laki-lakinya itu kepada pria yang juga dia cintai. Raya tak ingin kakak laki-lakinya melukai orang yang begitu menyayangi dan mencintainya.

 

“apa benar kau baik-baik saja?” tanya Siwon kembali begitu merasakan perubahan pada tubuh Kim Raya, Siwon merasa tubuh Kim Raya menegang dalam dekapannya.

 

Sebenarnya Siwon merasa cukup khawatir melihat kondisi Kim Raya yang terlihat tidak baik-baik saja, ditambah lagi kekasihnya itu sempat pingsan kemarin malam. Walaupun Lee Sungmin mengatakan kalau Raya hanya kelelahan dan kekurangan nutrisi, tapi tetap saja hal itu mengganggu pikiran Siwon, apa sebenarnya yang membuat Kim raya kelelahan, pasalnya pekerjaan wanitanya itu tak seberat kelihatannya.

“aku baik-baik saja” jawab Raya dengan nada meyakinkan.

 

“tapi kau tak terlihat baik-baik saja, wajahmu terlihat sangat pucat” Siwon mengalihkan pandangannya pada wajah Kim Raya yang masih setia bersandar didadanya. Tangannya membelai lembut pipi Kim Raya yang biasanya menampakkan rona merah namun kini terlihat berwarna putih seperti kulit tubuhnya.

 

“aku hanya lelah” ucap Raya sambil menghembuskan nafasnya, “boleh aku tidur?” ijin Raya pada Siwon sambil mendongakkan wajahnya menatap wajah Choi Siwon yang berada di atas kepalanya.

 

“tidurlah” ucap Siwon lembut kemudian mengecup puncak kepala Kim Raya, Siwon menghirup aroma apel yang menguar dari rambut milik kekasihnya dalam-dalam.

 

Raya semakin mengeratkan rangkulannya pada tubuh Siwon, dia memejamkan kedua matanya, dihirupnya aroma lemon dan bergamot yang keluar dari tubuh kekasihnya itu, “ini menenangkan” lirih Kim Raya pelan, Siwon yang mendengarnya hanya tersenyum lembut, perasaan bahagia mendadak menyelimutinya, merasakan wanita yang sangat dia cintai berada aman dalam dekapannya. Siwon tak ingin perasaan ini segera berakhir.

 

Berbanding terbalik dengan Kim Raya. Walaupun tubuh dan jiwanya berada dalam dekapan Choi Siwon, tidak dengan hati dan pikirannya yang sejak tadi tertuju pada satu orang. Raya tak sepenuhnya tertidur, dia hanya memejamkan kedua matanya namun pikirannya melayang-layang pada sosok yang kakak laki-lakinya akan temui, Choi Minho.

 

Dia sedang membayangkan apa yang akan kakak laki-lakinya sampaikan pada Minho untuk memaksa pria itu mengakhiri hubungan dengannya. Raya merasakan sesak didadanya membayangkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Tapi satu hal yang pasti, pria itu pasti akan terluka sama seperti dirinya, dan ini membuat ketidakrelaan semakin menguasai hatinya, Raya tidak rela bila Kim Heechul menyakiti Choi Minho, pria-nya.

 

“Ajusshi” Raya masih mendengar panggilan pelan Siwon pada sopir pribadi yang mengendarai mobil mewahnya itu. “tidak usah terburu-buru, pelan-pelan saja” terdengar perintah Siwon pada Lee Ajusshi.

 

“ne, deryeonim”

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

# at Galery A to Z Café, Daehakstreet 76, Ulsan

 

Heechul mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya berada, bisa dikatakan dia cukup takjub dengan tempat yang dia datangi saat ini, coffee shop ini terasa sangat nyaman, cocok sekali untuk menenangkan diri. Alunan lembut musik tak henti terdengar mengiringi matanya yang tak pernah lepas menikmati gambar-gambar yang tergantung di hampir seluruh bagian dinding. Bukan hanya gambar, tapi juga foto dan lukisan-lukisan indah yang tertempel berjajar rapi.

 

Tempat ini lebih menyerupai sebuah galery foto ekslusif, yang membuat tempat ini terlihat selayaknya café adalah beberapa buah meja dan kursi yang berada di tengah-tengah ruangan serta bar coffee yang terletak di dekat dinding yang memajang sederetan foto-foto abstrak.

 

“tempat ini sangat nyaman” ucap Heechul sambil meletakkan cangkir café lattenya di atas meja bulat didepannya.

 

“tempat ini adalah salah satu tempat favoritku ketika berada di Ulsan” jawaban mantap terdengar dari mulut pria yang duduk di hadapan Heechul, Heechul mengganggukkan kepalanya tanda setuju pada selera berkelas yang pria dihadapannya ini sampaikan.

