I Fall, Again! (she’s a bad girl)


I Fall, Again! (she’s a bad girl)

Gambar

 

Author             : Silviani O.A Fyodour

Genre              : AU, Romance, Betrayal

Rating              : PG-16

Author Notes   : ini sebenernya SongFic. 100% terinspirasi dari lagu sama MVnya Again and Again punya 2PM, beberapa bagian SongFic ini juga ada terjemahan dari lirik lagunya. Ini bukan FF pertama yang dibikin, tapi FF pertama yang berani di post. Oh iya, FF ini juga pernah diikut sertakan di event ulang tahun Choi Siwon di http://superjuniorff2010.wordpress.com/ dan Alhamdulillah MENANG!! Horay!!! Bisa di cek di http://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/04/08/first-winner-of-choi-siwons-birthday-i-fall-again-shes-a-bad-girl/

Hope u enjoy, sorry for typo’s, DON’T BE PLAGIAT, PLEASE!!

 

~I Fall, Again! (she’s bad girl) ~

 

‘jatuh dalam sebuah pengkhianatan sungguh sulit, tapi berusaha lepas dari cinta ternyata jauh lebih sulit’ – Choi Siwon –

 

~I Fall, Again! (she’s bad girl) ~

 

Seorang pria tampan dengan three piece suit Armani yang masih melekat sempurna di tubuhnya menjalankan kendaraannya perlahan membelah jalanan padat kota Seoul. Matanya tak pernah lepas dari Porsche merah yang berjarak beberapa meter di depan mobil yang sedang dikendarainya, tatapan tajamnya tak pernah luput dari mobil sport keluaran Eropa tersebut, terlihat sekali kalau pria ini tak ingin kehilangan jejak.

Mobil warna merah itu kini memasuki wilayah perumahan elit di kawasan Samseong-Dong. Pria itu semakin menjaga jarak dengan mobil di depannya, tak ingin keberadaannya diketahui. Tepat ketika mobil berwarna merah tersebut menghentikan lajunya di depan sebuah rumah besar bergaya minimalis, pria itu ikut menghentikan Renault Samsung yang di kendarainya.

Jaraknya kini hanya beberapa meter dengan mobil merah di depannya. Agar tak terlihat mencurigakan pria itu mematikan mesin mobilnya, namun pandangan matanya tak pernah lepas dari Porsche merah yang kini juga ikut mematikan mesin mobilnya.

Pandangan pria itu kini semakin menajam ketika melihat sosok laki-laki bertubuh tinggi yang keluar dari kursi pengemudi, dia sangat mengenal siapa pria itu, kemudian pria itu melangkahkan kakinya lebar kearah pintu penumpang, berniat membukakan pintu bagi orang yang duduk disebelahnya.

Tepat ketika pria berpenampilan casual itu membukakan pintu, tampak seorang wanita cantik dan mempesona menggunakan dress berwarna putih keluar dengan anggun.

Kini tatapan pria itu semakin menghujam tajam, amarah terlihat jelas bermain di wajahnya begitu mengenali siapa wanita yang bersama pria itu. Pria didalam mobil hitam itu semakin mengeram dan mendenguskan nafasnya kesal, lengannya memukul stir mobil cukup keras ketika dilihatnya wanita cantik itu melingkarkan tangannya mesra di pinggang sang pria, sedangkan sang pria merangkul mesra wanita yang berjalan disebelahnya, bahkan terlihat pria itu sesekali mengecup mesra pelipis serta kening wanita dalam rangkulannya. Tatapan tajam dan penuh amarah tak pernah lepas dari pria yang masih setia duduk dimobilnya hingga kedua orang yang dia perhatikan menghilang di balik pagar.

Tatapan pria itu kini mengarah ke lantai atas bangunan minimalis rumah mewah yang berada beberapa meter didepannya. Lantai dua rumah itu sepenuhnya terbalut dengan kaca, sehingga memudahkan pria di dalam mobil hitam mewahnya itu memandang segala aktifitas yang terjadi didalam rumah besar tersebut.

