Trapped in Choi’s Charm (chapt 8)


poster chapt 8&9

Author             : Silviani O.A Fyodour

AN                   : ga tau deh, langsung baca aja. Maaf untuk typo.

 

 

****

 

 

# Previous Chapt

“apa benar Siwon Oppa begitu mencintaiku? kau tau, dia pernah berselingkuh dibelakangku”

“kalau kau sudah memaafkannya, kenapa kau membahas ini denganku?” tanya Seunghyun Oppa

“aku hanya sedang bertanya-tanya, kau bilang dia sangat mencintaiku. Apa jika dia tau kalau aku telah melakukan kesalahan yang sama, dia akan memaafkanku juga?”

“Kim Raya! Jangan bilang kau-“ Aku mengangguk menjawab kalimat Seunghyun Oppa yang belum selesai.

“siapa laki-laki itu?!” tanyanya mendesak dengan emosi tertahan.

 

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

When everything’s out of control. – Kim Raya –

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Lee Sungmin kembali ke Choi’s Mansion dengan diselimuti amarah. Sungmin masih tak menyangka dengan apa yang dilihatnya tadi. Pemandangan yang tak pernah dia bayangkan sekalipun dalam imaginasi terliarnya, melihat seorang Kim Raya bermesraan dengan Choi Minho, yang merupakan adik sepupu dari Choi Siwon yang notabennya adalah kekasih Kim Raya sendiri. Dia benar-benar tak percaya Kim Raya, yang sudah seperti adik kandungnya bisa melakukan hal serendah itu. kalau saja tidak ada Choi Seunghyun yang mencegahnya, mungkin saat ini Lee Sungmin sudah menyeret kasar Kim Raya.

 

Sementara itu dibelakang Lee Sungmin, Minho berjalan mengikutinya dengan tergesa, “Hyung-nim, berhentilah, dengarkan aku dulu” pinta Minho sambil mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Lee Sungmin. Sungmin yang berjalan dengan langkah lebar tak memperdulikan panggilan Choi Minho. Kini Minho beralih menghadang langkah kaki Sungmin, dia berdiri tepat di hadapan Lee Sungmin, tak membiarkan pria itu melanjutkan langkahnya.

 

“menyingkir dari hadapanku!” balas Sungmin dingin dengan rahang mengeras, tatapannya yang dalam dan tajam jelas-jelas mengintimidasi Choi Minho, namun Minho tak bergeming, yang saat ini harus dia lakukan adalah mencegah Sungmin mengatakan apapun mengenai apa yang dilihatnya tadi kepada orang lain.

 

Sungmin mendorong tubuh Minho cukup kasar hingga tubuh laki-laki itu bergeser sepenuhnya dari hadapan-nya. Kini Sungmin sudah berada di depan pintu utama Choi’s Mansion, didorongnya pintu ganda Choi’s Mansion dengan kasar tanpa mempedulikan para pelayan yang berdiri hormat menyambutnya.

 

“Hyung-nim, kumohon, dengarkanlah aku dulu!” Minho kembali memohon pada Sungmin dengan nada suara yang lebih mendesak.

 

Sebenarnya ini adalah hal yang sangat Minho khawatirkan, ketika hubungan gelapnya dengan Kim Raya terbongkar. Dan jujur saja, dia sangat takut Lee Sungmin akan mengadukan apa yang baru saja terjadi di Pantai kepada orang lain. Karena satu hal yang pasti akan terjadi, Kim Raya, wanita yang sangat dia cintai dan dia jaga perasaannya pasti akan terluka dan Minho tak ingin hal itu terjadi. Minho harus mencegahnya sebelum Lee Sungmin benar-benar menghancurkan semuanya.

 

Kini mereka berdua sudah berada di ruang santai Choi’s Mansion, Sungmin semakin memperlebar langkahnya begitu melihat pintu kaca yang membatasi dia dengan Heechul, kakak laki-lakinya, yang berada dihalaman belakang. Sungmin menggeser pintu kaca itu dengan kasar hingga menimbulkan suara benturan yang cukup keras. Semua orang yang berada di backyard Choi’s Mansion sontak menatap kedatangan tergesa-gesa Lee Sungmin dengan pandangan heran.

 

“hya, Sungmin-ah, apa yang kau lakukan?!” tanya Heechul cukup keras dari tengah-tengah backyard yang luas melihat kedatangan Sungmin yang tergesa-gesa dan dengan kasar mendorong pintu kaca.

 

Sungmin mempercepat langkahnya bergerak ke tempat Kim Heechul berada, dia terus berjalan melewati porch dengan langkah-langkah lebar hingga tak menyadari kehadiran dua sosok manusia lain yang memperhatikan gerak-geriknya dari arah porch.