 

“kudengar Kwon Jiyong berada di Korea?” tanya Heechul pada pria dihadapannya yang kini mulai asik dengan minumannya.

 

“kemarin aku bertemu dengannya”

 

“wae? Manhattan menegurmu?” tebak Heechul.

 

“Murka lebih tepatnya” Heechul tertawa ringan mendengar jawaban singkat yang keluar dari mulut pria itu.

 

“kebijakanmu benar-benar diluar kebiasaan Hyun-ah, wajar bila mereka tak terima” ungkap Heechul sambil ikut menyesap minuman panasnya. “lagipula memangnya apa niatmu sebenarnya?” tanya Heechul penasaran mengingat keputusan tak lazim yang diambil Choi Seunghyun pada perusahaan milik keluarganya.

 

“tentu saja bisnis, aku menginvestasikan semua uangku di Choi Group tentu saja untuk tujuan bisnis”

 

“bukan untuk kembali dekat dengan adikku?” tebak Heechul to the point.

 

“aish.. kenapa kalian selalu menebak hal yang sama” protes Seunghyun tak terima dengan tuduhan benar yang dilayangkan Heechul.

 

“kalian?” tanya Heechul bingung.

 

“Kwon Jiyong berkata seperti itu juga kemarin”

 

“itu karena kau mudah ditebak” balas heechul sambil menyesap kembali café lattenya.

 

“terserahlah” Heechul kembali tertawa ringan mendengar jawaban asal Choi Seunghyun.

 

Kedua pria itu kembali menikmati minuman yang mereka pesan. Kembali larut dalam pemikiran dan masalah masing-masing.

 

“kau juga suka vanilla?” tanya Heechul memecah keheningan sesaat, tatapan matanya kini mengarah pada cangkir berwarna putih gading yang digenggam pria dihadapannya.

 

“ne. wae?” tanya Seunghyun ikut memandang cangkir vanilla cappuccino yang berada dalam genggaman tangannya.

 

“ani. Hanya saja, hampir seluruh kesukaanmu sama dengan adikku” pria dihadapan Heechul hanya tersenyum tipis, Heechul yang melihat senyum terukir diwajah lawan bicaranya, ikut mengukir senyumnya.

 

“Raya sangat suka vanilla tapi dia tidak suka ice cream vanilla, sama sepertimu” ucap Heechul yang mendapat anggukan setuju dari Choi Seunghyun, “Raya juga sangat menyukai coklat” tambah Heechul sambil menunjuk coklat melted milik pria dihadapannya. “dan Dia juga menyukai warna merah” lanjut Heechul sambil menatap Ferrari merah milik pria bermarga Choi ini yang terparkir rapi di depan café tempatnya berada.

 

“tapi aku tidak menyukai espresso” ucap Seunghyun diiringi kekehan geli mengingat betapa tergila-gilanya Kim Raya pada minuman berwarna hitam yang cenderung terasa pahit itu. Heechul yang mengerti selera-selera aneh adik perempuannya, ikut tertawa mengiyakan.

 

“hyung, kau kan tau, aku dan Kim Raya sudah bersama sejak Junior High School dulu, mungkin kebiasaan dan kesukaan kami saling mempengaruhi” duga Seunghyun mantap.

 

“bisa jadi” sahut Heechul tanpa melepas senyum dari bibirnya. Tiba-tiba Heechul terkikik geli, hal ini sontak membuat pria yang masih berada dihadapannya memandangnya heran.

 

“HAH…” Heechul menghembuskan nafasnya keras. “aku hanya membayangkan seandainya dulu kau tak meninggalkan adikku, apa yang akan terjadi saat ini?” Choi Seunghyun hanya tertawa miris mendengar ucapan Heechul.

 

“itu masa lalu Hyung, tolong jangan mengungkitnya” ucap Seunghyun dengan nada tak enak hati. Ditambah lagi dengan fakta yang baru dia sadari setelah pembicaraannya dengan Choi Minho kemarin membuat Seunghyun semakin merasa bersalah.

 

“tapi mungkin aku tak akan sepusing ini” Seunghyun mengerti maksud ucapan Heechul. Laki-laki dihadapannya ini baru saja bertemu dengan Choi Minho. Walaupun Heechul belum menceritakan apa yang mereka bicarakan, tapi Seunghyun tau hasilnya tidak terlalu baik.

 

Seunghyun pun cukup mengerti betapa kecewanya Heechul terhadap perbuatan Kim Raya, adik perempuannya. Tapi bukankah cukup tak adil jika Heechul hanya mendengarkan penjelasan dari sisi Choi Minho tanpa mau mendengarkan penjelasan Kim Raya. Seunghyun bisa saja menceritakan semuanya kepada Heechul, tapi Seunghyun tau kapasitasnya, bukan dia yang harus menjelaskan semuanya, tapi Raya-lah yang berhak.