Dia melihat wanita yang berstatus sebagai kekasihnya kini tengah merangkulkan kedua tangannya mesra ketubuh pria casanova didepannya, pria itupun tak ragu mengecup lembut bibir wanita yang bukan miliknya.

Amarah semakin menggelapkan mata pria yang masih berada di dalam mobil. Kini terpikir di benaknya untuk menabrakkan mobil yang dia kendarai dengan Porsche Merah yang masih terparkir aman di depan rumah besar itu.

Dengan amarah yang menyelimutinya, pria itu kembali menyalakan mesin Renault Samsungnya kemudian memasukkan gigi serta menekan gasnya dalam-dalam. Sepertinya pria itu sudah kehilangan akal sehatnya melihat kekasihnya sendiri, lagi-lagi berselingkuh dengan pria lain, pria yang berbeda dari pria sebelumnya. Dan kali ini dia kenal betul siapa pria itu.

Namun tepat sebelum mobilnya benar-benar menabrak mobil sport merah itu, pria tampan itu menekan rem mobilnya dalam-dalam hingga mobil yang dikendarainya berhenti mulus tepat sebelum mobil hitamnya menyentuh mobil merah itu. Rahang pria itu semakin mengeras menahan emosinya.

Saat ini Pria tampan itu memutuskan untuk pergi dari tempat dia berada sebelum akal sehatnya benar-benar hilang dan dia nekat menerobos masuk kedalam rumah besar itu, bagaimanapun dia masih memiliki harga diri yang tinggi sebagai seorang pria, terlebih lagi dia adalah pria berpendidikan dari kalangan terhormat, bagaimana pun dia harus menjaga citranya sebagai seorang Choi Siwon.

 

~I Fall, Again! (she’s bad girl) ~

 

Choi Siwon melangkahkan kakinya memasuki penthouse apartment yang sangat dia kenal. Dia tau saat ini tempat itu sedang tak berpenghuni, dia tau betul sedang berada dimana pemilik tempat ini. Wanita cantik pemilik tempat ini sekarang tengah berada di rumah seorang laki-laki yang merupakan salah satu rekan bisnis Choi Siwon. Siwon tak ingin membayangkan apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Karena dia tau hal itu hanya akan menyulut emosi yang sejak tadi dia tahan.

Kini Choi Siwon memilih memasuki ruangan pribadi sang pemilik penthouse, Siwon melepaskan jas yang dia pakai kemudian menaruhnya begitu saja di nakas samping tempat tidur. Dia merebahkan badannya di tempat tidur king size milik wanita yang berstatus sebagai kekasihnya. Kepalanya terasa sangat sakit mengingat kejadian beberapa waktu lalu ketika dia melihat lagi-lagi kekasihnya bersama pria lain. Ini bukan pertama kalinya dia melihat kelakuan kekasihnya yang seperti ini, tapi lagi-lagi dan selalu Siwon seolah-olah menutup mata.

Siwon menutup matanya rapat-rapat. Seolah-olah ingin menghilangkan segala hal yang berkelebatan dikepalanya. Kini dadanya terasa sangat sesak seperti dihimpit oleh setumpuk batu besar, dia merasakan ribuan jarum menusuk hatinya, dia terluka lagi dan kali ini semakin dalam, belum kering luka yang dibuat kekasihnya beberapa waktu silam kini seolah-olah wanita yang sangat dicintainya itu menaburkan garam dan perasan jeruk lemon kedalam lukanya, setetes airmata menetes dari ujung matanya, namun dia mengusapnya kasar. Siwon bukan pria lemah dan dia tak ingin sama sekali terlihat lemah.

Tapi dia merasa kali ini dia sudah tak mampu menahan semuanya, pengkhianatan yang selalu dilakukan kekasihnya, kali ini dia merasa semuanya sudah terlalu kelewat batas. Semakin Siwon memikirkan hal itu rasa sakit dikepalanya semakin mendera.

“arrgggghhh” Siwon berteriak kencang kemudian memukulkan tangannya pada sisi tempat tidur kosong disebelahnya.