 

Sementara itu, nafas Minho tercekat melihat kehadiran sesosok pria yang duduk disalah satu kursi santai yang berada di porch, pria itu kini tengah memandang heran Lee Sungmin yang berjalan tergesa, hal yang selanjutnya pria itu lakukan membuat Minho mematung seketika, pria itu berdiri dari duduknya kemudian mengikuti langkah Sungmin mendekati sosok Heechul.

 

Choi Minho hanya mampu menatap seram punggung pria yang melangkah menjauhinya, sementara dia sendiri tak mampu berbuat apapun hanya berdiri terpaku di dekat pintu kaca yang tadi di dorong secara kasar oleh Lee Sungmin.

 

“hyung! kau harus tau apa yang baru saja dilakukan Kim Raya!” ucap Sungmin dengan nada tajam dan penuh amarah.

 

“memangnya apa yang dilakukan kekasihku, hyung?” Sungmin tersentak kaget karena bukan suara kakak laki-laki didepannya yang menjawab. Sungmin membalikkan tubuhnya ke belakang, mengikuti arah datangnya suara yang bertanya padanya tadi, dilihatnya sosok pria yang memandangnya dengan penuh rasa ingin tau.

 

“Siwon-ah” ucap Sungmin pelan, menyadari siapa laki-laki yang tadi bertanya dan kini berjalan semakin dekat ke arahnya.

 

“memangnya apa yang dilakukan oleh Raya? Sepertinya kau terlihat marah sekali hyung?” tanya Siwon sekali lagi begitu dia sampai dihadapan Lee Sungmin.

 

Sungmin terdiam, dia tak mampu menjawab pertanyaan Siwon, dia bingung dengan apa yang harus dia katakan. Dia memang berniat mengadukan perselingkuhan Kim Raya. Tapi bukan kepada Siwon, tokoh utama yang ikut terlibat dalam drama perselingkuhan ini.

 

Sementara itu, Minho benar-benar menatap Horor kumpulan pria yang berada jauh didepannya, Minho bisa mendengar dengan jelas apa yang para pria itu katakan walau jarak mereka cukup jauh. Dan kini tubuh Minho semakin membeku, dia begitu khawatir dengan jawaban yang akan dikeluarkan oleh Lee Sungmin. Pandangan mata Choi Minho tak pernah lepas dari mulut Lee Sungmin, menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut pria itu atas pertanyaan yang di layangkan kakak sepupunya.

 

“hya, kenapa kau diam? mana Raya? Bukankah kau tadi pergi mencarinya” pertanyaan Heechul memecah suasana mencekam yang dirasakan Minho. Heechul mengalihkan pandangan matanya kearah pintu kaca Choi’s Mansion, akses satu-satunya yang menghubungkan backyard dengan bangunan utama Mansion. “eo, Minho-ya kapan kau datang?” tanya Heechul melihat Choi Minho yang berdiri diam mematung di depan pintu. kini semua mata ikut tertuju pada Minho.

 

“oe Minho, ku kira kau akan datang besok” Siwon ikut bersuara melihat kehadiran adik sepupunya.

 

Minho bungkam seolah tak mendengar apapun, pandangan matanya masih terkunci pada Lee Sungmin, pria yang juga masih menatapnya dengan pandangan tajam. Jujur saja kali ini dia benar-benar merasa takut dengan apa yang akan dikatakan Lee Sungmin. Dia tidak siap jika semuanya akan terbongkar saat ini.

 

Sebenarnya di lain sisi Sungmin sendiri sedang bingung dengan apa yang akan dia lakukan, haruskah dia mengatakan semuanya sekarang, saat ini, dihadapan semua orang. Belum sempat Sungmin bersuara, tiba-tiba suara berat dan dalam Choi Siwon menginterupsi pikirannya.

 

“kalian berdua dari mana?!” ucap Siwon terdengar dingin dan dalam. Pandangan mata Siwon tertuju kearah pintu kaca yang sejak tadi terbuka lebar. Tak hanya Choi Siwon, semua orang yang berada di backyard Choi’s Mansion ikut menatap kearah pintu kaca. Nampak Choi Seunghyun dan Kim Raya berjalan masuk hampir beriringan. Ada satu hal yang sangat mengganggu Choi Siwon karena dari tempatnya berdiri kini terlihat sekali bahwa Choi Seunghyun sedang menggenggam erat pergelangan tangan Kim Raya.

 

“Oppa” lirih Kim Raya pelan menyadari kehadiran sosok kekasihnya. Raya tak menyangka akan kehadiran Choi Siwon malam ini, ingin sekali dia berlari kepelukan kekasihnya itu, berlindung dan menenggelamkan diri dalam dekapan protektif milik kekasihnya hanya agar dia merasa aman, karena saat ini perasaannya sedang tidak baik-baik saja.

 

Sejak Sungmin Memergokinya bersama Minho tadi, dia merasa perasaannya sangat kacau, seluruh bagian dirinya seperti diselimuti kebingungan dan dia bisa merasakan tubuhnya dapat limbung seketika karena perasaan pusing dan bingung yang menyita pikirannya.