 

Seunghyun jadi bertanya-tanya, apa yang akan Kim Heechul lakukan jika tau semua permasalahan yang terjadi justru berawal dari Choi Siwon, sosok yang saat ini Heechul lindungi dan Heechul jaga perasaannya justru menjadi penyebab prilaku tak terpuji yang dilakukan adik perempuannya. Seunghyun tau Heechul belum menyadari jika Siwonlah yang membuat Raya melakukan perselingkuhan ini untuk membalaskan dendamnya.

 

“aku merasa menjadi orang yang sangat kejam” ucapan Heechul sontak membuat Seunghyun memandangnya tak mengerti. “aku memaksa dua orang yang saling mencintai untuk berpisah, bukankah itu kejam namanya” nada bicara Heechul terdengar lemah, tapi sungguh Seunghyun semakin tak mengerti maksud ucapannya.

 

“maksudmu Hyung?! Raya dan Minho saling mencintai?!” tanya Seunghyun tak percaya, karena yang diyakininya selama ini adalah Raya menjalin hubungan gelap dengan Minho hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya kepada Choi Siwon, dan Raya hanya memanfaatkan Choi Minho untuk mendukung aksi balas dendamnya.

 

Kim heechul menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Seunghyun.

 

Kenyataan Raya mencintai Minho seperti menggoreskan luka baru dihati Choi Seunghyun. Seunghyun benar-benar tak mengerti dengan apa yang dia rasakan saat ini, pasalnya dia sudah berusaha mengubur dalam-dalam perasaannya terhadap wanita yang dia kenal sejak kecil itu, tapi kenyataan bahwa wanita itu mencintai sosok pria lain selain Choi Siwon membuat Seunghyun ikut terluka.

 

“sangat, mereka berdua sangat saling mencintai” ucap Heechul dengan nada lemah.

 

# an earlier at the Bella Di Notte Restaurant, Samsan-dong, Nam-gu, Ulsan.

“kenapa Hyung memintaku menjauhi Noona?” tanya Minho dengan nada terluka. Minho sudah mengira hal ini akan terjadi, ketika orang-orang sudah tau hubungan gelap yang dia dan Kim raya jalani, semua orang disekitarnya pasti akan menyuruhnya pergi menjauhi wanita yang sangat dia cintai itu. Tapi dia tak menyangka semuanya akan terjadi secepat ini.

 

“aku hanya ingin semuanya berada dalam track yang benar Minho-ya” jawab Heechul dengan nada lelah. Heechul seperti sedang berbicara dengan anak umur lima tahun yang terus memaksa minta dibelikan mainan.

 

“apakah Hyung yakin dengan aku menjauhi Noona, itu akan membuat semuanya baik-baik saja? Tidakkah Hyung berpikir Noona akan terluka” tanya Minho dengan nada sedih yang semakin meliputi ucapannya. Ini yang paling tak sanggup dihadapi Minho, ketika orang yang sangat dia hormati, yaitu kakak dari wanita yang dia cintai justru menyuruhnya untuk pergi. Sementara itu Heechul lagi-lagi hanya mampu terdiam menghadapi tatapan terluka Choi Minho.

 

“aku mencintai Noona, Hyung. Sangat!” ucap Minho semakin lirih.

 

“tapi kalian memulainya di atas jalur yang salah, dari awal ini tak sepatutnya dilanjutkan”

 

“apakah Hyung tau kalau Noona juga mencintaiku?” tanya Minho lemah, tak mendengarkan ucapan pria di depannya.

 

“kalian hanya akan saling melukai Minho-ya” ucap Heechul lembut, memberi pengertian pada Choi Minho.

 

“kami saling mencintai Hyung, bagaimana bisa kami saling melukai?” tanya Minho tak mengerti dengan nada dan tatapan terluka yang masih menyelimuti wajahnya.

 

“kalian juga akan melukai Choi Siwon”

 

“kenapa semuanya hanya peduli dengan perasaan Siwon Hyung?!” ucap Minho tak terima namun masih dengan nada lemah, “Tidakkah kau peduli dengan perasaan kami, Hyung?” Minho menghela nafasnya berat menahan sesak didadanya, “perasaan Raya Noona” ucap Minho semakin lirih. Sosok Choi Minho yang angkuh, arogan dan seenaknya sendiri hilang begitu saja ketika membicarakan perasaan terluka yang akan dirasakan oleh wanita yang sangat dia cintai, Minho berubah menjadi sosok pria lemah dan tak berdaya.

 

“ku mohon Minho-ya, jangan memaksakan diri” pinta Kim Heechul semakin terdengar lelah.