Kini Siwon memutuskan untuk bersandar di kepala tempat tidur, punggungnya yang terasa pegal disangga oleh setumpuk bantal. Siwon melihat Franck Muller yang melingkar di tangan kirinya, sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan wanita yang berstatus sebagai kekasihnya itu belum juga menampakkan diri di kediamannya. Kemudian Siwon menggambil benda tipis persegi empat yang tadi dia letakkan disamping tempat tidur.

Siwon men-swap layar ponselnya, dia membuka-buka portal berita sekedar untuk mengalihkan perhatiannya. Setelah 15 menit Siwon sibuk dengan benda tipis itu, dia merasakan pintu kamar yang dia tempati terbuka secara perlahan. Siwon mengalihkan pandangannya sejenak kearah pintu, dilihatnya wanita cantik itu memasuki ruangan, tak ada raut terkejut sedikitpun dari wajah wanita itu mengetahui keberadaan Siwon dalam ruangan pribadinya.

Wanita cantik berbalut Dior little white dress itu melangkahkan kaki jenjangnya kearah sisi tempat tidur dimana Siwon yang kembali sibuk dengan ponsel tipisnya berada. Kini wanita cantik itu menampakkan senyum mempesonanya, dia mendekatkan wajahnya kearah pria yang sudah lebih dari dua tahun menjadi kekasihnya.

Di kecupnya atas kepala pria itu cukup lama. wanita itu menikmati wangi citrus yang keluar dari rambut pria miliknya. Siwon yang mendapat perlakuan hangat dari kekasihnya tampak tak peduli dan tetap sibuk dengan benda tipis yang masih setia digenggamnya.

“kau sudah makan?” tanya wanita itu lembut sambil mendudukan dirinya disamping Choi Siwon yang masih bersandar santai di kepala tempat tidur. Choi Siwon menganggukkan kepalanya singkat menjawab pertanyaan kekasihnya tanpa memalingkan wajahnya dari ponsel yang sejak tadi menjadi kesibukannya.

“aku mandi dulu ya” ucap wanita itu lembut kemudian kembali mendekatkan wajahnya kearah pria yang mengacuhkannya bermaksud mencium pipi pria itu. Siwon yang tau apa yang akan dilakukan kekasihnya hanya menjauhkan wajahnya mencoba menghindar. Sementara sang kekasih hanya tersenyum sambil menggeleng melihat tingkah Siwon.

Kini wanita itu beranjak dari tempat tidur yang tadi didudukinya, dia memasuki ruangan kamar mandi yang menyatu dengan walk in closetnya di iringi oleh tatapan tajam dari Choi Siwon.

Wanita cantik itu menghabiskan waktu hampir satu jam di kamar mandi, kini dia sudah keluar berbalut handuk piyama. Wanita itu mendudukan dirinya di depan meja rias, mengikat rambut panjang bergelombangnya kemudian mengoleskan krim malam diwajahnya. Sesekali wanita itu melirik kearah pria yang masih sibuk dengan gadget yang sedari tadi dia pegang.

“kau tidak mau membersihkan diri?” tanya wanita itu sambil menatap kekasihnya dari cermin riasnya.

Siwon mengalihkan pandangannya dari ponsel tipis yang berada di tangannya, kini tatapan tajamnya mengunci wanita yang masih setia mengoleskan lotion diseluruh tubuhnya.

“kau dari mana?” tanya Siwon dingin.

“tempat teman” jawab wanita itu singkat.

“Hah! teman?!” ucapan Siwon yang diiringi helaan nafas lelah terdengar mengejek.

Kini Kim Raya mengalihkan wajahnya menatap pria yang masih berada di tempat tidurnya.

“wae?” tanya wanita itu heran melihat tingkah kekasihnya.

“kau bersama Hwang Chansung-kan tadi?! Apa yang kalian berdua lakukan dibelakangku?!!” nada menghakimi penuh amarah kini keluar dari mulut Siwon. Amarah yang sejak tadi dia tahan kini mendadak meluap. Siwon merasa tubuhnya memanas diselimuti oleh rasa amarah.

“kau mengikutiku lagi?!” tanya wanita itu dengan nada dingin.