 

Namun keinginannya untuk segera mendekati kekasihnya itu dia urungkan, karena dari jarak Raya berdiri Raya dapat melihat pandangan kesal dan tidak suka terpancar dari sorot mata kekasihnya, apakah Choi Siwon sudah tau, apakah Lee Sungmin sudah menceritakan semuanya, seketika tubuhnya benar-benar diselimuti oleh perasaan takut, hawa dingin dan mencekam seketika melingkupi tubuhnya.

 

Untuk memastikan apa yang terjadi, Raya mengedarkan pandangannya menatap orang-orang yang berada di backyard Choi’s Mansion satu persatu, dilihatnya wajah Sungmin yang masih menampakkan emosi yang sangat jelas, wajah Heechul dan Lee Minhwa yang kebingungan, kemudian wajah Choi Minho yang saat ini juga sedang balik menatapnya dengan perasaan cemas, panik, khawatir atau entahlah Raya sendiri tak mengerti karena semuanya bercampur menjadi satu, kemudian terakhir Raya kembali menatap wajah kekasihnya yang berdiri cukup jauh dari hadapannya dengan tatapan tak suka yang masih menguasai wajah tampannya.

 

Choi Seunghyun yang juga menyadari tatapan tak suka Choi Siwon kemudian mengikuti arah pandang mata pria itu, dilihatnya mata Siwon tertuju pada tangannya yang masih menggenggam erat pergelangan tangan Kim Raya, dia memang sempat menyeret Kim Raya tadi, Seunghyun baru sadar kemudian, Siwon pasti salah paham dengan apa yang dilihatnya. Perlahan Seunghyun melepas genggaman tangannya dan menggeser sedikit tubuhnya menjauh dari sisi Kim Raya.

 

Kim Raya yang merasakan pergerakan Choi Seunghyun yang menjauh darinya mendadak merasa seolah-olah dia ditinggalkan seorang diri. Seketika dia merasa sendirian dan semua orang sedang menghakiminya saat ini.

 

Siwon berjalan dengan langkah pasti menghampiri Kim Raya dengan tatapan tidak suka yang masih tergambar sangat jelas. Jujur saja ini membuat Kim Raya semakin diselimuti kepanikan, dia tak mampu menghadapi amarah Siwon saat ini, perasaan takut semakin menyelimuti dirinya dan ini membuat Raya mendadak sulit untuk bernafas.

 

“Oppa, kau datang?” tanya Raya dengan nada lirih penuh rasa bersalah begitu Siwon berada dihadapannya.

 

“kalian dari mana?!” tanya Siwon yang tak memperdulikan pertanyaan Kim Raya, Raya semakin merasa ketakutan mendengar nada dingin dan menuduh yang terdengar jelas dari cara bicara kekasihnya.

 

“k-kami… kami dari pantai” jawab Raya gugup.

 

“wae?” tanya Siwon semakin dingin dan tajam mendengar kegugupan Kim Raya, Raya yang mendapat perlakuan dingin kekasihnya semakin merasa tersudut oleh nada bicara Choi Siwon yang dipenuhi dengan rasa curiga.

 

Raya menggeleng, sebenarnya Raya tak mengerti maksud dari pertanyaan Siwon, tapi seolah mulutnya sudah tak mampu berkata apa-apa dia hanya mampu menggerakkan kepalanya menjawab pertanyaan kekasih yang masih berdiri didepannya.

 

Siwon memperhatikan wajah Kim Raya lebih intens. “Kenapa wajahmu sangat pucat?” nada dingin masih meliputi pertanyaan Choi Siwon, tak diperhatikannya Kim Raya yang sudah tak mampu berkata apapun akibat mendapatkan tatapan dan prilaku Choi Siwon yang mengintimidasinya.

 

“ani, a-aku hanya…” belum sempat Raya menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba pandangan Kim Raya menggelap dan tubuhnya ambruk, kesadarannya hilang seketika.

 

“KIM RAYA!” Semua orang yang berada di tempat itu mendadak berteriak panik, Choi Siwon yang berada di depan Kim Raya, bergerak panik dan langsung menangkap tubuh kekasihnya sebelum tubuh wanita itu benar-benar jatuh ke tanah.

 

Semua orang yang berada di backyard Choi’s Mansion berlari kearah Kim Raya tak terkecuali Choi Minho yang ikut mendekat kearah tubuh tak berdaya wanita yang sangat dicintainya, dari tempatnya berdiri Minho dapat melihat wanitanya terpejam tanpa daya dan jujur saja ini membuat dirinya diselimuti oleh perasaan khawatir yang amat sangat.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

“dia kelelahan, tubuhnya juga kekurangan asupan nutrisi, kelihatannya jadwal makannya tak teratur belakangan ini” ucap Sungmin mantap setelah memeriksa tubuh Kim Raya yang sudah dibaringkan diatas tempat tidur besar kamar utama Choi’s Mansion. “satu hal lagi, sepertinya dia sedang berada dalam tekanan” lanjut Sungmin sambil memperhatikan salah satu suster rumah sakit yang tadi dia hubungi sedang memasangkan infus di lengan kanan Kim Raya.