 

“disini kamilah korbannya Hyung, bukan Siwon Hyung yang-“

 

“Minho-ya!” potong Heechul tegas menghadapi sifat keras kepala Choi Minho.

 

“kenapa hyung tak bertanya langsung kepada Raya Noona, siapa yang paling dicintainya, dan dengan siapa Kim Raya Noona ingin bersama” tantang Minho dengan air mata yang mulai membendung disudut matanya.

 

“jangan buat ini semakin sulit Choi Minho, turuti perintahku! Akhiri hubungan gelapmu dengan Kim Raya!!”

 

 

-to be continue-

 

 

Huft… selesai juga chapter 9, entah kenapa jadi bt banget sama Kim Raya disini, berani-beraninya dia bersandar nyaman dipelukan Siwon tapi yang ada dipikirannya malah pria lain, gak suka banget sama perselingkuhan yang udah nyampe taraf kaya gini, soalnya udah bukan cuma hati lagi yang dipake, tapi pikiran-jiwa raga, lahir-bathin, dunia-akhirat (apa sih??).

 

Entah kenapa pas ngetik bagian Minho mata aku berkaca-kaca, Kalian juga ngerasain gitu gak? Apa aku doang yang berlebihan? Atau feelnya gak nyampe ya? Soalnya sedikit banget bagian itu disini. Ah sudahlah, ini sudah yang terbaik yang bisa aku bikin, semoga aja ada yang baca dan pada suka. Sampe ketemu lagi… *Bow bareng Adam Levine*

Advertisements

7 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapt 9)

  1. Kalo udah pake “perasaan”, pasti lain urusannya.
    Logika akan menyingkir dengan sendirinya.
    Begitu jg smp yg dialami Raya.
    Ujung2nya semua merasa jd korban.

    Ce disakiti co. Ce menerima tanpa ada perlawanan dan berharap si co sadar dg segala penyesalannya. Ini cm terjadi di drama dan FF (tulisan ini jg ff xixiixi). Tapi akan lain ceritanya kalo ada tindakan dr pihak si ce.

    Cerita dr pihak Raya udah terungkap nih. Dr Minho blm sepenuhnya. Dr Siwon malah blm sama sekali. Knp dia selingkuh? Benarkah dia selingkuh?siapa wanita selingkuhannya itu?

    Ayo sil …..
    Semangatttttttt

    *semangat utk menguras emosiku. Hahahahahhh

  2. hahahaha…. cowo kalo selingkuh mah biasa, kebanyakan mereka cuma turuti hawa nafsu. lain ceritanya kalau cewe yang selingkuh, ini pasti bawa perasaan yang dalem.

    semuanya akan terungkap diwaktu yang tepat… hehehehe :p

    • Hohohohoho….
      Sil, kalo ada kata2 nury yg kurang berkenan mohon utk tidak tersinggung ya.
      Aku cuma komen dr segi pembaca aja.
      Kalo tulisan kan tergantung pembaca, bgmn dia berimaginasi tentang bacaan tsb.
      Lain halnya dg film. Sang sutradara menggiring penontonnya utk ke satu tujuan cerita dg berbagai gambar dan latar.

      Tetap semangat ya…. 화이팅

      • ga usah sungkan nuri..

        makasih banyak loh untuk segala saran dan kritiknya…

        seperti yang aku bilang sebelumnya, semua akan terungkap diwaktu yang tepat, jadi semua yang terjadi di story line yang aku bikin pasti ada latar belakangnya, dan aku pasti bakal nyeritain latar belakang aku dengan sedetail yang aku mampu dengan harapan supaya yang baca bisa paham dan mengerti maksud dari cerita yang aku bikin (sukur-sukur kalo jalan pemikirannya jadi sama kaya aku).

        tapi seperti yang kamu bilang tadi, emang balik lagi ke interpretasi masing-masing sih, masalahnya inikan tulisan, jadi ya terserah pembaca ngebayanginnya kaya gimana, aku cuma bisa membahasakannya semampu aku. 🙂

        makasih banget ya untuk support kamu, selama ini kamu yang paling setia (aish….) 😀

  3. sumpah ksel sma karakter kim raya udh sma siwon mau sma minho udh dpt 2 msh kya ngarep sma seunghyun ahh

  4. Menurut aku, apa yang dibilang Minho itu semuanya bener, siapa laki-laki yang cocok buat Raya cuma Minho. Dilihat dari Siwon & Seunghyun yang udh pernah buat luka Raya..
    Tapi masalahnya, mereka berhubungan dengan cr salah, cara dibelakang(?)

    Aku ngebayangin jadi Minho juga, sebegitu cintanya dia sm Raya tapi orang-orang disekitarnya gak mendukung 😥
    Sakit nya di sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s