“demi Tuhan Kim Raya, aku kekasihmu! Sebenarnya apa yang kau inginkan?!” kini Siwon sudah berdiri disamping tempat tidur dengan tatapan tajam terluka kepada wanita yang masih duduk didepan meja riasnya.

“KENAPA KAU SELALU MELAKUKAN INI PADAKU HAH?!”

Prakk…

Siwon berteriak keras sambil membanting benda tipis yang sejak tadi berada dalam genggamannya. Kini benda itu sudah hancur berantakan, menandakkan begitu besar kekuatan yang dikeluarkan Choi Siwon untuk membantingnya.

“kenapa kau selalu menyakitiku dengan cara ini?!” wanita yang sejak tadi mendapat teriakan keras hanya mampu diam tanpa menjawab apapun.

“ini bukan pertama kalinya kau mengkhianatiku, selama ini aku selalu menutup mata dan telingaku akan semua tingkahmu dengan pria lain, apa selama ini semua yang kau lakukan belum cukup HAH?!” amarah Siwon kembali meninggi.

Prang…

Kali ini Siwon menyapukan tangannya ke nakas di sebelah tempat tidur, hingga lampu tidur kaca yang berada ditempat itu pecah berserakan.

“katakan apa yang kau inginkan? Apa yang kau inginkan dariku?! Apa selama ini semua yang kuberikan belum cukup?! Kenapa kau tidak bisa puas hanya denganku?! Tidak bisakah kau hanya menyerahkan hatimu padaku?! Harus berapa laki-laki lain lagi yang menjadi simpananmu?! JAWAB AKU KIM RAYA!!!” wanita cantik itu masih tak beranjak dari diamnya, dia membiarkan kekasihnya melampiaskan semua amarah yang selama ini dipendamnya.

Hening cukup lama.

“maaf” hanya kata itu yang keluar dari mulut Kim Raya. Ada perasaan terluka dalam diri Kim Raya melihat amarah yang dikeluarkan kekasihnya.

“what?! Maaf?!” kini tawa lelah Choi Siwon menggema. Siwon menertawai dirinya sendiri yang tak bisa berbuat apapun, dia menertawai dirinya sendiri karena sikap diamnya selama ini, dia menertawai dirinya sendiri yang selalu percaya bahwa wanita yang menjadi miliknya ini akan berubah dan hanya akan mencintai dirinya saja. Siwon telah kehilangan harga dirinya sebagai seorang pria.

“AARGHHH….” Siwon berteriak kesal. Kemudian menendang nakas tempat tidur yang berada disampingnya hingga kaki meja kecil itu patah dan hancur karena membentur dinding.

“it’s over! I’m tired!!” ucap Siwon keras sambil menarik kasar jasnya yang kini sudah tercecer di Lantai bersama benda-benda yang tadi dihancurkannya.

Brakk…

Siwon membanting pintu kamar itu dengan sangat keras. Sementara Kim Raya hanya memandang kepergian kekasihnya dengan tatapan terluka.

 

~I Fall, Again! (she’s bad girl) ~

 

Sudah genap tujuh minggu hubungan Choi Siwon dan Kim Raya berakhir. Kondisi Choi Siwon saat ini bisa dikatakan tidak baik-baik saja. Dibalik sosoknya yang terlihat angkuh dan dingin, sebenarnya dia adalah pria lemah yang mudah sekali terluka.

Siwon sangat tau ini bukan pertama kalinya Kim Raya mengkhianati dirinya, dan ini juga bukan pertama kalinya dia meninggalkan wanita itu, tapi rasa cinta Siwon terhadap wanitanya sangat besar, tak peduli seberapa dalam luka yang ditorehkan oleh seorang Kim Raya, laki-laki itu pasti akan kembali dan memaafkan wanita itu.

Seperti saat ini, entah apa yang ada dalam pikirannya. Dia berdiri di depan pintu penthouse apartment yang sudah hampir dua bulan ini tak dia kunjungi, dan jujur saja saat ini dia merasa seperti orang bodoh. Walaupun sudah tertipu berkali-kali, terluka berkali-kali tapi lagi-lagi dia berada di tempat ini.