 

“mwo?! Berada dalam tekanan, apa maksudmu hyung?” tanya Siwon tak mengerti, raut cemas dan khawatir tak pernah lepas dari wajahnya sejak Raya pingsan tadi.

 

“dia stress!” jawab Sungmin sedikit ketus sambil mengangkat tas kecilnya yang berisi peralatan medis yang selalu dia bawa kemana pun, sejujurnya Sungmin masih merasa sedikit kesal.

 

“mwo?! Raya stress! Memangnya apa yang membuat dia stress?” Heechul kebingungan, apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat adiknya yang terkenal sangat manja ini menjadi stress. “kalian bertengkar?!” tanya Heechul cukup tegas pada Siwon yang terlihat mematung.

 

Siwon yang mendapat pertanyaan tiba-tiba dari Kim Heechul hanya mampu menggeleng, sebenarnya dia juga sedang bingung, apa yang membuat kekasihnya stress hingga pingsan seperti ini, apa karena masalah pekerjaan atau ada hal lain yang terjadi tanpa sepengetahuannya.

 

“sebaiknya kalian keluar dari kamar ini dan biarkan dia istirahat” perintah Sungmin tegas.

 

“kalian keluarlah, aku akan menjaganya” ucap Siwon sambil mendekati tempat tidur Kim Raya kemudian mendudukan diri disamping tubuh kekasihnya.

 

Siwon menatap tubuh Kim Raya yang terbaring lemah tak berdaya dengan tatapan lembut, kini terlihat tangan Choi Siwon yang mengusap kening Kim Raya, menyingkirkan rambut poni yang menutupi kening kekasihnya, Siwon memajukan wajahnya dan mencium kening Kim Raya cukup lama dan dalam. Kemudian digenggamnya tangan milik wanitanya itu cukup erat, menyalurkan perasaan hangat kepada kekasih yang sangat dicintainya.

 

Minho yang masih berada dalam ruangan yang sama, melihat adegan itu, tatapan matanya berubah menjadi sendu. Perasaan nyeri setiap kali melihat adegan kemesraan Siwon dengan wanita yang dicintainya kembali datang menghinggapi dadanya, perasaan sakit dan sesak itu kini bercampur dengan rasa khawatir Minho terhadap kondisi Kim Raya, hingga dia tak menyadari tatapan tajam Sungmin yang melihat perubahan raut wajahnya.

 

Semua orang mulai meninggalkan kamar yang ditempati oleh Kim Raya, mereka keluar satu persatu meninggalkan Kim Raya dan Choi Siwon, tapi diantara mereka semua tak ada yang menyadari tindakan Sungmin yang sedikit menyeret tubuh Minho yang masih terpaku untuk segera keluar dari kamar tersebut.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

 

Hari semakin beranjak siang, sementara Heechul masih berada didalam kamarnya di Choi’s Mansion. Heechul termenung sambil memandangi suasana pantai yang terlihat melalui jendela kamarnya yang lebar. Sebenarnya bukan suasana pantai yang dia nikmati sejak tadi, matanya hanya tertuju pada satu titik yang entah sejak kapan menjadi fokusnya.

 

Kepalanya dipenuhi oleh percakapannya semalam dengan Lee Sungmin, adik laki-lakinya. Semalam setelah membiarkan Raya istirahat, Sungmin bisa dikatakan menariknya secara paksa karena ingin mengatakan sesuatu yang penting.

 

Dan kini sesuatu yang penting itu sangat mengganggu pikirannya dan justru membuat Heechul tak bisa berhenti berpikir. Kenyataan bahwa adik perempuannya, Kim Raya, menjalin hubungan gelap dengan Choi Minho, adik sepupu Choi Siwon, kekasih Kim Raya sendiri, bagaimana bisa?!

 

Heechul tak mampu menguraikan benang kusut yang sejak tadi menghuni pikirannya. Dia benar-benar bingung dan tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Heechul memutuskan untuk bertanya langsung pada suspect utama, yaitu adiknya sendiri. Heechul keluar dari kamarnya dan menuju kamar utama Choi’s Mansion di lantai satu yang saat ini dihuni oleh adik tercintanya.

 

Tok.. Tok.. Tok..

 

Diketuknya pintu kamar Kim Raya pelan, Heechul merasa cukup aman bicara dengan Kim Raya saat ini mengingat Siwon sudah kembali ke Seoul setelah memastikan kondisi Kim Raya baik-baik saja, Minho dan Seunghyun juga sudah berangkat menuju Ulsan, sedangkan Sungmin dan Minhwa, adik perempuannya yang lain, sudah kembali kepada kesibukannya masing-masing. Kini hanya tinggal Heechul dan Raya yang masih berada di Choi’s Mansion, Heechul memang sengaja menunda kepulangannya ke Seoul, karena dia berencana untuk menunggu kesehatan Kim Raya benar-benar pulih.

 

“masuk” suara Kim Raya terdengar dari dalam, mempersilahkan kakak laki-lakinya untuk memasuki kamarnya.

 

Heechul mendorong pintu kamar adiknya dengan perlahan, dilihatnya Kim Raya yang sedang duduk di atas single sofa yang menghadap miring ke pantai sambil memainkan benda tipis persegi empat di tangannya. “kau sudah merasa lebih baik?” Heechul bertanya sambil melangkahkan kaki memasuki kamar adik perempuannya itu lebih dalam, kemudian Heechul berdiri dihadapan Kim Raya.

 

“ne Oppa” jawab Raya singkat tanpa mengalihkan tatapan matanya dari benda yang masih setia berada dalam genggaman tangannya.

 

“Oppa ingin bicara denganmu, Kim Raya” Raya menengadahkan kepalanya menatap kakak laki-laki yang berada dihadapannya, Raya tau jika kakak laki-lakinya sudah memanggil nama Koreanya dengan lengkap, itu berarti ada hal yang sangat penting yang akan disampaikan oleh kakaknya, raut bingung tergambar jelas diwajah Kim Raya.

 

“Sungmin sudah mengatakan semuanya pada Oppa semalam” ucap Heechul datar dan sontak membuat wajah Kim Raya berubah kelam. Mendung menyelimuti Kim Raya seketika.

 

“apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Heechul dengan nada dingin yang tak bisa disembunyikan. “sebenarnya ada apa ini?! Apa benar yang dikatakan Sungmin semalam, kau dengan Minho-?“ Heechul tak mampu menyelesaikan kalimatnya, nada bicaranya semakin dingin dan tajam, tatapan matanya pun kini menusuk Kim Raya yang menundukkan kepalanya dalam-dalam.

 

“apa karena hal ini juga kau pingsan semalam?!” nada tajam dan sarat emosi terdengar dari mulut Heechul. “jawab Oppa, Kim Raya!!” perintah Heechul tegas.

 

“Oppa… ” Raya tak mampu berkata apapun, hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutnya dengan nada lirih, Raya merasakan matanya mulai memanas menahan airmata yang ingin menerobos keluar, Raya tak menyangka hal ini akan segera sampai ditelinga kakak laki-lakinya, Raya tau saat ini Heechul pasti sangat kecewa akan dirinya.

 

“apa yang ada dipikiranmu Kim Raya! Dari dulu Oppa tak pernah bisa mengerti bagaimana jalan pikiranmu!” Raya hanya mampu terdiam dan menahan airmatanya yang mulai membendung mendengar nada tajam diselimuti amarah keluar dari mulut sang kakak.

 

“bagaimana bisa tega-teganya kau berselingkuh dari kekasihmu sendiri?! Dan yang paling membuatku tak habis pikir, kau berselingkuh dengan adik sepupunya!! Apa yang sebenarnya ada dalam otakmu, HAH!!” nada bicara Heechul semakin tinggi, sangat terlihat jika Heechul begitu marah dan kecewa melihat kelakuan tak terpuji adik perempuannya.

 

“Oppa..” Raya berucap semakin lirih mendengar bentakkan kakak laki-lakinya, air mata mulai keluar dari sudut matanya.

 

“mungkin jika kau berselingkuh dengan orang lain, aku hanya akan sekedar memarahimu, atau aku bahkan tak peduli. TAPI INI! kau berselingkuh dengan Choi Minho, sepupu Choi Siwon!!!”

 

Heechul mendenguskan nafasnya kasar. “apa yang sebenarnya kau rencanakan? kau ingin menghancurkan hubungan keluarga Choi, begitu??!” tanya Heechul merasa tak mengerti dengan apa yang ada dipikiran adiknya.

 

Kini Heechul sudah terduduk disofa yang berada dibelakang tubuhnya, Heechul merasa kakinya mendadak menjadi tak bertenaga untuk menopang tubuhnya sendiri, dia terlalu kaget dan tak mengerti akan semua yang terjadi saat ini. Nafasnya memburu tak beraturan.

 

“ani Oppa, bukan seperti itu” ucap Raya lemah diiringi airmata yang sejak tadi sudah mengalir dari kedua matanya.

 

“lantas apa yang kau inginkan? Kenapa kau tega-teganya melakukan ini, eo?” nada bicara Heechul terdengar melemah, terlihat sekali kalau ia kecewa dan lelah menghadapi tingkah laku adik perempuannya yang diluar batas.