Siwon berpikir dia pasti sudah gila, sudah tak mempunyai harga diri lagi karena yang saat ini dia inginkan adalah kembali kepada wanita itu, wanita yang selalu menyakitinya. Dia sendiri tidak tau alasannya mengapa, sesungguhnya dia tidak ingin menjadi seperti ini, begitu tergantung pada wanita yang sudah berkali-kali menghancurkan hatinya.

Siwon sering bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, kenapa dia bisa menjadi seperti orang bodoh yang telah kehilangan akal sehat dan pikirannya, kenapa dia menjadi seperti ini, membuat keputusan yang sama berulang-ulang, kembali kepada wanita itu.

Wanita itu seperti morphine pribadinya, dia tak bisa menyerah pada wanita keturunan Inggris itu. Tak peduli seberapa kejamnya wanita itu terhadap dirinya, dia akan selalu kembali padanya dan menatap wanita itu kembali.

Dia tau wanita itu bukan wanita yang baik, she’s bad girl, dia tau itu dengan sangat baik. Tapi lagi-lagi, setiap dia melihat wanita itu, dia lagi-lagi jatuh kedalam pesona yang wanita itu suguhkan, dan dia selalu ingin kembali kepada sosok yang selalu memenuhi pikirannya. Siwon tau luka yang akan selalu dia dapat keesokan harinya akan lebih dalam jika dia tetap kembali pada wanita itu. Tapi lagi-lagi dia tak mampu memutuskan untuk pergi jauh dari wanitanya.

Siwon kini merasa benci terhadap dirinya sendiri, kenapa dia menjadi seperti ini, kenapa dia selalu menginginkan berada disisi wanita itu. Berapa lama lagi waktu yang dia butuhkan untuk kembali ke akal sehatnya, dia berharap seseorang mampu membawanya pergi secepatnya dari ketergantungannya terhadap wanita yang sangat dia cintai.

Saat ini, Siwon menatap lemah pintu berwarna putih didepannya, kemudian dia memasukkan nomor kombinasi penthouse milik wanitanya yang sudah sangat dia hafal diluar kepala. Wajahnya tersenyum lega ketika mengetahui nomor itu tak pernah berubah, nomor itu adalah tanggal ulang tahunnya.

Bip.. Bip..

Siwon mendorong pintu penthouse itu dengan pelan, dia tau hari sudah menjelang dini hari, Rolex yang melingkar ditangannya menunjukkan kalau saat ini sudah memasuki pukul satu dini hari.

Gelap, itulah yang dia rasakan ketika memasuki penthouse mewah itu, hanya sinar dari lampu otomatis yang berada didekat pintu yang membantu penglihatannya. Siwon melangkah lebih dalam, dia mengedarkan pandangan matanya, matanya hanya menatap kegelapan seutuhnya.

Kini Siwon mulai melangkahkan kakinya menuju ruangan pribadi pemilik penthouse mewah itu. dibukanya pintu kamar itu perlahan, bola mata Siwon langsung tertuju kearah tempat tidur king size yang berada ditengah ruangan. Senyuman lebar semakin terukir di wajah Choi Siwon, mendapati wanita yang sangat dia rindukan tengah berbaring dengan posisi membelakanginya, dia tau pasti wanita itu sedang terlelap dalam tidur indahnya.

Siwon melepaskan jas yang dia gunakan kemudian meletakkannya di sofa dekat tempat tidur. Siwon juga melepaskan kemeja putihnya sehingga hanya menyisakan sleeveless shirt berwarna putih yang membalut tubuh kekarnya.

Tak lupa siwon juga melepaskan sabuk yang melingkar dipinggangnya. Kini dia sudah duduk ditepian ranjang. Wajahnya kembali tersenyum lembut menatap punggung wanita yang selalu menghancurkan hidupnya tapi selalu dia rindukan kehadirannya.