 

“a-aku… aku… aku mencintai Choi Minho, Oppa” jawab Kim Raya dengan airmata yang semakin deras mengalir, kini isakan lirih tak ragu-ragu keluar dari mulut Kim Raya.

 

“what did you say?!” Heechul menatap Kim Raya tak mengerti. Heechul lagi-lagi menghela nafasnya keras, seolah-olah mencoba meloloskan udara yang terhimpit didadanya. Bingung, itulah yang Heechul rasakan saat ini.

 

“kalau kau mencintai Choi Minho, kenapa kau masih bersama Choi Siwon saat ini??” tanya Heechul benar-benar tak paham dan terdengar lelah.

 

Raya tak mampu menjawab pertanyaan Heechul, yang mampu Raya lakukan hanya terus terisak dalam tangisnya. Sebenarnya Heechul tak tega melihat keadaan adiknya yang seperti ini, tapi bagaimanapun, kondisi ini harus diakhiri, secepatnya!

 

“kau gila Kim Raya, kau benar-benar gila!” Heechul menggelengkan kepalanya yang mulai terasa pening.

 

“kau tau, saat ini aku benar-benar tak tau apa yang akan aku lakukan terhadapmu. Aku bahkan tak tau apa yang harus kukatakan” lanjut Heechul dengan nada lemah.

 

“kenapa kau bisa menjadi wanita sekejam ini Kim Raya, apa yang salah sebenarnya denganmu?” Heechul sudah melupakan emosinya, nada bicaranya semakin melemah namun sarat dengan kekecewaan terhadap adik perempuan yang paling dia sayangi.

 

Raya yang mendengar nada bicara sang kakak, semakin tenggelam dalam tangisnya, isakan penuh penyesalan kini memenuhi kamar mewah yang ditempatinya.

 

“Oppa, mianhae” ucap Kim Raya lemah masih diiringi oleh isakkannya.

 

“kau seharusnya tak meminta maaf kepadaku, harusnya kau katakan itu kepada Choi Siwon!” ucapan Heechul kembali tajam dan meninggi. “apa yang kau rasakan sekarang? Merasa bersalah, eo?!” tanya Heechul dengan nada menantang.

 

“harusnya perasaan itu sudah muncul sejak kau memulai berselingkuh dengan CHOI MINHO!! Demi Tuhan Kim Raya! KAU WANITA TERHORMAT! Bertindaklah selayaknya WANITA TERHOMAT!!”bentak Heechul kembali disertai tatapan tajam penuh amarah.

 

Pundak Kim Raya berguncang semakin hebat, saat ini dia hanya mampu mengalirkan airmatanya lebih deras mendengar amarah yang keluar dari mulut kakak laki-lakinya. Jujur saja ini pertama kalinya Kim Heechul bertindak seperti ini kepadanya, dan ini membuat Kim Raya terluka.

 

“aku tak mau tau!! Mulai saat ini, akhiri hubungan gelapmu dengan Choi Minho!!” perintah Heechul terdengar tegas, mendesak dan tak ingin dibantah.

 

“Oppa…” Raya berucap lirih disertai isak tangis pasrah mendengar titah Kim Heechul, namun lirihannya terdengar seperti nada protes ditelinga Heechul.

 

“Wae?! KAU TAK INGIN MENGAKHIRINYA, EO??!!!!” amarah Heechul kembali meluap.

 

“Oppa…” Kim Raya semakin tenggelam dalam tangisnya. Isakannya semakin terdengar menyayat hati, perasaan sakit dan sesak kini melingkupi hatinya. Kim Raya tak menyangka kakak laki-laki yang sangat dia sayangi akan bertindak begitu keras terhadap dirinya tanpa mencoba meminta penjelasan apapun kepadanya. Kini tangisnya bercampur dengan rasa terluka yang baru saja diciptakan kakak laki-lakinya itu.

 

“SEKARANG APA YANG KAU INGINKAN KIM RAYA!!!” kini Heechul sudah berdiri dari duduknya, dia menatap Kim Raya yang masih tenggelam dalam tangisnya dengan tatapan tajam.

 

“AKU TAK BISA OPPA!! AKU TAK BISA MENGAKHIRINYA!! AKU TAK MAMPU… AKU TAK MAMPU!!!” ucap Raya histeris sambil menggelengkan kepalanya cepat, teriakan Raya yang masih diselimuti isak tangis jujur saja membuat Heechul merasakan sakit didadanya, dia tak pernah menyangka akan melihat adik perempuan yang sangat dia sayangi menjadi seterpuruk ini akibat ulah yang diperbuatnya sendiri.