Kini siwon meletakkan jam tangan yang dia gunakan di nakas samping tempat tidur. Setelah Siwon merasa nyaman dengan apa yang dia kenakan, Siwon merangkak naik kemudian menyibakkan selimut tebal yang menutupi tubuh Kim Raya, lalu dia membaringkan diri disamping tubuh wanita yang selalu ingin dia miliki seutuhnya.

Dilingkarkan tangan kekarnya di atas tubuh wanita itu, kini Siwon beringsut mendekatkan tubuhnya dengan tubuh wanita yang sudah menemaninya dua tahun belakangan, dia mendekap tubuh wanita itu dari belakang dengan erat sehingga tidak menyisakan jarak antara tubuhnya dengan tubuh wanita yang dicintainya.

Dengan pelukan itu, Siwon memastikan bahwa wanita dalam dekapannya masih menjadi miliknya. Siwon mengecup pundak wanitanya yang terekspos karena gaun tidurnya yang menampakkan bagian pundak, siwon menghirup dalam-dalam feromon yang dikeluarkan oleh tubuh wanita yang sangat dia rindukan. Aksinya tak berakhir sampai sini, kecupan lembutnya lama-kelamaan berubah menjadi ciuman yang dalam, siwon menghirup aroma tubuh dari wanita yang selalu membuatnya mabuk kepayang.

“hmmm..” wanita itu merasa terganggu merasakan kecupan-kecupan panjang dipundaknya. Kini kesadaran mulai melingkupi Kim Raya. Dia tersentak kaget merasakan tangan kekar yang melingkupi tubuhnya.

Raya mencoba melepaskan tubuhnya dari tangan kekar itu, bukannya melepaskan diri, tangan kekar itu justru menariknya lebih dalam mendekat kepada dada pemiliknya. Raya kemudian membalikkan badannya, menghadapkan wajahnya ke pria yang mengganggu tidurnya, dilihatnya kini laki-laki yang beberapa minggu lalu masih menjadi kekasihnya tersenyum lembut kepadanya.

“aku merindukanmu” ucap laki-laki tampan itu lembut. Raya tersenyum lebar mendengar perkataan laki-laki dihadapannya. Kini Raya ikut melingkarkan tangannya dibagian atas tubuh pria itu. Raya mendekatkan wajahnya sambil menarik tengkuk laki-laki yang berada dalam rengkuhannya.

Kim Raya mendaratkan bibirnya di bibir laki-laki yang akan selalu menjadi miliknya, memberinya kecupan hangat. Kini mata abu-abu Kim Raya menatap dalam mata milik pria dihadapannya. Kim Raya berusaha menyelami keindahan mata milik prianya, Raya melihat kerinduan bermain di mata pria itu.

Siwon memajukan wajahnya. Kembali meraih bibir ranum milik wanitanya. Kecupan ringannya berubah menjadi lumatan-lumatan yang lembut. Lumatan-lumatan itu kini berubah menjadi lebih dalam dan mendesak. Kim Raya dan Choi Siwon menyalurkan rasa rindu masing-masing dengan lumatan-lumatan intensnya.

Kini tangan Kim Raya sudah menjelajah disekitar rahang Choi Siwon.

“aku tau, kau akan selalu kembali kepadaku” bisik Kim Raya lembut di sela-sela ciumannya. Siwon yang mendengar bisikan wanitanya itu diam-diam mengamininya dalam hati. Wanita ini benar, dia akan selalu terjebak dalam candu yang wanita ini ciptakan, selalu dan selalu, walaupun wanita ini semakin menyakitinya, dia akan selalu kembali, entah sampai kapan.

 

*the end*

heheheh… maaf kalo aneh *bow bareng siwon* 🙂

Advertisements

5 thoughts on “I Fall, Again! (she’s a bad girl)

  1. Reblogged this on NeverHappyEnding and commented:
    Ini FF kakak aku.. Sambil nunggu FF aku kelar (Padahal gak pernah dilanjutin) meningan aku re-post FF dia aja..

  2. astaga raya gak mungkin jadi playgirl kan,
    tapi syukur aja siwon masih mau berhubungan lagi sama raya, emang yh kalau udah cinta mati jadi susah banget ngelupainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s