 

Heechul tak mampu berkata apapun, tubuhnya terpaku mendengar senandung lirih dan isakan yang masih keluar dari mulut Kim Raya. Kim Heechul tau adiknya sedang sangat terluka saat ini, tapi keadaan ini tak bisa dibiarkan terus berlanjut, hal ini harus dihentikan segera. Dia tak ingin keadaan menjadi semakin rumit seperti bola salju yang menggelinding semakin lama semakin besar kemudian hancur seketika karena benturan, Heechul tak ingin adiknya tenggelam semakin dalam dan terluka.

 

“kalau begitu aku yang akan mengakhirinya!” ucap Heechul tajam mengambil keputusannya. “rapikan barang-barangmu sekarang! Aku akan menelepon Sam untuk menyiapkan privat jetku, kau akan kembali ke Seoul saat ini juga! sopir keluarga Choi akan mengantarmu ke Gimhae Airport, dan aku akan pergi ke Ulsan untuk berbicara dengan Choi Minho!!” perintah Heechul jelas dan tegas kemudian melangkahkan kakinya kearah pintu kamar Kim Raya.

 

“OPPAA!!!” teriak Raya semakin histeris mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan kakaknya.

 

Brakkk…

 

Heechul membanting pintu kamar Kim Raya tanpa mempedulikan teriakan histeris sang adik. Sementara Raya hanya mampu terus menangis didalam kamar yang dia tempati, meratapi keputusan kakaknya yang membawanya paksa pada sebuah pilihan tanpa dia dibiarkan memilih.

 

-Trapped in Choi’s Charm-

# Galery A to Z Café, Daehakstreet 76, Ulsan

 

“Kukira kau tidak serius dengan ucapanmu waktu itu” ucap seorang pria tampan pada lawan bicaranya yang sejak tadi asik menyesap vanilla cappuccino hangat kesukaannya. “aku cukup kaget ketika Manhattan menggelar urgent meeting karena keputusan sepihakmu di Korea”

 

“kau mengenalku dengan baik Jiyong-ah, aku tak pernah bercanda dengan kata-kataku” balas pria itu dengan nada angkuh sambil meletakkan cangkirnya ke atas meja.

 

“sebenarnya apa niatanmu Seunghyun-ah? Kau tak berniat bermain-main dengan Choi Group-kan?!” tanya Kwon Jiyong penasaran dengan niat tersembunyi dibalik keputusan sahabatnya yang menginvestasikan hampir seluruh asset kekayaan Mobile Price Group Korea pada mega proyek Choi Group yang bernilai lebih dari seratus juta dolar Amerika.

 

”kau tentu paham, semenjak Choi Siwon berada dalam jajaran pimpinan di Choi Group, Choi Group menjadi perusahaan raksasa yang sangat diperhitungkan keberadaannya, Choi Group yang dulu tidak sama dengan Choi Group yang sekarang, kekuatan dan kekuasaan yang mereka miliki bahkan bisa menandingi Manhattan” lanjut Kwon Jiyong. Jiyong yang merupakan salah satu jajaran Direksi Mobile Price Group pusat Manhattan, mencoba menjelaskan kembali kondisi partner bisnis Choi Seunghyun saat ini yang ternyata bukan orang sembarangan.

 

“seperti yang kau katakan, Choi Group sangat kuat saat ini. Kau sendiri taukan Choi Siwon adalah pria yang sangat cerdas, apa menurutmu dia tak akan tau jika aku berniat melakukan sesuatu yang buruk pada perusahaannya? Apa kau pikir aku gila hingga mau menghancurkan diriku sendiri dengan bermain-main dengan Choi Group?!” balas Seunghyun menjelaskan pada Jiyong bahwa dia cukup waras saat ini.

 

“lalu kenapa kau melanggar aturan dari Manhattan, kau tau mereka sangat kesal padamu saat ini karena kau berinvestasi seenaknya tanpa berdiskusi dengan mereka. Terutama ayahmu, dia sangat murka padamu”

 

“dia bahkan bersumpah akan menendangku ke Congo jika proyek miliyaran won ini gagal” ucap Seunghyun dengan senyum miring tersungging dibibirnya.

 

“aku benar-benar tak mengerti” Jiyong menggelengkan kepalanya mendengar ucapan tak masuk akal Choi Seunghyun. “jangan bilang kalau kau masih-“

 

“hanya ini satu-satunya jalan yang dapat kulakukan untuk dekat dengannya” potong Seunghyun sebelum Kwon Jiyong melanjutkan ucapannya.

 

“jadi benar ini karena seorang wanita” tebak Jiyong yang benar-benar tak memahami jalan pikiran sahabatnya.

 

Sementara itu, Choi Seunghyun tak mampu berkata apapun untuk menjawab ucapan Jiyong yang tepat sasaran, yang dia pahami saat ini semuanya berjalan tak sesuai harapannya, semuanya berada diluar jalur.

 

“semuanya berubah, niatku pun berubah” jawab Seunghyun tajam.

 

“apa maksudmu?” Jiyong tak mengerti.

 

“Kim Raya harus menjadi milikku lagi” ucap Seunghyun dalam dan tajam, seperti menegaskan pada dunia tak akan ada yang bisa menghalangi rencananya.

 

“Choi Seunghyun” ucap Jiyong dengan nada memperingatkan, entah kenapa Jiyong merasa ucapan Seunghyun tidak main-main saat ini. “jika kau ingin memilikinya lagi, kenapa dulu kau melepaskannya?” lanjut Jiyong dengan nada tak suka melihat sikap Seunghyun yang menurutnya kekanak-kanakkan.

 

“karena aku tak ingin melukainya”

 

“aku benar-benar tak mengerti maksudmu?” Tanya Jiyong semakin kebingungan.

 

“dulu aku pernah membuatnya terluka satu kali saat aku meninggalkannya, kemudian aku melihatnya lagi-lagi terluka karena kembali bersamaku padahal dihatinya hanya ada Choi Siwon” jawab Seunghyun menerawang, mengingat serpihan memori masa lalu yang bermain dikepalanya.

 

“dan sekarang kau ingin melukainya untuk yang ketiga kali dengan merebutnya dari Choi Siwon, lelaki yang sangat dia cintai?!” tebak Kwon Jiyong dengan nada tajam, Jiyong benar-benar tak mengerti jalan pikiran sahabat karibnya ini.

 

“saat ini hubungannya dan Choi Siwon tidak seperti dulu, Choi Siwon melukainya. Keputusan awalku untuk menetap kembali di Korea adalah karena ingin memastikan dengan mata kepalaku sendiri kalau dia baik-baik saja disini, kalau dia hidup bahagia. Tapi kenyataan yang kudapati ternyata sangat berbeda, aku melihatnya terpuruk dan terluka. Apa kau pikir aku akan membiarkannya tetap berada di samping Choi Siwon jika ternyata pria itu justru menyakitinya sangat dalam?!”

 

Jiyong hanya mampu terdiam mendengar penuturan Choi Seunghyun. Dia benar-benar tak menyangka sahabat karibnya ini bisa terjebak pada perasaan yang sangat dalam pada mantan kekasih sekaligus cinta pertamanya saat masa sekolah dulu. Choi Seunghyun yang dia kenal sangat arogan, egois, dan dingin ternyata mampu melakukan apapun diluar batas kewajaran karena perasaan cintanya. Jiyong baru sadar, Choi Seunghyun, sosok pria tegar yang mampu menghadapi segala macam persoalan dunia ternyata harus menyerah kalah pada sebuah perasaan melankolis yang disebut cinta.

 

“aku benar-benar tak mengerti, sebenarnya pesona apa yang dimiliki Kim Raya hingga membuat pria sedingin kau bertekuk lutut dan rela melakukan apapun untuk kebahagiaannya” Jiyong mengucapkannya sambil menggelengkan kepala, “disamping dia adalah pewaris tunggal Lucas Land Company yang menguasai daratan Eropa Barat” Seunghyun tertawa ringan mendengar penjelasan tambahan temannya.

 

“entahlah aku sendiri tak tau” jawab Seunghyun santai.

 

“kau terlihat masih sangat mencintainya”

 

“benarkah? Dia hanyalah masa lalu yang ingin kupastikan kebahagiannya”

 

“masa lalu yang sangat indah tentunya” balas Jiyong singkat.

 

“sangat indah, hingga aku tak ingin dia terluka sedikitpun”

 

“kau benar-benar ingin merebutnya kembali?” tanya Jiyong lagi.

 

“jika itu yang harus kulakukan untuk menjamin kebahagiaannya, maka aku akan melakukannya” jawab Seunghyun mantap, “tapi ada satu hal yang harus kupastikan lebih dulu, aku harus bicara dengan seseorang”

 

“siapa?”

 

 

-to be continue-

 

 

Hah *menghela nafas* ga tau deh sama chapter ini, ngerasa gagal banget sama adegan-adegan sinetronnya, disamping chapter 6 kemaren, chapter ini juga termasuk chapter yang paling susah saya susun, ga tau deh kenapa. Mudah-mudahan gak aneh ya, sudahlah, semoga aja masih ada yang mau baca. Sampai ketemu di chapter selanjutnya, spasiba.

Advertisements

5 thoughts on “Trapped in Choi’s Charm (chapt 8)

  1. “semuanya berubah, niatku pun berubah”
    Suka sama kalimat ini

    ngena juga koq. Td udah sempat agak tegang di tengah part. Tp sedikit kurang greget. Jdnya tegangnya lumer lg.

    Tetap semangattttttt ya….
    ditunggu next part nya

    • aaahhhh… makasih levha atas suntikan semangatnya. lagi kena writer down (apa coba?!) semoga masih bisa lanjutin FF ini sampe selesai ya… 🙂 spasibo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s